Dominance Princess Of The Darkness

Dominance Princess Of The Darkness
Identitas An Ling Yue


__ADS_3

Saat An Ling Yue sadar, dia sudah berada di tempat asing. Melihat pakaiannya yang berlumuran darah, An Ling Yue mengingat kejadian beberapa waktu lalu saat dia terjun ke jurang. Dia menghela napas panjang dan memeriksa luka lukanya. Saat mengetahui tidak ada luka sedikitpun di tubuhnya, An Ling Yue sangat terkejut.


Sebelum mengatasi keterkejutannya, An Ling Yue di buat lebih terkejut saat dia merasakan aura spiritual yang sangat tebal di udara.


"Tunggu? Apakah ini aura spiritual? Aku bisa berkultivasi? Bagaimana mungkin?" An Ling Yue sangat bahagia sehingga tidak percaya bahwa dirinya dapat berkultivasi.


Setelah beberapa saat, An Ling Yue kembali tenang. Dia memindai sekelilingnya. Meskipun aura spiritual di tempat ini sangat kaya, tempat ini tidak terlalu luas dan di kelilingi oleh kabut tebal. Bahkan tidak ada tanda tanda kehidupan.


An Ling Yue berjalan ke arah kabut. Saat dia menyentuh kabut itu, yang dia rasakan adalah dingin. Dia memastikan bahwa tidak ada kehidupan di balik kabut ini.


"Tempat apa ini?"


Dalam pemikirannya, An Ling Yue melihat sebuah rumah kecil yang berada di dekat kabut. Dia menghampiri rumah itu dan memasukinya.


Anehnya meski rumah kecil ini hanya terbuat dari kayu, dan letaknya sangat dekat dengan kabut dingin ini, di dalamnya terasa hangat.


An Ling Yue memindai ruangan yang ukurannya hanya dapat menampung dua orang.


Saat ini mata An Ling Yue tertuju pada sebuah ranjang kecil berwarna putih. Begitu dia medekatinya, di atas ranjang tertidur seekor rubah putih kecil. Dan rubah itu memiliki dua ekor di belakangnya.


Dengan penasaran, An Ling Yue menyodok tubuh rubah itu. Namun tidak ada reaksi sedikitpun.


Setelah berkali kali mengguncangkan tubuh rubah, An Ling Yue akhirnya menyerah membangunkannya.


Tiba tiba terlintas di benaknya untuk membuat kontrak dengan rubah ini. Mungkin ini akan berhasil membangunkannya. Dengan begitu, dia dapat segera pergi dari tempat ini.


Tanpa ragu, An Ling Yue menggigit ujung jarinya dan meneteskan darah kemulut rubah yang tengah tertidur pulas.


Benar saja, setelah beberapa saat, mata rubah perlahan terbuka.


"Tuan?" Rubah putih segera bangkit dan langsung terjun kepelukan An Ling Yue.


"Tuan kau masih hidup. Huhuhu Xiao Huli sangat merindukan Tuan." Rubah itu menangis di pelukan An Ling Yue.


Merasakan kesedihan si rubah, An Ling Yue menghiburnya dengan menepuk punggung si rubah.


Setelah tenang, barulah An Ling Yue bertanya padanya, "Baiklah, kau bilang namamu Xiao Huli?"


"Tuan, apa kau melupakan Xiao Huli? Huhuhu..." Bukannya tenang, Xiao Huli semakin menangis.


"Cukup!" An Ling Yue sakit kepala mendengar tangisan Xiao Huli. Dia paling tidak bisa menghibur orang lain.


Xiao Huli melepaskan pelukannya. Dia mengusap matanya yang merah dan bengkak lalu menatap An Ling Yue. Dengan suara cerianya, Xiao Huli berkata, "Tuan, meskipun kau melupakan Xiao Huli, temperamenmu masih sama seperti sebelumnya."


An Ling Yue menyipitkan matanya, "Sekarang katakan padaku, siapa kau dan apa hubunganmu denganku? Ku rasa ini pertemuan pertama kita."


Xiao Huli hendak mengatakan sesuatu, namun suaranya tercekat di tenggorokannya. Dengan ragu ragu menundukkan kepala sambil memainkan ujung jarinya, Xiao Huli menjawab, "Tuan, sebenarnya aku juga tidak ingat!" Suaranya semakin kecil hingga hampir tak terdengar.


Dengan senyum jahat, An Ling Yue mengangkat Xiao Huli dengan kedua tangannya. "Apa maksudmu kau tidak ingat? Kau bilang aku melupakanmu dan temperamenku sama seperti sebelumnya, dan kau bilang kau tidak ingat?"


