Di Bully Karna Obesitas

Di Bully Karna Obesitas
BAB 11. RENCANA JAHAT DEVANO


__ADS_3

Ketika Maharani berjalan keluar dari kampus, Devano dan gengnya menghadang Maharani.


"Hahaha....Awas woi, hati hati ada kingkong lewat." teriak Gibran membuat Maharani menghentikan langkahnya.


Saat ini, Maharani berada di tengah-tengah gerombolan geng Devano.


"Minggir kalian! aku mau lewat!" ucap Maharani.Tetapi geng Devano semakin mendekat kearah Maharani.


Hingga saat ini, Maharani benar-benar terhimpit, tidak dapat melangkahkan kakinya melewati Devano and the geng.


Karna tak kunjung di beri jalan oleh Devano dan gengnya, Maharani akhirnya mendorong salah satu di antara mereka. Hingga tubuh Gibran terhunyung kebelakang, dan Maharani berusaha meninggalkan mereka.


Saat Maharani sudah berhasil keluar dari gerombolan Devano dan gengnya dengan langkah terburu-buru, ia berniat langsung meninggalkan mereka. Tapi sayangnya, Devano langsung menarik rambut panjang Maharani yang di ikat ekor kuda. Hingga ikat rambut Maharani terlepas dan rambutnya acak acakan.


"Aduh sakit! lepaskan!" teriak Maharani yang sama sekali tidak di gubris oleh Devano.


Maharani yang sudah emosi langsung mengangkat kakinya lalu memberikan tendangan kepada Devano, membuat Devano sontak menjerit kesakitan. Karena tendangan maharani mengenai burung perkutut milik Devano.


Devano terpaksa melepaskan rambut Maharani. Devano langsung memegang burung perkutut nya yang sudah terasa sakit.


Saat Devano meringis kesakitan, Gibran dan teman temannya langsung menghampiri Devano. Dan disaat itu, Maharani memanfaatkan waktunya untuk segera pergi dari tempat itu.


Sementara Devano dan gengnya tidak menyadari kalau Maharani tidak ada disana lagi. Hal itu membuat amarah Devano semakin memuncak. Hingga Devano meminta kepada beberapa orang anak buahnya untuk mencari tahu siapa sebenarnya Maharani.


Dan tidak butuh waktu lama, Devano sudah mengantongi informasi mengenai Maharani yang ternyata ayahnya bekerja di sebuah proyek milik Tuan Anggara sebagainya buruh Bangun. Hal itu membuat Devano ingin merencanakan sesuatu, yang akan membuat Maharani menyesal telah melawan seorang Devano. Putra dari seorang pengusaha kaya raya di negara ini.


Devano menghubungi seseorang untuk dapat bekerja sama dengannya, agar pak Joko mengalami kesulitan di Proyek.


"Lakukan sesuai dengan perintah saya. dan ingat! lakukan dengan rapi.Jangan sampai ketahuan kalau itu unsur kesengajaan." perintah Devano .


"Baik Tuan muda, semua perintah Tuan muda akan segera kami laksanakan. Tapi jangan lupa bos!"


"Iya, kalian tidak perlu Kwatir aku akan segera memberikan kekurangan bayaran kalian ." ucap Devano


****

__ADS_1


Pagi ini Pak Joko sudah berpamitan kepada istrinya untuk segera berangkat ke proyek untuk bekerja. Awalnya biasa saja sikap rekan Pak Joko di proyek. Tapi sekitar pukul 11.00 siang, sewaktu Pak Joko menjalankan tugasnya, merapikan batu bata yang ada di bawah. Tiba-tiba saja dari ke lantai tiga terjatuh balok yang ukurannya lumayan besar dan mengenai tubuh Pak Joko. Dan Pak Joko langsung tumbang.


Saat sang mandor bangunan itu mengetahui kecelakaan yang dialami oleh Pak Joko, Sang mandor langsung meminta rekan Pak Joko, untuk segera melarikan Pak Joko ke rumah sakit.


Dan setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit dari proyek menuju Rumah Sakit, akhirnya pak Joko sudah tiba di rumah sakit yang dibantu oleh sang mandor dan juga dua orang rekan kerjanya. Pak Joko langsung dibawa ke ruang UGD guna dilakukan pemeriksaan.


