
Di istana Kekaisaran Huang Dong.
An Luo Qi tengah duduk di tepi kolam teratai, menyesap teh sembari memandang di kejauhan.
"Selama setahun ini aku merasakan ketenangan. Hei sampah sombong itu berani bertaruh denganku? Lelucon, dia bahkan tidak bisa menyelamatkan hidupnya sendiri, bagaimana bisa dia ingin bersaing dengan Putri ini." An Luo Qi menunjukkan senyum sinis.
Beberapa saat kemudian, seorang wanita berusia sekitar 40 tahun di ikuti pelayannya berjalan ke arah An Luo Qi.
"Ibu!" An Luo Qi berdiri dari kursinya dan menyambut Nalan Lan. "Mengapa kau kemari?"
"Qi'er, ibu ingin memberitahumu sesuatu." Kata Nalan Lan dengan wajah bahagia.
"Oh? Ibu sepertinya sangat bahagia, ada apa?"
"Qi'er, besok pangeran Zhong Fuzhu dari Kekaisaran Zhong Du akan tiba di Huang Dong. Ibu ingin kau menyambutnya!" Kata Nalan Lan serius.
"Benarkah? Bukankah dia pangeran keempat Zhong Du, untuk apa dia datang ke Huang Dong?" Tanya An Luo Qi.
Nalan Lan menggelengkan kepalanya, "Ibu juga tidak tahu. Qi'er, jika kau dapat merayu pangeran Zhong Fuzhu dan menikah dengannya, kau akan menjadi menantu di Kekaisaran Zhong Du."
"Tapi ibu, bagaimana jika dia hanya menjadikanku selirnya?" Kata An Luo Qi cemberut.
"Qi'er, jika kau berhasil merayunya dan membuatnya jatuh cinta padamu, maka kau pasti akan menjadi istrinya. Selain itu, kau bisa meminta apapun pada suamimu."
Memikirkan kata kata ibunya, An Luo Qi menjadi bersemangat. Ya, jika dia bisa menjadi menantu Kekaisaran Zhong Du dan menjadi Permaisuri, maka statusnya akan meningkat di mata semua orang.
Dengan ekspresi bahagia, An Luo Qi meyakinkan ibunya. "Ibu, kau dapat yakin bahwa aku bisa mendekati Pangeran Zhong Fuzhu."
Nalan Lan sangat senang, kemudian dia pergi dari halaman An Luo Qi dengan ekspresi bahagianya.
An Luo Qi yang ditinggal seorang diri bergumam, "An Li Ruyan, meskipun kau memenangkan kompetisi hari itu, cepat atau lambat aku akan menandingi status dan kekuatanmu. Jika aku bisa menikahi pangeran keempat Zhong Du, aku akan menghancurkan kesombonganmu!" Kata An Luo Qi dengan nada jahat.
...*** ...
Di belahan lain hutan Feilong, sosok berjubah merah dan seekor rubah putih tengah berdiri menghadap ke kejauhan.
"Aku akhirnya kembali."
Meskipun mata An Ling tertutup, dia memiliki persepsi yang sangat kuat dan dapat merasakan lingkungan di sekitarnya, bahkan dia dapat menembus kegelapan. Dalam artian dia dapat melihat dengan mata tertutup.
"Tuan, kemana kita akan pergi?" Tanya Xiao Huli.
"Kita perlu mempersiapkan beberapa hal!" Setelah mengatakan itu, An Ling Yue berjalan ke arah tertentu.
...*** ...
"Murong Xue Ji, setelah aku mencarimu selama setahun, aku akhirnya menemukanmu. Aku tidak menyangka kau masih berada di tempat ini dan menunggu orang itu kembali. Apa kau berpikir sampah itu masih hidup?"
"Nalan Fei Xue, apa yang kau inginkan?" Murong Xue Ji memandang Nalan Fei Xue dengan kemarahan di wajahnya.
Dia telah berada di hutan Feilong, di tepi tebing tempat An Ling Yue menjatuhkan diri, menunggunya untuk kembali.
"Bodoh, tentu saja aku ingin menghancurkan mu!" Nalan Fei Xue tersenyum jahat. Kemudian dia memerintahkan tiga penjaga yang mengikutinya. "Kalian dapat melakukan apa saja terhadapnya, asalkan tidak membunuhnya! Aku ingin Pangeran An Qian mengetahui bahwa Murong Xue Ji telah kehilangan kepolosannya."
