Dokter Sekolah Berkemampuan Tembus Pandang

Dokter Sekolah Berkemampuan Tembus Pandang
Bab 1 Kemampuan Tembus Pandang


__ADS_3

Duh, sakit banget ini kepala!


Hans perlahan-lahan bangun, tapi dia merasa tidak nyaman karena kepala yang sakit!


“Kamu sudah bangun?”


Tiba-tiba terdengar suara seorang gadis, seperti halusinasi, juga seolah-olah dekat di telinga, tapi seolah-olah jauh di sana.


Pelan-pelan membuka mata sehingga pemandangan di depan pelan-pelan jelas dan ada seorang wanita cantik dengan temperamen dewasa muncul di depannya.


Wanita cantik ini sedang mendekatinya, juga menatapnya dari dekat dan berekspresi senang.


Dia tampak seperti baru berusia dua puluh lima atau enam belas tahun. Dia memiliki wajah tirus yang sesuai standar, kulit putih serta halus dan sangat elastisitas. Di bawah alis itu ada sepasang mata besar yang menawan dan rambut cantik yang dicat itu diikat tinggi. Penampilannya sangat cantik dan dewasa, sehingga membuat hati orang berdebar.


Wah, wanita itu benar-benar cantik!


Hans memujinya secara diam-diam, tetapi matanya terus melihat ke bagian lain dari wanita muda itu...


Namun, penemuan berikutnya mengejutkan Hans, oh tidak, wanita muda ini tidak mengenakan pakaian apa pun!


Hans tidak bisa menahan diri untuk menelan air liur, lalu menatap sepasang payudaranya dengan lapar!


Jika diperkirakan dengan mata, setidaknya ukuran dia adalah 36 D, benar-benar bentuk tubuh yang sempurna!


Langit dan bumi bisa membuktikan bahwa dia berkata jujur. Pertama kalinya melihat wanita cantik sepertinya, jadi mungkinkah Hans melepaskan kesempatan sebaik ini?


Seketika Hans bereaksi dan dia ingin segera menjatuhkan wanita di depannya.


Sayangnya, entah mengapa sepasang matanya tiba-tiba mulai sakit. Wanita cantik berkulit putih di depannya pelan-pelan ditutupi oleh pakaian dalam, ****** *****, lalu kemeja renda putih dan akhirnya menjadi setelan jas wanita.


Apa yang terjadi?

__ADS_1


Hans mengucek mata, tapi dia sangat kecewa karena kemampuan dapat melihat menebus pandang itu tidak muncul lagi.


“Tuan, Tuan, kenapa denganmu? Apa kamu baik-baik saja? Ahhh! A… apa yang kamu lihat? Pria genit!”


Wanita cantik itu melihat dia menatap payudaranya, jadi wajahnya memerah seperti apel merah yang matang, dia lekas mundur ke belakang, lalu menggunakan sepasang tangan menutup dadanya sendiri dan sepasang mata yang menawan itu penuh rasa marah.


Hans pelan-pelan sadar, tapi hatinya berdebar ketika melihat tampak wanita cantik itu yang menawan. Wah, benar-benar cantik, walaupun sedang marah tetap terlihat menggoda.


“Uhuk uhuk…”


Hans berbatuk, tapi wajahnya tidak ada ekspresi canggung, hanya berkata, “Maaf, maaf, Nona cantik, siapa kamu? Sepertinya aku tidak mengenalmu, kan?”


Dia secara naluriah melihat sekeliling ketika berbicara, terdapat empat tempat tidur, ini adalah bangsal rumah sakit.


Sedangkan dirinya sedang berbaring di tempat tidur rumah sakit.


“Apakah kamu benar-benar tidak ingat?” wanita cantik itu berkata dengan kaget, seolah-olah sudah melupakan kemarahan tadi.


Melihat dandanan wanita cantik ini, Hans merasa sedikit familiar, jadi tiba-tiba tercengang, “Apakah kamu yang menabrak aku?”


“Sepertinya kamu sudah ingat, aku kira kamu amnesia, bikin kaget saja.” wanita cantik itu menepuk dada dan menghela nafas lega.


Hans memikirkan banyak hal ketika melihat tangannya menepuk dada montok itu, lalu nafsu yang hilang itu kembali lagi.


