
Beberapa Minggu kemudahan, Devano memutuskan untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Maharani. Rasa cinta yang begitu dalam terhadap Maharani, membuat Devano memiliki keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya.
Dia sudah tidak peduli, Maharani menerimanya atau tidak. Kalau boleh jujur, Devano tidak yakin kalau Maharani akan menerima cintanya yang begitu tulus. Karena dia tahu sikap buruknya di masa lalu, pasti akan menggoreskan luka yang begitu dalam di hati Maharani.
Apalagi saat ini dengan hadirnya sosok Jonas, yang dulunya menjadi dosen dari Devano dan juga Maharani. Ternyata pria itu juga diam-diam mencintai Maharani. Itu diketahui Devano, dari sikap Jonas terhadap Maharani.
Devano juga pernah mendengar pembicaraan antara Sabrina dengan Jonas. Sepertinya Jonas sudah berterus terang kepada Sabrina, kalau dirinya juga mencintai Maharani.
Secara tidak langsung Pak Jonas menyakiti hati Sabrina, karena ternyata Sabrina mencintai Pak Jonas sudah sangat lama. ketika masih duduk di bangku kuliah, ternyata Sabrina diam-diam menyukai Pak Jonas.
Karena tidak ingin didahului oleh pak dosen, sehingga Devano memutuskan untuk mengutarakan isi hatinya terhadap Maharani.
"Ran, kamu ada acara nggak nanti malam? tanya Devano menghampiri Maharani di ruang kerjanya.
"Sepertinya, tidak. Karena habis dari kantor Aku ingin pulang saja. Memangnya ada apa Pak Devano?" tanya Maharani sambil menengadahkan wajahnya menatap Devano.
"Aku ingin mengajak kamu Dinner bareng, malam ini. kira-kira Kamu bisa nggak?
Maharani berpikir sejenak. "Jam berapa?"tanya Maharani kepada Devano.
__ADS_1
"Jam tujuh, kamu saya jemput di rumah kamu."
"Okey." sahut Maharani singkat. Setelah mendapat jawaban dari Maharani, Devano memilih untuk berpamitan masuk ke ruang kerjanya. Dan menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin, dia sudah tidak sabar ingin jalan bareng dengan Maharani.
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore. kini saatnya para pekerja sudah pada berpulangan.
Maharani dan Sabrina berjalan menuju parkiran.
"Ran, jangan lupa ya."ucap Devano sebelum memasuki mobil mewah miliknya.
Maharani hanya menganggukkan kepalanya. Hal itu membuat Sabrina sedikit penasaran. "Jangan lupa apa sih, besty ku?Sepertinya kamu merahasiakan sesuatu kepadaku." Cerocos Sabrina sambil menatap sahabatnya dengan tatapan penuh tanya.
Maharani mengembangkan senyumnya. "Kasih tahu nggak ya?!!! ucapnya berniat untuk membuat sang sahabat penasaran.
"Pak Devano mengajakku Dinner bareng." sahut Maharani membuat Sabrina benar-benar terhenyak.
"Kamu serius? kamu tidak bohong kan, Ran?
"Idih, ngapain juga aku bohong sama kamu. nggak ada untungnya kali." sahut Maharani sambil langsung menunggangi kuda besinya.
__ADS_1
"Ran, jangan-jangan Pak Devano ingin mengungkapkan isi hatinya sama kamu." tebak Sabrina.
"Maksud kamu apa sih, aku nggak paham maksudmu."
"Iya, setelah dikaji-kaji nih, ya. aku rasa Pak Devano cinta sama kamu."sahut Sabrina ngasal.
"Tahu dari mana kamu, sudah seperti mbah dukun aja."
"Aku serius Ran, kamu tidak lihat apa bagaimana Pak Devano menatap kamu akhir-akhir ini? Sepertinya dia sudah sadar kalau kamu itu wanita cantik." sahur Sabrina sambil terkekeh.
"Cantik dari mana? cantik dari Hongkong kali!!! Lagian tidak mungkin pakde pondok cinta sama aku, secara kan kamu tahu sendiri dari dulu Pak Devano membenci Bahkan mengolok-olok aku saat kulihat dulu."
"Eh, jangan salah. Apa kamu tahu benci itu kepanjangannya apa? benci itu kepanjangannya benar-benar cinta." sahur Sabrina membuat kedua wanita itu tertawa ngakak.
Tampa mereka sadari, ternyata Devano masih berada di dalam mobilnya diam-diam mendengar percakapan kedua wanita itu. "Kamu benar Sabrina, Aku sangat mencintai sahabat kamu itu. Ini mungkin karma untukku, dulu Aku mengolok-olok, mengejeknya, bahkan membencinya. Tapi sekarang aku sangat jatuh cinta kepadanya. sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa dirinya." gumam Devano di dalam hati.
Sabrina melajukan kedua besinya terlebih dahulu, disusul oleh Maharani dari belakang. kedua wanita itu meninggalkan kantor Herlambang company. Menuju kediaman masing-masing.
Sementara Devano memilih untuk kembali ke apartemennya. Dia ingin segera membersihkan diri dan cepat-cepat menjemput Maharani di rumah kedua orang tuanya.
__ADS_1
Sebelumnya Devano sudah memesan buket bunga yang begitu cantik, dia sudah mengetahui kalau Maharani begitu menyukai bunga mawar putih. Sehingga dia memesan buket bunga mawar putih sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Maharani.
Bersambung....