
Tiga hari kemudian.
Murong Xue Ji berhasil mengumpulkan 200 orang yang telah di perintahkan oleh An Ling Yue. Mereka kini telah berkumpul di depan gua tempat perjanjian antara An Ling Yue dan Murong Xue Ji.
"Nona Murong, apa yang akan kita lakukan di tempat ini?" Tanya salah satu dari mereka.
"Kita sedang menunggu seseorang." Jawab Murong Xue Ji. "Karena dia belum datang, kalian harus beristirahat dan tidak ada yang dibiarkan pergi dari tempat ini."
Semua orang patuh. Tentu saja karena kekuatan Murong Xue Ji yang sangat kuat. Mereka hanyalah orang orang yang berada di tingkat menengah Soul Refining.
Sudah bertahun tahun namun sangat sulit bagi mereka untuk menembus tingkat tinggi Soul Refining. Jadi ketika Murong Xue Ji menjanjikan mereka untuk dapat menerobos, mereka dengan senang hati mengikuti Murong Xue Ji.
Namun, ketika mereka sampai di tempat ini, mereka hanya di suruh menunggu. Entah apa yang sedang mereka tunggu.
Murong Xue Ji pun hanya diam. Dia memanjat pohon dan hanya tertidur di sana.
Sehari kemudian, mereka sudah gelisah. Mereka ingin membangunkan Murong Xue Ji, namun mendapatkan dia yang sudah turun dari pohon.
"Nona Murong, ini ..."
Murong Xue Ji mengabaikan mereka dan berjalan menuju pintu gua.
Di pintu gua, seekor rubah putih tengah berdiri menunggu Murong Xue Ji mendekat.
"Xiao Huli, aku sudah mengumpulkan semua orang, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Murong Xue Ji.
Xiao Huli tidak menjawab, dia hanya memberikan secarik kertas pada Murong Xue Ji. Setelah itu dia kembali ke gua tanpa menoleh kebelakang.
Melihat rubah putih berjalan memasuki gua, semua orang menghampiri Murong Xue Ji. Wajah mereka penuh tanda tanya.
'Seekor rubah datang dari dalam gua? Rubah milik siapa itu? Sepertinya nona Murong mengenalinya?'
Murong Xue Ji tidak memperhatikan mereka, dia membuka surat yang ada di tangannya. Di dalamnya tertulis, "Kalian hanya memenuhi syarat untuk mengikutiku, jika berhasil menemuiku dalam waktu tiga hari."
Murong Xue Ji memandang gua yang gelap di depannya. Dia berpikir bahwa ini pasti bukanlah hal yang mudah.
Lalu menghadap orang orang yang ada di belakangnya, "Aku akan memberitahu kalian sesuatu, di balik gua ini adalah hal hal yang kita tidak ketahui, bisa jadi di dalam sana adalah sesuatu yang dapat membunuh kalian. Jadi aku ingin bertanya, apa kalian bersedia mengikutiku?"
"Nona Murong, kami adalah orang orang yang telah melewati banyak hal buruk. Kami bahkan di tinggalkan oleh keluarga kami karena kekuatan kami yang lemah. Jadi, demi kekuatan, kami bersedia mengikutimu." Kata Tang Yuo, salah satu pemuda di antara mereka, dan yang lain mengangguk setuju.
"Satu hal lagi yang perlu kalian ketahui. Aku bukanlah pemimpin kalian."
"Apa? Maksudmu, orang lain yang akan memimpin kami?" Kerumunan terkejut mendengar kata kata Murong Xue Ji.
Murong Xue Ji tersenyum, dia menjawab dengan sungguh sungguh. "Pemimpin kalian adalah orang yang lebih kuat dari ku."
"Lebih kuat? Apakah dia telah menembus puncak Soul Refining? Wow, jika begitu, aku tidak akan menyesal mengikutinya."
"Tapi, orang yang telah mencapai puncak Soul Refining adalah Putra Putri Kekaisaran. Apakah pemimpin kita adalah keluarga Kekaisaran?"
"Kalian akan mengetahuinya setelah bertemu dengannya!" Kata Murong Xue Ji misterius membuat semua orang penasaran. "Kita hanya memiliki waktu 3 hari untuk menemui sang pemimpin. Lewat dari waktu yang di tentukan, kalian tidak memenuhi syarat untuk bertemu dengannya, termasuk aku!"
Mereka terkejut, bahkan nona Murong masih menjadi pertimbangan orang itu? Seberapa kuat pemimpin mereka?
"Karena waktu kita terbatas, kalian bersiaplah dan kita akan segera memasuki gua." Murong Xue Ji memandang gua yang gelap itu, dia merasa dengan dia mengikuti An Ling Yue, dia tidak akan pernah menyesal.
...***...
"Tuan, apa kau yakin mereka akan melewatinya dalam waktu 3 hari?" Tanya Xiao Huli.
