
Di perjalanan kami semua asik dengan tertawa bersama, bercanda dan merokok bersama. Waktu dan lelah nya berjalan tidak akan terasa jika kami selalu bersama.
Meskipun di saat-saat seperti ini aku tetap ingat dengan sekolahku dan juga orang tua ku, namun itu semua hanya sebentar saja dan hilang seketika, rasa cemas ku hanyalah sementara dan pikiranku tidak terlalu berlebihan. Aku benar-benar menikmati semuanya yang sedang aku lakukan, walaupun terlihat sangat buruk.
Berjalan kaki dari tempat sekolahku sedikit jauh untuk sampai kerumahnya bang fajri, tapi bukanlah masalah bagi kami karena kami sudah cukup terbiasa jika dilakukan bersama-sama.
Jalan yang kami lalui saat ini adalah jalan yang sering kami lalui biasanya dan saat di tengah-tengah perjalanan, bang fajri mengarahkan pandangannya dan berjalan kearah semak-semak belukar seorang diri. Aku tidak tau apa yang ingin dilakukan nya dan teman-teman ku hanya diam.
Aku melihat bang fajri memetik beberapa bunga dari sebuah tanaman yang mudah dijangkau dan sebelumnya aku juga sudah sering melihat tanaman itu, tapi aku masih penasaran untuk apa dia mengambil bunga itu. Tidak terlalu lama dia pun kembali ke arah kami, dan lalu bunga itu dimasukkan kedalam kantong plastik.
"ini bagus nihh, kita buat di rumah nanti." ucap bang fajri.
Di saat melanjutkan perjalanan aku spontan bertanya kepada bang fajri karena masih penasaran.
"itu buat apaan bang?" tanya ku kepada bang fajri.
"kamu belum tau jim? liat aja nanti di rumah abang buat, ini bunga jahat."
__ADS_1
Aku baru teringat, sebelumnya aku juga sudah pernah mendengar bahwa ada bunga yang bisa membuat mabuk lebih parah yaitu bunga jahat. Namun aku tidak pernah sadar bahwa bunga jahat yang dimaksud itu adalah bunga yang sering aku lihat dibeberapa tempat yang pernah aku lewati.
"oohh baru tau aku sekarang bang." ucap ku kepada bang fajri dengan sedikit tertawa. "tapi cuman dengar dengar aja sih gak sampai nyobain."
"nahh cobain nanti jim." balas bang fajri.
Sebelumnya aku memang tidak pernah berfikir untuk mencobanya, tapi karena ada kesempatan kali ini aku akan mencobanya, ditambah lagi karena aku baru tersadar bahwa itulah bunga yang dimaksud.
Saat ini aku juga penasaran bagaimana cara membuat nya, karena biasanya aku hanya meminum minuman beralkohol seperti beer dan yang lainnya. Diperjalanan aku masih berpikir pikir tentang bunga itu.
Dan tak berselang lama kami pun sampai di depan rumah bang fajri, aku juga melihat bang diwan yang sedang santai duduk di kursi depan rumahnya sembari menghisap rokok.
Aku dan yang lainnya hanya diam, kami tetap duduk istirahat karena sedikit kecapekan karena berjalan kaki tadi.
"kalian dari mana?" tanya bang diwan.
"biasa bang dari sekolah." jawab temanku.
__ADS_1
"baru bangun bang?" aku bertanya kepada bang diwan dengan sedikit tertawa.
"iya nih jimm baru bangun, ehh si yudhi mana jim?"
"masih disekolah bang, engga mau ikut katanya." jawab ku.
"lah kenapa?"
"males katanya bang."
"itu si fajri bawa apa barusan?" bang diwan kembali bertanya.
"hehe itu bang bunga jahat." teman ku langsung menjawab.
"serius? dapat dimana?"
"di jalan tadi bangg."
__ADS_1
"oohh ada ada ajaa kalian."