Dia Hanya Milik Ku!

Dia Hanya Milik Ku!
malam pertama?


__ADS_3

pukul 18:40 malam


Eliza masih terpaku diam.pikiran nya melayang entah kemana.semua situasi yang merugikan nya ini jelas jelas dulu adalah sebuah impian,impian agar dia kembali lagi pada zeo.namun seolah kutukan semua impian tadi berubah menjadi penderitaan yang harus dia hadapi dimasa depan.elizza menatap seluruh tubuh nya di cermin,kemudian menangis tanpa suara.


tok tok tok...


"nyonya sudah waktunya Anda segera keluar,apa anda masih membutuhkan waktu lagi?" elizza tersentak dari lamunannya,merapikan kembali make up yang terkena air mata nya.menarik nafas perlahan lahan dan berjalan membuka pintu.


tersenyum "maaf menunggu lama"


"wah dress berwarna hitam ini sangat pantas di tubuh anda nyonya,anda sangat sempurna"


deg.kau tidak tau apa yang aku alami.semua ini hanya topeng.aku tidak sempurna di mataku sendiri!aku hanya wanita pengantar pewaris untuk tuan mu!


elizza hanya tersenyum tulus.sedikit merasa gugup dengan yang akan terjadi,menguatkan diri setegar mungkin kemudian perlahan berjalan menelusuri anak tangga. menatap setiap sudut rumah yang dihiasi balon,bunga,gorden,yang bernuansa hitam.


apa dia sengaja membuat semua ini seperti kehidupan ku yang gelap.


tampak zeo yang duduk di sofa sambil berbicara dengan seorang pria paruh baya.


kemudian mengalihkan pandangan melihat elizza yang semakin mendekat.


"ayo cepat"memanggil dengan senyum lebar.


elizza mempercepat langkah nya,kemudian ikut duduk disamping zeo. diam.


zeo mengelus wajah elizza lembut,kemudian merangkul bahu elizza hangat.


"jadi apa pernikahan nya bisa dimulai?"


"tentu.tapi apa kedua orangtua mempelai wanita dan pria tidak akan hadir?lalu siapa yang akan menjadi saksi?"penghulu.


zeo menatap penghulu dihadapan nya sedikit kesal karena pertanyaan itu seharusnya tidak di ucapkan.menepuk nepuk pundak penghulu tersebut dengan sedikit menekan kuat.


"kami saling mencintai dan untuk saksi saya sudah membawa pengacara saya dan juga tangan kanan sekaligus sepupu saya defano.apa itu masih kurang cukup??"melepaskan tangan.


ada yang tidak beres disini.


pak penghulu yang berumur 56tahun tersebut menatap elizza dengan lekat,mencoba mencerna apakah ini pernikahan berdasarkan cinta atau kepaksaan.dugaan yang tidak tidak terus melintas di pikiran nya,wajah dan ekspresi elizza sama sekali tidak menunjukan kebahagiaan,


"nona Elizza?anda tidak perlu merasa takut atau tertekan saya mungkin hanya seorang penghulu namun seorang penghulu tidak akan sembarangan menikahkan pasangan jika salah satu dari pihak merasa dirugikan"


zeo bangkit dari duduk nya,berusaha menahan marah dan kesal nya.


"pertanyaan apa itu?tentu saja kami saling mencintai tidak ada keterpaksaan atau salah satu dari kami merasa dirugikan!benar kan sayang?"beralih menatap elizza.


elizza hanya diam.di satu sisi jika dia kabur dan membatalkan pernikahan ini bagaimana dengan bayi yang sedang ia kandung,dan disisi lain kebencian dan rasa tidak terima atas perlakuan zeo membuat nya hilang rasa percaya diri untuk menatap atau sekedar berada di samping zeo.hening.


elizza benar benar ingin berteriak dan mengatakan kebenaran ketidaksiapan nya untuk menikah di usia muda.


"El?kau tidak apa apa kan sayang?"zeo melambai lambaikan tangan di wajah elizza


"nona?apa anda ingin mengatakan sesuatu?"


"memang apa yang perlu di katakan?segara mulai pernikahan kami!" kesal.


Deg! tidak! aku tidak ingin menikah dengan dengan tekanan seperti ini! dan untuk bayi ku aku pasti bisa merawat nya! aku tidak ingin pernikahan ini terjadi! tidak!!!


"TIDAK!"elizza membuka mulut.sedikit takut dan cemas atas keputusan nya.


