
Karena Maharani sering konsultasi kepada dokter dan juga sering berolahraga, kini bobot tubuh Maharani benar-benar sudah banyak perubahan. Bisa dibilang tubuh Maharani saat ini sudah ideal. Membuat Maharani benar-benar terlihat cantik dan anggun.
Semenjak bekerja di perusahaan Tuan Herlambang, Maharani sudah berhasil mengumpulkan pundi-pundinya. Apalagi Maharani kerap sekali berhasil memenangkan tender, jika Tuan Herlambang mempercayakan proyek itu kepadanya. sehingga Tuan Herlambang tidak segan-segan memberikan Maharani bonus.
Sudah satu Tahun lamanya, setelah Maharani bekerja di perusahaan Tuan Herlambang, Maharani sudah berhasil merenovasi rumah kedua orang tuanya. Agar rumah kedua orang tuanya nyaman untuk dihuni.
Kedua orang tua Maharani benar-benar bangga, kepada putrinya itu yang dulunya sering diejek dan diolok-olok oleh teman-temannya, Kini Maharani berhasil mengubah postur tubuhnya yang dulunya sangat gemuk, kini sudah terlihat cantik dan menawan. Bukan hanya itu saja, bahkan kedua orang tuanya bangga, karena Maharani mampu membahagiakan mereka.
Sedangkan Devano, saat ini dirinya uring-uringan. Apalagi setelah Devano melihat Pak Jonas mantan dosen Maharani, sering sekali menghampiri Maharani ke kantor. Entah apa hubungan keduanya, Devano belum mengetahuinya.
Jika dia bertanya kepada Sabrina, Sabrina selalu menjawab Dia tidak mengetahui. sepengetahuan Sabrina, hubungan keduanya hanya sebatas teman saja.
Tapi entah mengapa, perasaan Devano agak berbeda. Dia merasa Jonas memiliki perasaan kepada Maharani.
"Rani, Kita makan, yuk! aku sudah sangat lapar."ajak Sabrina ketika dia Melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 12.00 siang.
"Sebentar lagi Rin, nanggung nih. Kalau nggak, kamu duluan saja dulu. Aku masih mau menyiapkan ini, pasalnya jam 02.00 siang nanti akan dipresentasikan di perusahaan milik Tuan Bastian."ucap Maharani memberitahu.
__ADS_1
"Ya sudah deh kalau begitu, nggak apa-apa duluan aku ya, soalnya aku sudah sangat lapar. Aku tadi tidak sempat sarapan."ucap Sabrina sembari meninggalkan Maharani di sana.
Devano yang melihat Sabrina pergi sendirian ke kantin, wajah Devano berbinar. menurutnya Dia memiliki kesempatan makan siang bersama dengan Maharani.
Dilihatnya Maharani sudah menyudahi pekerjaannya. Sehingga Devano memberanikan diri menghampiri Maharani.
"Kamu sudah makan siang? tanya Devano yang tiba-tiba berdiri di samping Maharani membuat Maharani sedikit tersentak.
"Eh Pak Devano, ada yang bisa Rani bantu?
Devano melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. "Sepertinya, Kita Masih sempat Makan siang sebelum meeting di perusahaan Tuan Bastian. lebih baik kita sekarang makan." ucap Devano sembari langsung menarik tangan Maharani.
"Ya sudah, kalau begitu. Tunggu sebentar Pak. Aku akan mengambil berkas-berkasnya."Maharani membalikkan badannya lalu berjalan mengambil berkas penting yang akan mereka presentasikan ke perusahaan Tuan Bastian.
Setelah Maharani mengumpulkan berkas itu, keduanya melangkah keluar dari ruang kerja Maharani menuju lift.
Ting!
__ADS_1
lift terbuka, Devano dan Maharani berjalan keluar dari dalam kantor. Mereka berjalan ke arah parkiran mobil di mana mobil Devano terparkir.
Devano membuka pintu samping kemudi, dia mempersilahkan Maharani masuk terlebih dahulu. Kemudian ia Mak berputar duduk di bangku kemudi.
Devano menjalankan roda empatnya, setelah memastikan Maharani duduk dengan nyaman. Sepanjang perjalanan, Devano dan Maharani hanya diam saja.
Hening!
Tidak ada yang memulai pembicaraan. Devano yang merasa dirinya bosan hanya diam-diaman saja dengan Maharani di dalam mobil yang sama, akhirnya angkat bicara.
"Oh ya Ran, sepertinya akhir-akhir ini Pak Jonas sering sekali datang ke kantor menemui kamu, Maaf kalau aku terlalu ikut campur, tapi kalau boleh tahu pak jones ngapain sering-sering menemui kamu?
"Oh, nggak ngapa-ngapain, hanya saja dia butuh teman ngobrol. Dia lebih senang mengajakku ngobrol daripada kedua orang tuanya." jawab Maharani.
"Kamu pacaran dengan Pak Jonas?
"Ngak!" nggak mungkin dong aku pacaran dengan Pak dosen. Lagian pria mana yang mau sama aku, wajah pas-pasan kayak gini ekonomi lemah pula." sahut Maharani sambil cengengesan
__ADS_1
"Sebenarnya kamu itu cantik, kok. Akunya saja yang baru menyadarinya." sahut Devano keceplosan.
Bersambung....