
Pagi ini begitu sangat cerah, seperti biasa Nadira berangkat terpisah dengan Revano saat Nadira sudah sampai di kelas Nadira melihat para sahabat nya sudah datng dan tak lama dari itu Nadira.dari melihat seorang laki-laki yg sedang memperhatikan nya namun saat mata Nadira melihat keluar ada Revano menuju kelas Nadira langsung melancarkan askin nya
"Hai ngapain lo liatin gue?" sapa Nadira pada seorang laki-laki itu
"Engga ko, cuman lo hari ini kelitan banget ceria" jawab laki-laki itu pada Nadira
"Ah lo bisa aja deh" Nadira pun nepuk pundak lelaki itu dan tak berselang lama Nadira melihat Revano mengepalkan tangan seperti menahan amarah
"Nah ketaukan kalo dia bneeran sayang sama gue" batin Nadira yang melihat Revano sudah mengepal tangan nya
"Eh Nadira nanto istirahat kita kenkantin bareng ya mau ga?" sahut lelaki itu tiba-tiba dan jelas membuat beranjak dari kursinya dia pun tidak memndang skrg siapa yg ada di hadapan nya
"Heh ngapain lo ajakin Nadira ke kantin bareng lo?" sahut Revano membentak ke laki-laki yang sedang berbica dengan Nadira alhasil itu semua membuat se isi kelas terheran-heran atas tingkah Revano
"Loh bebas dong,apa hubungan nya sama lo Nadira kan belum punya cowok juga" balas laki-laki itu kembali
"Nadiraaaa itu milik gue" bentak Revano mengejutkan se isi kelas dan juga Nadira yang tidak menyangka hal ini akan terjadi
"Gila si es batu berani bilang gitu, matilah gue harus bilang apa ke sahabat gue" batin Nadira yang menatap dengan tatap tidak percaya
"Ikut gue !" Ujar Revano yang tiba-tiba menarik tangan Nadira dia mengajak Nadira kesebuah taman yang berada tepat di depan kelas, semuaa teman nya hanya melongo saja melihat kejadian itu
"Apaan sih Van lepasin tangan gue sakit" teriak Nadira dengan keras namun semua isi kelas hany terdiam
"Udah duduk di bangku itu jangan bantah gue" sahut kembali Revano dan di susul duduk oleh Revano
"Iya iya" jawb Nadira terpaksa
"Lo bisa ngehargain ga sih disini gue suami lo deketin cowok gitu si belakang lo sadar ga sih?" Ucap Revano yang sedikit meninggi
"Gue ya he fun lah selagi gue masih belum tau isi hati loh yang sebenar nya kan" sahur Nadira dengan santai nya
"Mulai detik ini lo ga boleh deket-deket lagi sama cowo lain inget itu" raut wajah Revano berubah menjadi merenung
"kenapa?" Tanya Nadira pada Revano yang langsung mentap wajah suami nya itu
"Lo mau tau gue kaya gini kenapa hah?" jawab Revano dengan nada yang merendah dan teman di kelas masih menonton tapi berbeda dengan Vania dia sangat geram
"Yalah gue pengen tau" jawab Nadira penasaran
"Karna gue sayaang lo, entah sejak kapan gue sayang sama lo padahal awalnya gue cuman mengagumi lo aja" balas Revano langsung mendukan kepalanya dan membuat nya merasa begitu bersalah
"Rev jadi lo bener sayang sama gue, lo ga lagi ngerjain gue kan?" tanya Nadira kembali untuk memastikan
"Gue serius Nad gue sayang sama lo, please lo jangan buat gue cemberu lagi ya" balas Revano dengan nada yang sangat lembut
"Mmm oke tapi, lo bisakan nunggu gue buat bisa menerima keberadaan lo dulu?" Tanya Nadira lagi
"Boleh asalkan kamu bisa menghargai aku dan aku disini adalah suami mu" jelas Revano tiba-tiba menyebut aku kamu
"Revano jiji iih lo bilang aku kamu gitu wleee" ledek Nadira dia langsung berlari ke arah kelas
__ADS_1
Sesmpai nya Nadira di kelas dia di introgasi oleh kedua sahabatnya atas kejadian tadi jelas membuat Nadira kelabakan untuk menjawab
"Nad lo tadi sma Revano kenapa ko tiba, si es batu marah sama cowo itu?" Tanya Nayara
"Iya Nad kenapa?" Dan tanya juga Naya
"Euuuuh" Nadira pun terdiam tiba-tiba Revano datang dan langsung menjawab
"Karna gue sama Nadira sepulang sekolah kemarin udah memastikan gakan lagi berantem kaya sebelum nya dan soal gue tadi marah itu gue cuman akting aja ko" jelas Revano pada semaunya
"Tapi kenapa lo tadi bilang ka Nadira milik lo Rev?" Tanya laki-laki yang tadi mengajak Nadira makan
"Kalo itu karna emang Nadira sebentar lagi jadi milik gue lo semua pasti aneh kan, nanti juga lo semua juga pasti tau ko" jelas Revano kembali dan jelas membuat Nadra tercengang dengan jawaban dari Revano
"What Revano" batin Nadira dan raut wajah nya pun kebingungan Revano yang melihat istri nya kebingungan pun langsung membisikan di telinga Nadira
"Tenang sayang,aku ga akan bongkar semuanya tentang status kita sekarang ko" bisik Revano pada Nadira dan membuat Nadira berigidik
