
Nah guys sorry baru update lagi, aku bener sibuk banget akhir akhir ini.. mmmm ga usah lama² lagi kita masuk ke ceritanya cuuius
eits sebelum itu jangan lupa di follow dan komen nya ya guys karna vote dan komen dari makin tambah semangat semangat
Pagi ini membuat fikiran Nadira dan juga Revano sangat aneh, sebenar nya ada apa dengan semua ini tapi mereka tetap saja bersikap biasa saja dan tidak seperti apa-apa.
"pagi ma,pa" ucap Nadira yg menyapa kedua orang tua nya
"eh pagi, cantik nya papa udah siap?" balas papa nya yang menyapa balik
"mama mana pa?"
"mama lagi di di toilet dulu Nad" balas papa nya
...****...
Di sekolahpun tiba Nadira pun salaing bertegur sama dengan sahabat nya, dan tak lupa juga di tatap oleh tatap Revano yang dingin
"Eh ngapain lo liatin gue, pagi-pagi gini" tanya Nadira pada Revano
"Hmmmmm" Revano hanya membalas dengan kata hmmmm
"Woy es batu dasar ya lo" teriak Nadira yang membuat teman sekelas nya menatap nya
"apaan sih cerewet ya lo" timpal Revano
"Biarin walaupun gue cerewet tapi gue cantik" Nadira sambil berjalan ke arah bangku nya
"Hmmmm cantik-cantik ko cerewet" balas Revano
"Bodo amat, heh es batu udah gue lagi males debat sama lo" balas Nadira sambil tangan nya di pinggang
"Diih" balas Revano sinis
"Rev tapi setelah gue fikir-fikir, si Nadira emang cantik tau Rev" ucap Sandi pada Revano
"Bener kata si Sandi Rev, kalo gue jadi lo bakalan gue pacarin dah" timpal Gilang
"Berisik kaliaan...." bentak Revano pads kedua sahabat nya
...******...
Kriiiiing kriiing kriing
Bel pulang sekolah telah berbunyi semua murid bersiap untuk pulang, Nadira pun sudah memesan Taxi yang dia pesan saat di kelas tadi, tak harus menunggu lama Nadir menaiki taxi nya itu
"Nad lo pulang di jemput ga" tanya Nayara
"Engga Nay gue pulang naik taxi soalnya mau nyusul bokap sama nyokap gue di cafe bunga" balas Nadira
"Oh ya lo hati-hati ya, kita berdua duluan" teriak kedua sahabat nya
__ADS_1
"Mau ke cafe bunga ya dek?" Tanya supir taxi
"Iya pak tolong anterin kesana ya" balas Nadira dan sambil fokus kepada hp nya
Sementara itu Revano
"Rev kita berdua nebeng dong sama lo" ucap Gilang
"Lo pulang bareng Sandi aja, gue ada urusan dulu" balas Revano dengan muka datar
"Hmmmm oke lah" Gilang pun dengan terpaksa meng oke kan ucapa Revano tadi
Di cafe Bunga
Di cafe Bunga kini sudah ada kedua orang tua Nadira dan Revano namun Nadira dan Revano tidak tau itu adalah orang tua dari kedua nya, dan Nadira pun bersalaman pada kedua orang tua Revano dan kepada kedua orang tua nya
"Siang om tante" ucap Nadira sambil mencium tangan orang tua Revano
"Oh ini anak kalian berdua, cantik juga ya?" ucap Jesika ibu dari Revano
"iya ini anak kita Jess, eh anak kamu belum dateng bukan nya satu sekolah ya sama anakku?" balas Sella ibu dari Nadira
"Mungkin masih di jalan" balas Jessika, tak Revano datang dan menyapa mereka semua Nadira saat itu hafal dengan suara nya
"Hallo ma,pa,om dan Tante" ucap Revano pada orang tuanya dan calon mertua nya
"Suara itu? Kayanya nya gue ga asing deh, kaya suara si es batu" batin Nadri yang masih menunduk melihat hp nya
"Lo?" ucap Revano dan Nadira bersamaan
"kenal dia teman satu kelas aku ma" balas Nadira pada sella
Revano pun langsung duduk di sebelah orang dan mereka pun mulai membicarakan tujuan mereka sebenarnya apa, mempertemuka keduanya
"Mmmmm jadi berhubungan kalian udah saling kenal mama dan papa udah bisa dong ngomong sesuatu" ucap Jessika, Nadira dan Revano hanya diam melihat kedua orang tua nya
"Rev jadi gini, kenapa papa ajak kamu kesini itu karna sebenar nya papa mau menjodohkan kamu dengan anak nya om Bara" ucap Rega papa dari Revano dan itu membuat Revano langsung terperangah
