Diary Gelap

Diary Gelap
Episode 6


__ADS_3

Aku dan yudhi telah sampai di sekolah, terlihat juga ada banyak murid-murid yang masih di luar. Kali ini aku berniat sekali untuk masuk kelas.


"kirain orang-orang tadi udah masuk."


"eh yudh, langsung ke kelas yuk!" aku berseru.


"gak ke warung dulu bentarr, nunggu bang diwan sama yang lainnya."


"nanti aja lah, yok lahh!"


"iya iyaa."


Aku segera ke kelas dengan yudhi, entah kenapa sekarang aku berniat sekali untuk ke kelas meskipun niat itu hanya sementara. Lagi pula aku juga udah sering berjanji kepada diri ku sendiri untuk rajin masuk sekolah dan sering berniat dari awal sebelum berangkat, di tambah lagi sekarang aku kelas 3, aku tidak boleh terlalu bersantai santai.


Setibanya di kelas ternyata sudah cukup banyak yang sudah berada di kelas, dan juga ada setengah dari rombongan kelas ku. Aku mengambil duduk di tempat biasa dan bersebelahan dengan yudhi, aku sedikit bersemangat sekarang tapi tidak tau bagaimana selanjutnya.


Tak berselang lama guru jam pertama pun masuk, sebagian murid yang masih di luar juga sudah masuk satu-persatu. Kami semua memulai absen dan mulai menyimak apa yang diterapkan oleh guru.


Hampir setengah jam guru itu menerangkan pelajaran yang dia berikan lalu dia memberikan tugas kepada kami semua, aku sedikit terasa semangat dan mulai mengerjakan yang diberikan guru, begitu juga yudhi yang disebelah ku memulai dengan penuh semangat. Semua murid di kelas sudah mulai sibuk dengan pekerjaan nya Masing-masing.


"kalau lagi semangat semangatnya seru juga ya!" yudhi berseru sembari mengerjakan tugas nya.


"hehehe iya yudh."


Sudah satu jam lebih aku dikelas, kami yang dikelas pun juga sudah menyelesaikan dan mengumpulkan tugas yang diberikan, guru jam pelajaran pertama itupun pergi meninggalkan kelas dan akan di gantikan oleh guru mata pelajaran selanjutnya.

__ADS_1


Dengan sangat mudah aku memutuskan untuk keluar, aku sudah sedikit merasa jenuh. Absen dan tugas yang aku kerjakan tadi sudah merasa cukup bagiku, jika berniat setelah dari luar nanti aku akan kembali lagi ke kelas, semangat ku hanya lah sementara.


"keluar yok yudh, ke warung." ucap ku kepada yudhi.


"okelah, tapi abis ini masuk lagi?"


"liat nanti dulu... "


Aku dan yudhi melangkah keluar menuju warung tempat biasa, sebelum guru selanjutnya masuk kelas kami harus bergegas agar tidak berpapasan dengan guru itu. Tidak hanya aku dan yudhi beberapa teman kelas ku pun juga ada yang ikut keluar bersama.


Aku, Yudhi dan yang lainnya berhasil keluar dengan sangat mudah, sesampainya di luar kami merasa sedikit senang. Setibanya kami di warung aku melihat bang fajri dan beberapa teman ku yang lainnya, mereka sedang asik bersama-sama dan bercanda tawa di depan warung.


Aku pun segera menyusul ke tempat mereka dan diikuti juga oleh yudhi, kami berdua pun saling menyapa dengan bang fajri dan yang lainnya. Beberapa teman kelas ku yang ikut keluar bersama ku tadi memilih duduk di dalam warung karena mereka tidak terlalu dekat dengan bang fajri dan yang lainnya.


Tidak terlalu banyak yang datang dari mereka, dan aku juga tidak melihat bang diwan yang ikut bersama. Aku dan yudhi mengambil duduk bersama berdekatan dengan bang fajri.


"masih di rumah jimm, masih tertidur." balas bang fajri.


"udah istirahat kalian?" bang fajri kembali bertanya.


"belum bang."


Aku, yudhi, bang fajri dan yang lainnya berkumpul seperti biasanya, berbagi cerita, tertawa dan bercanda. Begitu pula dengan merokok adalah hal yang tidak pernah terlupakan sedikit pun bagiku, begitu juga dengan yang lainnya, tidak ada yang pernah terlalui.


Bang fajri dan bang diwan bukanlah termasuk murid di tempat sekolah ku yang saat ini begitu juga dengan yang lainnya, mereka hanya sering kemari dari dulu sebelum aku pindah ke sekolah ku yang saat ini. Tempat ini bagaikan tempat tongkrongan bagi mereka sejak dulu, karena itulah mereka cukup dekat dengan guru-guru yang ada di sekolah ini dan banyak juga orang disekolah yang mengenali mereka, begitu juga dengan rombongan kelas ku yaitu rombongan bang putra. Hanya aku, yudhi dan sedikit teman kelas ku yang lainnya yang ikut kedalam rombongan bang diwan dan bang fajri, ada banyak kelompok yang terbagi disini.

__ADS_1


Terkadang rombongan bang diwan menyatu dengan rombongan kelas ku yaitu rombongan bang putra, namun itu hanya sementara saja. Ada kalanya mereka bergabung dan ada juga tidak, meskipun begitu antara dua rombongan itu tidak pernah berselisih atau pun bermasalah karena orang-orang nya sangat menjalin kedekatan dari dulu meski berbeda rombongan. Tidak ada masalah bagi mereka meskipun aku, yudhi dan beberapa teman kelas ku yang lainnya untuk ikut di dalam kedua rombongan itu.


"eh abis ini kalian masuk kelas lagi?" tanya bang fajri.


"engga tau juga bang, emang kenapa bang?" yudhi menjawab dan kembali bertanya.


"ke rumah abang yudh, ngumpul kita kayak biasa."


"gimana jimm?" yudhi sedikit ragu dan bertanya kepada ku.


"yaudah ayok." aku menjawab tanpa berpikir panjang.


"nahh si diwan lagi di rumah kan, mungkin dia udah bangun." ucap bang fajri.


Aku mengurungkan niat ku yang tadi, yang awalnya masih meragukan untuk lanjut masuk kelas atau tidak. Sekarang aku lebih memilih pilihan yang baru aku dengar dari bang fajri, Disisi lain aku melihat yudhi yang masih ragu dengan pilihan ku untuk pergi bersama bang fajri kerumahnya dan terlihat juga yudhi sedang memikirkan sesuatu. Aku bisa merasakan nya dan terlihat juga dari raut wajahnya.


"kamu gimana yudh? ikut kan?" Aku bertanya dengan nada suara yang pelan.


"maaf jim, aku engga dulu deh."


"lahh kenapa sih yudh, engga biasanya kamu."


"males aja jimm, aku lanjut full aja..gapapa kok kamu kalau mau ikut bang fajri lanjut aja!"


"yaudah deh yudh, yakin kamu lanjut masuk kelas nanti sampai pulang?"

__ADS_1


"ya iyaa lah jimm."


Aku sudah berusaha untuk membujuk yudhi, namun tetap saja yudhi lebih memilih untuk tetap lanjut ke kelas.


__ADS_2