
Anton segera menyadari bahwa dirinya salah bicara sehingga dia buru-buru berkata, “Tidak, bukan sepuluh juta, aku akan memberikanmu dua puluh juta… ah bukan, dua ratus juta!”
Hans menyelanya sambil mencibir, “Apakah orang kaya sepertimu berpikir bisa menyelesaikan semua masalah dengan uang?”
Ekspresi wajah Sherly segera menjadi buruk dan berkata keras, “Bocah, jangan tidak tahu diri, kami memohon padamu dengan sopan karena memberimu muka, lebih baik jangan sombong!”
Sial, sikap seperti ini disebut memohon dengan sopan?
Hans berkata dengan kesal, “Siapa yang sombong? Apakah aku meminta sesuatu yang keterlaluan?”
“Ucapanmu terdengar sangat bagus, bukankah kamu ingin mendapatkan lebih banyak uang?” Sherly terlihat kesal, “Katakan terus terang saja, sebutkan harganya, semuanya bisa didiskusikan selama kamu mengobati putraku.”
Hans marah, brengsek, mereka pikir orang seperti apa aku? Apakah aku orang yang mata duitan? Yang aku inginkan adalah rasa hormat dan martabat, mengerti tidak?
Dia berkata dengan dingin, “Jangan menganggapku terlalu buruk, kamu salah kalau berpikir uang bisa menyelamatkan putramu.”
Sherly berkata dengan marah, “Sikap apa ini, aku bisa meminta Victoria mengusirmu dari rumah sakit universitas ini!”
“Cukup!” Anton tidak sanggup mendengarnya lagi dan segera memarahi istrinya, “Putra kita sudah sekarat dan kamu masih bertengkar di sini, apakah kamu masih ingin menyelamatkan putra kita?”
“Tapi, lihat sikap bocah ini…”
“Aku tidak peduli dengan sikapnya, bagaimana dengan sikapmu?” Anton berkata dengan emosi, “Apakah ini sikap meminta bantuan?”
Sejak menikah, suaminya belum pernah semarah ini, Sherly langsung diam dan tidak bisa mempercayainya.
Victoria segera membujuknya, “Kak Sherly, aku mohon tenanglah, luka Mario sangat parah saat ini, bukankah sikapmu seharusnya lebih ramah karena datang untuk meminta bantuan orang?”
Akhirnya Sherly diam.
Tepat pada saat ini, pengawal yang tetap berada di ruang operasi menelepon dan suaranya terdengar panik, “Bos, kondisinya semakin memburuk, luka Tuan Muda Mario menjadi lebih parah…”
“Lebih parah…” Anton seperti tersengat listrik sewaktu mendengarnya.
Sherly memegang tangan Hans dengan panik, “Aku yang salah tadi, aku mohon selamatkan putraku… aku akan memberikan banyak uang padamu selama kamu bersedia menyelamatkan putraku, sungguh, uang yang banyak…”
__ADS_1
Hans menepis tangannya dengan kuat dan berteriak, “Uang, uang, uang! Di matamu hanya ada uang! Kamu pergi cari dokter yang menyukai uangmu untuk menyelamatkan putramu saja!”
Setelah bicara, Hans langsung pergi.
Pada saat ini, Sherly baru benar-benar sadar kalau Hans sama sekali tidak mengincar uangnya sehingga dia segera memeluk satu kaki Hans, menangis sambil berkata, “Sobat kecil, aku sudah salah, aku benar-benar sudah salah, aku mohon padamu…”
Hans ingin melepaskan dirinya beberapa kali tapi tidak berhasil, tapi hatinya sedikit melunak ketika melihat tampang sedihnya.
Pada kondisi ini, Anton juga tidak peduli lagi, dia juga memohon, “Sobat kecil, aku akan berlutut padamu. Kami benar-benar sudah salah, aku mohon selamatkan putra kami.”
Ketika melihat sikap suami istri ini, hati Hans akhirnya melunak tidak peduli sekeras apa hatinya. Dirinya menghela napas dan berkata lupakan saja di dalam hatinya. Mereka sudah menyadari kesalahannya dan dirinya akan bersalah kalau tetap tidak peduli.
“Kalian semua harus mengingatnya, jangan menganggap uang adalah segalanya. Semua orang sama dalam kehidupan dan kesehatan, tidak peduli kamu kaya atau tidak.”
Ketika tiba di ruang operasi, Hans melihat sebuah jarum perak hilang, dia mengerutkan keningnya dan berkata, “Siapa yang mencabut jarumku? Bukankah sudah dipesan berulang kali? Luka pasien tidak stabil dan bergantung pada jarum perak ini untuk menghentikan pendarahan…”
Suster di ruang operasi berbisik, “Ketua Rendy yang menyuruh kami mencabutnya.”
“Bukankah Ketua Rendy sedang mencelakai nyawa orang? Untung saja hanya satu jarum yang dicabut, jika tidak, mungkin Tuan Muda Mario sudah mati.”
