
"bawa makanan kedalam kamar elizza"
"satu jam setelah itu bawa dia kedalam kamarku,defano sudah mempersiapkan pakaian untuk nya"
"baik tuan"Ningsih menjawab patuh
****
Hoammmmmmmmmm...
mengucek ngucek mata...
heh ada apa ini?!..
"selamat pagi nyonya muda"seorang pelayan wanita menyapa dengan senyum tulus,membawa handuk dan secangkir teh.
"apa yang kalian lakukan disini?"bingung.
"nyonya adalah calon tuan muda kami,tentu saja kami ingin melayani anda untuk hari pernikahan anda"tersenyum lagi.
pernikahan?dengan zeo?ah aku sampai lupa.
"pergilah aku bisa mengurus diri ku sendiri"
mengusir dengan halus versi elizza.
"tapi tuan muda sudah menyiapkan semuanya nyonya,setidak nya anda mematuhi perintah"kali ini seorang pelayan di sudut pintu menjawab.ningsih.
"Ningsih?"
ah tentu saja!kau pasti tangan kanan defano dan zeo juga kan?sepertinya kau ketua para pelayan pelayan ini.
"selamat pagi nona,mari saya bantu anda untuk bersiap siap"tersenyum.lalu berjalan menuju Elizza,menyibakkan selimut dari tubuh nya.
"hentikan!aku bisa melakukan nya sendiri"kesal.menuju masuk kedalam kamar mandi,menutup pintu dengan kuat.
Ningsih merapikan tempat tidur Elizza,mengemasi seluruh pakaian yang masih tersisa,sedari menunggu elizza selesai mandi Ningsih mempersiapkan sarapan pagi di meja.secangkir susu putih,sandwich dan bubur khusus ibu hamil jika tidak mood untuk sarapan.tidak lama Elizza keluar dari dalam kamar mandi,memakai celana pendek dan Bajau kaos berwarna putih polos,mengikat rambut nya keatas.so simple
"anda sebaiknya sarapan dulu nyonya,agar kandungan anda mendapat gizi yang cukup,setelah sarapan kita akan kekamar tuan zeo,pakaian anda sudah disiapkan disana.lalu pernikahan akan segera di mulai tuan muda tidak mengundang siapapun.tidak ada sorot wartawan,dan para teman seperusahan yang diundang."Ningsih menjelaskan sambil mengisi piring kecil itu dengan sepotong sandwich,menuangkan segelas susu putih dan menyiapkan sapu tangan disamping makanan elizza.
"bagaimana dengan orang tua zeo?"menyantap sandwich dengan perlahan.
"sepertinya orang tua tuan muda juga tidak akan hadir,anda tau sendiri kan nyonya mereka itu sangat sibuk"mengambil bubur ibu hamil dan meletakan di samping gelas Elizza.
"aku tidak memakan itu"mendorong dengan satu jari bubur itu,tidak suka.
ah tapi ada yang ganjal disini!
DEG!!! Elissa bangkit dari duduk nya,menatap ningsih tidak suka.
"kau..bagaimana kau tau jika aku hamil?"
sudah kuduga semua orang di sini akan segera tau berita kehamilan ku!
__ADS_1
"saya sudah tau dari awal nyonya,anda juga tidak perlu khawatir dan merasa canggung semua pelayan disini juga akan menutup mata dan telinga"
Elizza tidak peduli,elizza berlari menuju kamar zeo.geram.
bagaimana bisa dalam satu hari dia membuka aib nya didepan semua orang.
Tap..Tap..Tap.. elizza terus berlari..
brugkh.. menabrak sesuatu..
"jangan berlarian seperti ini!kau lupa kau itu sedang hamil!"zeo menarik tangan elizza menuju kedalam kamar.
"heh tangan ku sakit!"menarik paksa tangan yang digenggam zeo.
"duduk disitu!!"perintah.
Elizza menurut dan segera duduk di sofa.
sekilas menatap tempat tidur zeo dengan perasaan takut.tempat dimana zeo menghancurkan masa depan nya,tempat dimana awal penderitaan akan segera dimulai dan tempat yang sebentar lagi akan ia tidur di situ juga.
menelan ludah dengan wajah cemas,jantung Elizza terus berdegup kencang.mencengkram sofa dengan gemetar.
"kau tidak keberatan kan jika aku mempercepat proses pernikahan kita?"duduk disamping elizza.
"aku mau keluar!"beranjak dari duduk nya,namun segera tangan Elizza di tarik kembali untuk duduk.
"ada apa?"menatap wajah elizza bingung.
"aku merasa sesak didalam kamar ini!"berteriak melepaskan tangan zeo.
"mau kemana?"
"sudah kubilang aku tidak mau dikamar ini!" mendorong tubuh zeo dengan berontak.
"tapi kita harus berbicara sebentar"mengunci pintu kamar dengan cepat.
"apa yang kau lakukan?!buka pintu nyaa!"memukul tubuh zeo kuat.
"el..aku hanya ingin kita menjalin hubungan yang lebih baik untuk kedepannya aku ingin berbicara empat mata dengan mu"
elizza tidak mendengar perkataan Zeo,
elizza meringsut mundur kebelakang.panik.
