Dokter Sekolah Berkemampuan Tembus Pandang

Dokter Sekolah Berkemampuan Tembus Pandang
Bab 2 Dirut yang Cantik


__ADS_3

Hans mengerutkan dahi, kapan dia belajar mengucapkan kata kasar? Di mana sikap sopannya dulu?


“Bella, tidak mudah bagi kita yang berpacaran jarak jauh ini, mengapa kamu mengatakan putus dengan mudah?”


“Mengapa? Hans, kamu tidak merasa malu menanyaiku alasannya? Kita mulai pacaran sejak tamat SMA, tapi apa yang kamu berikan dalam empat tahun ini? Apa yang bisa kamu berikan padaku? Biasanya memintamu membelikanku tas, tapi kamu sangat pelit, menghabiskan uang jutaan-mu saja kamu merasa sakit hati, aku bahkan belum memintamu mengeluarkan uang ratusan juta!”


Hans tidak percaya dengan apa yang didengarnya, apakah ini masih pacar yang dirinya kenal? Mengapa dia berubah menjadi materialistis?


Tapi, dia tidak tega membiarkan hubungan pacaran jarak jauh ini berakhir begitu saja, jadi dia berkata dengan menahan emosi, “Bella, aku akan berusaha, kali ini aku datang ke Kota Jakarta untuk mencari pekerjaan tetap yang bergaji tinggi di rumah sakit besar, kelak aku akan membuatmu melewati hidup yang baik…”


Bella berkata dengan menghina, “Sudahlah, Hans, aku tidak tahu sudah berapa kali kamu mengatakan omong kosong ini, aku sudah bosan mendengarnya. Kamu hanya sarjana tingkat dua, beraninya kamu berharap mendapatkan pekerjaan tetap bergaji tinggi di perusahaan besar Kota Jakarta? Jangan bermimpi, kamu hanya pria tak berguna!”


Pria tak berguna? Apakah aku adalah pria tak berguna?


Hati Hans meneteskan darah, pacarnya menghina dirinya adalah pria tak berguna di depan orang lain!


“Aku akan jujur padamu, aku sudah menjadi pacar orang lain, kondisi orang itu juga lebih baik darimu, dia punya mobil dan rumah di pusat Kota Jakarta. Kamu tahu berapa harga kalungku ini? Aku beritahu ya, meskipun kamu jual ginjal sekalipun juga tidak akan sanggup membelinya!”


“Oh iya, pacar baruku telah berjanji akan membelikan sebuah rumah untukku di pinggir kota, dan satu mobil Audi, meskipun kelak aku akan putus dengannya, juga tidak apa-apa, karena aku punya rumah, jadi aku bisa bertahan hidup di Kota Jakarta dan melewati seumur hidupku dengan nyaman…”


“Cukup!”


Hans tidak sanggup mendengarnya lagi, dia langsung berteriak, “Baiklah kita putus saja, apa hebatnya? Kamu dari dulu sampai sekarang adalah seorang wanita matre! Lihat sikapmu sekarang, dandananmu yang seperti hantu, lalu pakaian yang seksi itu, dari tampilan ini terlihat jelas bahwa kamu adalah orang ketiga, apa kamu kira aku bersedia bersamamu?”


“Kamu…”


“Ada apa denganku? Apa ucapanku salah? Dengan penampilanmu ini, hanya aku yang menganggapmu sebagai kesayangan, apa kamu kira para pria itu benar-benar mengakuimu? Janganlah bermimpi, mereka hanya menginginkan tubuhmu saja. Tunggu kamu sudah tua, siapa yang akan menyukaimu?”


“Beraninya kamu mengutukku?” Bella berkata dengan marah.


Hans turun dari tempat tidur, lalu menatap Bella dengan tawa dingin, “Iya, apa yang bisa kamu lakukan jika aku mengutukmu? Putus ya putus, lagi pula aku tidak rugi, setidaknya kita sudah melakukan percintaan beberapa kali, kamu hanya barang bekas, kelak hanya bisa mencari orang yang jujur untuk menikah denganmu.”

__ADS_1


“Apa? Barang bekas?” Bella sangat marah.


“Keluar kamu, aku tidak ingin melihat wanita matre semacam kamu, kelak kamu menjalani hidupmu sendiri dan aku menjalani hidupku sendiri!”


Bella tidak menyangka Hans yang selalu menyayanginya bisa menjadi begitu kejam, dia ingin memarahinya, tapi entah apa yang harus dikatakan, hanya bisa menghentakkan kaki dan pergi.


Setelah Bella pergi, ekspresi Hans menjadi sedih, bagaimanapun dia pernah sepenuh hatinya fokus pada hubungan ini, tidak disangka akan berakhir seperti ini.


Victoria tidak tahu bagaimana membujuknya ketika melihat ekspresinya yang sedih, hanya bisa berkata, “Hans, tidak ada gunanya sedih demi wanita seperti itu, kamu jangan marah lagi.”


