Dominance Princess Of The Darkness

Dominance Princess Of The Darkness
Rencana Pangeran Zhong Fuzhu


__ADS_3

Istana Huang Dong.


Sudah tiga hari  Pangeran Zhong Fuzhu berada di Kekaisaran Huang Dong. Yang dia lakukan hanya berada di dalam kamar sepanjang hari. Meski begitu, An Luo Qi sering mendatanginya untuk sekadar mengobrol dengannya.


Kaisar An Li Huang tidak terlalu menanggapi sikap Pangeran Zhong Du itu. Namun dia yakin, bahwa kedatangan Pangeran Zhong Fuzhu bukanlah suatu hal yang baik. Jadi dia meminta penjaga kegelapan untuk memantau gerak gerik Pangeran Zhong Fuzhu dalam kegelapan.


Mungkin semua orang mengira bahwa Pangeran Zhong Fuzhu selalu berada di kamarnya dan tidak melakukan apa apa. Hal apa yang bisa dia lakukan di bawah pengawasan Kaisar An Li Huang?


Namun pada kenyataannya mereka tidak tahu ada hal yang sangat tersembunyi sedang Pangeran Zhong Fuzhu lakukan.


Saat ini, Zhong Fuzhu tengah menatap sebuah cermin besar yang ukurannya sama tingginya dengan dirinya. Bukan hal yang istimewa jika seorang pria sedang bercermin, namun yang mengejutkan adalah bayangan di depannya bukanlah bayangannya, melainkan bayangan orang lain.


"Fuzhu, ini baru hari ketiga, apa yang membuatmu menghubungiku secepat ini?"


"Ayah, aku ingin memberitahumu beberapa hari yang lalu mengenai Permaisuri Feng Ling. Namun, gadis itu, An Luo Qi terus saja menggangguku yang menundaku untuk memberitahumu hal penting ini."


"Oh? Apa yang begitu penting tentang wanita itu?" Kaisar Zhong Cheng, yang berada di balik cermin itu mengangkat alisnya sebelah.


"Ayah, Permaisuri Feng Ling sudah mati 16 tahun yang lalu!"


"Apa? Apa yang kau katakan itu benar?" Kaisar Zhong Cheng sangat terkejut.


"Ya Ayah, apa yang aku katakan adalah kebenaran! Dan mereka menyembunyikannya dari kita setelah bertahun tahun, jika aku tidak datang ke sini, kita tidak akan tau kebenaran ini sampai kapanpun."


"Hahaha! Bagus, sangat bagus, dengan begitu aku dapat memerangi Kekaisaran Huang Dong secepat mungkin." Kaisar Zhong Cheng tertawa terbahak bahak hingga wajahnya memerah.


Namun, Zhong Fuzhu justru menggelengkan kepalanya. "Tidak semudah itu Ayah!"


"Mengapa? Aku dan An Li Huang memiliki kekuatan yang sama, dan aku memiliki keyakinan mutlak bahwa aku dapat mengalahkannya." Kaisar Zhong Cheng mengerutkan kening tidak senang.


"Ayah, di balik kabar baik ini, ada kabar buruk yang baru ku ketahui."


"Cepat katakan!" Kaisar Zhong Cheng sangat tidak sabar.


"Ayah, Penatua pertama, Zhu Zhongyi telah menerobos ke alam Half Immortal. Itu artinya ada dua orang yang berada di tingkat rendah Half Immortal." Zhong Fuzhu melirik ayahnya, dia yakin ayahnya akan sangat marah jika mendengar kabar buruk ini.

__ADS_1


"APA? Dua Half Immortal? Sial An Li Huang, dia berani menyembunyikan kematian Permaisuri Feng Ling dari Kekaisaran Zhong Du, sekarang dia juga menyembunyikan berita ini? Hahaha, lalu apa? Aku, Zhong Cheng akan tetap mengalahkannya suatu hari nanti!" Kaisar Zhong Cheng sangat marah hingga dia ingin segera menghancurkan seluruh Kekaisaran Huang Dong.


"Ayah, karena aku sudah di sini, aku akan mencari cara untuk bisa menghancurkan Kekaisaran Huang Dong!" Kata Zhong Fuzhu dengan ekspresi jahat di wajahnya.


"Apa yang akan kau lakukan?" Kaisar Zhong Cheng kembali tenang, dia memandang Zhong Fuzhu di balik cermin.


"Ayah, aku akan memanfaatkan An Luo Qi, untuk perlahan lahan menghancurkan Kekaisaran Huang Dong!" Aura Zhong Fuzhu sangat mendominasi.


"Bagus, sangat bagus! Aku menantikanmu menghancurkan An Li Huang!" Setelah mengatakan itu, bayangan Kaisar Zhong Cheng perlahan menghilang, di gantikan oleh bayangan Zhong Fuzhu.


Zhong Fuzhu memandang bayangan dirinya dalam cermin. Cermin itu hanya cermin biasa, tidak ada yang istimewa. Hanya saja untuk dapat melakukan komunikasi jarak jauh seperti yang Kaisar Zhong Cheng dan Zhong Fuzhu lakukan tadi, memerlukan mantra yang hanya di ketahui oleh keluarga Kekaisaran Zhong Du.


Zhong Fuzhu hendak keluar dari kamarnya ketika suara seorang wanita memanggil namanya dari balik pintu.


