
Jimmy, adalah nama yang selalu ku banggakan karena itu terdengar sangat menarik dan orang orang biasa memanggilku "jim" nama itu diberikan oleh kakak ibu ku yang biasa aku panggil mama, dan katanya nama ku juga ada sejarah nya. Aku anak laki-laki pertama dari 2 bersaudara "alya" adalah nama adik perempuan ku dan kami tidak terlalu akur, kami dibesarkan oleh ayah dan ibu, keluarga kami kecil tapi cinta kami sangatlah besar, aku punya mereka.
Aku tipe manusia yang susah bangun pagi, aku benci pagi, aku hanya ingin bersenang-senang dan bersantai "kebebasan" dan "malam" adalah hidup ku. Meski cahaya mentari pagi menyinari kamar tidur ku semua tetaplah sama saja, jendela itu terbuka lebar semalaman, aku selalu saja dibangunkan. Sudah jelas ada sang ibu yang selalu berteriak dan menggedor pintu kamar untuk membangkitkan dari mimpi indah ku.
"Jimmy.... Jimmy!"
"iya buu iyaa" Aku berusaha untuk bangun meski dalam keadaan tubuh lemas.
"apa ibu akan selalu begini agar kau bangun?" balas ibu tegas dan dengan nada yang terdengar kesal. "cepat! jangan bikin ibu kesal pagi pagi ini!"
"iya buu aku bangun, ah ngantuk."
Aku benci bangun pagi, aku terduduk lesu di kasur dan susah untuk beranjak, mecoba untuk bangun namun iblis dalam hati berkata malas dan dipikiran ku hanya ingin tertidur hingga siang karena mimpi ku masih panjang. Tapi apa daya karena aku harus ke sekolah hari ini dan harus kulakukan, aku yang saat ini berumur 16 tahun harus menjalankan tugas ku sebagai murid SMP Non formal kelas 3, bagaimana pun juga aku tetap ingin mewujudkan mimpi yang nyata itu dan juga demi kebahagiaan orang tua ku. Karena sebelumnya aku berasal dari SMP N 61 saat masih disitu aku sering membuat masalah ku sendiri dan sifat malas yg membuatku harus tinggal kelas, ibu ku benar-benar sangat kecewa saat itu.
Aku segera bersih bersih dan berkemas tapi entah mengapa aku sangat suka menunda nunda waktu, aku harus cepat pergi ke tempat yg sering ku sebut "NERAKA". meski dengan hati dan pikiran yg berat untuk pergi ke sekolah, tapi aku juga punya alasan yg kuat untuk agar tetap ke sekolah.
"ayo cepat Jimmy, jangan sampai kamu telat terus dan ingatt! jangan bolos! ibu udah capek karena ulah mu disekolah."
" iya buu iyaa, aku pergi dulu ya" Aku mencium tangan ibu dan bergegas pergi.
"kenapa harus ada sekolah sih, ah dasar sekolah anj**g!"
Aku benci sekolah, aku tetap mempercepat langkah kaki ku meskipun di situasi seperti ini dan aku juga harus menunggu angkutan umum di Perempatan dimana saat ini aku tidak diperbolehkan untuk membawa motor ke sekolah, sekolah ku yang sekarang lumayan jauh dibandingkan sekolah ku yang sebelumnya, jadi apapun itu aku harus menerima nya dan mungkin ini adalah hukuman yang telah aku perbuat selama ini.
Aku sampai di dekat sekolah ku, namun aku harus sedikit berjalan lagi setelah turun dari angkutan umum agar benar benar sampai ke sekolah. sebelum masuk gang sekolah ada salah satu warung kecil disitu biasanya adalah tempat aku dan beberapa teman sekolah ku berkumpul, biasanya aku nongkrong di warung itu setiap aku tidak masuk sekolah dari pagi hingga siang nya.
Tidak begitu sering teman teman ku untuk mengikuti jalan hidup ku yang sering bolos di awal jam pelajaran sekolah hingga jam sekolah selesai, tapi itu bukanlah hambatan bagi ku meskipun tidak ada teman teman yang ingin ikut dengan ku, aku akan tetap melanjutkan niat bolos ku sendirian di warung tempat tongkrongan ternyaman itu, bagi ku tempat itu jauh lebih nyaman dan baik dibandingkan kelas sekolah.
Tapi saat ini aku harus benar benar masuk jam pelajaran sekolah dari awal, karena sudah terlalu sering tidak masuk dan bolos sekolah sebelum nya, begitu juga dengan tugas-tugas ku yang harus aku selesai kan dan dikumpulkan. Langkah kaki ku tetap berjalan meski sedang memikirkan sesuatu yang tidak jelas dan sekarang aku sudah didalam sekolah dan benar saja aku terlambat lagi, saat menuju ke dalam kelas terdengar suara guru yang sedang menerangkan sesuatu, hal seperti ini sudah biasa terdengar bagiku.
"permisi buk, maaf buk saya telat" Aku sambil tersenyum.
__ADS_1
"kenapa telat lagi?"raut wajahnya guru itu sangat menyeramkan.
"telat bangun buk, hehe."
"itu terus alasan mu, cepat masuk."
Semua orang yang dikelas melirik sebentar kepada ku seakan diriku terlihat seperti orang yang buruk, namun berbeda dengan teman teman ku yang tertawa dan senyum saat melihat aku telat masuk kelas, mungkin mereka sudah terbiasa dan maklum ketika melihat tingkah dan kebiasaan kebiasaan buruk ku.
