Dokter Sekolah Berkemampuan Tembus Pandang

Dokter Sekolah Berkemampuan Tembus Pandang
Bab 22 Penyakit Aneh


__ADS_3

Hans mengambil kunci itu, saat ini Kesya bertanya lagi, “Paman, apakah kamu membawa banyak pakaian?”


“Banyak.”


“Kalau begitu kamu boleh menggunakan setengah lemariku.” Ucap Kesya sambil memindahkan bajunya ke samping.


Hans melirik ke dalam, tapi dia hampir mimisan, ternyata rak di bawah gantungan baju penuh dengan bra serta ****** ***** yang warna-warni.


Kesya tiba-tiba mendekatinya ketika melihat ekspresi kagetnya, lalu wajah cantik itu tersenyum, “Paman, apakah kamu berpikir negatif?”


“Bruk—”


Hans tidak tahan menyemburkan ludah, “Aku pertama kali bertemu dengan kucing liar sepertimu, benar-benar liar, apa Ibumu tahu?”


Meskipun tubuh bagian bawahnya sudah bereaksi, tapi Hans menahannya dengan kuat, lalu berkata dengan kesal, “Minggir, jangan menganggap aku begitu cabul.”


Kesya tertawa, seolah-olah ada hal yang menarik jika melihat tampak dia kesal.


Setelah itu, Kesya mengosongkan salah satu tempat gantungan baju, lalu memindahkan bajunya ke tempat gantung baju lain, baru berkata, “Paman, aku sudah meluangkan tempat gantungan baju, kamu bisa menggunakannya, aku percaya itu cukup untuk menaruh satu koper bajumu.”


Hans menganggukkan kepala, tiba-tiba mengerutkan dahi sambil berkata, “Apa kamu tidak mengambil bra dan celana dalammu?”


Kesya memiringkan kepalanya untuk berpikir, lalu berkata dengan senyum, “Bukankah kamu sangat serius tadi? Aku percaya Paman tidak akan melakukan hal yang begitu cabul, jadi aku tidak mengambilnya.”


Iblis ini pasti sengaja menggunakan ini untuk merayuku!


Hans sangat kesal, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apanya padanya saat ini, jadi hanya bisa dalam hati berpikir, gadis, sebaiknya jangan membiarkan kakak menemukan pakaian dalam erotis di dalam kamarmu!


Selanjutnya, Hans mulai membereskan kopernya, dia mengeluarkan baju, celana, kaos kaki dan sepatu dari kopernya, lalu meletakkan ke dalam lemari. Sedangkan beberapa buku profesional medis, sertifikat kelulusan, sertifikat gelar dan lainnya, diletakkan oleh Kesya di meja bawah tempat tidur.


Tempat tidur ini adalah tempat tidur tinggi multifungsi kayu solid, tidur di atas dan belajar  di bawah, sangat praktis dan nyaman.


Hans baru saja menggantung selesai bajunya, tiba-tiba Kesya berkata, “Paman, tidak disangka pacarmu sangat cantik.”

__ADS_1


Aku sudah diputuskan, bagaimana ada pacar?


Hans terkejut sejenak, lalu menolehkan kepala untuk melihat bingkai foto yang dia pedang, itu adalah foto dia dan Bella dulunya.


Hati Hans merasa sakit ketika melihat foto mantan pacar, jadi dia berjalan ke depan untuk mengambil bingkai foto itu dari tangan Kesya, lalu mengambil foto di dalam bingkai foto ini, kemudian mengoyak bagian Bella sampai berkeping-keling.


“Paman, ngapain kamu merobek foto yang bagus itu?” Kesya terkejut.


“Aku sudah tidak ada hubungan dengannya, jika tidak dikoyak, apakah mau disimpan?” Selesai Hans berbicara, dia meletakkan foto dirinya yang tidak berekspresi ke bingkai foto itu.


Kesya berpikir, tiba-tiba tertawa, “Paman, benar-benar tidak menyangka bahwa kamu ada kisah yang sangat sedih, bisakah kamu katakan? Biar aku senang.”


“Membosankan.” Hans mengabaikan dia.