"aku...aku keberatan atas pernikahan ini!aku...aku tidak mencintai nya pak!tolong bantu aku!" bangkit dari duduk nya dan menjauh dari zeo,sedangkan pak penghulu sigap melindungi elizza dengan berdiri di depan nya.


"El!apa apaan sikap mu ini?hentikan drama ini!dan segera kembali disamping ku!"suara zeo memenuhi ruangan.


"maaf seperti yang saya duga,tampaknya mempelai wanita tidak ingin pernikahan berlangsung tuan.anda juga mencurigakan harus nya ada orang tua yang menjadi wali dan saya juga menolak uang dari tawaran anda tadi"tegas.seolah olah melindungi putri nya dari siksaan pria kurang ajar.


"uang?"elizza bingung.


"sebelum anda datang kemari,tuan sudah menawarkan saya uang dengan berlipat ganda,namun saya fikir ini karna kedermawanan tuan zeo saja.namun setelah saya melihat aura wajah anda yang seolah takut dan cemas, saya malah berasumsi yang tidak tidak dan kenyataan nya semua itu benar adanya!"menjelaskan.zeo merasa terpojok.


namun seperti biasa,zeo tetap bertindak sesuai perkiraan.mengambil handphone nya dari saku celana dan menghubungi seseorang.


"ah halo 561?apa kau masih di posisi awal?...em ada sedikit masalah disini..,ah tenang saja cukup habisi nyawa anak nya dan bawa isterinya kehadapan ku...hhhaa tidak perlu khawatir sepertinya pak penghulu kita sedikit melenceng dari tugas nya...ah apa?tidak jangan siksa istrinya tapi anak nya saja...ah baiklah kerjakan tugas mu dengan benar" zeo menutup telfon.

__ADS_1


menarik tangan elizza untuk kembali di samping nya secara paksa.


"sakit!"elizza merintih.


"kalau begitu ikuti perintah dan kita mulai untuk pernikahan ini"


"tarik ulang perkataan mu tadi! kasian pak penghulu itu,dia tidak tau apa apa zeo"memohon.


zeo berdecak kesal.


"ayolah El,dia sudah melenceng dari tugas nya!dia pantas di hukum!"


"dia tidak bersalah! anak nya bahkan tidak tau apa apa,bagaimana kau ingin melindungi anak mu sendiri tapi kau malah menghukum seorang anak yang tidak bersalah di sana!"


"ck.sialan...baiklah!aku tarik ucapan ku tadi!asal dia mau menikahkan kita malam ini juga."


penghulu tadi sontak sujud bersimbuh di lantai,memohon dengan air mata.


"ah jangan bersujud seperti itu.bangunlah pak,dan pergilah kerumah saya pastikan anak dan istri anda dalam keadaan baik baik saja jika ada yang terluka segera kemari dan saya akan membantu anda"


"elizaa!!!"zeo mengeraskan cengkraman tangan nya.kesal.tidak peduli jika elizza merintih kesakitan.


"tunggu apa lagi pak?ayo segera pergi!"


"DEFANO!!!"memanggil defano yang sedari tadi tidak ada disamping nya.suara zeo memenuhi ruangan.


masalah seperti ini sudah sangat fatal bagi nya,bahkan ada rasa kecewa dan tidak suka atas tindakan elizza tadi.


"sa...saya tuan!" setengah berlari.


apa yang ku lewatkan?dan kenapa pak penghulu itu sujud?ah sial! pasti dia membantah zeo.


"darimana saja kau?! cepat bantu dia berdiri dan suruh dia untuk menikahkan ku dengan elizza!!!"kesabaran zeo habis.


"baik tuan"tegas.


"mari tuan,anda silahkan duduk dan mulai saja pernikahan ini dengan seadanya!"


pak penghulu bingung,satu sisi keluarga nya dalam masalah dan di sisi lain ada seorang wanita yang harus ia selamatkan dari pernikahan yang terpaksa ini.


"mulai saja!jangan bertele tele denganku!"


****


"silahkan jabat tangan saya tuan,dan ikuti perkataan saya setelah nya" meraih tangan zeo.menjabatnya takut.