Wanita cantik itu tidak tahu jika pemikirannya begitu genit, malah menyalahkan diri sendiri, “Tuan, namaku adalah Victoria Sentosa. Aku benar-benar minta maaf, aku mengendarai mobil dengan tidak hati-hati sehingga menabrakmu sampai terluka. Kamu jangan khawatir, aku akan bertanggung jawab. Di sini adalah rumah sakit Universitas Indonesia, aku sudah meminta dokter memeriksa, katanya luka di tubuhmu tidak parah, namun aku bersedia memberi kompensasi kerusakan mentalmu senilai dua ratus juta…”


Kompensasi kerusakan mental senilai dua ratus juta? Wanita ini benar-benar murah hati! Apakah dia adalah wanita kaya yang legendaris?


Mata Hans langsung berbinar, teringat akan Bella pacarnya yang selalu merendahkannya karena dirinya miskin, lalu beberapa saat ini dia minta putus hubungan. Jika mendapatkan kompensasi kerusakan mental senilai dua ratus juta ini, apakah bisa mengembalikan hati pacarnya?


Dalam hati Hans merasa hangat ketika teringat pada Bella pacarnya.

__ADS_1


Setelah dia dan Bella tamat SMA, mereka memutuskan untuk berpacaran. Karena mereka berada di tempat yang berbeda, jadi mereka menjalin hubungan jarak jauh selama studi sarjana empat tahun.


Bella sangat cantik, juga memiliki bentuk tubuh yang bagus, meskipun dia tidak mencapai tingkat wanita tercantik di sekolah, tapi ada banyak pria yang menyukainya.


Ketika tamat SMA, dia berusaha sangat keras, juga bertahan selama liburan musim panas, akhirnya dia mendapatkan Bella dan waktu itu semua teman SMA-nya sangat iri padanya.


Sekarang dia telah lulus, sedangkan Bella akan terus bersekolah untuk pascasarjana. Untuk tetap bersama, dia berencana datang ke Kota Jakarta untuk mencari pekerjaan, tetapi tidak disangka pacarnya tidak setuju, mengatakan bahwa keluarganya sangat miskin, jika dia datang ke Kota Jakarta mungkin tidak sanggup menyewa rumah dan mengancam akan putus dengan dirinya.


Oleh karena itu, dia sangat senang ketika Victoria yang menabraknya dan mengatakan dia akan membayar dua ratus juta sebagai kompensasi kerusakan mental!


Tapi, tubuhnya tidak apa-apa sekarang, jika menerima uang dua ratus juta untuk kompensasi kerusakan mental, maka dia terlihat keterlaluan sekali.


Hans melambaikan tangan ketika memikirkan hal itu, “Sudahlah, Nona cantik, aku percaya bahwa kamu tidak sengaja menabrakku, benarkan? Lagi pula aku baik-baik saja, jadi aku tidak menginginkan kompensasi kerusakan mental itu.”


Victoria kaget, karena setahunya pemuda yang mengenakan pakaian biasa seperti Hans matanya akan berbinar ketika menyebut uang, juga ingin lekas mendapatkannya, tapi Hans ini malah menolak.


Tapi, sikap Hans ini membuat dia merasa kagum.


Tentu saja, rasa kagum itu berkurang karena dirinya yang genit tadi.


“Tuan, kamu orang yang sangat jujur, tapi aku tetap harus memberi kompensasi senilai dua ratus juta itu, kalau tidak, aku akan khawatir!” ujar Victoria dengan mengerutkan kening.


“Nona cantik, aku sudah bilang bahwa aku tidak menginginkan kompensasi kerusakan mental itu, kamu sebaiknya simpan saja.”


“Tapi…”


Tepat ketika mereka tidak ada yang mengalah, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang familiar bagi Hans, “Hans, apakah kamu gila?! Mengapa kamu tidak tinggal di kota-mu itu, untuk apa kamu datang ke Jakarta? Bukankah aku sudah mengatakan padamu kita putus?! Apa kamu tidak mengerti putus?”


Wajah Hans menjadi dingin dan menatap wanita yang berdiri di hadapannya dengan sakit hati!


Benar, wanita itu adalah pacarnya Bella yang telah berpacaran jarak jauh selama empat tahun.

__ADS_1


__ADS_2