
🚩🚩🚩🚩⚠️Mohon perhatian kali ini bakalan banyak tayponya ya jadi hehe maklum⚠️Selamat membaca🚩🚩🚩🚩
1 Minggu kemudian karna kondisi psikis dari Yuvi masih terguncang kini yuvi masih dirawat di RS.
Maudy dan Ken melihat kondisi putrinya hatinya benar benar merasa hancur apalagi melihat sang putri hanya bisa menangis,berteriak histeris,bahkan tidak mau di dekati oleh siapapun kecuali Dea sebagai Dokter psikisnya
"Kenapa penyembuhannya lama Dea...hancur hatiku dea...hiks hiks hiks"Tangis maudy bersimpuh.
"Anak kalian sedang mengalami Gangguan psikologis akibat dari kekerasan *****al atau yang kita sebut Post sexu*l abuse, antara lain: tidak mampu mempercayai orang lain, takut atau khawatir dalam berhubungan sek*ual, depresi, perilaku merusak diri sendiri,merasa harga diri rendah, merasa berdosa, marah, menyendiri, tidak mau bergaul"Jelas Dea
"Berikan Dukungan dan Doa ya,aku hanya bisa membantu melalu obat penenang"Ucap Dea ikut bersimpuh mensejajarkan maudy yang bersimpuh di hadapannya
"Aku ingin bicara dengannya"Ucap Maudy
"Silakan tapi jangan paksakan ya..takutnya itu memperparah keadaan"Ucap Dea
"Hem baiklah"Ucap Maudy tersenyum
Akhirnya Ken,Yovi,dan Maudy ditemani Dea masuk menuju ruang Yuvi
"Sayang....Hiks hiks hiks jangan siksa Mami sayang....mami tidak kuat melihat mu seperti ini"Tangis maudy kembali bersimpuh memohon pada Yuvi.Yuvi yang berada di jendela menatap kosong lantai bawah dengan air mata perlahan menoleh ke arah sang mami yang tengah bersimpuh
"Huaaa....mami....jangan bengini yuvi hiks hiks hiks...K o t o r...."Lirih yuvi ikut bersimpuh
"Sayang....mami mohon berhenti menyalahkan dirimu nak"Ucap Maudy menggelengkan kepala sembari menangis dan mengusap air mata Yuvi.
"Mami....Yuvi kangen,Yuvi minta maaf kalau yuvi banyak salah sama mami ya hiks hiks hiks"Ucap Yuvi
"Eng Enggak sayang yuvi anak mami yang baik...yuvi sayang mami kan..?Boleh mami mintak satu hal?"Tanya Maudy membuat Yuvi mengangguk cepat
"Cepat sembuh ya nak"Pinta Maudy sementara Yuvi hanya tersenyum
"Papi...maafin Yuvi ya....yuvi buat papi sedih dan kecewa"Ucap yuvi menghampiri papinya yang berada di dekat pintu yang tengah menatap sendu manik mata sang putri
"Dak sayang...Yuvi dengar papi seburuk apapun masalah jangan dipendam Sayang...apapun yang terjadi jadi sama Yuvi...Yuvi toh tetap darah dangin papi nak"Jelas Ken sambil menangis lirih.
__ADS_1
"Papi...Mami,Kakak boleh tidak kita pergi ke taman festival bersama sama?"Tanya Yuvi membuat semua bingung
"Boleh sayang..makanya cepat sembuh bidadarinya papi"Ucap Ken mencubit hidung yuvi
"Sekarang ya"Pinta Yuvi
"Tapi Yuvi masih sakit"Ucap sang papi memeriksa suhu tubuh yuvi yang masih panas.
"Please kalau begitu..yuvi gak mau sembuh hils hiks hiks KAlian Jaahattttt"Teriak Yuvi
"Baiklah...kita pergi ya"Ucap Ken
"Tapi Mom harus ikut ya...kalau tidak gak boleh...karna kamu harus dalam pengawasan mommy"Ucap dea
"Hemmm"Ucap Yuvi mengangguk
Akhirnya mereka semua pergi bersama sama sementara dea hanya mengawasi dari jauh...karna Yuvi butuhkan Family Time.
Nampak raut kebahagiaan terpancar di wajah yuvi membuat Yovi dan Orang tua mereka bahagia pasalnya hal ini jarang terjadi.
"Seneng mi...makasi ya...mami,papi,kakak"Ucap Yuvi memeluk mereka
"Yuk kita fotoan"Ucap Yovi
"Ayooooooo"Semangat yuvi membuat semua tertawa
"Mami,Papi habis ini beliin yuvi Blackberry Cup cake sama Honey Lemon tea yaaa oh ya jangan lupa ice cream coklat"Pinta yuvi
"Oke sayang...."Ucap Ken dan maudy
"Kakak nanti minta skincare sama makeup buat kado ultah"Pinta Yuvi
"Ck dek dek kamu kan bisa beli sendiri..."Goda Yovi
"Aku mau dibeliin kakak please"Pinta yuvi memohon
__ADS_1
"Okey"Ucap Yovi gemas melihat tingkah sang adik yang tidak biasa
Saat nampak banyak orang berkumpul mendekat membuat Yuvi histeris
"PERGIIIIIIII"Teriak histeris Yuvi membuat dea berlari termasuk keluarga Arbarta
"Jangan men dekaaatttttt!!!!"Bentak Yuvi mengarahkan ranting pohon kepada banyak orang membuat yang lainya histeris
Akhirnya karna capek teriak Yuvi tumbang dan pingsan membuat dea segera menghampirinya,Melihat tangan yuvi berdarah karna memegang ranting pohon berduri dengan sangat kuat.
"Sayang... "Teriak Maudy menghampiri putrinya yang pingsan
"Brankar"Teriak Dea setelah memberi obat penenang
Dea di dalam ambulance diikuti keluarga Arbarta menuju je Rs untuk penanganan Yuvi.Setelah sampai di rumah sakit dea langsung memeriksa
.
.
.
.
.
Ayo kira kira kenapa ya si yuvi??
.
.
.
TBC Hallo ingat ya berkomentar yang bijak,Boleh ngasih saran dan Kritik ingat juga bahasanya ya,Author akan terima semua Kritik saran yang baik dan pasti aku jadiin referensi,Kalau ada salah kata dan penulisan Maaf ya 🖤🔊Author cuman manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah hehehe lebay kan😉🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Jangan Lupa berdoa dan jadilah Pribadi yang lebih baik😘😘😘