Mendengar itu, beberapa penjaga mendekati Murong Xue Ji dengan wajah cabul.
"Nona Murong, ku dengar kau memiliki tubuh Yin, aku ingin tau bagaimana rasanya menikmati tubuh Yin ini. Hahaha!"
"Bajingan, dari mana kau mengetahui tentang tubuhku?" Tubuh Murong Xue Ji bergetar karena marah. Tidak ada yang mengetahui tentang tubuh Yinnya kecuali ayahnya. Tapi tidak mungkin ayahnya yang menyebarkan berita ini.
Murong Xue Ji memandang Nalan Fei Xue. "Dari siapa kau mengetahuinya?"
Mendengar pertanyaan Murong Xue Ji, Nalan Fei Xue tertawa terbahak bahak, "Hahaha, karena sebentar lagi kau akan hancur, maka aku akan memberitahumu. Aku mengetahuinya dari Pangeran An Qian."
__ADS_1
"Pangeran An Qian? Bagaimana dia bisa mengetahuinya?" Murong Xue Ji mengernyitkan alisnya.
"Baiklah, karena kau sangat penasaran, aku akan memberitahumu. Saat itu Pangeran An Qian mengatakan pada semua orang bahwa dia tanpa sengaja mendengar percakapan antara kau dan ayahmu." Nalan Fei Xue dalam suasana hati yang baik, jadi dia menjelaskan pada Murong Xue Ji semua yang Pangeran An Qian katakan setahun yang lalu. "Dan hal lain yang perlu kau ketahui adalah Pangeran An Qian mendekatimu hanya karena tubuh Yinmu. Apa kau pikir dia benar benar menyukaimu? Bermimpi!"
"Tidak, bukan Pangeran An Qian yang mendengar percakapan antara aku dan ayahku. Dia tidak pernah sekalipun memasuki kediaman keluarga Murong." Murong Xue Ji memejamkan matanya menahan amarah yang akan meluap. Kemarahannya bukan karena Pengeran An Qian yang berpura pura menyukainya, melainkan karena seseorang yang menyebarkan berita tentang tubuh Yinnya.
Kepuasan terlihat jelas di wajah Nalan Fei Xue. Kemudian memerintahkan para penjaganya, "Apa yang kalian tunggu? Segera lakukan!"
Murong Xue Ji membuka matanya, mengeluarkan aura dari tubuhnya dan menyerang para penjaga itu. Namun, dia hanya seorang diri. Menghadapi tiga penjaga di tingkat tinggi Soul Refining, Murong Xue Ji dengan mudah di kalahkan.
"Cepat tahan dia untukku!" Perintah penjaga yang memiliki tubuh paling kekar.
"LEPASKAN!" Murong Xue Ji memberontak berusaha melepaskan cengkeraman mereka. Namun menghadapi tiga pria mesum itu, Murong Xue Ji sangat tidak berdaya.
Dia sangat ketakutan hingga matanya memerah, namun dia tidak membiarkan air mata menetes begitu saja. Dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan musuhnya.
Semakin Murong Xue Ji bergerak, semakin senang pria pria itu. Mereka mengencangkan genggaman mereka di tangan kecil Murong Xue Ji.
Begitu pria itu mendekat, Murong Xue Ji meludahi wajahnya.
Plakk...
Suara tamparan terdengar jelas di telinga semua orang. "Pelacur! Tadinya aku akan memperlakukanmu dengan lembut, tapi sekarang aku hanya akan menyiksamu!"
Tangan pria itu hendak merobek jubah Murong Xue Ji.
Murong Xue Ji memejamkan matanya penuh keputus asaan, dia bergumam pada dirinya sendiri. "Ibu, saat itu seseorang ingin mengotorimu, namun Permaisuri Feng Ling datang menyelamatkanmu. Dan saat ini aku berada di posisimu, tapi tidak ada yang akan datang untuk menyelamatkanku. Ibu, maafkan aku! Aku harus meninggalkanmu."
Dengan putus asa Murong Xue Ji hendak meledakkan tubuhnya. Namun sebelum dia melakukannya, hal yang mengerikan terjadi di depan matanya.
Tangan yang hendak merobek gaunnya, putus begitu saja dan terjatuh di atas perutnya. Tak hanya itu, bahkan tangan yang memegang Murong Xue Ji ikut terputus.
