
ada rasa nyaman yang menyeruak di hati Elizza,tubuh nya seperti menerima energi baru.
setelah dia tau bahwa sekarang ia sedang hamil muda Elizza semakin di buat cemas dan was was akan apa yang akan terjadi pada nya.bayi yang akan dia kandung akan dia beri kepada Zeo dengan cuma cuma.tidak ada keputusan lain.
"Elizza kau harus bangun untuk sarapan"
Elizza mengerjabkan matanya.menerima perintah dengan spontan.tidak sadar jika itu adalah suara dari Zeo.
"ayo bangun.kau harus makan"
terdengar lagi suara yang sama.Elizza kemudian hanya beranjak duduk.
"kau masih mengantuk ya?tapi ibu hamil seperti mu harus banyak bergerak"
Deg.Elizza tersadar satu hal.
"a apa yang kau lakukan di samping ku ha?!"
bangkit berdiri menjahui Zeo.
"apa?aku hanya membangunkan istriku"
"lupakan!"
aku tidak akan luluh dengan semua itu.
Elizza beringsut masuk kedalam kamar mandi.
tidak mungkin dia meladeni Zeo dengan senyum jenaka seperti itu. baginya Zeo akan tetap ada di hati nya,namun mungkin akan segera sirna oleh waktu.
masih ingin menjahui ku ya?
apa wanita hamil memang seperti itu?
"El!setelah mandi turunlanh kebawah.aku siapkan sarapan untuk mu!!"
"aku dengar!tidak usah berteriak!"
****
Zeo turun kebawah untuk melihat hidangan sarapan Elizza.dia harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan untuk anak dan calon ibu itu.
"singkirkan daging itu!"
menunjuk dengan jari telunjuk nya.
"dimana susu khusus untuk ibu hamil nya?!"
para pelayan kemudian mengambil susu ibu hamil dari balik kulkas.meletakkan nya kembali di atas meja makan.
"kau ingin membuat istriku minum susu bekas?kenapa di taruh di kulkas?ganti!"
perintah.
"istriku tidak akan minum susu dingin saat pagi hari.ganti dengan yang baru,lalu masak air nya dengan benar"
mengoceh sepanjang mungkin saat melihat makanan yang tidak sesuai di hadapan nya.
"tuan"
salah satu pelayan unjuk bicara.
"apa?"
"menurut kami,ibu hamil tidak memakan makanan yang di tunjuk.melainkan makan apa yang sedang dia sukai.itu seperti bawaan ibu hamil.lebih tepat nya ngidam"
Zeo menyerngitkan dahi nya.sedikit kesal.
"kau suami Elizza?!"
menjawab dengan pertanyaan.
"tidak."gugup
"lalu apa hak mu untuk memerintah ku?"
"ka kami hanya memberi saran tuan"
"aku tidak butuh saran apapun dari kalian.
dan ya,saat Elizza datang kalian semua pergi dari sini.bersihkan taman dan tambahi bunga di sana.dia menyukai bunga anggrek putih."
"baik Tuan"
semua pelayan sigap menjalankan perintah Zeo.
hanya Zeo yang tersisa dan duduk manis sedari menunggu Elizza turun dari dalam kamar.
"El!"
setengah berteriak saat merasa cukup lama menunggu.
"El!apa kau tidak dengar?Ayo makan sarapan mu!"
masih dengan nada berteriak nya.
"oh my kau lama sekali!"
Elizza belum kunjung turun dari balik kamar.
ingin menyusul tapi takut jika monster berwujud peri itu marah mengeluarkan api.hhheee
"Istriku ayo makan sarapan mu"
brak! suara membanting pintu terdengar dari atas.kemudian Elizza keluar dengan tatapan tajam nya.menuruni tangga secepat mungkin.
oh tidak!aku membangunkan harimau hamil!:(
"ya aku dengar!"
sudah duduk di hadapan Zeo.
"kenapa kau duduk disitu?duduklah di samping ku"
Elizza memainkan mata nya.seolah berkata TIDAK!
"em kalau begitu,kau ingin sarapan dengan apa?"
"kau tidak lihat di depan ku sudah tersedia semua?aku akan makan apa yang ada sekarang"
mengambil sepotong ayam bakar,nasi merah,nasi kuning lengkap dengan siuran ayam di samping nya,segelas susu putih dan tidak ketinggalan sepotong sandwich berukuran sedang.