Suara An Ling Yue seperti gemuruh di telinga Xiao Huli, yang membuat tubuhnya gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Aku akan mengatakanya ..." Kata Xiao Huli takut takut.


An Ling Yue menurunkan Xiao Huli dan menunggu penjelasannya.


"Tuan, tunggu aku sebentar!"


Xiao Huli berjalan ke ranjangnya, sementara An Ling Yue hanya berdiri ditempat.


Ketika Xiao Huli kembali, dia membawa sebuah cicin di mulutnya kemudian menyerahkannya pada An Ling Yue.


An Ling Yue mengambil cincin itu. Melihat lebih dekat, bulan sabit berukuran sangat kecil terukir di atasnya. Dari jauh, ukiran itu tidak akan terlihat kecuali seseorang memperhatikannya dengan seksama.


"Tuan, untuk saat ini, aku hanya bisa memberitahumu beberapa hal. Karena sebagian ingatanku masih tersegel. Hal terakhir yang aku ingat adalah saat kematianmu." Saat mengatakan kematian, suara Xiao Huli terdengar sangat sedih.


"Baiklah, ceritakan semua yang kau ketahui!"


"Tuan, kau adalah Tuanku, baik yang sekarang maupun yang sebelumnya!"


"Maksudmu, aku bereinkarnasi?"


"Ya, tuan. Kau adalah reinkarnasi dari tuanku sebelumnya. Karena hanya kau yang memiliki hubungan dengan Hong Xin Yue."


"Hong Xin Yue? Apa itu?"


"Hong Xin Yue adalah anting anting yang kau kenakan sekarang!"


An Ling Yue memengang anting anting ditelinganya. Lalu memandang Xiao Huli menunggunya melanjutkan.


An Ling Yue melirik sekelilingnya.


"Hubungan Hong Xin Yue denganmu tidak akan terpisahkan meskipun kau telah mati. Di manapun kau berada, Hong Xin Yue akan selalu mengikutimu. Karena sejak kau di lahirkan, Hong Xin Yue sudah di takdirkan menjadi milikmu."


"Adapun dunia yang ada di dalamnya, itu adalah dunia tempatmu untuk berkultivasi. Tuan, semakin tinggi kekuatanmu, aura di dunia ini akan semakin kuat. Selain itu, kabut ini perlahan lahan akan menghilang seiring meningkatnya kekuatanmu sehingga kau dapat melihat wujud dunia kecil ini yang sesungguhnya."


"Namun, semakin kuat dirimu, kesempatan untuk menerobospun akan semakin sulit. Jika kau ingin menerobos, kau harus meningkatkan kekuatan fisikmu. Jika kau memaksa untuk meningkatkan kultivasimu, kau akan segera meledak di tempat. Tuan, kau hanya bisa menerobos saat kau berada di luar Hong Xin Yue. Kau tidak bisa menerobos saat berada di dalamnya, atau Hong Xin Yue akan hancur karenamu."


An Ling Yue berusaha mencerna kata kata Xiao Huli.


"Bagaimana dengan cincin ini?" Mata An Ling Yue tertuju pada cincin di telapak tangannya.


"Tuan, cincin itu di sebut Shengming Huan. untuk saat ini kau hanya bisa memakainya di jarimu. Adapun untuk membukanya, kau harus menerobos ke alam Foundation tingkat tinggi."


"Apa yang ada di dalamnya?" Tanya An Ling Yue penasaran. Lalu dia memakai cincin itu di jari manisnya.


"Kau akan mengetahuinya setelah kau menerobos." Jawab Xiao Huli penuh misteri.


"Baiklah, apa hubungannya Shengming Huan ini denganku?" An Ling Yue menghela napas panjang, terlalu banyak rahasia yang datang bertubi tubi.


"Shengming Huan adalah pasangan dari Hong Xin Yue. Sekarang kau lihat, apa yang terjadi pada Shengming Huan dan Hong Xin Yue saat kau memakainya?"


An Ling Yue melihat Shengming Huan di tangannya, ada cahaya samar yang terpancar dari cincin itu.

__ADS_1


Xiao Huli memberinya cermin. Saat dia menatap wajah cantik di depannya, dia terkejut dengan wajahnya yang begitu menawan. Hanya saja matanya dengan cepat beralih ke Hong Xin Yue di telinganya. Dan cahaya terang terpancar dari anting anting itu.


"Tuan, ini belum semuanya." Kata Xiao Huli dengan bangga.


