Diary Gelap

Diary Gelap
Episode 3


__ADS_3

Sore hari adalah hari kebangkitan ku dari lelah nya kehidupan di dunia, semua yang aku takutkan dan yang aku pikirkan hilang setelah aku terbangun dari tidurku dan terlepas dari mimpi mimpi ku. Aku merangkai waktuku sendiri agar terlihat bahagia, lebih baik nya lagi ibu ku tidak pernah marah dengan kehidupan ku yang saat ini meski pun ayah selalu menyuruh ibu ku agar tidak terlalu memanjakan diri ku yang seperti saat ini.


Sore hari adalah persiapan ku sebelum menyambut indah nya malam, malam yang indah namun kejam. Sebelum kabar dari teman teman ku datang aku selalu melakukan kebiasaan ku yaitu mendekorasi kamar versi diri ku sendiri, selain bermain handphone aku juga sering menulis kan kata kata yang nantinya juga akan ku tampilkan di dinding kamar ku. Kata kata yang ku tuliskan adalah kata kata yang selalu datang begitu saja dipikiran saat aku terpikir kan akan hal dan sesuatu, terdengar aneh tapi begitu lah imajinasi ku yang datang begitu saja, aku menuliskan kan semua yang aku dapat kan dari pikiran ini, tentang sahabat, dunia dan kehidupan.


"Jimmy!! ehh udah bangun kamu." tiba tiba ibu membuka pintu kamar ku yang tidak terkunci.


"udahh dari tadi lagi." aku menghentikan kegiatan ku di kamar.


"ngapain kamu? itu apa tugas sekolah?"


"eee engga cuman ini... "


"udah ayok makan dulu! ibu juga udah masak." belum selesai berbicara ibu sudah memotong ucapan ku.


"iya iya... mau mandi dulu." ibu sudah beranjak keluar dari kamar ku dan aku menyelesaikan sedikit karya kecil ku lalu membereskan apa yang telah aku tuliskan.


Saat ini aku masih dibelakang orang tua ku jika ingin merokok, diam diam tanpa sepengetahuan mereka di rumah, seperti di kamar atau di kamar mandi seperti saat ini. Dulu waktu aku masih kelas 2 SMP aku juga pernah kedapatan merokok saat sendiri di rumah, kejadian itu sebelum aku dipergoki ayah dan ibu saat aku minum minum di luar bersama teman-teman ku, aku benar benar habiss dan kejadian itu tidak akan pernah terlupakan. Dan walaupun mereka sudah tau apa yang telah aku lakukan sebelum nya tetap saja aku tidak akan memperlihatkan sedikit pun karena itu masih di larang dan tidak pantas bagi anak seumuran ku.


"Jimmy cepat!! orang juga mau ke kamar mandi."


"iya iya bu, nih bentar lagi." aku segera menghabiskan rokok ku yang tersisa sedikit.


*6 menit kemudian*


"ngapain kamu di dalam? tidur?"


"hehehe engga lah, ngapain tidur."


"lama banget, udah abis ini makan."


"iyaa buuu."


Setelah itu pun aku makan, lalu aku menghabiskan waktu ku di rumah seperti biasa bersama ibu dan adik ku, ayah ku bekerja seperti biasanya dari sore hingga malam ayah memiliki usaha sendiri dan berdagang di salah satu tempat yang sudah lama ayah ku tempati.


Malam akan segera tiba dan aku masih di rumah saat ini, namun beda cerita lagi jika teman teman ku sudah datang menjemput atau memberi ku kabar untuk keluar.


*Ponsel Berdering*

__ADS_1


Yudhi memberi ku pesan bahwa malam ini kami akan kerumahnya bang diwan, lokasi nya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal ku dan Yudhi, rumah nya adalah tempat kami para rombongan untuk berkumpul dan juga dijadikan sebagai tempat tongkrongan sehari hari.


"bu aku mau keluar dulu bentar." aku meminta izin kepada ibu sembari memasang jaket ku.


"keluar terus! mau sampai jam berapa di luar?" ibu membalas saat ia sedang asik menonton TV.