“Tidak apa-apa, Paman, aku mengenal banyak wanita cantik, nanti aku bisa memperkenalkan mereka padamu, lalu kamu bisa memilih sesuka hatimu.” Ujar Kesya dengan senyum.


“Sudahlah, aku bisa mempertimbangkan jika kamu memperkenalkan dirimu padaku.” Hans tersenyum.


“Boleh.”


Hans benar-benar tak berdaya, awalnya ingin mempertimbangkan gadis ini, tapi sekarang dia ada niat mencekik matinya.


Dia benar-benar tidak bisa menaklukkan wanita semacam ini.


Kesya tertawa senang ketika melihat ekspresinya yang dingin bahkan sangat diam, “Kenapa? Apa Paman takut? Jangan bilang aku tidak memberimu kesempatan.”


Hans menatapnya dengan tak berdaya, “Membosankan, kakak tidak takut, hanya saja kakak tidak tertarik dengan gadis sepertimu, tunggu kamu tumbuh dewasa lagi, baru katakan.”


“Haha, Paman kebohonganmu ini benar-benar rendah.” Kesya tidak percaya, malah berdiri tegak, lalu berkata dengan senyum, “Paman, apa kamu berani mengatakan kamu tidak tertarik padaku?”


Hans merasa malu karena dia mengetahui niatnya, gadis ini benar-benar pintar, tidak bisa ditakut-takuti!


Saat ini, terdengar suara teriakan dari luar.

__ADS_1


Ekspresi Kesya langsung berubah, dia lekas membuka pintu, “Meli sudah bangun, aku melihatnya dulu, Paman kamu merapikan barangmu dulu.”


Selesai bicara, dia pun pergi dengan tergesa-gesa.


Hans menjawab iya, lalu meletakkan kopernya di bawah tempat tidur, tiba-tiba terdengar suara jeritan Kesya, “Paman, cepat kemari, Meli sudah gila… ahhh! Tolong!”


Akhirnya terdengar suara jeritan dan suara minta tolong Kesya.


Hans tidak berani menunda, dia lekas berlari ke sana, tetapi hanya melihat wanita yang mengenakan baju tidur berpola bunga, rambut sedikit acak di dalam kamar. Dia membelakanginya, namun dia sedang menimpa Kesya di tempat tidur dan sepasang tangannya mencekik leher Kesya dengan ekspresi galak.


Wanita ini pasti adalah Meli Liam.


Hanya saja yang membuat dia tidak menyangka adalah, bisa-bisanya dia ingin mencekik leher teman baik sendiri.


“Hentikan!”


Hans terkejut, bergegas berjalan ke depan untuk memegang pinggangnya, lalu bersiap memindahkannya, tapi ada sebuah pikiran melintas di benaknya ketika sepasang tangannya memegang pinggangnya.


Pinggang yang langsing dan lembut!


Namun, Hans tidak berpikir banyak, karena yang paling penting adalah menolong orang. Dia mencoba memindahkan Meli dengan kuat, tidak disangka Meli tetap diam di sana!


Hans terkejut, dalam hati berkata energi Meli ini sangat besar, sehingga dirinya tidak bisa memindahkannya!


Hans langsung menggunakan energi umur panjangnya untuk menambah kekuatan tangannya, lalu memindahkan Meli dari tubuh Kesya!


Kesya terselamatkan, lalu duduk tegak di tempat tidur untuk bernafas, tapi tampaknya masih sangat takut sehingga sepasang dadanya terus bergetar dengan kuat dan membuat orang tersentuh.


“Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Hans.


“Tidak apa-apa.” Kesya menggelengkan kepala, tiba-tiba berekspresi takut lagi, “Paman, hati-hati.”


Hans menolehkan kepala untuk melihat, tetapi malah melihat wajah Meli yang kurus berubah menjadi mengerikan, awalnya sepasang mata ini sangat menawan, tapi saat ini memancarkan rasa ingin membunuh, seolah-olah ingin menelan dirinya hidup-hidup.

__ADS_1


Hans merasa merinding, astaga, penyakit aneh apa yang diderita Meli ini? Mengapa terlihat sangat mengerikan?


__ADS_2