Setelah dokter memeriksa kondisi Pak Joko, yang ternyata Pak Joko mengalami patah tulang sendi di bagian lengan. Pak Joko, sepertinya bagian kepalanya juga harus dijahit, mengingat luka yang dialami oleh Pak Joko cukup serius


Salah seorang rekan kerja yang mendapatkan tugas dari Devano untuk mencelakai Pak Joko, langsung menghubungi Devano bahwa misi mereka berhasil. Hal itu membuat Devano tersenyum bahagia dan ia langsung memberikan bayaran sesuai dengan yang dijanjikan Devano kepada mereka yang bekerja sama dengannya.


"Kamu lihat saja Maharani, Aku tidak akan membiarkan hidupmu tenang, lihat saja aku tetap berada di atas. Sementara kamu tetap berada di bawah. Kamu tidak akan bisa menandingi ku." gumam Devano di dalam hati sambil mengembangkan senyumnya, membayangkan Bagaimana penderitaan yang dialami oleh Pak Joko setelah mendapat luka saat bekerja di proyek Tuan anggaran.


****


Sementara di tempat lain tepatnya di universitas Gunadarma. Setelah kejadian itu Devano beserta gengnya sudah tidak pernah mengusik Maharani lagi. Maharani pun semakin akrab dengan Rina walau mereka berbeda jurusan dan tingkatan.


Namun, ketika Maharani hendak pergi menemui Rina di taman dekat perpustakaan, tiba-tiba saja ada seorang mahasiswi merampas kotak bekalnya.


"Hai guys, aku dapat bekal gratis nih." ucap mahasiswi tersebut


"Aku nggak tahu siapa kamu, jadi tolong kembalikan bekal aku!"ucap Maharani sedikit keras.


"Sudah, buang aja tuh isi bekalnya."ucap mahasiswi tersebut yang ternyata bernama Puspita yang merupakan sahabat Dewi.


lalu Puspita membuang isi bekal tersebut ke dalam tong sampah yang ada di dekatnya.


"Hahaha mampus......!Puspita tertawa bersama teman-temannya.


Maharani hanya menghela nafasnya,lalu berkata.


"Cara kamu ngebully orang murahan banget sih!"Maharani memungut kotak bekalnya yang dibuang Puspita ke tong sampah.


"Apa kamu bilang? Puspita menarik rambut Maharani dari belakang.


"Hei! apa-apaan kalian!"tiba-tiba saja Rina datang dan membentak Puspita.

__ADS_1


"Eh, kak Rina? kita nggak ngapa-ngapain kok."ucap Puspita dengan raut wajah yang panik, Ia pun melepaskan tangannya dari rambut Maharani.


"Nggak ngapa-ngapain? kamu pikir mata aku buta, ya? tindakan kalian bisa aku laporkan kepada dosen ataupun dekan "ucap Rina.


"Ehh, Jangan dong Kak." ucap Puspita ketakutan


"Sekarang juga lebih baik kalian pergi dari sini."usir Rina.


Puspita, Dewi bersama teman-temannya lantas sedikit berlari meninggalkan Maharani dan juga Rina.


"Kamu nggak apa-apa?"tanya Rina pada Maharani.


"Nggak apa-apa kok Kak." jawab Maharani sambil merapikan rambutnya.


Rina melihat makanan Maharani sudah tidak bersisa lagi, dia pun berinisiatif mengajak Maharani makan di kantin.


"Ayo kita makan di kantin, aku yang traktir.


"Ah Nggak usah Kak. Aku bisa makan dengan Sabrina. Pasti dia sudah menungguku, karena sebelumnya aku dan Sabrina sudah janjian makan bareng di sini. Apalagi setelah kita membuat janji membawa bekal bersama dan makan di sini." ucap Maharani


"Oh begitu, ya kalian biasa makan di mana?" tanya Rina lagi.


"Sebenarnya kami biasa makan di taman belakang kelas, tapi kan Kakak sendiri yang mengajak Maharani makan di dekat perpustakaan, karena jarak dari kelas Kakak dan kelas kami berada dipertengahan perpustakaan.


"Hmm ....aku minta maaf ya, Aku lupa ternyata aku sudah janji sama kamu makan bareng disini. Besok aku akan bawa bekal dan makan bersama kalian." ucap Rian.


"Iya kak, ngak apa apa."


"Sebaiknya kalian jangan makan di sini. Soalnya area di sini relatif sepi dari mahasiswi mahasiswa. Jadi bisa saja kejadian seperti tadi terulang kembali.


"Iya Kak, terima kasih atas bantuannya"


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2