"Pangeran Zhong, apa kau ada di dalam?"


Senyum jahat muncul di sudut bibir Zhong Fuzhu. Dia baru saja ingin menemui An Luo Qi untuk memulai rencananya, namun wanita itu datang dengan sendirinya.


Suara pintu terbuka membuat An Luo Qi mendongak. Wajah tampan dengan jubah ungu muncul di depan matanya.


"Qi'er!" An Luo Qi sontak membeku, dia terkejut dengan panggilan Zhong Fuzhu. "Ada apa? Ehem, maaf jika Putri An tidak menyukainya, maka aku tidak akan mengulangi apa yang aku sebut barusan!"


An Luo Qi langsung tersadar, meski beberapa hari ini Zhong Fuzhu mengabaikannya, dia tidak peduli. Dia berpikir dengan usahanya yang terus menemui Zhong Fuzhu, pria itu pasti akan membuka hatinya. Dan saat ini dia sangat gembira karena berhasil merayu Pangeran keempat Zhong Du.


"Pangeran, aku sudah memberitahumu sebelumnya, kau hanya perlu memanggilku Qi'er!"


"Baiklah Qi'er." Kata Zhong Fuzhu dengan senyum manis di wajahnya. An Luo Qi terpesona dengan senyuman itu. Andai dia tahu rencana pria di hadapannya, An Luo Qi pasti tidak akan pernah jatuh cinta padanya.


"Pangeran, aku ke sini karena ingin mengajakmu berjalan jalan di istana Huang Dong."


"Kebetulan, aku juga jenuh beristirahat terus di kamar!" Zhong Fuzhu menegaskan bahwa dia hanya beristirahat di kamarnya dan tidak ada maksud lain.


An Luo Qi hanya mengangguk, tidak meragukan kata kata Zhong Fuzhu.


Mereka bergegas meninggalkan halaman Zhong Fuzhu.

__ADS_1


Setengah hari kemudian, An Luo Qi dan Zhong Fuzhu telah berkeliling menjelajahi istana. Meski istana Kekaisaran Huang Dong sangat luas, itu tidak bisa di bandingkan dengan Istana Kekaisaran Zhong Du.


"Pangeran, kita telah berkeliling menikmati keindahan Istana Huang Dong, apa kau menyukainya?" Tanya An Luo Qi dengan wajah berseri seri.


Melihat wajah cantik An Luo Qi, Zhong Fuzhu merasa ingin menamparnya. Dia sangat membenci wanita ini, hanya karena dia putri dari musuhnya.


"Aku suka!" Jawaban Zhong Fuzhu dengan wajah munafik membuat An Luo Qi sangat bahagia.


"Sayangnya, ada dua tempat lagi yang belum kita kunjungi, namun itu tempat terlarang di Istana, tidak ada yang di izinkan memasukinya!" Kata An Luo Qi tak berdaya.


Zhong Fuzhu menjadi sangat tertarik dengan tempat terlarang ini. "Tempat apa yang merupakan tempat terlarang itu?"


"Yang pertama adalah istana dingin, itu adalah bekas halaman sampah itu. Tidak ada apa apa di sana dan itu tempat yang sangat tidak menarik untuk di kunjungi. Yang kedua, itu ada di hutan belakang kediaman Ayah. Kita tidak bisa ke sana. Bahkan  para Penatua tidak boleh masuk ke tempat itu. Hanya ayah yang boleh memasukinya."


Zhong Fuzhu terdiam, namun dia memiliki ide di hatinya. Cahaya jahat bersinar di matanya, namun segera berlalu begitu An Luo Qi menatapnya.


"Karena itu adalah tempat terlarang, kita tidak perlu ke sana!" Mendengar itu, An Luo Qi menghela napas lega. Dia takut Zhong Fuzhu akan memaksanya ke tempat itu.


"Yo, adik keenam sepertinya sedang bersenang senang, apa yang kau lakukan bersama pangeran Zhong Du di sini?" Suara seorang wanita mengganggu percakapan mereka.


"Kakak ketiga, aku sedang mengajak Pangeran Zhong berjalan jalan di sekitar istana." Kata An Luo Qi.


"Luo Qi, apa kau membawa Pangeran Zhong ke tempat itu?" An Ruochen menyipitkan matanya.


"Aku tidak akan melanggar perintah Ayah!" An Luo Qi buru buru menjawab takut An Ruochen salah paham.


"Bagus jika itu yang terjadi! Namun jika kau berani membawanya masuk selangkahpun, kau akan segera kehilangan nyawamu." An Ruochen mengingatkan. An Luo Qi segera menganggukkan kepalanya, dia masih ingat saat ayahnya mengancam semua orang, jika di antara mereka ada yang berani memasuki tempat itu, dia akan segera membunuhnya, sekalipun orang itu adalah anaknya.


Mendengar percakapan antara dua Putri ini, jantung Zhong Fuzhu berdetak kencang. Dia sangat penasaran tempat apa yang menyebabkan Kaisar An Li Huang akan membunuh keturunannya sendiri jika berani memasukinya.


An Ruochen melirik Zhong Fuzhu, pria itu balas menatapnya.


Melihat itu, An Luo Qi kesal dan menghalangi pandangan An Ruochen.


"Kau harus selalu mengingatnya!" Setelah memberikan peringatan sekali lagi, An Ruochen pergi dari hadapan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2