Saat ini An Ling Yue tengah duduk di sebuah taman, memandang ke pegunungan yang ada di depannya.
__ADS_1
Ini adalah tempat yang dia temui secara kebetulan. Saat itu dia sedang berlatih untuk memperkuat fisiknya. Karena Warcraft tingkat tinggi sangat mudah di kalahkan, dia memutuskan untuk mencari Warcraft tingkat Raja.
Warcraft tingkat Raja sangat sulit di dapatkan, jadi dia menjelajah seluruh lembah. Pada saat itulah dia menemukan sebuah gua.
Gua itu sangat luas. Dia dalamnya banyak rintangan yang dia hadapi. Namun dengan begitu kekuatannya menjadi meningkat pesat.
Meskipun sangat sulit untuk menerobos, kekuatannya akan tetap mengalami peningkatan.
Butuh setengah bulan untuk dapat keluar dari gua, dan yang dia temukan adalah sebuah tempat yang sangat indah. Selain itu, aura di tempat ini sangat melimpah meskipun tidak bisa di bandingkan dengan dunia kecil Hong Xin Yue.
Di sinilah dia memutuskan untuk mendirikan sebuah kekuatan.
"Huli, aku belum menjelajahi seluruh tempat ini. Sambil menunggu mereka menyelesaikan ujian pertama, aku ingin mengetahui rahasia apa yang ada di lembah ini."
"Tuan, aku akan mengikutimu. Tapi kita akan memulai dari mana? Tempat ini sangat luas."
"Kita akan ke arah ini dulu. Aku memiliki firasat bahwa ada sesuatu yang menungguku di sana." An Ling Yue berjalan ke arah bukit di depannya.
Melihat An Ling Yue yang sudah jauh, Xiao Huli segera mengejarnya.
An Ling Yue berjalan hingga tiba di kaki bukit. Dia memandang ke atas, lalu terus berjalan.
"Tuan, aku sepertinya melihat seseorang?" Xiao Huli berlari menghampiri sosok hitam yang terbaring tidak jauh di depannya.
An Ling Yue mengikuti Xiao Huli menghampiri sosok yang terbaring tidak sadarkan diri. Dia terlihat berusia sekitar 18 tahun.
Begitu An Ling Yue melihat wajahnya, dia menahan napas. Itu adalah seorang pria dengan wajah yang sangat tampan, bibir **** dengan alis pedang yang menghiasi wajahnya.
An Ling Yue terkejut, merasa seolah pernah melihat wajah ini di suatu tempat namun tidak dapat mengingatnya.
Dia memeriksa pria itu, sama sekali tidak dapat merasakan aura di tubuhnya.
"Huli, kau bilang aku akan membunuh seseorang hanya dengan memandangnya. Lalu mengapa dia baik baik saja dan masih bernapas?"
Xiao Huli sedikit memiringkan kepalanya berpikir. "Tuan, mungkin kau dapat membunuh seseorang hanya ketika kalian saling bertatapan?"
Begitu kata kata Xiao Huli selesai, mata pria itu terbuka. Matanya bertemu langsung dengan mata An Ling Yue.
An Ling Yue terkejut, dia tidak bereaksi hingga lupa menutup matanya. Dia terus menatap pria itu, seolah ada yang menggelitik di hati An Ling Yue.
Namun setelah beberapa saat, pria itu kembali tidak sadarkan diri.
"Huli, apakah dia mati? Aku benar benar lupa menutup mataku!" An Ling Yue menggigit lidahnya.
"Tidak Tuan, dia masih bernapas. Selain itu, jika seseorang menatap matamu, maka hatinya akan meledak."
"Lalu mengapa dia baik baik saja?" Tanya An Ling Yue. Xiao Huli pun tidak tahu jawabannya.
"Tuan, pria ini sangat cantik, lebih baik kita culik saja dia!" Kata Xiao Huli dengan wajah serius.
"Um, setelah dia sadar kita akan bertanya tentang apa yang terjadi padanya."
An Ling Yue mengangkat tubuh pria itu. Itu sangat berat sehingga An Ling Yue harus memeluknya dengan erat.
...***...
Murong Xue Ji dan pengikutnya telah berjalan sepanjang gua selama 3 jam, namun belum menemukan hal yang di sebut rintangan.
Saat ini gua yang tadinya gelap menjadi terang dengan kristal cahaya milik Tang Yuo.
Tang Yuo, yang paling dekat dengan Murong Xue Ji berkata, "Nona Murong, kau mengatakan bahwa di gua ini ada sesuatu yang mungkin dapat membunuh kami. Namun selain kegelapan, tidak ada hal hal yang mengerikan. Mungkinkah kegelapan ini adalah hal yang dapat menelan kami?"
__ADS_1
"Tang Yuo, sepertinya kau tidak sabar untuk menghadapi bahaya!" Murong Xue Ji mengusap dagunya, tersenyum menatap Tang Yuo.