"aku mau makan"
Elizza tidak peduli dengan tatapan aneh dari Zeo.hari ini dia ingin menambah tenaga untuk adu mulut dengan Zeo.itu pasti akan terjadi.
"pelan pelan saja makan nya,tidak ada yang akan mengambilnya darimu"
"Hem"
masih dengan mulut penuh dengan makanan.
"kau ingin jalan?"
"tidak"
"tidak ingin membeli sesuatu?"
"tidak"
"ada makanan yang ingin kau makan selain ini?"
"kalau ada akan ku katakan"
"apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?"
"kita sedang makan atau musyawarah?"
menyerngitkan dahi nya kesal.
"baiklah habiskan makan mu"
darimana sikap angkuh mu itu datang?
20 menit berlalu.Elizza kemudian meminum segelas susu ibu hamil dan meringsut bangkit dari duduk nya.
"mau kemana?"
"tidur"
__ADS_1
"ini masih pagi,jangan malas untuk bergerak.ayo kita jalan jalan ke taman"
"kaki ku sakit"
Zeo mendekat ke hadapan Elizza,membungkukkan tubuhnya lalu melihat kaki Elizza yang merah dan sedikit membengkak itu.
"akan ku oleskan minyak"
"jangan khawatir,itu hal biasa."
menepuk nepuk pundak Elizza lembut.
"bisa aku tidur sekarang?"
"baiklah!ayo tidur dan bermalas malassan sekarang.akan ku undur semua rapat hari ini."
menggandeng tangan Kanan Elizza.
"le lepas!"
"kenapa?ayo kita tidur!"
"pergi bekerja sana,aku ingin sendiri"
"tidak.aku akan disini bersama mu!"
"kau ingin membuat ku kesal?sana pergilah!"
sudah ku duga hari ini akan datang juga.
hari dimana dia memainkan akting peduli nya.
ya dan sekarang Adu mulut akan terjadi.
"kenapa hari ini kau bersikap angkuh ha?ikuti perintah ku maka kita akan sama sama merasa nyaman"
"aku tidak membutuhkan semua kepalsuan itu.
pergilah ke kantor,aku tidak akan keluar rumah."
"apa maksudmu kepalsuan?aku tulus dalam hal ini"
Elizza mengela nafas.menenangkan pikiran nya yang campur aduk.hari ini sepertinya akan ada perang dunia ke 3.
"ow oke aku mengerti"
tidak peduli.aku tidak peduli.aku ingin sendiri.aku tidak dengar apapun yang kau katakan. begitulah kira kira gumam gumam didalam hati nya.
"dan?"zeo
"dan apa?" Elizza
"mau tidur sekarang sebelum aku pergi?"
"tiba tiba aku ingin duduk di taman saja.kau pergilah"
"kau sekarang mengusirku?"
"arghk!aku tidak peduli.pergi jika ingin pergi.aku ingin tidur."
"bukan nya kau bilang akan ketaman?"
"ya aku ingin ke taman!"
melangkah kan kaki secepat mungkin.
merasa gila jika tetap adu mulut dengan Zeo.
tidak tau ini bawaan bayi atau tidak,namun rasa ingin menjahui Zeo semakin mantap di pikiran nya.
Elizza duduk dikursi bawah pohon dengan tatapan kosong.hembusan angin menyeruak menyelimuti tubuh Elizza.
bunga anggrek putih.
cantik. ingin ku petik tapi takut jika anjing pemilik marah.
taman di belakang rumah Zeo cukup luas untuk sekedar duduk dan bersantai,ada kolam ikan juga disana,patung patung otentik juga ada,rumput Jepang yang di tata rapi seperti karpet merah tampak melebar di semua sisi taman.
dan satu pohon rindang berukuran sedang yang di taruh kursi sepasang membuat nya semakin indah.
ketenangan Elizza tiba tiba terhenti ketika Zeo datang dan memeluk tubuh Elizza dari belakang.
"aku mencintaimu El.aku harap kau tidak keberatan untuk hal itu"
"apa yang kau lakukan!"
"ingin mencium istriku?tidak bisa?"
sumpah.ini diluar kebiasaan Zeo .oke aku bisa alihkan pembicaraan.tenang..aku harus tenang...
"kenapa tidak pergi ke kantor?ini sudah jam 8"
"aku ingin menemani mu di rumah.jaga jaga jika kau merasa bosan,maka kita akan pergi keluar rumah"
Zeo kemudian sudah ikut duduk di kursi kecil tempat Elizza duduk tadi.