"Masih ada lagi?" An Ling Yue hampir pingsan saat mendengar kata kata Xiao Huli selanjutnya. Begitu banyak rahasia yang ada pada dirinya di masa lalu.


"Tentu saja, Tuanku sangat hebat. Dia terlalu luar biasa, baik di masa lalu, sekarang ataupun masa depan."


"Sekarang jelaskan, apalagi selanjutnya?" An Ling Yue hanya memutar bola matanya.


"Selain Hong Xin Yue dan Shengming Huan, mereka juga memiliki pasangan lain. Itu adalah Jiusheng Yuan."


"Apa lagi itu?" An Ling Yue memegang dahinya, takut kepalanya akan meledak karena serangan informasi.


"Jiusheng Yuan adalah sebuah kalung yang akan melengkapi Hong Xin Yue dan Shengming Huan. Adapun penjelasan lengkapnya, belum saatnya kau mengetahuinya Tuan."


"Baiklah, itu jauh lebih baik." An Ling Yue menghela napas lega. Pikirannya terasa sangat kacau dengan banyaknya informasi baru yang dia dapatkan.


"Kita kesampingkan masalah ini. Sekarang aku ingin tahu tentang namaku. Apakah nama An Ling Yue juga takdir yang tidak dapat di pisahkan dariku?" Tanya An Ling Yue.


"Tuan, kau sangat pintar!" Xiao Huli mengacungkan dua jempolnya.


Sudut mulut An Ling Yue berkedut. Kini dia tidak akan terkejut lagi jika Xiao Huli mengatakan tentang takdir.


"Sekarang ceritakan tentang identitasku!"


"Tuan, aku banyak melupakan masa lalumu. Aku hanya bisa memberitahumu tentang kelahiranmu saat ini."


"Oh?" An Ling Yue mengangkat alisnya.


"Kau pasti tau tentang kelahiranmu yang di sertai fenomena bulan merah. Tuan, fenomena itu di sebut Hong Yuelian. Saat kau lahir, bulan akan berubah warna menjadi merah darah, pertanda perubahan dunia akan terjadi. Dan kau adalah orang yang akan membawa perubahan pada dunia. Tuan, hanya itu yang ada dalam ingatanku."


An Ling Yue termenung, lalu bertanya pada Xiao Huli. "Huli, kenapa aku di lahirkan tanpa akar spiritual?"


"Karena kau tidak membutuhkannya." Kata Xiao Huli santai.


An Ling Yue dengan kesal menarik telinga Xiao Huli, "Cepat katakan padaku!"


"Aaaa Tuan Tuan lepaskan." Xiao Huli memegang telinganya yang sudah merah. "Baiklah, itu karena kau menyimpan aura spiritual di seluruh tubuhmu. Di saat orang lain mengumpulkan aura spiritual di akar spiritual mereka, kau langsung menyimpannya di seluruh tubuh. Dan ya, karena kau akan menyimpan aura spiritual di tubuhmu, itulah mengapa kau memiliki tubuh yang istimewa. Meski terlihat kuat, itu masih terlalu lemah. Kau harus selalu melatih kekuatan fisikmu agar seimbang dengan tingkat kultivasimu!"


"Dan hal yang paling istimewa darimu adalah disaat orang lain perlu mengumpulkan aura ditelapak tangan mereka, kau dapat langsung mengeluarkan aura spiritual ditubuhmu. Dalam artian kau dapat langsung menyerang lawan." Suara Xiao Huli terdengar semakin bangga seolah olah dia menceritakan tentang dirinya sendiri. 'Ini adalah Tuanku, Tuan yang paling mempesona dalam segala hal. Tuan yang paling aku banggakan.'


"Benarkah?" Mendengar itu An Ling Yue merasa sangat senang. Sekarang, siapa yang akan menjadi tandingannya di Kekaisaran Huang Dong?


"Huli, apa kau tau alasan mengapa ketika aku dilahirkan, ibuku tidak bisa di selamatkan?"


"Tuan, tentang itu aku juga tidak tahu. Segel yang mengunci ingatanku akan terbuka seiring meningkatnya kekuatanmu."


An Ling Yue sedikit kecewa, tapi dia yakin cepat atau lambat dia akan mengetahuinya.


"Tuan, ada yang ingin ku beritahukan padamu. Ini adalah hal yang paling penting dari semua hal itu."

__ADS_1


Mendengar kata kata Xiao Huli, An Ling Yue sedikit gugup. Melihat ekspresi Xiao Huli, dia yakin ini adalah hal yang sangat penting.


__ADS_2