Dominance Princess Of The Darkness

Dominance Princess Of The Darkness
Dia Adalah Pemimpin Kami


__ADS_3

Melihat An Ling Yue yang berdiri, Xia Bei Yuan mengeluarkan sesuatu dari space ringnya.


An Ling Yue terkejut melihat Xia Bei Yuan memberikan kursi padanya.


"Mereka membutuhkan waktu tiga jam untuk memecahkan dinding itu, jadi kau perlu duduk sambil menunggu mereka!"


Ada sesuatu yang menggelitik hati An Ling Yue. Namun dia sedikit terkejut saat perkiraan waktu Xia Bei Yuan sama dengan perkiraan waktu yang dia prediksi.


An Ling Yue segera duduk, Xiao Huli berbaring di kakinya. Sedangkan Xia Bei Yuan berdiri di belakang An Ling Yue seperti pengawal yang patuh.


Yun Fei Fei tidak menyadari kedatangan An Ling Yue dan Xia Bei Yuan. Dia hanya fokus untuk menghancurkan dinding di depannya.


...***...


Murong Xue Ji telah berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan dinding ini. Namun dia sudah sangat kelelahan. Tang Yuo berusaha membujuknya untuk beristirahat, namun selalu ditolak oleh Murong Xue Ji.


"Aku yang terkuat di antara kami semua, jadi aku tidak akan berhenti sampai dinding ini hancur berkeping keping."


Tang Yuo hanya menggelengkan kepalanya, dan terus menyerang dinding di depannya. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menjadi lebih kuat untuk melindungi seseorang yang dia sukai. Ya, Tang Yuo baru menyadari bahwa dalam beberapa hari ini, dia menyukai Murong Xue Ji.


"Xue Ji!" Panggil salah satu dari mereka. "Tiga jam telah berlalu, dan kurasa dinding ini sedikit rapuh, bagaimana jika kita menyerangnya secara bersamaan!"


"Benar, sebelumnya kita telah mencoba dan gagal karena dinding itu terlalu keras. Sekarang kita dapat mencobanya sekali lagi!"


Semua orang bersemangat, mereka mengumpulkan aura spiritual di kedua telapak tangan mereka. Dan secara bersamaan menyerang dinding itu di titik yang sama.


Kekuatan terus mengalir ke dinding itu, menyebabkan retakan kecil mulai terlihat. Retakan itu perlahan lahan membesar hingga hancur berkeping keping.


Debu beterbangan menghalangi pandangan semua orang. Setelah debu menghilang, sosok berjubah ungu berdiri di hadapan semua orang dengan terengah engah.


Melihat Yun Fei Fei, Murong Xue Ji hendak memarahinya habis habisan.


"Yun ..." Sebelum kata kata kasar keluar, Yun Fei Fei segera berlari memeluk Murong Xue Ji dan menangis dalam pelukannya.


Murong Xue Ji membeku, dia tidak jadi memarahi setelah mendengar isakan di pelukannya, "Kau menangis?"


Yun Fei Fei melepaskan pelukannya. "Aku .. Aku minta maaf!"


Murong Xue Ji tidak tega melihat gadis yang hari harinya ceria menjadi sangat menyedihkan. Kemudian dia menghela napas dan berkata, "Semuanya telah terjadi, tidak ada yang perlu di salahkan. Selain itu, kami keluar dengan selamat!"


"Ya, Yun Fei Fei, kau hanya tidak boleh ceroboh di masa depan!" Kata teman temannya dengan senyum nakal.


Melihat tidak ada yang menyalahkannya, Yun Fei Fei semakin merasa bersalah, "Terimakasih!" Ucapnya.


Baru saat inilah Murong Xue Ji memperhatikan sosok di belakang Yun Fei Fei.


"Ling Yue? Sejak kapan kau di sini?"


Semua mata tertuju pada wanita berjubah merah, rambut putih keperakan dengan mata tertutup. Di kain penutup matanya terukir kata 'YUE' dengan benang emas.


"Xue Ji, siapa wanita cantik itu?" Tanya Yun Fei Fei penasaran. Wajahnya menunjukkan ekspresi takjub yang luar biasa.


"Dia adalah pemimpin kami!" Jawab Murong Xue Ji dengan bangga.

__ADS_1


"Maksudmu wanita itu adalah pemimpin kami? Ku pikir pemimpin kami adalah pria di sampingnya." Salah satu wanita di antara mereka mengeluarkan keluhan. "Dan ya, wanita itu sepertinya buta, bagaimana seorang wanita buta dapat menjadi pemimpin kami?"


"Lancang, siapa yang memberimu keberanian mengatakan hal itu!" Murong Xue Ji sangat marah hingga ingin merobek mulut wanita itu.


Yang lain tidak berani berkomentar, mereka mempercayai Murong Xue Ji dengan sepenuh hati jika pemimpin mereka pasti orang yang kuat. Selain itu, mereka merasakan aura berbahaya memancar dari tubuh wanita berambut putih itu.


