
Di tengah-tengah keasikan di saat bang fajri dan yang lainnya sibuk berbagi cerita, aku sedikit memikirkan yudhi yang tidak ingin ikut bersama ku, aku tidak tau apa yang terjadi dengan nya dan apa yang sedang dia pikirkan dan yang jelas aku merasa bersalah.
Aku juga tidak bisa memaksa nya untuk ikut bersama, aku juga harus menghargai apa yang dia pilih. Bagiku meninggalkan teman yang terus bersama kita adalah hal yang tidak enak, apalagi kalau kita bisa merasakan perasaannya.
"ayok kita jalan sekarang." bang fajri berseru.
bang fajri dan teman ku yang lainnya memulai pergerakan, aku menyusul dengan sedikit rasa ragu karena harus meninggalkan yudhi.
"yudhi katanya gak ikut bang." aku berinisiatif untuk mengatakannya kepada bang fajri.
Seketika yudhi terkejut lalu melirik kepada ku dan dia juga sedikit gugup.
"lah kenapa yudh? si Jimmy ikut loh." ucap bg fajri.
"yaahh engga asik kau yudh." ucap salah satu temanku.
"iya nih, kalau rame kan asik yudh.
bang fajri dan yang lainnya terus memaksa yudhi untuk pergi bersama, aku hanya diam melihat dengan sedikit tertawa dan berharap agar yudhi berubah pikiran.
"jalan jalan dulu kita yudh, nanti di rumah abang kita asik asikan." ucap bang fajri.
__ADS_1
"iya bang diwan di rumah loh."
"engga dulu deh maaf, lagi males aja sekarang serius." balas yudhi.
"serius kamu yudh?" ucap bang fajri.
"serius bang, maaf ya bang maaf juga semua nya." balas yudhi.
"yaudah dehh, gapapa."
Yudhi tetap saja menolak meskipun sudah dipaksa berkali-kali, bang fajri dan yang lainnya menerima apa keputusan yudhi begitu juga dengan ku.
bang fajri dan yang lainnya mulai beranjak setelah berpamitan dengan yudhi.
"gapapa jimm, udah berapa kali aku bilang lanjut aja serius." jawab yudhi tanpa ada rasa marah sedikitpun.
"iya deh, oh iya tolong ya yudh tas ku disimpan di laci meja."
"tenang aja jim aku selamatin kok."
"makasih ya yudh, terus sekarang kamu gimana?"
__ADS_1
"nungguin yang lain keluar dulu jim, nanti abis istrahat aku masuk kelas lagi."
"okedeh yudh."
"udah lah jim, aku mau duduk di dalam warung dulu."
"oke yudh, aku jalan dulu ya."
Aku segera beranjak dengan cepat menyusul bang fajri dan yang lainnya, sebelum itu aku juga berpamitan kepada teman kelas ku yang sedang duduk di dalam warung.
Seharusnya yudhi ikut bersama sekarang seperti sebelumnya, seperti ada yang kurang. Ditambah lagi dengan tidak ada nya bang diwan dan sebagian teman-temanku yang tidak ikut sekarang, seharusnya kami sangatlah ramai.
Meskipun sekarang kami hanya setengah dari satu rombongan tapi ini tidak terlalu buruk, tetap menyenangkan seperti biasa meskipun ada sedikit merasa kekurangan.
"kita jalan sampai rumah bang?" ucap ku kepada bang fajri di tengah-tengah perjalanan.
"iya jimm, kayak biasa." balas bang fajri.
"kita buat acara jim." ucap salah satu temanku.
Aku tidak tahu apa yang dimaksud teman ku itu, aku hanya menanggapinya dengan senyuman sambil menganggukkan kepalaku. Aku sedikit merasa penasaran apa yang telah dimaksud oleh teman ku itu, namun aku berpikir itu hanyalah acara biasa yang sering kami lakukan sehari-hari jika berkumpul bersama.
__ADS_1
Aku adalah tipe manusia yang penuh akan rasa penasaran, ingin mengetahui, dan ambisi ku sangat tinggi akan sesuatu. Seperti sebelumnya aku ingin tau dan ingin merasakan apa yang telah aku dengar atau diberi tau oleh orang-orang sekitar ku, terutama kedalam hal yang buruk. Padahal sebelumnya maupun sekarang umur ku masih tidak pantas untuk melakukan hal-hal yang telah aku lakukan, sama saja seperti mengarahkan diri sendiri kedalam kegelapan.
Sejak aku berumur 14 tahun ibu dan ayah ku pernah berkata bahwa aku adalah orang yang mudah terpengaruh, dan sekarang aku memang benar aku menyadari bahwa aku mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar ku. Dan ibuku juga pernah berkata bahwa aku harus selalu dibimbing, itu memang benar.