Dokter Sekolah Berkemampuan Tembus Pandang

Dokter Sekolah Berkemampuan Tembus Pandang
Bab 10 Aku Tidak Mau Pergi!


__ADS_3

Hanya dalam sekejap saja, badan Rendy sudah di cakar-cakar Sherly hingga penuh dengan luka, namun yang paling membuat dia tersiksa adalah dia tidak boleh melakukan perlawanan apapun.


Walaupun Anton terlihat lebih tenang, tapi tampaknya yang terlihat marah itu seperti ingin menelan bajingan ini hidup-hidup.


Rendy menutup wajahnya dengan kedua tangannya, dia ingin menangis namun tidak ada air mata yang keluar, saat dia menatap ke arah Anton dan merasakan pandangan matanya yang penuh dengan hawa membunuh, jadi dia berkata dengan terburu-buru, “Aku... aku akan menusuk jarum akupuntur itu kembali seperti semula.”


Walaupun dia seorang dokter bedah, tapi dia sedikit paham terhadap teknik akupuntur, jadi dia percaya dia dapat menusuk kembali tepat pada titik akupuntur itu, lalu akan membuat kondisi putra CEO Anton menjadi lebih baik.


Tapi, kenyataannya dia seperti sedang bercanda.


Setelah dia menusukkan jarum akupuntur itu ke posisi semula, kondisi putra CEO Anton tidak tampak lebih baik, bahkan semakin memburuk, bukan hanya mulutnya mengeluarkan darah, bahkan ada darah yang keluar dari lubang hidungnya.


Astaga, kali ini tamatlah riwayatku!


Rendy tampak kelabakan dan berkeringat dingin, tangannya gemetaran sampai tidak terkontrol,  apa yang terjadi? Padahal dia telah menusuk jarum dengan cara yang sama di posisi yang sama juga, kenapa Hans bisa berhasil, tapi yang dia lakukan justru tidak menunjukkan reaksi yang baik?


Pada saat ini, salah seorang suster tiba-tiba mengatakan, “Tampaknya hanya bisa meminta Dokter Hans datang ke sini.”


Anton baru menyadari, dia melihat ke arah Rendy sambil berteriak, “Dokter tidak berguna, kenapa masih berdiam di sana? Cepat panggilkan Dokter Hans kemari? Awas, kalau Dokter Hans sampai tidak bersedia datang kemari, kamu akan tahu akibatnya, aku akan membuatmu menyesal!”


Dia tahu jelas, tadi dia dan istrinya sudah bertindak keterlaluan, sudah menyakiti perasaan Dokter Hans. Dia juga memahami jika dia dan istrinya yang pergi memohon, maka dengan keangkuhan Dokter Hans, dia pasti tidak akan bersedia datang.


Selain itu, menyangkut jati diri dia dan istrinya? Memohon kepada seorang dokter yang tidak terkenal sama sekali untuk datang menggantikannya, bagaimana kalau kabar ini sampai tersebar, bukankah ini akan membuatnya kehilangan muka dan harga dirinya?


“Baik, aku segera pergi memanggilnya.” Rendy merasa ketakutan sekaligus bimbang, di saat yang sama dia merasa tidak berguna, sejak kapan dirinya pernah dimarahi sebagai dokter tidak berguna?


Saat yang sama, di asrama Hans.


Dengan bantuan Cindy dan Marcella, Hans duduk di atas tempat tidur, kemudian dia mengatur nafasnya dengan duduk bersila. Jurus Panjang Umur ternyata memang menakjubkan, hanya beberapa menit saja, tadi dia yang masih lemas, secara perlahan-lahan berubah menjadi energik, lalu dia melompat turun dari tempat tidur.


Cindy dan Marcella menatap dengan kaget.


Cindy mengatakan, “Ilmu apa yang kamu andalkan? Kenapa bisa pulih secepat itu?”


Hans tersenyum: “Tentu saja teknik merawat tubuh. Bagaimana boleh kita sebagai tenaga medis jika tidak memahami cara merawat tubuh?”


