
Di saat aku dan Yudhi datang terlihat cukup ramai orang di depan rumah bang diwan, pemandangan yang sudah lama tidak aku lihat belakangan hari ini. Yudhi memulai langkah nya mendahului ku dan aku berjalan di belakang Yudhi, tidak hanya laki laki yang aku lihat tapi juga ada 2 orang perempuan seumuran ku yang juga ikut asik di dalam rombongan, sebelumnya aku sudah pernah melihat mereka.
"wah wah wahhh seru banget nih kayaknya." Yudhi berseru di saat mereka sedang asik bersama sama.
"ehh yudh baru datang kau, lama kali!" ucap salah satu teman ku yang sedang asik di dalam rombongan.
"ini nihh si Jimmy..."
"lah kok aku?" spontan aku langsung memotong pembicaraan Yudhi.
"ehh Jimmy, kemana aja kamu udah gak ada keliatan." itu ujar Bang fajri yang sedang asik memainkan melodi gitar.
"eh bang, hehe ngga ada cuman di rumah aja kok." ujar ku kembali.
"udah lupa aja ya sama kami kami sama bang diwan juga."
"iyaa mungkin dia udah lupa sama abang nya udah engga ada juga kesini!" dan itu ujar Bang diwan yang muncul di depan pintu rumahnya.
"eh bang wann." aku segera menghampiri Bang diwan dengan asik dan senang hati, karena sudah berapa hari tidak bertemu.
"kemana aja kamu jimm, udah lupa yaa..." ujarnya kembali.
"engga lah Bang, mana mungkin aku lupa cuma lagi males males aja belakangan ini." aku memotong pembicaraan Bang diwan yang belum selesai.
"sering sering kesini jim, Bang diwan sering nanyain kamu." Bang fajri kembali ikut bicara.
"iyaa bangg, siapp."
"Bang diwan galau kalau gak ada kembarannya." ujar salah satu teman ku.
"hahahaha."
Aku dan bang diwan tertawa dengan yang lainnya.
Setelah beberapa hari akhirnya aku kembali berkumpul bersama mereka, kami menikmati waktu dan menghabiskan waktu bersama-sama, bernyanyi, bercanda dan tertawa bersama serta diikuti dengan indah nya cahaya gemerlap malam. Hal seperti ini sudah biasa dan sering kami lakukan sehari-hari.
"kayaknya ada yang kurang nihh!" ucap bang fajri di tengah-tengah keasikan.
__ADS_1
"apa yang kurang?" salah satu teman ku yang lainnya membalas.
"biasaa, yang bikin anget dan enak."
"loh loh...yang bikin anget dan enak yang mananya nih bang hahahaha." Yudhi ikut bicara dan tertawa.
"jangan aneh-aneh kamu yudh! kamu deh nanti yang pergi beli!" balas Bang fajri sembari melirik sebentar ke arah 2 orang perempuan yang ikut di dalam rombongan.
"yaudah yaudah kita patungan dulu." Ucap bang diwan.
"yok...yokk patungan." ucap teman ku yang lainnya.
kami semua pun patungan dan dikumpulkan oleh teman ku itu.
"berapa semua nya?" ucap bang fajri.
"lumayan...bisa nih 3 botol sama rokok tambahan."
"beli bir aja, pergi beli sama si Yudhi." ucap Bang fajri kembali.
Bagi kami Malam tanpa alkohol adalah malam yang kurang asik, apa lagi kalau sedang bersama-sama. Hal seperti ini memang sudah biasa dan juga telah menjadi kebiasaan untuk kami.
"masih ikut latihan jim?" ucap Bang diwan ditengah-tengah keasikan kami.
"masih Bang." balas ku. Aku juga salah satu anggota di dalam organisasi beladiri dan bahkan aku juga pernah mengikuti event pertandingan sebelumnya.
Dan tak berselang lama akhirnya Yudhi dan teman ku datang dengan membawa 3 botol bir dan rokok.
"ayo ayo semua...sikat!" ucap yudhi.
"wah udah dateng, enak nihh."
"nahh kalau yang cewe minum nya dikit aja, jangan banyak banyak."
"gapapa kok gapapa biar mabok hahaha."
"hahaha dah sakit kau."
__ADS_1
"hahahaha."
kami semua pun asik minum-minum, rokok terselip di jari-jari kami, bercanda tawa, dan ada juga yang sibuk bercumbu mesra dengan perempuan sehingga akan membuat kami lupa akan waktu.
Tak terasa malam berlalu dengan cepat, dan waktu sudah menunjukkan pukul 11 lewat. Dengan keadaan kami semua yang sudah sedikit mabuk sehingga kami memutuskan untuk pulang ke tempat masing-masing.
"balik yok balik, udah hampir larut nih."
"iya iya yok"
"yok yudh kamu yang bawa motor ya." ucap ku kepada yudhi.
"iyaa deh."
"gak ada yang nginap disini?" tanya Bang diwan.
"gak usah bang, kami pulang aja."
"iya bang."
"semua aman kan, gak ada kendala kan?" ucap Bang fajri.
"aman amannn."
"yang cewe cewe ni gimana?" bang diwan bertanya kembali.
"aman juga bang, ada yang nganterin kok."
"bagus lah, Hati-hati semua."
Aku, yudhi dan yang lainnya pun segera beranjak untuk pulang, aku juga harus mempercepat karena aku sudah berjanji untuk tidak terlalu lama dan sampai larut malam di luar. Setelah semua berpamitan kami semua bubar dan ada juga yang dulu untuk segera mengantarkan perempuan itu pulang.
"cepat dikit ya yudh." ucap ku kepada yudhi yang mulai mengendarai motor.
"iya iyaa." yudhi menancap gas dan sedikit melajukan motor nya.
Di dalam perjalanan pulang aku sedikit memikirkan bagaimana keadaan ku saat tiba di rumah nanti, karena aku juga sudah berjanji kepada ibu sebelumnya akan tetapi jam segini biasanya ibu ku sudah tidur, kecuali ayah. Aku tidak boleh terus-terusan membuat masalah di rumah.
__ADS_1