"saya nikahkan engkau zeo bin Faruk dengan elizza dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai!" penghulu


"saya terima nikah nya elizza bin amar dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai!" zeo


"bagaimana para saksi?sah?" penghulu


"SAH!"defano


"kalian sekarang sudah sah menjadi suami istri.dan untuk itu silahkan tanda tangan buku pernikahan nya"


zeo mengambil buku pernikahan,mendandatangani nya cepat,dan di susul dengan elizza.kemudian sesi foto sebagai bukti umum.1jam berlalu dengan baik.zeo menarik hukuman untuk penghulu tadi kemudian elizza beralih pergi dari ruang utama menuju kamar.lesu


****


cklekk...elizza membuka pintu tanpa semangat apapun,rasa bersalah dan juga kesal semua campur aduk di hatinya.


malam tanpa gairah dan bahagia.


hanya kehampaan yang menyelimuti.


sedangkan zeo sibuk mengurus berkas berkas untuk di bawa ke pengadilan agama.


elizza menganganti pakaian nya dengan celana pendek berwarna hitam pekat dan atasan memakai kaos berwarna kuning mengikat rambut menjulang keatas dan ambruk di sofa.


masih merasa takut dan gemetar saat harus tidur di ranjang.


pikiran nya mulai melayang kemana kemana.

__ADS_1


rasa takut sekaligus cemas untuk menghadapi suatu kebenaran yang kapan pun harus segera di ungkapkan kepada orang tua nya.


________________________________________


pukul 23:20 malam.


ada rasa hangat dan nyaman yang menyeruak di tubuh elizza.perlahan membuka mata


deg.zeo mengelus rambut elizza lembut.


"hei kau terbangun ya?kenapa tidur di sofa?nanti tubuh mu sakit"


seketika elizza bangkit dari tidur nya.ragu.


"em aku..." gugup.


"tidurlah di tempat tidur!"meninggalkan elizza terpaku diam.dan masuk kedalam kamar mandi.


gila!mana ada manusia yang mandi dijam sekarang? ihhhhh.


"apa yang harus aku lakukan?malam pertama?ini kan malam pertama!ah gila aku bisa mati gugup jika dia tidur disamping ku!" menggigit jari Kelu.memirkan cara untuk lepas dari kamar.


"el!tolong ambilkan handuk ku aku lupa bawa tadi"suara zeo memanggil dari kamar mandi.


"baik!"setengah gemetar mengambil handuk dari dalam lemari.


"ini"menutup mata.


"kenapa?"mengambil handuk dari elizza cepat.


"tidak apa apa"


"kau sudah makan?apa bayi kita tidak menginginkan apa pun?" keluar dari kamar mandi,merapikan rambut nya di meja rias.


"tidak"setengah tidak terdengar.


"kau serius?memang usia kandungan mu sudah berapa bulan El?"beralih menatap perut datar elizza.


"kurang lebih satu bulan"kembali duduk di sofa,merasa risih saat zeo menatap perut nya tadi.


"apa belakangan ini kau tidak merasa mual?"


is apa sih!kau itu bukan dokter zeo!


elizza hanya menggelengkan kepala.TIDAK


"hei apa apaan pakaian mu itu?cih tidak sesuai dengan mu"


"aku nyaman memakai ini"ketus


zeo tergelak sambil ikut duduk bersimbuh di samping elizza.


"mulai besok pakailah pakaian yang sudah ku siapkan,ini tidak pantas untuk mu dan ibu hamil itu harus memakai pakaian yang besar"


SOK TAU!


"em"


"ayo kita tidur ini sudah larut istri ku hhhaaa"


"kau tidur lah.sementara aku ingin tidur disini.aku belum siap"


"ah kau ini.kita hanya tidur El.kau pasti sudah berpikir yang tidak tidak.tapi apa malam ini aku tidak mendapat apa apa darimu?kalau di sofa pun aku siap sih" mengedipkan mata.


elizza bangkit dari duduk nya dan memberanikan ini diri untuk tidur di tempat tidur kelam itu.


"jangan ganggu aku.kau juga tau kan jika ibu hamil di ganggu maka bayi nya akan menangis dan terjaga sampai pagi !"menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh nya.bergumam sendiri.


sudah menikah pun kau tetap bersikap kekanak-kanakan.


zeo membaringkan tubuh nya disamping elizza.menunggu sedikit lama untuk memastikan dia benar benar sudah tidur dengan pulas.setelah merasa aman zeo mendekat dan mendekap tubuh elizza hangat.


menyilangkan kaki nya rapat,seolah memastikan elizza tidak akan pergi keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


"selamat malam el.dan tidurlah dengan nyaman bayiku" mencium kening elizza.


apa itu tadi?dia memeluk dan mencium ku?ah tapi tidak apa.malam pertama ku selamat dengan mulus.terimakasih nak kau menyelamatkan aku malam ini.


__ADS_2