"APA DI JODOHIN" ucap Revano dan Nadira bebarengan dengan sangat kaget
"Iya gimana kalian setuju ga?" ucap Bara papa Nadira, saat Nadir akan mengatakan tidak Revano langsung menjawab
"Setujuuu" dengan muka datar dan serius
"what kenapa si es batu nyetujuin" batin Nadira
"Nad gimana sama kamu?" ucap Sella mama nya Nadira
"Maaaa aku sebener nya...." saat akan melanjutkan pembicaraan nya, mama memandang Nadira dengan muka sedih Nadira paham dan dia pun langsung setuju
"oke aku setuju sama perjodohan ini" jawab Nadira dengan terpaksa
__ADS_1
Bagi Nadira ini adalah hari buruk dan sangat buruk, jika dia menikah menanti bagaimana rumah tangga nya sedangkan Revano saja bersikap seperti kepada Nadira apa semua akan baik-baik saja fikiran Nadira saat itu campur aduk dan bukan lagi pernikahan nya akan di selenggarakan pada minggu depan di hari minggu
"Karna udah ada persetujuan dari kedua nya gimana kalo kita adain pernikahan nya di minggu depan?" ucap Rega
"minggu depan?" ucap Nadira Revano bebarangan dengan mata terbelalak
"Iya gimana" ucap Bara memastikan
"hmmm oke" tarikan nafas sangat begitu dalam dan membuat kedua orang tua tersenyum
"Ya ampun ternyata omongan kedua sahabat jadi kenyataan karna gue terlalu benci sama si es batu" batin Nadir yang menatap Revano dengan muka ingin menahan nangis
"Nad walau sikap gue gini sama lo, gue sebener nya peduli tapi gue belum bisa mencintai lo karna gue masih trauma makanya itu gue terima perjodohan dengan alasan supaya gue bisa tau apa lo bisa ngerubah gue" batin Revano tak lama Revano izin ke toilet dan di susul oleh Nadira
"om,tante,pa,ma Revano izin ke toilet sebentar" ucap Revano
"Nadira juga ya, udah kebelet dari tadi" ucap Nadira kepada orang tuanya dan calon mertua nya
"kompak ya mereka barengan gitu" ucap Sella
"Iya semoga aja mereka selalu bahagia ya dalam rumah tangga nya nanti" balas Jessika dan amiin ni oleh kedua ayah nya
"amiiinn" secara bersamaan Rega dan Bara
Nadira pun berlalu menyusul Revano yang belum jauh dari hadapan nya dan langsung menghentikan Revano dari langkah nya. Itu jelas membuat Revano menarik nafas nya dalam
"Revana tunggu gue" ucap Nadira dari arah belakang Revano
"Hmmmm ada apa" balas Revano datar
"Es batu lo kenapa sih, pake iyahin segala perjodohan ini jadi nya gue kepaksakan iyahin" ucap Nadira
"Heh cewek cerewet lo fikir gue ga terpaksa apa, gue juga terpaksa asal lo tau itu" balas Revana dengan muka datarnya lagi
"Kalo lo sama terpaksa gue ada ide" ucap Nadira kembali
"apa?" balas Revano dan langsung berbalik ke arah Nadira
"Gini, gimana kalo kita sandirwara aja atas perjodohan ini" ucap Nadira yang percaya diri"
"Sandirwara kata lo?" ucap Revana tanya balik
"Mmmm iya" balas Nadira meyakinkan
"Gue ga setuju, pernikhan itu bukan untuk di buat sandiwara soal gimana nanti itu ga usah lo fikirin gue udah punya cara sendiri" balas Revano dan mendekatkan muka kepada Nadira jelas membuat Nadira risih
"cara apa maksud lo, jangan berani lo macem-macem sama gue"balas Nadira ketakutan
"Lo jangan khawatir Nadira Camelia kita liat nanti ya" balas Revana dan langsugn meninggal Nadira
fikiran Nadira sangat kacau sekali saat itu apa sebenarnya rencan nya Revano, Nadira hanya bisa kembali ke pada kedua orang tuanya dan calon mertuanya dengan muka yang pura-pura baik baik saja
__ADS_1
Nah segitu dulu ya guys nanti bakalan aku lanjutin, tunggu aja gimana nanti perkembang dari Nadira dan Revano ataukah Nadira akan menerima nya sebagai suami atau bahkan hanya menganggap benalu, itu semua nanti ada Ep berikutnya ya
see you guys selamat beraktivitas dan tinggal jejak kalian seperti komentar dan vote karyak