
plak plak plak
"dasar payah! apa kalian tidak bisa bekerja dengan benar ha!" zeo mengumpat kesal
menatap tajam karyawan nya membungkam dengan tamparan keras di wajah mereka satu persatu,beralih ke sekretarisnya mengeraskan rahangnya,melonggarkan dasinya
"siapa yang bertanggung jawab atas semua ini?" mencengkram kerah defano
"saya Tuan muda" menundukkan kepala
"lalu kenapa kalian memakai namanya untuk iklan perusahan! kalian semua mau mati?!"
"maafkan saya tuan ini tidak akan terjadi lagi"
"keluar! keluar kalian semuaaaaa!!" melempar semua berkas berkas yang ada di meja dan para karyawan pergi kalang kabut merasa lega sekaligus takut jika hari ini adalah hari terakhir mereka bekerja di perusahan Tuan zeo
sementara didalam ruangan zeo meluapkan semua kemarahan nya dengan berteriak dan menghancurkan semua barang yang ia lihat
"dasar payah!"
__ADS_1
"tidak berguna!!
"sialan kau!"
"hahhhhhhhh tidak tau diri!"
terus memaki sampai ia sendiri lelah untuk sekedar bernafas.tubuh zeo lunglai di lantai menangis karena tak mampu menahan sakit yang selama ini ia tahan dan tutupi.
tadi pagi tepat pukul 10 para karyawan sibuk mengerjakan iklan untuk perusahaan semua orang sibuk mencari ide atau gagasan yang akan dipakai belum lagi soal model nya yang belum juga datang ketidakbecusan karyawan nya inilah yang membuat defano selalu tangan kanan Tuan zeo merasa muak dan jengkel bagaimana mungkin mereka dibayar dengan gaji yang besar tapi mengerjakan sebuah iklan masih kalang kabut dalam mengerjakan nya dan kesalahan yang paling besar adalah mereka memakai nama elizza pada iklan perusahan tentu saja zeo yang mengetahui itu murka.sudah 2 Tahun ini tidak ada seorang pun yang berani menyebut nama elizza di kantor
.namun karna karyawan yang mengerjakan iklan perusahan itu masih baru atau dalam masa magang tidak tau menau tentang nama itu akan membawa bencana besar bagi mereka
"Tuan zeo ini saatnya anda makan siang anda bisa sakit jika harus melewatkan makan siang lagi" sambil merapikan barang barang yang berjatuhan di lantai,mengutip satu persatu berkas berkas penting yang ia campakkan
mengembalikan kursi yang zeo duduki ke tempat semula kemudian beralih ke serpihan kaca dan menyapu nya dengan sigap.
"aku sangat merindukan nya"
kata kata itu keluar dari mulut zeo yang sudah bangkit duduk melihat defano yang sibuk merapikan ruangan nya sigap.
__ADS_1
"aku sangat menginginkan nya aku juga sangat membencinya kau tau itu kan"
memegangi kepalanya yang terasa sakit usai berteriak memaki dan menangis layaknya anak kecil
"Tuan zeo boleh saya mengungkap kan pendapat saya?"
bertanya sesopan mungkin
"aku tau apa yang kau pikirkan! kau hanya mengira aku pengecut yang lari dari sebuah masalah!" menatap defano lekat lalu menyandarkan kepala nya kebelakang
"Tuan zeo jika bisa dengarlah dulu penjelasan nona Elizza setidak nya itu bisa membuat anda tenang dan tidak terlalu sakit dalam hal ini" menundukkan kepala sopan
"Tidak." singkat
"nona Eliza juga sama tersiksanya dengan anda tuan saya yakin itu"
"dia menghianatiku fan! setelah itu dia pergi entah kemana hilang seperti di telan bumi apa wanita seperti itu bisa dimaafkan?
"tapi dia adalah wanita anda Tuan dia tetap akan menjadi wanita anda" mencoba meyakinkan zeo akan perasan nya selama ini yang di tutupi ego yang besar
__ADS_1