Marcella berkata dengan wajah terpesona, “Dokter Hans hebat sekali, aku juga ingin belajar ilmu merawat tubuh untuk awet muda selamanya, bolehkah Dokter Hans mengajariku?”


Hans masih belum mengatakan apa-apa, tapi Cindy sudah menggelengkan kepalanya dan berkata, “Marcella, ada banyak cara merawat tubuh, kamu bisa mencari di internet, apakah perlu minta diajarin?”


Hans tidak senang mendengarnya dan mengatakan: “Dokter Cindy, aku tidak suka mendengar kata-katamu ini, apa cara merawat tubuhku ini bisa dibandingkan dengan yang ditulis di laman internet? Tidak hanya membuat orang awet muda, bahkan bisa merawat kulit, bahkan dapat mengobati masalah kewanitaan seperti datang bulan tidak teratur dan keputihan...”

__ADS_1


Wajah Cindy memerah ketika mendengar ini, apa hubungan antara kedua hal itu? Aku tidak akan mempercayaimu!


Tapi, Marcella tetap percaya dengan kata-kata Hans tanpa merasa ragu, lalu berkata dengan suara manja, “Dokter Hans, ajarkan cara merawat tubuh padaku?”


“Mengajarimu tidak masalah, tapi apa keuntungannya bagiku?” Hans tertawa.


“Kalau tidak, aku... aku juga bisa membayarmu.”Marcella bersikap manja.


“Jangan menyebut uang dengan kakak, bahas soal uang, bisa melukai hubungan kita.” Hans  mengatakannya dengan serius.


Marcella menepuk tangan dan mengatakan dengan riang: “Bagus sekali jika tidak membahas soal uang, aku tahu Dokter Hans adalah orang terbaik.”


“Boleh tidak membahas soal uang, namun kita bisa membahas soal perasaan, kan? Sudahlah, coba panggil aku Kak Hans.” Hans akhirnya menunjukkan bukti melakukan kesalahan


“Dokter Hans jahat sekali, aku tidak mau menyebutmu sebagai kakak.” Marcella mengatakannya dengan raut wajah tersipu malu.


Kesan baik Cindy terhadap Hans langsung hilang ketika mendengar percakapan kedua orang tersebut. Si pria genit ini benar-benar jahat, sekarang dia meminta Marcella memanggilnya kakak,  mungkin saja nanti dia akan membiarkan orang memanggilnya dengan panggilan yang lebih menjijikkan itu.


Seketika, dia merasa memalukan! Tidak tahu malu! Bajingan! Berbagai macam kata pun muncul di dalam hatinya.


“Aih, tidak ada kerugian jika memanggil Kak Hans, setidaknya Kak Hans bisa membuatmu sepuluh bulan tidak datang bulan (menstruasi).” Hans bermaksud tidak baik.


“Benarkah? Apa benar bisa membuatku sepuluh bulan tidak datang bulan?” Marcella bertanya dengan ragu-ragu.


Cindy sepertinya mengerti maksud yang dibilang Hans, dia pun merasa marah dan geram, pria genit ini benar-benar tidak tahu malu.


“Marcella, kamu jangan mendengar omongan dia, dia itu sedang melecehkanmu...” Cindy mengungkapkan maksud tersembunyi Hans.


“Ah!” Marcella baru memahaminya, si pria genit ini ingin menghamilinya. Jika hamil, maka dia tidak akan datang bulan selama 10 bulan. Aduh, si pria ini jahat sekali.


Seketika, dia merasa malu sampai menundukkan kepalanya ke bawah.


Tapi, wajahnya yang tampak tersipu malu itu, benar-benar membuat orang terpesona, terlihat sangat menggoda.


“Marcella, ayo kita pergi, Dokter Hans butuh beristirahat dengan baik.” Cindy merasa tidak boleh di sini lagi, Hans ini terlalu bajingan, jadi dia mencari alasan untuk pergi.


“Oh.”Marcella menjawab dengan manis.


Hans tahu Cindy berpendapat lain terhadap dirinya setelah melihat situasi ini, lalu dia berkata, “Baik juga, aku juga ingin tenang...”


