Di Bully Karna Obesitas

Di Bully Karna Obesitas
BAB 15. VIDEO VIRAL


__ADS_3

Devano dengan teman-temannya berlalu meninggalkan cafe di mana Maharani bekerja. Begitu juga dengan Dewi, Puspita dan juga Anggraini.


"Kamu tidak apa-apa? tanya Bang Hendra kepada Maharani selaku pemilik Cafe.


"Tidak apa-apa Bang!"sahut Maharani sembari membenahi pakaian dan rambutnya yang terlihat acak-acakan.


"Kamu mengenal mereka? tanya Bang Hendra.


"Ketiga wanita itu, teman satu kelas Maharani di kampus. Sedangkan yang menarik kerah bajuku tadi, itu merupakan putra dari pengusaha kaya raya di kota ini. Mahasiswa di kampus Gunadarma juga. Ayahnya merupakan donatur terbesar di kampus."


"Astaga! anak orang kaya tapi tidak memiliki akhlak sedikitpun. Kamu yang sabar ya Rani."Bang Hendra mencoba menguatkan Maharani. Apalagi ketika Bang Hendra sudah mengetahui kondisi ekonomi keluarga Maharani saat ini, setelah Sabrina menceritakan segalanya.


"Iya Bang, terima kasih,"sahut Maharani sembari berpamitan ke dapur untuk kembali mengerjakan pekerjaannya.


Sementara di tempat lain. Erwin yang merupakan rival dari Devano, sudah mengunggah rekaman video yang ia rekam saat Devano dan teman-temannya membully Maharani di cafe.


Tak tanggung-tanggung, Erwin mengunggahnya di berbagai sosial media. termasuk akun youtube, Facebook, Instagram Tik Tok dan sosial media lainnya. Membuat rekaman video itu sontak langsung viral tanpa menunggu waktu yang lama.


Video pembullyan dan pengeroyokan itu menarik perhatian warganet. Banyak netizen yang menghujat Devano, Begitu juga dengan teman-temannya. Tak kalah banyak juga yang menghujat Dewi dan kedua temannya. Yang juga ikut melakukan penyerangan di cafe itu kepada Maharani.


Mereka benar-benar melakukan pengeroyokan, membully seorang wanita yang saat itu masih bekerja.


Tuan Herlambang sontak terhenyak melihat rekaman video itu, yang tiba-tiba saja diperlihatkan oleh sang asisten. Membuat Tuan Herlambang mengeram kesal, Ia benar-benar merasa malu memiliki seorang Putra seperti Devano.


Tuan Herlambang meminta kepada asistennya agar langsung menghilangkan rekaman video itu. Tapi sayangnya video itu sudah terlanjur viral di berbagai media sosial. Membuat sang asisten menjadi kewalahan untuk menghilangkannya dari dunia maya.


"Kita tidak bisa menghentikan ini begitu saja tuan, karena rekaman video ini sudah terlanjur viral dan semua netizen sudah melihatnya. Bahkan ratusan ribu komentar menghujat Tuan muda Devano.

__ADS_1


Tuan Herlambang memperhatikan wanita yang saat itu dibully oleh putranya. Yang ternyata wanita itu merupakan mahasiswi di kampus Gunadarma, yang tak lain dan tak bukan adalah Maharani sang penerima beasiswa dari manajemen Herlambang.


Belum selesai amarah Tuan Herlambang saat melihat rekaman video perilaku Devano terhadap salah satu mahasiswa di kampus, Tuan Herlambang dikejutkan dengan berita tentang kejadian yang menimpa salah satu kuli bangunan yaitu Pak Joko mengalami kecelakaan di proyeknya karena ulah dari Devano.


"Apa-apaan ini!! teriak Tuan Herlambang ketika menerima rekaman video pembicaraan antara dua orang kuli bangunan yang ditugaskan oleh Devano untuk mencelakai Pak Joko.


Sebelumnya, Pak Sukimin seorang kuli bangunan yang bekerja di proyek milik Tuan Herlambang, hendak mengambil sesuatu di gudang. Tanpa ia sengaja, ia mendengar percakapan dua orang rekan kerjanya membicarakan kejadian yang menimpa Pak Joko.


"Ada apa ya, kok Tuan muda Devano, meminta kita mencelakai Pak Joko? padahal setahuku Pak Joko hanyalah kuli bangunan saja."ucap Pak Karyo kepada Karim.


