
Victoria menenangkan suasana hatinya, lalu menertawai dirinya dalam hati, untuk apa dirinya marah?
Meskipun ucapan Dokter Hans tidak nyata, tapi inilah sifat alaminya. Walau dia sedikit genit, tapi lebih baik daripada bocah yang berpura-pura serius itu!
Apalagi dibandingkan dengan mantan suaminya yang suka berpura-pura itu, dia masih jauh lebih baik daripadanya!
Hatinya tiba-tiba sakit ketika terpikir mantan suaminya meninggalkan dia karena orang ketiga.
“Kak Victoria, kamu bicara ya!” Hans mendesak ketika melihat dia diam sangat lama.
Victoria baru bangun dari pikirannya, lalu berkata dengan serius, “Begini, wanita itu bukan orang lain, kebetulan dia adalah Meli Liam, wanita yang kamu minta aku mencarinya kemarin. Baru saja, aku mendapat telepon dari Ayahnya Walikota Liam, dia bilang dia mengetahui kemampuan medismu sangat hebat karena ada yang memperkenalkan, berharap kamu bisa menjadi dokter pribadi Meli Liam dan aku sudah setuju.”
Meskipun dia sudah tahu rahasia di dalam, tapi Hans pura-pura berkata oh. Dalam hatinya sedikit kaget, tidak disangka Ayahnya Meli adalah walikota, ini adalah keluarga kaya.
Melihat dia tidak ada maksud menolak, Victoria berkata lagi, “Karena Meli itu tiba-tiba menderita penyakit aneh dalam beberapa waktu ini, juga sudah berobat pada banyak Dokter, tapi semakin parah, lalu sering berjalan saat tidur malam, sikapnya juga semakin aneh, bahkan ada kecenderungan bunuh diri. Jika Walikota Liam tidak membiarkanmu pergi memeriksa, mungkin pihak sekolah akan mengaturnya untuk meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah.”
Hans menganggukkan kepala sambil berkata, “Keluarga Meli benar-benar mencari orang yang tepat, mungkin tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakit aneh ini, selain aku.”
Chh, mulai bersikap sombong lagi, benar-benar tidak tahu rendah hati.
Victoria memberengnya sambil berkata, “Sesuai persyaratan keluarganya, kamu sebagai dokter pribadinya harus menemaninya 24 jam sehari, apalagi malam hari, kamu tidak boleh meninggalkannya. Jadi, sekolah memutuskan setelah melakukan pembahasan, sebelum penyakitnya sembuh, kamu akan pergi ke asrama gedung nomor 7 untuk tinggal bersamanya.”
“Baik, tidak ada masalah.” Hans menepuk dada.
Victoria tiba-tiba merasa aneh ketika melihat dia setuju dengan cepat. Pria ini begitu genit, tidak tahu apakah dia akan membuat insiden hubungan tidak pantas jika pergi ke asrama gedung nomor 7?”
Awalnya dia ingin berubah pikiran, tapi dia tidak menyangka bahwa buyutnya menyetujui hal ini, jika dirinya menolak, apakah akan membuat buyut marah?
Buyut dia bukan orang lain, dia adalah Ken Sentosa selaku Ketua Keluarga Sentosa, bisa dikatakan dia adalah orang yang dapat membuat keputusan di Keluarga Sentosa.
__ADS_1
Waktu yang sama, itu juga adalah tetua yang paling dicintainya.
Perubahan personel Universitas Indonesia kali ini, serta dia bisa menjadi Dirut dewan direksi, semua ini adalah hasil dari rekomendasi Ken.
Meskipun tidak mengerti mengapa buyut bersikeras ingin Hans tinggal di gedung nomor 7, tapi Victoria hanya bisa menghormati pemikiran buyut, mungkin dia memiliki makna yang lebih dalam.
Tapi, dia merasa dia harus memperingati pria genit ini ketika melihat tampak Hans yang senang, “Hans, aku memperingatimu, wanita yang tinggal di dalam asrama gedung nomor 7 memiliki latar belakang yang tidak sederhana, jadi kamu sebaiknya menyimpan sikap sembrono mu, kalau tidak kamu tidak akan tahu bagaimana kamu mati saat itu?! Apa kamu mengerti?”
“Mengerti.” Hans tentu saja tidak akan menunjukkan sikap cabulnya sekarang, dia harus masuk dulu, baru memutuskan.
