
Revano pun akan memberi sang istri hadiah dia pun segera menelfon asisten nya untuk membelikan sebuah buket bunga di toko terkedekat
Via telfon
"Hallo den Revano" suara seseorang dalam telfon itu
"Pak tolong belikan saya buket bunga, lalu setelah di antar ke sekolah ya?" Perintah nya kepada asisten nya itu
"Baik den" jawab asisten nya dan Revano pun menutup telfon nya
Sambungan telfon pun terputus
Sesampai Revano di kelas langsung memberikan pengumuman pada teman sekelas nya
"Hallo guys guee ada sedikit pengumuman bahwa guru mata pelajaran hari ini ga bisa hadir, jadi kita hanya di beri tugas dan di kumpulkan minggu depan" ujar Revano pada semua teman sekelasnya jelas membuat se isi kelas jadi gaduh
"Guys tunggu sebentar gue ada satu pengumuman lagi buat kalian ini bukan soal tugas tapi soal isi hati gue yang bakal gue ungkapin ke seseorang" ujar Revano kembali seketika Vania pun dengan Pd nya membenarkan rambut dan bergegas berdiri
"Vanooo gue ga sabar deh akhirnya selama ini yang gue tunggu lo mau ungkapin isi hati loh ke gue" Ucap Vania yang tiba-tiba menghampiri Revano dan ini justru membuat hati Nadira panas dengan sesak
"Aaaah ko gue panas sih liat Revano di rangkul gitu sama si ular keket, terus kenapa dada gue nyesek banget ya" batin Nadira yang sedari menahan rasa sesak di dada nya
__ADS_1
"Vania emang gue mau ungkapain isi hati gue lo, tapi.." ucapn Revano terpotong oleh Vania yang tidak sabaran
"Tapi apa Vano ayo bilang aku udah ga sabar" jawab kembli Vania
"Tapi gue ga suka sama lo dan ga cinta sama lo, jadi gue tolong lo jauhin gue karna di hati gue cuman ada satu orang cewek yang bener-bener gue sayang" jelas Revano pada Vania dan jelas membuat nya malu semua orang menatap Revano dengan penuh tanda tanya
"Siapa?" Tanya Vania yang penuh sangat arti
"Nadira, ya Nadira Camelia lah yang mampu melelehkan es batu nya selama ini" jawab Revano jelas se isi kelas sangat kaget atas apa yang sudah Revano ucapkan tadi
"Gue...." ujar Nadira menunjuk diri nya sendiri dia melirik sahabat nya penuh tanda tanya dan sahabat hanya mengangkat bahu saja
"Van lo apa-apaan sih lakuin ini gue kan malu" bisik Nadira pada Revano namun Revano tidak peduli
"Gue tau kalian semua heran kan dan bertanya-tanya kenapa gue tiba-tiba kaya gini yang biasa nya gue selalu berantem sma Nadira tapi saat ini justru gue malah jadi sangat mencintai nya" jelas Revano pada semua teman di kelas nya dan mereka hanya menganggukan kepala nya
"Gue selama ini hanya berusaha untuk mencari tau, seberapa kuat Nadira ngadepin sifat gue yang seperti ini" jelas kembalii Revano
"Nad lo mau kan jadi pendamping gue sekarang dan selamanya?" Tanya Revano pada Nadir dan justru malah semakin membuat Vania geram
"Revano kenapa lo jadi ungkapin isi hati lo ke dia, selama ini gue yang suka sama lo gue yang sama lo tapi lo malah memilih orang lain" ujar Vania yang terus mengumpat
__ADS_1
"Karna gue ga suka cewek yang kaya lo" jawab Revano dingin dan Revano menanyakan kembali pada Nadira
"Nad gimana jawaban lo?"
Se isi kelas menjadi semakin ramai dan semua mengucapkan kata "terima10x"
"Van ga akan gue nolak lo, karna lo udah berani ungkapin ini depan temen dan sahabat kita, gue terima lo tapi gue mau belajar untuk mencintai lo" jelas Nadira pada Revano
"Thank's udah mau nerima gue, ga masalah lo masih kaya gitu ya wajarlah gue kan musuh lo" balas Revano dengan suara yang berat menahan tangis
"Vanoo" panggil Nadira sangat lembut, dan membuat teman sekelas nya menjadi baper dia buatnya
"Kena Nad?" Tanya Revano pada Nadira
Maafin gue ya Van" ujar Nadira dengan raut muka yang kecewa sudah berbica seperti itu sontak reflek Revano memeluk Nadira dan semua teman di kelas menjadi baper terkecuali Vania
"aaaaaaaa sosweeeeet" ucap se isi kelas
"It's oke my wife, aku ngerti ko kamu belajar dulu untuk semuanya" jelas Revano
Sejak saat itulah Revano menjadi sangat overprotektif kepada Nadira dan juga khawatir apapun itu. Revano selalu saja memperhatikan Nadira saat di sekolahah pun di rumah nya
__ADS_1