"apa kau tidak mengalami mual mual saat pagi hari?"
"tidak.aku berbeda dengan ibu hamil lain"
"kau bahagia menikah dengan ku?"
Elizza menatap Zeo lekat.pertanyaan yang seharus nya tidak dia lontarkan.Elizza tau jika didalam hati nya masih menginginkan Zeo.namun kondisi sekarang ini benar benar di luar dugaan nya.dia tidak ingin hamil secepat ini,dia tidak ingin terlihat seperti ibu ibu pada umum nya,dia masih mempunyai mimpi yang harus dia wujudkan.masih ada keinginan untuk membangun kembali perusahaan style nya.namun semua tidak sesuai harapan.sekertaris dan adik nya membuat nya harus menjalani semua ini.
"berhentilah merasa bersalah,jalani saja sampai waktu nya tiba.lalu kita akan jalan masing masing.
situasi ini sudah terjadi,dan aku hanya ingin ini segera berakhir"
"seharusnya aku yang bilang begitu.kau yang menyiksa ku selama ini."
"sudah ku katakan,itu salah paham"
"tapi aku tidak suka Elizza,aku tidak suka saat melihat mu dengan laki laki lain!"
"itu semua bukan salah nya"
"kau membela nya sekarang?"
"tidak.aku hanya meluruskan semua nya"
"kau masih berhubungan dengan nya?"
Tidak!dia sudah pergi karena kau bodoh!
masa depan dan juga pekerjaan nya hancur karena mu!
"bukan urusan mu.ah ayolah pergi sana!"
"kau sudah mengusirku dua kalii!"
Zeo bangkit dari duduk nya,lalu setengah berjongkok untuk berbicara dengan Elizza.
"apa?"Elizza
"aku hanya ingin kau kembali,aku yakin kita akan hidup bahagia.kau aku dan anak yang kau kandung ini.kau mau kan melupakan laki laki itu dan memulai hidup baru lagi dengan ku?"
Hidup baru? ck! aku ingin tapi aku benar benar tidak suka dengan situasi ini!AKU TIDAK INGIN HAMIL SEMUDA INI!!!
Elizza hanya memalingkan wajah nya,tidak ingin menjawab apapun.tidak peduli jika wajah Zeo sudah tampak kesal.
"El?kau benar benar ingin pergi dariku?"
Zeo menarik tangan Elizza.wajah nya semakin dekat dengan Zeo.namun setenang mungkin Elizza hanya tetap kukuh diam.tanpa respon apapun.
"hentikan,aku tidak suka sikap angkuh mu ini!"
Zeo bangkit berdiri.
"benar benar tidak ingin bersamaku lagi?"
tanya Zeo lagi.ya namun Elizza hanya diam.
"sekarang aku semakin yakin,jika anak yang kau kandung itu bukan anak ku! kau hamil dengan siapa ha!"
Deg! bola mata Elizza berputar.
mengepalkan tangan nya dengan geram.
dan Plak! satu tamparan mendarat di wajah Zeo.
__ADS_1
tangan Elizza bergetar sakit karena sungguh ini pertama kali nya dia menampar wajah seseorang.
"kau pikir aku wanita seperti apa ha!kau pikir aku ingin hamil semuda ini?ini semua salah mu sialan!dan sekarang berani nya kau mengatakan ini anak orang lain!"
ber api api.wajah Elizza panas.ingin sekali memukul Tubuh Zeo dengan kayu balok.
"aku masih tidak ingat apapun mengenai kejadian itu"balas Zeo sesantai mungkin.
"cih!"Elizza meludah.
"aku benar benar sudah salah menilai mu,dan apa yang dikatakan para pelayan itu memang benar!kau itu cecunguk kelas sampah!"
"kau menghina ku?ingin merasakan pukulan ya dari tangan ku?"tegas dan dengan tatapan tajam.
"aku membenci mu!"
"aku jauh lebih membenci mu!kau pikir aku tidak lelah mengurus wanita angkuh seperti mu ha!darimana sikap dan wajah kecut itu!?dari laki laki itu?oh itu sudah pasti!!"
Elizza terdiam.
ada rasa sakit yang teramat dalam dihatinya.
kini kebencian Elizza benar benar sudah menumpuk.tidak ada kesempatan untuk zeo.
hanya itu pikir nya.
"kau masih dendam dengan ku?"
suara Elizza melemah pelan.tidak ada tenaga untuk perdebatan ini.
