Dia Hanya Milik Ku!

Dia Hanya Milik Ku!
perubahan part 1 zeo


__ADS_3

"fannn!!!" zeo berteriak kuat,menuntut sebuah penjelasan yang akut.


"ia Tuan?" setengah berlari menghampiri zeo


"apa kau tau bahwa elizza hamil?" mencengkram kerah baju defano.marah


"maaf tuan muda saya sama sekali tidak tau perihal itu,tapi apa anda yakin itu anak anda?bukankah nona Elizza sendri yang mengatakan dia sudah mempunyai kekasih?" menjawab dengan tenang dan diakhir kalimat tersenyum dengan tulus


melepaskan kerah baju defano gusar


"itu pasti anak ku! aku ingat betul jika dia tidur dengan ku malam itu tapi dia bersikukuh menutupi kebenaran itu"


menepuk bahu zeo pelan.


"Tuan ini mungkin salah satu trik nona elizza"


"kau pikir dia seliciik itu! tidak fan kali ini kau yang salah beranggapan"


"lalu anda akan menikahi wanita itu dan menerima anak yang tidak jelas asal usul nya dan mungkin nona Elizza hamil dengan pria lain?"


plak!...tangan zeo menutup mulut defano dengan tamparan kuat di wajah nya


"jaga sikap mu! jangan lupa kau tidak berhak menghakimi seseorang!" tegas


****


hiks hiks hiks hiks hiks .....


air mata elizza tidak berhenti menangis mata nya mulai memerah dan tubuh nya mulai lemas dan belum lagi hari sudah menunjukan pukul 01:00 malam


"sial sial sial! aku benar benar sial di kehidupan ini! kenapa aku harus menyukai seseorang yang telah meninggalkan ku dua tahun lalu tanpa mendengar penjelasan apapun dariku! dan bodoh nya lagi aku harus mengandung anak nyaaaaaaaaaaaaaaa!!"


memukul mukul perut nya kuat.


cklekk...


"hei apa yang kau lakukan!" zeo menghampiri elizza mendekap nya erat dan memegang kedua tangan yang sedari tadi memukul perut nya itu.

__ADS_1


berontak...


"jangan lakukan hal bodoh El! bayi itu nanti kesakitan!"


"apa peduli ku?ini aib bagiku! dia seharusnya tidak ada di rahim ku" mengeluarkan sekuat tenaga untuk melepaskan dekapan zeo


"kali ini jangan egois dia juga bayi ku dan aku berhak untuk melarang mu menyiksa nya!"


berhasil melepas pelukan dan berdiri menjahui zeo.


"benarkah?dan jika aku mengatakan ini bukan bayi mu lalu kau akan bertindak seperti ini?"


katakan kau membenciku katakan kau tidak peduli pada ku!


zeo menatap elizza...matanya tertuju pada perut nya,dan setenang mungkin dia duduk di kursi.hening.


"aku yakin dia anak ku" lembut


"kalau begitu aku akan melahirkan anak ini,dan bawa dia bersamamu!" menangis lagi


sebenarnya elizza berat untuk mengatakan hal itu tapi ini demi kebaikan nya sendiri.


elizza tertawa sinis.tidak suka.


"sampai saat ini mungkin hati kecil ku masih menginginkan mu,tapi aku berfikir mungkin diluar sana masih banyak pria yang akan menerima ku apa adanya,dan tidak meninggalkan ku saat tidak sengaja mendapati ku tengah berduaan dengan seorang pria tampan" mengungkit masa lalu yang kelam.


"lupakan.aku sudah memaafkan mu"


"hohoho kau kira aku tidak bisa bersikap jual mahal seperti yang kau lakukan dulu? tentu saja aku bisaaaaaaa!"


"lupakan semua itu El,kita akan hidup bersama lagi dan kau jangan lupa bayi itu tidak tau apa apa.apa kau tidak kasian jika dia lahir tanpa ayah dan ibu yang utuh??" mendekati elizza perlahan


"aku tidak peduli dengan bayi ini! toh dia tidak berarti bagiku!"


maafkan aku..maafkan aku...aku ibu yang egois aku ibu yang tidak bisa menerima keadaan ini.


"kalau begitu kau tidak ku izinkan untuk keluar dari rumah ku selama kau menolak untuk hidup dengan ku"

__ADS_1


mengambil hp elizza yang terpampang di meja,dan mengambil tas besar untuk memasukkan semua pakaian elizza.


"setelah menghamiliku,melarangku untuk pergi kau juga tidak mengambil semua pakaian ku? kau ingin aku tidak memakai apapun!"


"Hem" keluar dari balik kamar dan meninggalkan elizza yang puncak amarah nya naik lagi.dan tidak lama terdengar suara barang barang yang di banting kuat.


"mulai besok ganti semua pelayan yang ada dirumah ini,pindah tugas kan mereka di tempat lain dan Jangan lupa bungkam mulut mereka mengenai kejadian malam ini"


"siapkan kamar di samping kamarku,bersihkan ulang semuanya,buat senyaman mungkin"


"penuhi kulkas dengan susu ibu hamil,makanan ringan namun yang sehat,buah buahan segar,dan pastikan elizza memakan semua itu dengan teratur"


"perhatikan tangga menuju kamar nya,Jangan sampai licin atau tidak sengaja di pel"


"masukan semua pakaian baru di kamarnya nanti dan handphone nya juga di ganti"


"sekarang mungkin dia sudah tidur jadi jangan membuat keributan apapun,dan pastikan dia tidak keluar kamar.perketat keamanan! perintahkan dua orang untuk berjaga di depan pintu kamar nya"


perintah zeo tegas kepada defano


malam semakin larut namun zeo masih belum bisa untuk istirahat barang sejenak,pikiran nya melayang layang entah kemana.rasa bersalah yang amat besar terus mengahantui pikiran nya apa lagi di usia yang masih muda elizza harus menjadi seorang ibu dan bekerja sebagai seorang pelayan dirumah nya,belum lagi ia tinggal terpisah dari orang tuanya.


"menikahi nya?apa itu keputusan yang tepat?"


"tapi bagaimana dengan kekasih nya?"


"apa dia mampu melewati hari hari nya dirumah ini?"


"apa dia bisa melupakan kejadian malam itu?"


"bagaimana jika dia diam diam minum obat yang aneh aneh untuk mengugurkan kandungan nya?"


"apa dia akan stres disini?"


"siapa yang akan menjadi sahabat nya disini?"


"bagaimana jika orang tua El membenci nya karna hamil diluar nikah!"

__ADS_1


pertanyaan demi pertanyaan tertanam di batin zeo,ada rasa benci yang belum kunjung hilang namun tidak ingin melepaskan.


__ADS_2