"El?aku hanya ingin berbicara"bingung.
"apa yang ingin kau lakukan?sudah kukatakan aku merasa sesak didalam kamar inii!"buliran air mata membasahi wajah elizza.malam yang panjang itu benar benar membuat elizza kehilangan semuanya,termasuk rasa percaya diri nya.
tangan zeo mengelus lembut rambut elizza,menatap nya hangat sekaligus cemas.
cepat elizza menangkis tangan zeo.
"El aku tau kesalahan ku sangat besar kepada mu,aku juga tau bahwa kau tidak menginginkan pernikahan seperti ini!tapi bukan kah kita juga saling menyukai?lalu sekarang letak masalah nya ada dimana?jika mengenai bayi itu aku akan bertanggung jawab!"
__ADS_1
DEG!!!
jadi kau semudah itu kau melupakan semuanya? cih!!
"saling menyukai?apa aku tidak salah dengar?kau pikir aku akan mudah menerima semua ini?!"berkoar koar.
hhaaaa zeo tergelak,berdiri dari tempat duduk nya,melonggarkan dasinya dengan perlahan.
"jangan bersikap angkuh seperti itu el,jika bukan karena kesalahan mu dimasa lalu aku juga tidak akan membencimu sedalam ini,dan aku juga tidak berminat tidur dengan mu"
melontarkan tatapan tidak peduli.tadinya zeo ingin melupakan segalanya,termasuk perselingkuhan yang dilakukan elizza.bayi yang dikandung elizza sangat berarti bagi zeo,dia tidak ingin anak nya lahir tanpa orang tua yang utuh,namun elizza selalu dengan sikap angkuh nya itu membuat setiap raga manusia panas dan kesal.
"kalau begitu tinggalkan aku sendiri!!"
"Jangan lupa mengenai bayi itu.dia adalah anak ku.anak dari zeo!"menekankan nada suara nya.
bagaimana aku bisa melawan orang yang masih aku cintai ini! hatiku tidak bisa di bohongi! tapi rasa benci ku juga tidak bisa di kendalikan!
"sudah aku putuskan,aku menolak pernikahan ini"tenang.
"jangan membuat ku hilang kendali elizza,kita sudah sepakat!"mendekati elizza dan memegang kedua bahu nya dengan erat.
"setelah aku pikir pikir anak ini sama sekali tidak akan bisa hidup dengan monster seperti mu.kau calon ayah yang buruk.kau sangat tercela.kau sangat payah.kau tidak pantas menjadi apapun."menatap yakin dan bersikap tenang.mencoba mengendalikan diri.air muka zeo berubah,rasa kesal dan marah semua menjadi satu.
menarik bahu elizza agar tegab berdiri lalu beralih memegang pinggang elizza.
"kita lihat seberapa pantas kau untuk ku."
cup...
******* bibir elizza dengan perlahan, merasakan kembali sentuhan hangat itu
perlahan lahan namun pasti semua berjalan dengan kemauan zeo,tangan nya kini hanya fokus memegangi pinggang elizza menekan nya erat agar menempel dekat dengan tubuh nya.gairah yang bercampur hangat.
elizza hanya diam membisu,tidak berontak atau tampak menikmati hanya bisa menunggu permainan zeo selesai dengan bersikap tenang.seperti mendapat lampu hijau zeo semakin hilang kendali,yang hanya dipikiran nya hanya hasrat untuk mendapat rasa itu kembali.tubuh elizza kini ambruk di tempat tidur,serangan demi serangan ia tahan sekuat mungkin.bibir zeo melebar kemana mana,menelusuri setiap lekuk tubuh elizza.meninggalkan tanda merah di mana mana,nafas zeo mulai terengah-engah namun hasrat yang begitu kuat semakin membuat nya haus akan rasa itu kembali.sedangkan elizza hanya membisu tanpa suara hanya air matanya yang jatuh.
zeo bangkit dari posisi nya,merapikan pakaian nya dengan senyuman penuh kemenangan.
kau bahkan tidak menolak!
"kau sudah selesai?"meringsut bangun dan duduk dengan anggun.
zeo menatap bingung."ha?"
"aku tanya apa kau sudah selesai?sudah berapa wanita yang kau perlakukan sama sepertiku? aku wanita yang keberapa? 11?atau 20?"merapikan rambut nya yang berantakan.
zeo menyerngitkan dahi.
jadi itu alasan mu menolak kembali pernikahan ini? hah sepertinya kau sudah mengetahui banyak hal.
mendekati elizza perlahan lalu mengusap bibir elizza lembut.
"kau? kau adalah yang pertama.ah maksud ku kau wanita pertama yang melayani ku dengan rasa puas yang berlebihan"mengedipkan mata.
__ADS_1
"mungkin nama monster memang pantas untukmu! buka pintu nya sekarang juga! pelayanan ku sudah selesai!"
"kau akan tetap disini,defano sudah menyiapkan pakaian untuk mu.pakai lalu turun lah kebawah.pastikan malam pertama kita nanti berjalan dengan baik"menepuk kepala elizza pelan dan tersenyum cerah.