Aku mengambil duduk di bangku belakang dan hanya mengeluarkan 1 buku andalan ku, pikiran ku seketika kosong dan mata ku mengarah ke depan dengan tatapan yang juga kosong. Aku menghela nafas karena merasa sangat bosan, seperti tidak ada semangat dalam hidup ku. "aku kenapa ya?"
"capek ah kalo gini gini terus." lalu aku mengatur posisi duduk.
Seperti biasanya dengan sangat mudah aku melupakan niat awal ku untuk melengkapi tugas tugas ku yang belum diselesaikan, mengumpulkan yang seadanya saja sudah cukup nanti, lagi pula aku berpikir bahwa absen lah yang paling terpenting.
sebagian murid murid baik menyimak dan mendengarkan apa yang sedang diterapkan guru di depan, selebihnya hanya sibuk dengan diri sendiri termasuk aku. Guru itu tidak memperdulikan nya seperti sudah terbiasa dengan kelakuan kelakuan murid muridnya yang nakal, bahkan saat guru memberikan tugas pun hanya sedikit murid yang peduli dan yang lainnya tetap saja sibuk dengan dirinya sendiri, sudah jelas hanya sebagian saja murid yang menghargai saat guru itu mengajar.
Sekarang Aku tidak tahu apa ingin ku lakukan saat ini, pikiran ku terbang kemana mana dan aku mulai bersandar sembari melihat ke arah langit kelas dengan satu tatapan yang kosong. Yang jelas aku tidak ingin berlama-lama disini apa lagi belajar yang tidak jelas ini.
"hoiyy Jimmy."
"ehh yudh, apa?" Aku sedikit tersenyum karena ternyata yudhi lah yang memanggilku.
"keluar yuk jimm, bosen nih."
"yuklah, duluan kamu ntar aku nyusul."
"okee, aku tunggu di warung ya."
"iyaa."
Yudhi temanku itu beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan kearah guru yang sudah pasti beralasan ingin ke toilet agar bisa keluar dari kelas. Yudhi sudah cukup lama kenal dengan ku karena kami tinggal di daerah yang sama dan rumah kami juga dekat, kami semakin akrab semenjak yudhi satu sekolah dengan ku yang dimana saat itu aku lebih dulu pindah ke sekolah itu dibandingkan yudhi.
__ADS_1
"buk... izin mau ke toilet."
"cepat ya, 10 menit harus kembali ke kelas."
Wajahnya serius, alasan seperti itu sudah biasa dilakukan oleh anak anak nakal disekolah agar bisa keluar saat jam pelajaran berlangsung, seperti yudhi yang terlihat senang dan melanjutkan langkah nya keluar sekolah, disebelah sekolah juga ada warung yg bersebelahan dan tempat itu juga salah satu tempat tongkrongan bagi murid murid sekolah di sini.
Aku yang saat ini masih berada di dalam kelas sedang menunggu waktu yang tepat untuk keluar dari kelas, tanpa pikir terlalu lama aku melangkah kan kaki ku keluar melewati guru disaat ada 2 orang murid yang sedang mengumpulkan tugas nya ke depan. Seperti biasanya aku keluar dengan aman tanpa ketauan, terlalu mudah bagiku dan sudah menjadi hal yang biasa bagi ku untuk melakukan hal seperti ini.
Dengan sangat santai nya aku keluar dari sekolah untuk menyusul yudhi yang sudah pasti menunggu ku di luar, setelah berada di luar aku melihat yudhi dari luar warung yang sedang asik duduk di dalam warung tempat tongkrongan sembari menghisap sebatang rokok. Terlihat disini hanya ada kami berdua dan bapak-bapak pemilik warung, jam pelajaran pertama masih belum kelar, biasanya ramai mungkin saja sekarang orang orang lagi rajin.
"bosen banget aku dikelas jim, mana belum ngerokok pagi lagi."
"emang nya kamu masuk dari awal yud?"
"engga sih..cuma telat dikit, pas liat kewarung gak ada orang... yaudah aku lanjut aja masuk kelas."
"hahaha lagi rajin rajin nya mungkin." Aku tertawa sambil membeli sebatang rokok ke bapak si pemilik warung.
Aku mengambil duduk disebelah yudhi dan membakar rokok ku. "mulai besok kita barengan lagi ya yudh berangkat sekolah, udah sering banget nih berulah."
"hahaha iya iya, makanya sekolah baik baik.. jangan nakal kali."
"yaelahh, emang nya kamu engga haa!"
"yaakan nggak separah kamu jim."
Aku dan yudhi sebelum nya juga sering berangkat sekolah bersama, tetapi karena belakangan ini aku sering tidak masuk sekolah dan telat lama jadinya yudhi harus lebih dulu ke sekolah agar tidak terlalu mengikuti jalan hidup ku saat itu. Aku tidak pernah untuk memaksakan orang orang atau pun teman di sekitar ku untuk mengikuti jalan ku, karena itu adalah hak mereka.
...Begitu lah hari ku dengan yudhi, dimana kami menikmati dan menjalani hidup yang terbilang cukup nakal apa lagi dengan umur kami yang saat ini masih terlalu muda dan status pendidikan yang sedang kami duduki saat ini, seperti tidak ada beban yang terpikir kan walaupun ada beberapa masalah yang sedang kami pikirkan, melakukan hal hal yang mungkin cukup beresiko bagi kami kedepannya dan tetapi aku juga harus menerima kenyataan dan resiko kedepannya atas apa yang telah aku lakukan saat ini. Aku tidak boleh mengelak....
..."*jalani dan mulailah hari mu, tanpa harus melawan takdir Tuhan*"...
__ADS_1
kata kata yang sebelum nya terpikir oleh ku di malam hari dan kata kata itu selalu saja mengikuti langkah ku dan membawa ku kearah yang lebih menakutkan.