Namun, wanita itu tidak dapat merasakan hal hal berbahaya dari An Ling Yue dan terus mengeluarkan pendapatnya. "Xue Ji, kau mengatakan pemimpin kami adalah orang yang kuat, tapi wanita itu sama sekali tidak memiliki aura spiritual. Dan tadi kau memanggilnya Ling Yue? Bukankah dia sampah di Kekaisaran Huang Dong, An Ling Yue?"


Wanita itu terus melanjutkan, "Xue Ji, kau sangat mengecewakanku. Aku telah mengikutimu sejauh ini dan telah mengalami hidup dan mati bersamamu, tapi kau benar benar mengecewakan kami semua!"


Murong Xue Ji sudah di ambang batas kemarahan. Wajahnya memerah dan tubuhnya bergetar menahan untuk tidak membunuh wanita itu.


Orang orang di sekitarnya pun terkejut mendengar bahwa wanita berambut putih itu adalah An Ling Yue. Mereka baru memperhatikan wajah familiar yang Murong Xue Ji sebut pemimpin. Meskipun wajah itu telah mengalami banyak perubahan, mereka masih mengenalinya. Namun tidak ada dari mereka yang berani menghina An Ling Yue.


Di tengah keheningan, suara tawa seorang wanita menggema di dalam gua. "Hahaha! Wanita, kau sangat lucu. Kau benar benar membuatku sakit perut menahan tawa sejak tadi. Apa kau bodoh atau sangat bodoh? Kau bilang Putri An Ling Yue sampah? Ckckck, apa kau tidak tahu bahwa dia bisa masuk keluar gua ini sesuka hati? Tentu saja karena dia memiliki kekuatan lebih tinggi dari kami semua."


Mendengar kata kata Yun Fei Fei, suara bisik bisik keluar dari kerumunan.


"Hei, apa kau tau siapa wanita idiot ini?"


"Jika aku tidak salah, dia adalah Nalan Li putri dari cabang keluarga Nalan, dan dia di buang oleh keluarganya karena tidak bisa berkultivasi di usia 5 tahun."


Yang lain ikut berkomentar, "Ku pikir dia akan berbeda dari keluarga Nalan yang lain, jadi aku mengajaknya untuk bergabung dengan kelompok kita. Ternyata dia sama saja dengan keluarga bajingan itu."


"Aku ingin menanyakan satu hal pada kalian." Pria bernama Rong Xi bertanya pada kerumuman. "Apa kalian menerima Putri An Ling Yue sebagai pemimpin kalian?"


Mendengar itu, semua mata kembali tertuju pada wanita dengan mata tertutup yang tengah tersenyum licik. Lalu kembali berdiskusi. "Bagaimana denganmu sendiri?"


Yang lain menggelengkan kepalanya tidak tahu. Rong Xi melanjutkan, "Kalian benar benar bodoh. Apa kalian tidak tahu, beberapa kali Putri An Ling Yue digertak oleh saudara saudarinya, dan kalian tahu apa yang aku lihat? Ini benar benar luar biasa, Putri An Ling Yue menghajar habis habisan mereka yang menggertaknya. Selain itu, apa kalian perlu mempertimbangkan lagi apakah Putri An Ling Yue layak menjadi pemimpin kami? Tentu saja dia sangat layak."


Rong Xi berhenti sejenak, lalu melanjutkan. "Yang perlu kalian pikirkan adalah, saat Putri An Ling Yue belum memiliki kekuatan, dia sudah sangat mendominasi. Apalagi saat dia sudah bisa berkultivasi. Aku dapat menjamin dengan mengikutinya aku akan menjadi lebih kuat."


Mendengar Rong Xi, Murong Xue Ji terpana. Sebelumnya dia lega saat Yun Fei Fei tidak memusuhi An Ling Yue. Sekarang dia lebih terkejut Rong Xi memuji An Ling Yue sedemikian rupa. Dia tersenyum diam diam, 'Rupanya Ling Yue juga memiki beberapa penggemar.'


An Ling Yue, yang menerima pujian itu tidak bereaksi sedikitpun. Namun wanita dari keluarga Nalan sangat marah. Dia lebih kesal ketika tidak ada satupun dari orang orang itu mendukungnya.


"Jika Rong Xi mengatakan itu, aku akan mempercayainya!"


"Ya, bahkan Yun Fei Fei sangat mempercayai Putri An Ling Yue, tentu saja aku akan percaya padanya."


"Kalian sangat bodoh! Sampah tetaplah sampah. Apa kalian berpikir bahwa dia dapat berkultivasi hanya dalam setahun?" Nalan Li sangat marah, dia mengutuk orang orang itu dengan suara keras. 'Mengapa mereka membela sampah itu dan bukannya mendukungku? Dasar idiot!'


Murong Xue Ji sudah tidak tahan lagi. "Aku akan membunuhmu!" Namun sebelum Murong Xue Ji melakukan aksi pembunuhannya, suara merdu terdengar di telinga semua orang.


"Xue Ji!" An Ling Yue berdiri dari tempat duduknya. Xia Bei Yuan hanya diam, dari awal sampai akhir matanya hanya tertuju pada An Ling Yue.