“Baik, berharap kamu bisa menepati janji.” Victoria memberinya selembar kertas, “Ini adalah nomor telepon ketiga teman sekamar Meli. Sekarang kamu pindah ke gedung nomor 7.”
“Baik.”
Hans mengambil kertas itu, dalam hati merasa senang sambil tertawa haha. Para wanita cantik di gedung nomor 7, kakak telah datang!
“Aneh, mengapa kamu terlihat tidak senang? Itu adalah gedung nomor 7, di sana adalah tempat perkumpulan wanita cantik, apa kamu tidak tertarik atau kamu bukan seorang pria jadi tidak bisa merasa tertarik?” Ucap Victoria dengan senyum acuh tak acuh.
Dalam hati Hans sangat kesal, tolong, tadi dia memperingati dirinya untuk serius sedikit, apakah dia harus menunjukkan sikap senang?
Ada pepatah yang benar sekali, wanita benar-benar hewan yang aneh.
Dia akan memperingatinya ketika dirinya genit. Jika dirinya patuh, dia mengatakan dirinya bukan pria.
Apa yang harus dirinya lakukan?
“Kak Victoria, jangan menganggapku sangat brengsek, aku adalah seorang dokter, aku ke gedung nomor 7 untuk mengobati penyakit, tidak melibatkan hal lain. Tolong kamu jangan menghina profesiku yang mulia.” Hans berkata dengan serius.
“Berharap sama seperti yang kamu katakan, baiklah, pergilah ke gedung nomor 7.”
__ADS_1
Victoria tertawa ketika melihat tampak dia marah, lalu berdiri, di bawah gaun sutra hitam ada sepasang kaki lurus yang indah dan menawan.
Kelopak mata Hans tidak tahan untuk gemetar, dalam hati sedang ragu, apakah dia mau menggunakan kemampuan tembus pandangnya untuk melihat rahasia di dalam itu. Tapi setelah dia berpikir, dia tidak ingin merusak keindahan semacam itu.
Terkadang banyak hal indah yang membuat orang berpikir banyak, jika dia sudah melihat sepenuhnya, maka keindahan itu akan hilang.
Menurut para pria yang suka di rumah, film mesum lebih memiliki nilai apresiasi jika dimosaik.
Setelah berpisah dengan Victoria, Hans pergi bertemu Mario dan Andrian untuk mengatakan dia menerima misi sekolah, yakni pergi ke gedung nomor 7 untuk mengobati seorang wanita. Tatapan kedua bocah itu sangat iri, kemudian dia pamit dengan mereka.
Supir Andrian menyusun kopernya, lalu melaju ke gedung nomor 7 juga menarik kopernya ke bawah gedung nomor 7.
Hans mengeluarkan kopernya dari bagasi, setelah melihat mobil Toyota itu pergi, dia baru mengeluarkan ponsel untuk menelepon salah satu teman sekamar dan sahabat Meli, namanya Kesya Zanalia.
Menurut pemahamannya, kondisi penyakit Meli tidak stabil, mudah mengalami rangsangan, juga memiliki rasa menolak yang kuat pada dokter, jadi Victoria memberinya nomor telepon teman sekamarnya, agar dia bisa menghubungi teman sekamarnya sebelum dia pindah ke sana.
“Halo, siapa kamu?” Terdengar suara muda dari telepon.
“Aku adalah Hans Gunawan, aku adalah Dokter universitas, juga menerima misi universitas untuk merawat Meli…”
“Oh, oh, oh, aku tahu, aku segera turun ke bawah dan menjemputmu.”
Beberapa menit kemudian, telepon Hans berdering lagi, tapi ini panggilan dari Kesya.
“Dokter Hans, di mana kamu?”
“Aku ada di depan gedung nomor 7, di sampingku ada satu koper, tampakku yang paling ganteng.”
“Paling ganteng? Mengapa aku tidak melihatnya? Aku hanya melihat ada sekelompok Paman.”
__ADS_1
Paman? Apa aku adalah Paman? Astaga, apa aku begitu tua?
Hans merasa tidak berdaya, Kesya ini bukanlah wanita yang mudah dilawan. Tampaknya kelak dia akan sering bertengkar dengan Kesya ini jika tinggal di gedung nomor 7.