"Udah semuanya persiapkan semua buku kalian sebentar lagi guru dateng" tegas Revano yang kembali dingin
"Ah dasar es batu" teriak Nadira keras dan terdengar oleh Revano
"Lama-lama bakalan cair ko" balas Revano yang langsung menghampiri Nadira dengan menatap dagu nya
"Aaaah gila kenapa gue salting, jangan salting gini dong" batin Nadira dan Revano semakin mengoda nya
" Cie merah tuh muka" goda Revano pad Nadira
Namun di sisi lain Vania sangat geram,dengan pandangan itu dan saat istirahat Vania memutuskan untuk melabarak Nadira karna baginya dia sudah merebut orang yang dia sukai
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bel istirhat pun berbunyi semua murid segera ke kantor lain hal dengan Nadira dia merasa perut nya sakit jadi memutuskan untuk diam di kelas saja namun Vania punya kesempetan emas untuk kembali melabrak.nya
"Hey Nadira" panggil Vania pada Nadria
"Kenapa sih lo ada panggil gue terus" ketus nya pada Vania
"Keren ya lo bisa dapetin hati Revano padahalkan dia termashk cuek sama semua cewek ko lo bisa" umpat Vania pada Nadira
"Ya gatau lah, mungkin emang udah seharus nha Revano jadi milik guekan" jelas Nadira kembali
"Ga ada Revano milik lo jelas Revano milik gue" balas Vania kembali
"Eh ular keket lo ko gitu sih jadi cewek" sambar Nayara yang masih ada dalam kelas
"Tau nih cewek ko ga ada harga dirinya" ucap Nadira dengan nada sinis dan akhirnya Vania pun merasa sangat di jatuhkan dia pun pergi ke kantin
"Ohya Nad kita berdua ke kantin dulu ya beliin roti buat lo biar lo ga kelaperan" ucap Naya yang polos, mereka berdua pun pergi ke kantin dan Revano pun menghampiri kedua sahabat nya
"Eh sahabat lo kemana?" ucap Revano
__ADS_1
"Sejak kapan lo peduli sama Nadira?" jawab Nayara pada Revano
"Yaelah tinggal jawab Nadira kemana, itu roti buat siapa?" Tanya Revano kembali
"Dia kelas, dia bilang sakit perut ini roti buat dia" jelas Naya dengan suara cempreng nya
"Sakit perut? Ya udah sini biar gue aja yang kasih roti nya ke Nadira" ucap Revano langsung pergi begitu saja dan Revano segera begrgegas ke kelas sambil berlari kecil
"Nad sayang kamu kenapa, kamu sakit perut kenapa?" Tanya Revano bertubi-tubi
"Mungkin karna gue mau pms" jawab Nadira singmat
"Tapi bawa kan persiapan nya?" Tanya Revano lagi namun Nadira hanya.menggelengkan kepalanya dan Revano raut wajah istrinya seperti menahan Rasa sakit
"Sakit ya perut nya?" Tanya Revano kembali dia pun bergegas mengusap perut Nadira dan langsung menelfon Nayara lagi-lagi Nadira hanya menganggukan kepalanya
"Tahan ya sayang aku, telpon sahabat kamu dulu ya suruh beliin barang yang kamu butuhin" ujar Revano kembali dengan nada cemas
Via telfon
"Hallo kenapa es batu tumben nelfon gue" tanya seseorang di balik telfon
"Ra bisa ga lo beliin perlengkapan buat cewek yang lagi pms!" perintah Revano
"Maksud lo pembalut Rev?" tanya Nayara yang aga sedikit memelankan suara nya
"Iya cepatan kasian Nadira kesakitan" telfon pun terputus
Kedua sahabat nya bergegas untuk menuju kelas nya, namun Nayara menanyakan soal sikap Revano terhadap Nadira sekarang
"Nay lo aneh ga sih sama sikap si es batu sekarang, ke Nadira sampe perhatian banget" ujar Nayara pada sahabat nya Naya
"Iya gue juga ngerasa gitu, apa bener Revano udah jadi milik Nadira dan mereka pacaran" jawab Naya yang juga penasaran
"Soal itu gue gatau sih apa tapi yang jelas gue yakin mereka udah mulai jatuh cinta" ujar kembali Nayara
skip pada Revano dan Nadira
"Sayang kamu mau pulang aja?" tanya Revano yang begitu perhatian pada istrinya
"Ga usah pake aku kamu, jiji gue denger nya" bentak Nadira pada Revano
"Hmmm maaf" Revano hanya meninta maaf dan menundukan kepala nya Nadira langsung melirik ke arah Revano dia aneh demgan sikap Revano yang selembut ini
Dan pada akhir nya kedua sahabat. Nadira pun datang dengan polos nya Naya memberikan pembalut itu di hadapan Revano
"Nad ini pembalut nya , cepetan lo pake nanti keburu bocor" perintah Naya dan menyimpan pembalut tepat di hadapan Revano
"Nayaaaaa bisa ga sih kalem, malu gue ga liat apa ada si es batu disini" ketus Nadira dan mukanya pun menjadi merah
"Udah sana ke toilet dulu Nad!" Perintah Revano yang sedikit tertawa Nadira pun pergi ke toilet
__ADS_1
Saat pelajaran terakhir di mulai Revano pun pergi ke ruang guru untuk menjemput guru mata pelajaran terakhir namun sayang nya guru tidak bisa hadir Revano hanya di beri tugas kepeda teman-teman se kelas nya