Melihat An Ling Yue mendekatinya, Nalan Li mencibir. Dia akan menyerang An Ling Yue dengan aura spiritualnya. Pada saat itu, semua mata menatap adegan yang mengerikan.


An Ling Yue dengan mudah menangkap tangan Nalan Li, bahkan tanpa aura spiritual sedikitpun yang dia gunakan.


Melihat tangan An Ling Yue menggenggam erat tangannya yang penuh dengan aura spiritual, wanita itu merasakan rasa takut membanjiri hatinya.


"Tidak mungkin, kau hanya sampah. Bagaimana kau dapat menahan seranganku?"

__ADS_1


"Kau sangat berisik!" An Ling Yue mengerutkan kening. Dia mencekik leher Nalan Li kemudian memotong lidahnya dalam sekejap. Bahkan tidak ada yang bisa melihat gerakannya.


Sebelum darah mengenai jubah An Ling Yue, dia sudah melepaskan Nalan Li dan membantingnya ke tanah. Nalan Li menjerit kesakitan, bedanya kali ini hanya suara jeritan kesakitan, tidak ada lagi hinaan yang keluar dari mulutnya.


Semua orang membeku. Sangat ketakutan dengan adegan barusan, untungnya tidak ada dari mereka yang membela Nalan Li sejak awal.


Kemudian suara manis An Ling Yue terdengar lagi. "Ada yang masih keberatan dengan identitasku?"


Serentak, semua orang termasuk Murong Xue Ji, Yun Fei Fei dan Tang Yuo berlutut di depan An Ling Yue dengan wajah tertunduk.


"Kami telah melihat sang pemimpin!"


An Ling Yue tersenyum jahat. Kemudian memanggil Murong Xue Ji. Yang lain di biarkan tetap berlutut.


"Xue Ji. Kau berdiri!"


Murong Xue Ji berdiri, dia tersenyum dan berjalan ke arah An Ling Yue. "Ling Yue, aku sangat merindukanmu!"


Xiao Huli yang mendengar itu langsung mengangkat kepalanya, dia menunggu momen yang sangat menarik untuk ditonton. Dengan senyum nakal, Xiao Huli memandang Murong Xue Ji.


Murong Xue Ji hendak memeluk An Ling Yue, namun kakinya berhenti dua langkah di depan An Ling Yue. Punggungnya berkeringat dingin. Dia merasakan aura pembunuh datang dari belakang An Ling Yue.


Melihat mata setajam pisau menatapnya dengan aura pembunuh, Murong Xue Ji meneguk air liurnya dengan keras. "Ling Yue, siapa pria itu?" Murong Xue Ji bertanya takut takut.


An Ling Yue memutar matanya, namun tidak ada yang dapat melihatnya karena tertutup dengan kain.


"Tidak perlu kau hiraukan."


Tiba tiba Xiao Huli memprotes, "Tuan, ini tidak adil. Mengapa pria itu menendangku dan tidak menendang Xue Ji. Kau harus memberiku keadilan!"


Xia Bei Yuan tidak menjawab. Dia hanya menatap Xiao Huli dengan dingin.


Xiao Huli yang menerima tatapan itu langsung ketakutan, seluruh bulunya berdiri dengan kewaspadaan penuh.


"Ling Yue, ada apa?"


Mendengar pertanyaan Murong Xue Ji, An Ling Yue sakit kepala. "Xue Ji, lupakan saja! Xiao Huli akan menjelaskan padamu nanti."


Murong Xue Ji mengangguk menatap Xiao Huli. Namun Xiao Huli membalas dengan tatapan permusuhan. Murong Xue Ji mengabaikannya.


"Xue Ji, pertama kau harus mengurus wanita dari keluarga Nalan ini." Perintah An Ling Yue.


"Ling Yue, kau tenang saja. Aku hanya perlu mengirimnya pada saudara kesayangannya."


Nalan Li tidak mengerti kata kata Murong Xue Ji. Murong Xue Ji hanya menatapnya dengan senyum kepuasan, 'Berani menghina Ling Yue, kau akan merasakan mati lebih baik daripada hidup!'


Saudara Nalan Li yang An Ling Yue maksud adalah Nalan Fei Xue. Beberapa hari yang lalu, saat Nalan Fei Xue membawa sekelompok penjaga untuk melecehkan Murong Xue Ji, dia di kalahkan dalam sekejap oleh An Ling Yue. Pada saat itu juga Murong Xue Ji menjualnya ke rumah bordil dengan harga 10 koin tembaga, harga yang sangat murah bagi seorang wanita terhormat seperti Nalan Fei Xue.


Kini dia akan mengirim orang lain untuk menemaninya bermain. Murong Xue Ji akan menjual Nalan Li dengan harga yang sama.


Nalan Li sangat ketakutan. Dia langsung pingsan begitu saja. Namun Murong Xue Tidak akan membiarkannya mati dengan mudah.


Suara An Ling Yue terdengar lagi, "Yang kedua, kalian semua berdiri!"

__ADS_1


__ADS_2