Murong Xue Ji terkejut dan mengangkat kepalanya. Dia melihat seorang wanita berambut putih mengenakan gaun merah berdiri sambil mengangkat tangannya. Selain itu, mata wanita itu diikat dengan kain berwarna putih.
Nalan Fei Xue segera mengubah wajahnya melihat adegan itu. Dia sangat ketakutan hingga membuat tubuhnya bergetar hebat.
"Kau... Si.. a.. a.. pa?" Suaranya terputus putus sambil menunjuk wanita menakutkan di hadapannya.
Wanita itu mengabaikannya. Dia memandang rubah di sampingnya.
"Tuan, aku akan menjaganya agar tidak melarikan diri!" Kata Xiao Huli.
An Ling Yue menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah Murong Xue Ji.
Murong Xue Ji bangkit dari tanah. Namun, tubuhnya sangat lemah hingga hampir terjatuh. Segera tanganĀ lembut seorang wanita memegang bahunya mencegah Murong Xue Ji terjatuh.
Mengangkat kepalanya, Murong Xue Ji memandang wajah cantik wanita bergaun merah.
"Siapa kau? Apa kita saling mengenal?" Murong Xue Ji merasa familiar pada wajah wanita itu. Namun dia tidak ingat pernah bertemu wanita sekuat ini di Kekaisaran Huang Dong.
"Kau tidak mengenaliku? Bukankah kau mati matian melindungiku? Mengapa sekarang kau bahkan melupakan orang yang ingin kau lindungi?"
Mendengar kata kata wanita itu sekaligus suara yang begitu di kenalnya, kesedihan yang tertahan di dada Murong Xue Ji akhirnya dia lepaskan. Dia memeluk An Ling Yue dan menangis tersedu sedu, seperti seorang anak yang mengadu pada ibunya.
An Ling Yue menghibur Murong Xue Ji dengan menepuk punggungnya. Wajahnya mengarah ke Nalan Fei Xue yang gemetar di samping Xiao Huli.
Meskipun Xiao Huli hanya merebahkan tubuhnya di tanah dan tidak memperhatikan Nalan Fei Xue, gadis itu tidak berani beranjak dari tempatnya sedikitpun.
Melihat wanita dengan mata tertutup kain, Nalan Fei Xue merasa seolah seseorang sedang mencekiknya. Nalan Fei Xue merasa meskipun wanitu jahat itu menutup matanya, dia dapat melihat semuanya.
Nalan Fei Xue sangat ketakutan hingga membasahi roknya. Dia ingin melarikan diri namun tidak bisa bergerak sedikitpun. 'Jika aku tahu ini akan terjadi, aku tidak akan mencari Murong Xue Ji!' Namun sudah terlambat untuk menyesalinya.
Setelah melampiaskan semua kesedihannya, Murong Xue Ji melepaskan pelukannya dari An Ling Yue.
__ADS_1
"Putri, kau akhirnya kembali!" Kali ini senyum ceria terpancar dari wajah pucat Murong Xue Ji.
An Ling Yue mengangkat sudut bibirnya. "Apa kau menungguku selama setahun di tempat ini?"
"Aku percaya kau akan kembali, jadi aku selalu menunggumu. Betapapun lamanya!" Jawab Murong Xue Ji sangat bahagia.
Mendengar percakapan keduanya, Nalan Fei Xue jatuh berlutut di tanah. Dia tidak percaya pada apa yang mereka berdua katakan.
"Tidak mungkin, kau bukan An Ling Yue! An Ling Yue sudah mati. Lebih mustahil lagi karena An Ling Yue hanya sampah yang tidak bisa berkultivasi."
Mendengar kata kata Nalan Fei Xue, Murong Xue Ji sangat marah. Dia beregegas ke arah Nalan Fei Xue dan langsung menendang perutnya. Tak hanya itu, Murong Xue Ji menginjak dada Nalan Fei Xue hingga membuatnya memuntahkan darah.
"Beraninya kau menyebut nama Putri, kau pikir kau ini siapa? Dan beraninya kau menyebut Putri An Ling Yue sampah. Jika dia sampah, lalu aku harus menyebutmu apa?" Kaki Murong Xue Ji semakin erat menekan dada Nalan Fei Xue. Dia sangat marah hingga melampiaskan semuanya pada Nalan Fei Xue.
Untuk menghilangkan amarahnya, Murong Xue Ji menendang Nalan Fei Xue berkali kali hingga membuatnya terbang beberapa meter jauhnya.