Hans menengadahkan kepala, lalu tertawa haha, “Sedih deminya? Bagaimana mungkin aku sedih deminya? Beberapa bulan ini, dia terus-menerus minta putus padaku, aku juga sudah lelah dibuat olehnya. Ada baiknya jika sekarang putus, aku juga sudah bebas.”


Victoria tertawa seperti bunga yang mekar, “Baiklah, aku khawatir kamu berpikiran negatif.”


Hans menggelengkan kepala, “Aish, meskipun berkata seperti itu, tapi aku masih merasa sedih.”


Victoria menganggukkan kepala dan tiba-tiba bertanya, “Apa rencanamu selanjutnya?”


Victoria berkata, “Ba… bagaimana jika kamu bekerja di Rumah Sakit Universitas Indonesia? Aku akan mengaturnya.”


Hans terkejut, “Kamu membantuku mengaturnya? Apa kamu punya hak itu?”


Victoria tertawa, “Aku adalah kepala sekolah Universitas Indonesia, juga Dirut baru, menurutmu apa aku punya hak ini?”


Dirut baru? Dia adalah bos di Universitas Indonesia!


Hans terkejut, bisa-bisanya wanita cantik yang lemah lembut ini menjadi Dirut Universitas Indonesia?! Dirut cantik, hanya dipikirkan saja, sudah merasa menggoda!


“Pacar sudah tidak ada, untuk apa aku berada di Kota Jakarta? Lagi pula aku tidak familiar terhadap tempat ini.” Hans menggelengkan kepala.


“Apakah kamu tidak ingin sukses? Apa kamu tidak ingin membuat prestasi di sini agar mantan pacarmu menyesal?” Victoria tersenyum.

__ADS_1


Membiarkan mantan pacar menyesal?!


Mata Hans langsung berbinar, benar, aku menghabiskan begitu banyak energi untuk melindungi cinta ini, tapi malah mendapatkan hasil seperti ini. Jika dirinya tidak sukses, tidak membuat prestasi agar membuat Bella menyesal, maka dia akan mengecewakan diri sendiri.


Hans melakukan keputusan ketika memikirkan hal itu, “Baik, aku akan mendengarkanmu.”


Kemudian, Victoria menelepon Kepala Sekolah Darwin di Universitas Indonesia dan bersiap mengatakan masalah merekrut Hans.


Kepala Sekolah Darwin tentu saja tidak akan menyinggung dirut yang baru naik jabatan dan menyatakan dirinya akan segera mengaturnya.


Tidak lama, pihak rumah sakit universitas mengirim seorang dokter wanita kemari.


Dokter wanita ini baru berusia dua puluh tiga atau empat tahun. Dia sangat cantik, juga memiliki raut wajah yang sempurna serta memakai kacamata yang berbingkai tipis. Bentuk wajahnya V, alis willow, rambut juga diikat. Meskipun mantel putih itu menutupnya dari ujung kepala sampai ujung kaki, tapi dia masih bisa melihat bentuk tubuh indah dan cantik di dalam mantel itu melalui pandangan yang samar.


Oh Tuhan, bisa-bisanya Rumah Sakit Universitas Indonesia kecil ini memiliki wanita cantik semacam ini dan dapat bersaing dengan Dirut Victoria yang cantik ini!


Mata Hans menjadi cerah.


Tidak lama, dia menghela nafas dengan diam-diam,  mau wanita cantik atau wanita sempurna, pasti tidak akan ada jodoh dengan orang miskin semacam dia!


“Hans, ini adalah Dokter Cindy, Cindy Lestari. Dia baru saja memeriksa lukamu. Sekarang kamu mengikutinya untuk membuat prosedur pekerjaan.” Victoria selesai berbicara, langsung pergi dengan alasan tertentu.


“Ikutlah denganku.” ucap Cindy.


“Baik, Dokter Cindy.”


Dalam hati Hans berdebar cepat ketika melihat dia berjalan pelan dengan sikap yang anggun, serta pantat yang lenggak-lenggok itu. Jika dulunya dia sedikit menolak untuk bekerja di rumah sakit universitas, maka sekarang dia tidak memiliki pemikiran seperti itu.


Meskipun dirinya adalah bocah miskin, juga tidak mungkin mendapatkan wanita cantik, tapi dia pasti sangat senang jika bisa melihat wanita cantik.


Tapi, dia tidak tahu bahwa dalam hati Cindy saat ini sangat memandang rendah pria yang mengandalkan wanita untuk naik jabatan. Dia baru saja lulus dari universitas, tapi dengan mudah memasuki Rumah Sakit Universitas Indonesia, juga diperlakukan dengan baik, benar-benar pria yang mengandalkan wanita!

__ADS_1


__ADS_2