Wajah Anton terlihat marah ketika mendengar perkataan Hans. Ketua Rendy hampir membuat putranya mati.
Victoria menggertakkan giginya, Rendy ini benar-benar tidak berguna. Hal ini terlihat sepele jika dia menyinggung Grup Starlight, tapi jika reputasi Universitas Indonesia hancur karena insiden medis ini, maka ini bukanlah hal sepele.
Victoria mengeluarkan ponsel untuk menelepon Rendy, “Rendy, mulai besok, bereskan barangmu dan angkat kakimu dari sini!”
Rendy yang sedang panik menunggu hasil penyelesaiannya langsung menangis di toilet ketika mendengar kabar ini.
Saat ini, Hans menancapkan kembali jarum yang dicabut. Hal itu sangat menakjubkan, Tuan Muda Mario, putra CEO Anton berhenti muntah darah dan pelan-pelan stabil.
Anton dan Sherly terus berterima kasih.
Anton bahkan bersedia mengeluarkan cek sebesar dua ratus juta untuk menunjukkan rasa terima kasihnya, tapi langsung dia tolak.
“Aku adalah salah satu bagian dari rumah sakit universitas ini, sehingga aku punya kewajiban untuk bertanggung jawab atas hidup dan kesehatan para guru dan siswa universitas. Jika kalian ingin berterima kasih maka berterima kasih kepada Dirut Victoria saja. Jika bukan karena dia yang mempekerjakan ku, bagaimana mungkin aku bisa berada di sini untuk mengobati putramu?”
__ADS_1
Anton dan Sherly terkejut dan kagum ketika mendengarnya, pada saat yang sama juga merasa malu dengan sikap mereka sebelumnya.
Victoria tidak menyangka Hans akan memberikan jasa ini kepada dirinya, lalu dia mendapatkan pemahaman baru terhadap Hans. Matanya yang cantik terus memperhatikan Hans, dia semakin merasa bahwa orang cabul ini lebih imut dari sebelumnya karena dirinya tidak sombong dengan apa yang dia lakukan.
“Hans, terimalah. Ini adalah niat baik dari CEO Anton dan CEO Sherly, tidak perlu khawatir, aku yang mengizinkannya.” Victoria berkata sambil tersenyum.
Hans masih merasa ragu.
“Kamu akan sering bertemu dengan Bella Herlina di sekolah kelak, apakah kamu tidak ingin bersikap sombong di depannya?”
Ucapan Victoria langsung menusuk kelemahan Hans, apakah dirinya tidak ingin Bella si wanita matre itu menyesal? Bagaimana membuatnya menyesal? Tentu saja dirinya harus menjadi orang kaya!
“Baik, aku akan menerimanya.”
Anton dan Sherly merasa senang ketika dia menerimanya, kemudian mengatakan akan mengundangnya makan setelah putranya sembuh untuk berterima kasih padanya.
Sewaktu keluar dari ruang operasi, Victoria melihat Hans dengan senyum sambil berkata, “Tidak diduga bahwa tindakan tidak sengaja kali ini bisa merekrut seorang Dokter jenius sepertimu. Jika bukan karena dirimu, CEO Anton pasti akan mengajukan gugatan terhadap universitas kita.”
Hans tertawa, “Jadi, manusia harus banyak berbuat kebaikan, mungkin akan mendapat balasan baik suatu hari nanti.”
“Benar.”
“Oh ya, Kak Victoria, aku telah memberikan kontribusi yang begitu besar untuk sekolah, bukankah sekolah harus memberikan hadiah untukku?”
“Kamu masih belum puas dengan cek dua ratus juta dari CEO Anton tadi?” Victoria tertawa, sepasang payudara itu bergoyang hebat seiring suara tawanya.
Hans menatap payudara itu dan merasa pusing. Terlalu mengejutkan, jika bisa menyentuhnya, mati pun terasa sepadan.
Dia menelan ludahnya dan berkata, “Aku mohon Kak Victoria jangan memikirkanku terlalu buruk. Hadiah yang aku minta padamu tidak ada hubungannya dengan uang.”
“Oh?” Victoria merasa penasaran, “Lantas, apa hadiah yang kamu inginkan? Sebenarnya, kamu telah memberikan kontribusi besar untuk sekolah dan kakak akan mengabulkan hal yang bisa aku lakukan.”
“Apakah benar akan memberikanku hadiah yang aku inginkan?” Mata Hans berbinar.
Victoria tiba-tiba merasakan firasat buruk ketika melihat tatapan jahatnya. Orang ini sangat cabul, apakah dia akan meminta sesuatu yang berlebihan padanya?
__ADS_1
“Baiklah, aku hanya menginginkan satu hadiah. Aku… mau… kamu…”
Ekspresi Victoria berubah dan berteriak, “Bajingan, pria cabul, aku… aku tidak akan menyetujui permintaanmu, kamu jangan memiliki niat jahat terhadapku.”