Padahal, kata-kata ini sangat sederhana, namun saat dia mengatakannya, bukan hanya menatap langsung ke arah Cindy, bahkan intonasinya juga sangat aneh, di tambah lagi sebelum ini dia ribut dengan Dokter Rendy, bagaimana Cindy bisa tidak mengerti kalau dia memiliki maksud lain, bahkan yang dimaksud itu adalah terhadap dirinya sendiri.

__ADS_1


“Kamu...”


“Kenapa, Dokter Cindy, aku ingin lebih tenang, apakah tidak boleh?”


“Tidak tahu malu! Sembrono!”


Cindy emosi hingga wajahnya memerah, dia tidak ingin berlama-lama di sini, menarik gagang pintu dan bersiap-siap untuk pergi dengan Marcella.


Pada saat ini, Rendy datang dengan napas terengah-engah, lalu melihat Cindy dan Marcella kedua wanita ini tersipu malu, dia menduga mereka telah dilecehkan oleh Hans, seketika langsung emosi.


Namun, saat ini dia harus menyelesaikan masalah CEO Anton terlebih dahulu, jika tidak jabatannya sebagai ketua tidak bisa dipertahankan. Jika tidak ada jabatan ini, bagaimana dia bisa mengejar Cindy, wanita cantik yang dingin ini?


“Hans, kondisi luka putra CEO Anton memburuk, cepat ikut aku ke ruang operasi.” Rendy mengatakannya dengan dingin.


“Apa hubunganku dengan hal ini? Tidak pergi!” Hans mengatakannya sambil ketawa sinis.


Benar-benar lelucon, kalau aku pergi lagi, bukankah menyatakan aku itu bodoh?


Rendy tertawa sinis, “Tidak pergi?! Hans, kamu melanggar aturan untuk melakukan tindakan bedah terhadap putra CEO Anton, sekarang orangnya mengalami masalah, tapi kamu malah buang badan, apa kamu tidak takut di minta pertanggung jawaban atas masalah ini?”


Menurutnya Hans ini baru lulus, masih belum memahami keadaan, jadi dia pasti akan ketakutan sampai kencing celana ketika mendengar gertakan seperti ini, lalu akan dengan patuh mengikuti ke ruang operasi demi pekerjaan ini.


Tapi, sangat disayangkan, dia salah perhitungan.


“Meminta pertanggung jawaban? Aku telah berusaha menolong orang itu hidup kembali, sudah menyelesaikan segala tanggung jawab aku sebagai dokter, tidak ada melakukan kesalahan. Terhadap kondisi yang terjadi selanjutnya, itu adalah tanggung jawabmu. Cepat keluar dari sini, aku tidak mau pergi.”


Ekspresi Rendy berubah, lalu dia berteriak dengan suara keras, “Hans, kamu jangan tidak tahu diri! Aku tanya padamu sekali lagi, mau pergi atau tidak?”


Hans berdiri sambil menjawab dengan suara keras, “Aku katakan sekali lagi, aku tidak mau pergi! Tidak mau pergi!”


 Rendy pergi dengan emosi.


“Brengsek, dibilang baik-baik tidak mau, kamu tunggu saja balasanku.” Rendy pergi dengan marah.


Cindy berkata dengan tergesa-gesa ketika melihat kondisi ini, “Dokter Hans, sebaiknya kamu pergi melihatnya. Jika terjadi sesuatu, kamu akan repot, karena mereka akan menuduhmu melanggar peraturan untuk melakukan operasi.”


“Tidak peduli.”


Beberapa menit kemudian, Rendy muncul di hadapan Anton dan Sherly.


Saat ini, kondisi Tuan muda yang terbaring di tempat tidur itu tidak begitu baik, walaupun kondisinya belum kritis sekali, tapi darah tidak berhenti mengalir dari mulut dan hidungnya.

__ADS_1


Beberapa suster juga menanganinya dengan kewalahan.


“Di mana Dokter Hans?” tidak melihat Hans ikut kemari, ekspresi dingin Anton langsung berubah.


__ADS_2