
Setelah Meeting sesuai instruksi dari Arga Brayen diantar menuju ruang Arga.
"Siang....Kk Luis"Sapa Marsha dengan senyuman di depan ruang Arga karna kebetulan meja Marsha ada di depan ruang Arga.
"Siang sa.."Sapa Luis
Brayen terus menatap Marsha dengan senyuman penuh arti,Sementara Marsha menjadi Risih.
"*Cantik.."Batin Brayen
"Ni orang nantangin gue"Batin Marsha
"Gilak kenapa suasana jadi panas"Batin Luis melihat tatapan tajam Marsha ke Brayen*
"Apa liat liat...Belum pernah gue congkel tu mata"Ucap Marsha dengan ketus
"Ngapain Lu Kesini Hah??"Tanya Marsha lagi
"Iya aku mau Makan bareng kamu"Ucap Brayen dengan bodohnya
"puft....."Luis menahan tawanya
"What!!!"Ucap Marsha
"Iya Kamu Cantik"Ucap Brayen belum sadar
"Ni orang gilak....Gue gak ada ngajakin lu...Nanya apa jawab apa cobak"Ketus Marsha
"Iya Sayang.."Ucap Brayen masih belum sadar
Bruk....Satu buku besar semacam Buku Legenda mendarat di kepala Brayen sementara Luis menghindar agar tidak ikut terkena buku.
__ADS_1
"au......Sakit"Keluh Brayen mengelus kepalanya yang benjol
"Udah sadar lu hah...."Ucap Marsha lalu masuk ke ruangan kk iparnya membawa berkas
"Emang apa yang gue lakuin"Guman Brayen bingung
"Anda mengucap Ingin makan bersama Nona Marsha padahal Nona menanyakan untuk apa anda kemari anda malah jawab begitu,Lalu nona Marsha marah anda jawab iya sayang lalu mendaratlah buku tepat di landasan"Ejek Luis sambil menerangkan.
"Gilak lu pikir kepala gue ini bandara"Ucap Brayen mengingat kebodohannya.
"Gilak mau taruh mana muka gue"Batin Brayen
"Emang luas gak ada bedanya"Ejek Luis lalu mengetok pintu
Tok Tok Tok
"Masuk"Ucap Arga
Brayen dan Luis masuk bersamaan.Mata Brayen langsung tertuju pada Marsha yang ada di sofa sedangkan Arga ada di Kursi Kebesarannya. Sedangkan Marsha tetap Fokus pada laptop dan Arga Fokus pada kening Brayen yang menunjukan benjolan.
"Nyium Buku boss"Ucap Luis menahan tawa
Namun Brayen tidak perduli dan memilih duduk di hadapan Marsha.
"Woy....ngapain lu sini"Ucap Marsha dengan ketus.
"Lah emang kenapa ini kan tempat sahabat gue" Ucap Brayen
📌Catatan dulu Brayen,Luis,Ziko,dan Arga itu Sahabat ya cuma Brayen keluar dengan dendam karena July lebih memilih Arga,Terlebih lagi ada Saat kabar kematian July direkayasa oleh Anya dan membuat hubungan persahabatan mereka jadi rusak dan penuh dendam📌
"Cih Sahabat...Sahabat gak akan pernah buat sahabatnya menderita"Ejek Marsha dengan ketus tanpa menoleh
__ADS_1
"Cantik"Guman Brayen didengar oleh arga dan luis yang saling tatap
"Hem Pluk..."Ucap Arga sambil melempar buku
"Awwww"Keluh Braywn yang kini terdapat dua benjolan kiri kanan di keningnya.
"Hahaha kak luis lepat juga biar ada tiga telor di keningnya"Ejek Marsha
"Kamu...."Ucap Brayen
"Udah udah"Ucap Brayen ikut duduk di sofa.
"Langsung To the poin....gue mau ngajak lu untuk kerja sama menghancurkan Wanita ular itu,Maunya sih gue sendiri cuma...gak adil dong soalnya gue tau elu"Ucap Arga
"Oke Lu memang pengertian....Gara gara dia persahabatan kita jadi berantakan kita harus susun rencana untuk tangkep tu ular,dan Gue minta maaf selama 2 tahun ini udah buat kalian kecewa dan sempat nyakitin keluarga lu"Ucap Brayen
"Udah lah gue juga udah maafin lu,Kita akan balas dendam barengan....gue andalain lu dalam hal ini"Ucap arga memeluk Brayen
Tiba tiba terdengar suara dari arah pintu
"Wah wah Wah.....ngak ngajak ngajak nih..."Ucap seorang laki laki yang tak lain adalah Ziko.
"Sayang....."Ucap Dea yang datang bersama Ziko dan Vina.
.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC Hallo ingat ya berkomentar yang bijak,Boleh ngasih saran dan Kritik ingat juga bahasanya ya,Author akan terima semua Kritik saran yang baik dan pasti aku jadiin referensi,Kalau ada salah kata dan penulisan Maaf ya 🖤🔊Author cuman manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah hehehe lebay kan😉🙏🏻🙏🏻*