Setelah sedikit tenang, Murong Xue Ji menyunggingkan senyum jahat. Dia mengelus dagunya dan tampak berpikir, "Hem, sepertinya kau sangat menyukai bermain main dengan para pria hidung belang. Baiklah untuk memuaskan hasratmu, aku akan mengirimmu ke rumah bordil."
"Tidak! Murong Xue Ji kau tidak bisa melakukan hal itu!" Nalan Fei Xue sangat ketakutan, wajahnya menjadi sangat pucat.
"Kau bisa melakukannya, mengapa aku tidak?" Suara Murong Xue Ji terdengar sangat menakutkan di telinga Nalan Fei Xue.
"Murong Xue Ji, apa kau tidak takut keluarga Nalan menghancurkan keluarga Murongmu?" Ancam Nalan Fei Xue.
"Maka aku akan menunggu hari itu tiba!"
Setelah itu, Murong Xue Ji menendang Nalan Fei Xue. Kali ini tendangannya cukup kuat hingga membuat Nalan Fei Xue pingsan di tempat.
Melihat Nalan Fei Xue yang sudah tidak sadarkan diri, mata Murong Xue Ji beralih ke tiga pria yang tergeletak di tanah tanpa pergelangan tangan.
Begitu Murong Xue Ji mendekati mereka, semua pria itu ketakutan. Mereka menyesal telah mengikuti Nalan Fei Xue untuk mencari Murong Xue Ji.
"Nona Murong, maafkan kami. Ini semua salah nona Nalan. Kami hanya mengikuti perintahnya!"
"Oh? Hanya karena kalian mengikuti perintah Nalan Fei Xue untuk memperkosaku, jadi kalian tidak merasa bersalah?"
Mendengar kata kata Murong Xue Ji, orang orang itu putus asa. Mereka tahu kesalahan mereka sangat tidak bisa di maafkan. Jadi mereka hanya diam menunggu untuk di bunuh.
"Membunuh kalian tidak akan membuat amarahku hilang!" Kata kata Murong Xue Ji membuat orang orang itu menghela napas lega. Namun kata kata berikutnya membuat mereka ketakutan setengah mati. "Tapi, aku akan menghapus harta berharga kalian sehingga kalian tidak akan memiliki keturunan di masa depan."
Setelah mengatakan itu, dia menyerang ************ mereka. Jeritan yang menyayat hati bergema di seluruh hutan.
Melihat rasa sakit dari para bajingan itu, tidak ada sedikitpun simpati di hati Murong Xue Ji. Dia berjalan ke arah An Ling Yue.
"Putri, selamat datang kembali." Wajah pucat Murong Xue Ji kini telah tergantikan dengan kemerahan. Dia sangat lega ketika melihat An Ling Yue kembali.
Meski mata An Ling Yue tertutup, dia dapat melihat apa yang terjadi di hadapannya dengan jelas.
Dalam kegelapan, dia dapat melihat Murong Xue Ji tersenyum padanya.
"Murong Xue Ji, apakah kau mau mengikutiku di masa depan?"
"Putri, ibumu telah menyelamatkan ibuku. Dan hari ini kau menyelamatku juga. Mulai saat ini, hidupku akan menjadi milikmu!" Murong Xue Ji dengan tulus berlutut di hadapan An Ling Yue.
An Ling Yue menariknya, kemudian berkata, "Kau adalah teman pertamaku, jadi kau cukup memanggilku Ling Yue."
"Baik!" Murong Xue Ji sangat bahagia mendengar kata teman, karena An Ling Yue juga merupakan teman pertamanya.
"Tapi, Ling Yue ada apa dengan penampilanmu?" Murong Xue Ji sangat penasaran pada perubahan An Ling Yue.
"Aku hanya mendapat keberuntungan di jalan yang membuatku bisa berkultivasi. Namun aku juga mendapatkan konsekuensi dari hal ini." An Ling Yue tidak berencana menjelaskannya pada Murong Xue Ji. Murong Xue Ji pun tidak mengejarnya. Dia mengerti setiap orang memiliki rahasianya sendiri.
"Baiklah, selama kau kembali dengan selamat, aku merasa lega. Sekarang, apa rencanamu?" Tanya Murong Xue Ji.
__ADS_1
An Ling Yue mengangkat busur jahat di sudut bibirnya. "Aku ingin kau melakukan suatu hal yang besar!"