"bentar aja kok, gak lama."


"ya bentar nya sampai jam berapa???"


"jam 10 deh atau mungkin lewat dikit."


"cepat pulang,jangan lama lama! jangan sampai tengah malam atau subuh lagi."


"iya bu iyaa." aku hanya bisa menjawab seadanya.


"jangan seenaknya kamu besok sekolah, nanti ayah mu marah marah lagi."


"iya Buu iyaa, aku bakal cepat pulang kok."


Aku segera menyusul Yudhi kerumahnya yang tidak jauh dari rumah ku.


"hmmm, eh jimm kenapa jim? ada apa?"


"katanya mau ngajak keluar ke rumah nya bang wan gimana sih kamu." tingkah Yudhi yang selalu seperti itu membuat ku sedikit merasa jengkel, ya aku tau kalau itu sudah menjadi kebiasaan nya dan memang suka bercanda.


"hehehe iya iya bentar masuk dulu lah, aku mau siap siap."


"iyaa." aku masuk kerumahnya Yudhi sembari menunggu nya, terlihat dia hanya sendiri di rumah.


"kita ke sana jalan yudh? atau dijemput orang orang yang di sana?" aku kembali berseru kepada yudhi saat ia sudah keluar dari kamarnya.


"oh iya ya kamu gak bawa motor lagi."


"mana bisaa sekarang yudh, susah!"


"kamu nya sih jimm, bermasalah terus."

__ADS_1


"ya terus sekarang gimana nih...kalo motor mu gimana? kan ada tuh."


"yaa iya deh motor ku aja, bensin nya mungkin dikit tapi bisa lah dari pada harus jalan kaki, kalo minta jemput orang orang di sana jangan dulu deh."


"lah kenapa jangan?" aku bertanya serius kepada yudhi.


"nyusahin ahahaha." yudhi kembali merubah suasana menjadi tawa.


"ahahaha kamu yang nyusahin."


kami memang sering bercanda tawa seperti ini, apalagi yudhi yang selalu mengeluarkan tingkah konyolnya dan selalu membuat tawa dengan cara nya sendiri dalam keadaan apapun.


"udah siap yudh?yoklah berangkat."


"langsung pergi sekarang?"


"ya terserah kamu lah!" aku kembali dibuat kesal.


"hahahaha yoklah kita berangkat." aku dan yudhi mulai beranjak keluar dari rumahnya.


"kamu yang bawa motor ya yudh."


"iyaaa."


Aku dan yudhi segera pergi, Yudhi yang saat itu mengendarai motor mulai melakukan aksi gila nya di jalanan. Tidak hanya yudhi bahkan aku pun juga sering melakukan hal yang gila saat di jalanan malam seperti ini bersama teman-teman ku yang lainnya dan terkadang sendiri.


"eh iya yudh."aku berseru di tengah tengah perjalanan saat yudhi sedang asik mengendarai motor.


"hmm apa jim?" yudhi mulai memperlambat motor nya.


"emang bang wan bilang apa tadi?"


"yang ngabarin tadi tuh bang fajri nyuruh kita kesitu, terus juga katanya bang wan bilang gini "sekalian bawa si Jimmy adik ku" dia bilang gitu."


"oohh gituuu yaa deh, rame disana?"


"kayaknya sih iya jim." Yudhi kembali melajukan motor nya setelah pembicaraan.

__ADS_1


Bang diwan sudah lama menganggap ku sebagai adiknya semenjak aku bertemu dengan nya dan begitu juga sebaliknya aku juga menganggap bang diwan sebagai abang ku sendiri, ditambah lagi dengan wajah kami yang sedikit mirip membuat orang orang beranggapan bahwa kami adalah saudara kembar dan itu selalu saat kami sedang berdua. Di dalam kelompok kami yang satu ini bang diwan lah yang berperan sebagai pemimpin dan di ikuti bersama adik atau saudara kandung nya yaitu bang fajri, kami juga cukup banyak dan kelompok kami yang satu ini juga memiliki banyak cerita.


__ADS_2