Di Jodohkan Saat SMA

Di Jodohkan Saat SMA
SE PULANG SEKOLAH


__ADS_3

Nadira tidak menyadari bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh Revano dengan tatapan yang tajam, dan membuat sahabat Revano langsung memecahkan kehening se isi kantin..Jelas itu semua membuat semua yang di kantin terkejut.atas ulah Gilang salah satu sahabat dari revano


"Revanooo woy kenapa sih lo" teriak Gilang pad Revano yang sedang memperhatikan Nadira


"Woy bisa gasih lo itu ga usah teriak malu tau liat tuh se isi kantin liat ke arah kita" tegas Revano kesal pada Gilang


"Nad si es batu ngamuk" ucap Nayara pada Nadira yang sedari tadi fokua terhadap makanan nya dia hanya menjawab beberapa kata saja


"Bodo amat, dia ini yang malu" sahut Nadira ketus dia masih ingat omongan tentang chat Revano tadi


"Nad sebenci itu lo sama Revano sampe lo gini amat" tiba-tiba Naya buka suara


"Ya emang dan gue ga suka sama tinggkah nya,mentang-mentang punya muka ganteng jadi so berkuasa dan di sukao banyak cewek di sekolah ini" ketus Nadira dengan bicara yang sedikit teriak jelas Revano mendengar ucapan Nadira


"Hahaha good job Nadira akhir lo mengakui kalo gue ganteng" tawa Revano di iringi tepuk tangan nya Revano


"Nyamber lo, kaya petir" ketus Nadira kembali


"Inget sama chat gue tadi lo ga akan bisa lolos dari gue nanti" ucap Revano di telinga Nadira, dan teman nya mengira Revano akan mencium Nadira, Nadira reflek mendorong kepala nya


"Revano s****n lo ya, berani-berani nya lo sedeket ini sama ciiih" bentak Nadira sambil mendorong kepala Revano dan mengangkat jari tengah nya


"Oh udah berani rupanya anak ini, tunggu ya nanti di rumah gue bakalan buat lo ga bisa apa-apa" batin Revano


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat pulang Nadira menaiki taxi nya dan Revano melajukan mobilnya, dan sesampai nya di rumah Nadira menyiapkan makan sore untuk suaminya ya itu nasi goreng buatan nya saat sudah siap semuanya Nadira memasuki kamar nya untuk bersih-bersih dan tak lama datanglah Revano dia mencium bau masakan yang enak


"Wiiiih bau apa nih, enak banget pasti bibi lagi masak" ucap Revano sambil menuju salah satu ruangan yang di situ ada makanan yang sangat lezat


"Eh den Vano baru pulang" sapa salah seorang disana


"Eh bibi kapan datang, ini semua bibi yang siapain?" tanya Revano yang sudah jelas itu adalah ART nya


"Baru aja,bibi dateng tadi sesudah non Nadira di sini dan bibi melihat non Nadira sedang memasak nasi goreng


"Jadi ini masakan Nadira" tunjuk Revano pada masakan Nadira

__ADS_1


"Iya den" jawab ART nya


"Bibi tinggal disini apa pulang ke rumah lagi?" tanya Revano kembali


"Bibi pulang lagi, kata nyonya supaya den Ravon dan non Nadira mandiri jadi bibi kesini hanya mengecek saja keadaan non Nadira dan den Revano"


"Oh oke deh bi, ya udah aku mau ke kamar dulu" ucap Revano dingin


"Den nasi goreng ga di makan?" ucapa ART nya ke pada Reyno yang sudah meninggalkan nya


"Nanti aja" balasa Reyno ketus


"Den, den untung ya non Nadira kuat dengan sikap den Reyno yang seperti, den Reyno beruntng mempunyai istri seperti non Nadira" batin ART nya yang memuji Nadira


Kedua orang tua mereka memang tidak menuntut mereka untuk mempunyai ART, karna supaya bisa merasakan hidup berumah tangga di mulai dari nol tidak langsung menjadi di atas, maka dari itu ART nya hanya mengecek saja setelah pergi lagi bertugas di rumah Revano. Sesampain Revano di dalam kamar dia langsung membantingkan di atas kasur dia langsung memejamkan matanya tak lama keluar Nadira dari kamar mandi.