"Entahlah Memangnya aku pikirin, yang penting sekarang Joko tidak bekerja di sini lagi. Di samping kita lebih leluasa bekerja di sini, kita mendapatkan bayaran yang cukup besar dari Tuan Devano rejeki nomplok, ngak pernah seumur hidup memegang uang sepuluh juta. Tapi saat ini kita mendapatkannya dengan mudah. "sahut Pak Karim sembari mengipas-kipas beberapa lembar uang pecahan seratus ribu.


"Astagfirullah! ternyata mereka sengaja mencelakai Pak Joko." Gumam Pak Sukimin sembari tetap merekam pembicaraan Pak Karyo dengan Pak Karim.


Setelah berhasil merekam pembicaraan antara Pak Karyo dan Pak Karim, pelan-pelan Pak Sukimin meninggalkan tempat itu. Kemudian ia langsung menghampiri sang mandor.


"Maaf Pak Mandor, apa saya bisa berbicara dengan Bapak."tanya Pak Sukimin yang membuat sang mandor mengerutkan keningnya.


"Tapi saya tidak ingin berbicara di sini Pak. boleh Kita pindah ke tempat lain? tanya Pak Sukimin sedikit gugup. Karena ia gemetaran ingin menunjukkan rekaman video itu kepada sang mandor.


Kemudian sang mandor pun mengajak Pak Sukimin ke ruang kantor kecil yang disediakan di proyek itu.


"Silakan duduk pak Sukimin. Ada apa, tumben sekali Pak Sukimin ingin berbicara dengan saya. Apa ada yang dapat saya bantu?" tanya sang mandor kepada Pak Sukimin.


"Begini Pak, masalah kecelakaan yang menimpa Pak Joko, ternyata itu unsur kesengajaan."Ucap pak Sukiman yang mampu membuat sang mandor terhenyak.


"Maksud Bapak apa?

__ADS_1


"Ternyata ada di antara kami sesama kuli bangunan di proyek ini, merasa tidak suka dengan Pak Joko yang bekerja dengan rajin tak pernah neko-neko. Di samping itu mereka juga melaksanakan perintah, yang diperintahkan oleh seseorang dengan menjanjikan membayar mereka dengan sejumlah uang yang besar." Ucap pak Sukimin.


"Bapak Jangan asal menuduh tanpa bukti, Bagaimana bisa Bapak mengatakan seperti itu, apa Bapak memiliki bukti-buktinya? tanya sang mandor kepada Pak Sukimin.


"Saya memiliki bukti yang akurat Pak, tadi Ketika saya ingin mengambil peralatan bangunan di gudang, saya Mendengar pembicaraan antara Pak Karyo dengan Pak Karim. Dan saya sempat merekam apa yang mereka bicarakan." Pak Sukimin memberitahu sambil langsung memberikan rekaman video itu kepada sang mandor.


Ketika sang mandor melihat rekaman video yang diambil oleh Pak Sukimin, sang mandor benar-benar terhenyak. Ia tidak menyangka kalau Pak Karyo dan Pak Karim melakukan kejahatan itu terhadap rekan kerjanya.


"Tolong Bapak kirimkan video ini ke ponsel saya, saya akan laporkan ini semua ke pemilik proyek ini. Ini tidak bisa dibiarkan, ini merupakan tindakan kriminal."ucap sang mandor yang langsung dibalas anggukan dari Pak Sukimin.


Kemudian Pak Sukimin pun langsung mengirimkan rekaman video itu kepada nomor ponsel milik sang.


Saat itu juga sang mandor mengirimkan rekaman video itu ke nomor ponsel Tuan Herlambang. Dan sang mandor pun langsung menindaklanjuti Apa yang dilakukan oleh Pak Karim dan juga Pak Karyo.


Sang mandor menghampiri keduanya yang saat itu sedang duduk istirahat sambil mengepulkan asap rokoknya.


"Pak Karim, dan Pak Karyo silakan ikut saya." titah sang mandor membuat keduanya terhenyak.


"Ada apa ya Pak, kok tumben Bapak memanggil kami berdua?" tanya Pak Karim dan Pak Karyo."


"Tidak ada apa-apa, Saya hanya ingin mempertemukan kalian dengan Pak Herlambang selaku pemilik proyek ini. Karena kalian sudah cukup lama bekerja di proyek ini."sang mandor sengaja tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, kalau dirinya sudah mengetahui pelaku yang mencelakai Pak Joko merupakan mereka berdua. Sang mandor berusaha untuk tenang agar keduanya tidak merasa curiga.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS"


BAGI SIAPA YANG AKAN MAMPIR KE KARYA BARU EMAK, AKAN ADA GIVEAWAY TGL 6 JULI BAGI BAGI PULSA BAGI PENDUKUNG EMAK YANG PALING AKTIF


__ADS_2