"Tentu saja, aku ..." Sebelum kata kata Tang Yuo selesai, hal yang dia harapkan terjadi seketika.
Dia merasakan tubuhnya seolah ada yang menariknya dari bawah. Baru saat itulah semua orang menyadari bahwa kaki mereka tertanam ke dalam lumpur.
Jalan yang mereka lewati saat ini ternyata lumpur yang menyerupai tanah.
Tang Yuo awalnya panik, namun beberapa saat kemudian dia kembali tenang.
Murong Xue Ji memperhatikan bahwa dia yang paling bijaksana di antara semua anggota tim. Murong Xue Ji pun kagum padanya.
"Jangan gunakan aura spiritual kalian!" Perintah Tang Yuo saat salah satu anggota tim berusaha keluar dengan menggunakan kekuatan. Dia memperhatikan bahwa semakin kuat aura yang dikeluarkan, maka tubuh mereka akan semakin tenggelam.
Tang Yuo sudah memahami bahwa mereka dapat keluar dari lumpur ini hanya dengan menggunakan kekuatan fisik mereka.
Saat ini Murong Xue Ji dengan tenang memperhatikan Tang Yuo. Lalu terkejut saat Tang Yuo mengulurkan tangannya. "Nona Murong, aku akan membantumu keluar terlebih dahulu. Dan untuk yang lain, kalian masing masing membantu para wanita untuk keluar dari lumpur ini. Jangan sedikitpun menggunakan kekuatan spiritual, atau kalian akan segera tertelan oleh lumpur ini."
Murong Xue Ji memperhatikannya memerintah semua orang kemudian bergumam, 'Sebenarnya, saat ini siapa yang memimpin siapa?'
"Nona Murong?" Tangan Tang Yuo masih terulur di depan Murong Xue Ji.
Dengan perasaan tak berdaya, Murong Xue Ji menerima uluran tangan itu. Sebenarnya dia mampu keluar dari tempat ini tanpa bantuan siapapun. Namun karena kedepannya mereka akan menjadi tim, jadi dia akan bekerja sama dengan mereka mulai sekarang.
Saat ini semua orang saling membantu untuk keluar dari lumpur. Dan setelah semuanya selamat, mereka menghela napas lega.
"Karena semua sudah aman, kita akan beristirahat di tempat ini." Kata Tang Yuo.
Melihat sekeliling, Tang Yuo hendak berjalan ke depan. Namun sebelum melangkah, tangan lembut mencengkeram lengannya, "Hati hati!"
Tang Yuo berhenti, melihat ke kegelapan di depannya. Dia mengeluarkan kristal cahaya agar dapat melihat jalan di depannya.
Ternyata jalan ke depan adalah sebuah jembatan. Di bawahnya terdapat jurang yang hanya di selimuti kegelapan.
"Ini, sepertinya kita tidak punya tempat untuk beristirahat." Kata Tang Yuo.
"Kita memang tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Waktu kita hanya 3 hari, dan setengah hari telah berlalu. Ayo, kita lanjutkan perjalanan!" Murong Xue Ji hendak melangkah ke jembatan.
"Nona Murong, biarkan aku yang melakukannya terlebih dahulu." Kemudian Tang Yuo melangkah ke jembatan.
Awalnya dia sangat susah untuk melangkah karena terlalu licin. Hanya ada satu pegangan di sebelah kanan. Kemudian dia mengumpulkan aura spiritual di telapak kakinya.
Jembatan yang awalnya licin, sedikit berkurang dengan menggunakan sedikit aura spiritual.
"Saat kalian melangkah ke jembatan, kalian hanya perlu menggunakan aura spiritual di telapak kaki kalian. Selain itu, kami akan bergandengan tangan untuk mencapai ujung jembatan." Tang Yuo segera meraih tangan Murong Xue Ji.
Murong Xue Ji mengangkat sebelah alisnya lalu memutar bola matanya. 'Mengapa aku merasa pemimpinnya berubah?'
...***...
Di sisi lain, An Ling Yue tengah sibuk dengan kenyamanannya. Dia menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil menyesap teh hangat.
"Huli, apa yang sedang orang orang itu lakukan?"
An Ling Yue telah memerintahkan Xiao Huli untuk memantau mereka secara diam diam.
"Tuan, seperti katamu, Murong Xue Ji benar benar memilih orang orang yang tepat. Mereka melewati rintangan itu dengan bekerja sama. Aku bahkan memperhatikan seorang pemuda yang sangat bijaksana dalam tim mereka."
Sebenarnya alasan An Ling Yue untuk membiarkan mereka melewati rintangan itu bukan untuk melatih kekuatan mereka, melainkan melatih kerjasama antar tim. Karena menurutnya percuma saja jika mereka kuat, namun lemah dalam hal kerjasama tim.
"Itu bagus, lanjutkan pengamatanmu!" Perintah An Ling Yue. Lalu seorang pria dengan jubah hitam datang menghampirinya, "Kau sudah bangun?"
__ADS_1