"Aaaaaaaaaaaaaaa" teriak Nadira karna ada Revano di hadapan nya sedangkan Nadira masih memakai kimono handuk nya jelas membuat Revano terkaget dan bangun


"Beri....." ucapa Revano tertahan karna melihat Nadira yang masih memakai kimono handuk dia sangat terpesona melihat tubuh Nadira alhasil membuat Revano melotot


"Heh ngapain coba lo teriak, gue kan suami lo" ujar Revano dan justru membuat Nadira semakin geli di buatnya


"Jangan pernah lo sentuh gue ingat itu" bentak Nadira pada Revano


"Oh oke gue ga akan sentuh lo, tapi...." balas Revano sambil mendekatkan tubuhnya kepada Nadira jelas itu membuat Nadira mundur ke belakang alhasil Nadira tidak bisa lagi bergerak karna sudah terpentok tembok itu semua membuat jarak mereka terlalu dekat


"Es batu.... mau ngapain lo" ujar Nadira yang ketakutan dia sangat gemetar dan tidak bisa berbuat apa-apa karna jarak mereka sangat dekat


"Revanoo jangan" ujar Nadira kembali untuk menyadarkan Revano dan Revano pun membuka suara dengan suara yang lirih


"Lo inget apa yang gue chat tadi ini balasan buat lo" balas Revano lirih dan sambil mendekatkan wajahnya Nadira hanya bisa.terdiam


"Gue sayang sama lo" terucaplah kata-kata itu dari Revano si Es batu yang selama ini dia pendam entah Revano sadar atau tidak dengan ucapan nya dan membuat Nadira langsung semakin membuku seperto es batu


"Apa Revano sayang sama gue, jadi selama ini dia sayang sama gue?" Batin Nadira bertanya-tanya, saat itu juga Revano mengucup kening Nadira dan membuat Nadira semakin terdiam lg tak hanya itu Revano memeluk Nadira


"Eh Revano lepasin apa sih lo" ujar Nadira reflek langsung mendorong tubuh Revano dengan sekuat tenaga

__ADS_1


"Dih kasar main dorong, awas mau mandi gue" balas Revano kembali dingin


"Diih tu anak aneh,tadi aja ungkapin isi hatinya sekarang dingin lagi kaya esbatu kayanya anak itu ngigo" gerutu Nadira sambil buru-buru memakai bajunya tiba-tiba diluar ada yang ada memanggil Nadira dan Revano


"Iya bi sahut Nadira"sahut Nadira langsung membuka pintu kamar nya


"Non bibi pamit dulu ya, tolong samapaikan den Vano kalo bibi pamit pulang" ujar ART nya itu kepada Nadira


"Vano bibi mau pulang nih" teriak Nadira jelas membuat ART nya menggelangkan kepala nya


"Iya hati-hati" teriak kembali Revano kembali dari dalam kamar mandi


"Ya udah bibi pamit ya non" ucap kembali ART nya Nadira hanya mengangguk saja dan ART nya itu berlalu pergi Nadira turun kebawah untuk menyiapkan makanan nya di atas piring disinilah Nadira terlintas besok di sekolah dia akan mencoba mendekati laki-laki lain agar dia tau Revano cemburu atau tidak


"Aha gue ada ide nih, buat buktiin ucapan dia tadi gue bakalan uji dia besok di sekolah, gue bakalan respon cowok yang sapa gue atau gue ngobrol sama cowo itu, kalo dia marah dan cemburu berati dia emang sayang sama gue" gerutu Nadira dalam hatinya sambil senyumy-senyum


"Eh apaan sih ko gue jadi senyum-senyum ga ga boleh gue ga boleh suka juga sama si es batu ga boleh" batin Nadira sambil mengelus dada nya tak lama Revano datang


"Ini masakan buatan lo?" Dan membuat Nadira terkejut atas kedatangan Revano


"Sejak kapan lo di situ?" Tanya Nadira pada Revano


"Sejak barusan lah, eh pertanyaan gue belum lo jawab" ujar kembali Revano


"Iya emang kenapa?" balas Nadir cuek


"Oh" Revano pun hanya membalas dengan kata oh saja dan dia mencicipi makanan buatan Nadira


"Gimana enak?" ujar Nadira dengan sedikit jutek


"B aja" ucap Revano dengan dingin nya seperti es batu


"Ada b aja makan nya lahap gitu haha bilang aja suka sama masakan gue tapi gengsi" batin Nadira dalam hatinya


Mereka berdua makan malam bersama dan tak lama dari itupun mereka sudah selesai sarapan lalu Nadira dan Revano berencana untuk beristirahat karna besok mereka harus kembali lagi ke sekolah.


tunggu next episode nya lagi ya guys

__ADS_1


__ADS_2