"kau pikir apa?!itu sudah hal yang pasti!"
"sudah ku katakan itu salah paham Zeo,dia hanya seorang dokter.dan sebelum nya aku juga sudah mengatakan kalau dia sudah menikah.aku tidak mungkin merebut milik orang lain!aku sudah mengatakan ini berulang ulang!kenapa kau tidak percaya kepada ku!"
Zeo berdecak."ck!"
"kau sangat mahir dalam bersandiwara.katakan itu anak siapa?"
ingin lenyap saja.
itulah yang dirasakan Elizza sekarang.
ini penghinaan bukan?
Elizza sekuat tenaga menahan air mata nya.
Tidak! kali ini kau tidak bisa menangis di hadapan laki laki brengsek ini! jangan Elizza!Tahan lah sedikit lagiii .
Elizza mengangkat wajah nya.
"ceraikan aku"
satu kalimat yang akhir nya keluar dari mulut Elizza.
tidak ada harapan.ini sudah menjadi takdir nya.
laki laki yang sangat sangat dia cintai itu telah merusak masa depan nya,dan kali ini juga menghina nya.bagi nya ini sudah akhir dari semuanya.
Sedangkan Zeo terbelalak terkejut.
tidak mengira jika Elizza mengatakan hal itu di tengah kondisinya sekarang.
tidak punya apapun,dan bahkan kedua orang tua nya juga tidak mengetahui kehamilan nya.
"a apa yang kau katakan?"
Zeo masih berpikir perkataan Elizza tadi adalah sebuah salah paham.ini tidak mungkin batin nya.
"ceraikan aku,jangan berkata apapun lagi.aku ingin istirahat"
air mata yang sedari tadi sudah dia tahan akhirnya tumpah.sebisa mungkin Elizza menyeka dengan perlahan.
kemudian karena Zeo hanya terbelalak bingung,Elizza melangkah kan kaki nya untuk masuk kedalam rumah.ingin tidur dan tidak bangun untuk selama nya.
"El"suara Zeo memanggil.
namun Elizza sama sekali tidak berpaling.
terus berjalan hingga masuk kedalam pintu utama,menelusuri anak tangga dengan sekuat tenaga.ingin ambruk Saja dan jatuh di antara lantai lantai ini.
ibu...aku ingin pulang.
aku ingin tidur di pangkuan mu.
aku ingin bersama ayah...
aku tidak kuat...
hiks...hiks...hiks...
deruan suara tangisan Elizza semakin pecah.
hiks.."aku ingin ibu...aku lelah"
hiks..."a ayah...aku ingin memeluk mu"
hiks...hiks...hiks...
"aku membenci mu!"
memukul perut nya dengan kesal.
"keluar dari tubuh ku sekarang!"
menarik lipatan kecil yang ada di perut Elizza
"keluar!kau aib! ... kau aib!"
kali ini pukulan itu semakin menjadi jadi.
hiks ...hiks...hiks...
"aku ingin kau pergi!pergi Daan keluarlah dari sana!"
Elizza berteriak.
suara tangisan nya semakin pecah.
brak!
"Elizza!!!"
Zeo meraih tangan Elizza.menghentikan nya untuk memukul perut nya.
Ah sial!aku melukai nya lagi!
"jangan sakiti anak itu.dia tidak bersalah!"
Elizza benar benar muak.
menghempaskan tangan Zeo dengan kasar.
"apa urusan mu?ini bukan anakmu!!!"
bangkit berdiri dan bergegas mengambil gunting dari dalam laci kecil meja rias.
"aku tahu tadi itu sangat sangat keterlaluan,tapi aku benar benar minta maaf okay"
"CERAIKAN AKU SEKARANG JUGA!!!"
suara Elizza semakin keras.
"El aku mohon!aku hilang kendali tadi"
"terserah!aku tidak peduli apapun tanggapan mu mengenai anak ini,dan...dan aku ingin dia pergi dari tubuh ku!"
mengarahkan Gunting kecil itu ke perut nya.
dan secepat kilat,Zeo menepis benda itu.
"kau sudah gila?!jangan sakiti anak ku!!!"
"ini bukan anak mu!"
memukul dada Zeo sekuat tenaga.
"aku minta maaf Elizza!aku salah dan aku menyesal!"
"keluarkan aib ini dari tubuh ku!!!"
__ADS_1
Elizza menangis.
dia tidak ingin anak ini.namun jujur dia juga tidak ingin anak ini pergi dengan sia sia.