
Merasa mendapat penolakan dari Devano, Maharani menjauh sedikit dari pria itu."katakan ngapain kamu di sini? kembali Maharani bertanya.
"Apa urusan kamu, Gentongan? pergi kamu dari sini."usir Devano. Padahal Maharani hanya berniat ingin membantu dirinya. Karena ia melihat penampilan Devano saat ini tidak seperti biasanya.
Maharani meninggalkan Devano, Dia berjalan menuju supermarket.
Setelah tiba di supermarket, Maharani langsung membeli beberapa peralatan mandi. kemudian ia langsung membayar ke kasir. kini Maharani berniat untuk kembali ke rumah.
Saat Maharani hendak kembali ke rumah, dia masih melihat Devano di sana. "Kenapa anak itu di situ, bukankah dia putra dari Tuan Herlambang anak orang kaya? tapi kenapa dia bisa seperti ini." Maharani bertanya-tanya di dalam hati.
Maharani berjalan melewati Devano kembali. Dia pun akhirnya tiba di rumah. Maharani berniat ingin langsung melakukan ritual mandinya. Saat berada di kamar mandi, dia kembali teringat dengan sosok Devano Yang sepertinya membutuhkan bantuan. Tapi Maharani tidak bisa berbuat banyak, karena Devano sangat membenci dirinya.
"Tolong...... Tolong.... teriak seorang wanita paruh baya yang kebetulan sedang memulung botol bekas dan barang bekas di sana.
Orang-orang pun berhamburan berdatangan menghampiri wanita paruh baya itu.
"Ada apa Bu?"
"Kenapa dia? tanya seseorang kepada wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Saya juga tidak tahu Mbak, Kebetulan saya sedang mencari botol bekas di lokasi ini. Tapi tiba-tiba pria ini pingsan."ucap wanita paruh baya itu memberitahu.
"Ya sudah, lebih baik kita bahwa saja dia ke rumah sakit"
"Nggak usah, kalau kita bawa dia ke rumah sakit siapa yang akan bertanggung jawab membiayai biaya rumah sakitnya?"sahut seorang pria yang langsung dibalas anggukan dari beberapa orang di sana.
"Kalau begitu lebih baik kita bawa langsung ke rumah Pak RT saja."ujar seorang pria yang langsung disetujui oleh warga yang melihat kondisi Devano saat ini.
Akhirnya mereka sepakat membawa Devano ke rumah Pak RT. Kebetulan rumah Pak RT tidak terlalu jauh dari rumah Maharani.
Maharani yang baru keluar dari rumah dan duduk di teras, dia terhenyak melihat beberapa orang memasuki gang sempit rumahnya yang kebetulan rumah Pak RT hanya kelang dua rumah dari rumah yang ditempati oleh Maharani.
"Rani apa kamu mengenalnya?"tanya pria yang merupakan tetangga dari Maharani.
"Iya Om, dia bernama Devano. Dia satu kampus dengan Maharani." sahutnya sambil menatap wajah pucat Devano.
"Ya sudah, kamu tahu alamat orang tuanya?'
"Maaf om, kalau alamat orang tuanya saya tidak mengetahuinya. Lebih baik kita tunggu saja dia siuman." ujar Maharani.
__ADS_1
Karena Pak RT tidak berada di tempat saat itu, akhirnya Devano dibawa ke rumah Maharani. Devano dibaringkan di sofa rotan yang Sudah usang itu. Kemudian Maharani mengambil minyak kayu putih. lalu mengoleskannya di bagian hidung Devano berharap agar Devano cepat ciuman.
Tak Berapa lama akhirnya pria itu pun membuka kedua bola matanya. Dia melirik ke kanan dan ke kiri. Ia terhenyak kalau saat ini dirinya sudah tidak berada di halte itu lagi.
"Kamu ngapain Di Sini?" teriak Devano ketika Devano melihat raut wajah Maharani dan bobot tubuh Maharani yang di atas rata-rata.
Seharusnya saya yang bertanya kepada kamu kenapa kamu berada di rumah saya.
"Rumah?
"Saya tidak tahu, kalau ini rumah kamu. rumah jelek begini saja kamu." cerocos Devano yang langsung dibalas tatapan tajam dari Pak Joko yang saat ini duduk di atas ranjang.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1