
Setelah semua tim memasuki hutan, mereka mulai berpencar untuk menemukan Warcraft tingkat menengah.
Sebelumnya Tuan Nangong Chu memberi tahu mereka bahwa batas waktu kompetisi ini hanya tiga hari, lewat tiga hari otomatis akan dinyatakan kalah. Dan dalam waktu 3 hari, siapapun yang mendapatkan Warcraft tingkat menengah terbanyak, dialah yang akan menjadi pemenangnya.
An Ling Yue terus berjalan tanpa menghiraukan orang yang mengikutinya. Murong Xue Ji pun hanya diam di belakangnya.
Hingga mereka tiba di sebuah tebing. An Ling Yue berhenti, memandang ke jurang yang tak terlihat dasarnya. Tiba tiba suara merdu gadis itu terdengar, "Apa niatmu mengikutiku?"
Murong Xue Ji yang sejak tadi terdiam mengalihkan pandangannya ke punggung An Ling Yue.
"Aku di sini untuk melindungimu!" Ekspresi Murong Xue Ji tulus.
"Aku tidak butuh perlindunganmu, aku bisa melindungi diriku sendiri!"
"Putri ..." sebelum kata kata Murong Xue Ji selesai, suara keras datang dari belakang Murong Xue Ji.
Saat Murong Xue Ji berbalik, dia melihat sebuah sinar meleset kearahnya. Sinar itu melewatinya dan langsung menyerang An Ling Yue.
An Ling Yue menghindari serangan itu. Setiap kali menghindar, serangan lain datang bertubi tubi.
An Ling Yue kewalahan menghadapi serangan yang terus berdatangan. Meskipun tubuhnya istimewa, sekuat apapun dia, An Ling Yue tetaplah seorang yang tidak memiliki akar spiritual. Energinya terkuras hanya dengan menghindari serangan musuh.
"Putri ..." Murong Xue Ji ingin bergegas ke arah An Ling Yue, namun beberapa sosok menghalangi jalannya.
"Murong Xue Ji, urusanmu adalah denganku!" Kata sosok di depannya.
"Nalan Fei Xue?" Murong Xue Ji menggertakan giginya. "Menyingkir dari hadapanku!"
Murong Xue Ji akan menyerang Nalan Fei Xue, namun sebelum serangannya mencapai lawan, serangan lain datang menghantam tubuhnya.
Puch..
Darah menyembur dari mulut Murong Xue Ji. Mata gadis itu tertuju pada jubah merah muda seorang gadis.
"Murong Xue Ji, sekarang tidak ada kakak kelima yang akan melindungimu. Sepupu Luo Qi akan membunuhmu sekarang juga." Kata Nalan Fei Xue bangga.
An Luo Qi mengangkat tangannya, aura spiritual berkumpul di telapak tangannya dan langsung menyerang Murong Xue Ji.
Murong Xue Ji yang sudah berdarah kembali memuntahkan darah. Dia memegang dadanya kesakitan. Matanya tertuju pada An Ling Yue.
Di sisi lain, An Ling Yue sudah kehabisan energi untuk menghindari serangan lawan. Kemudian dengan sekuat tenaga dia berlari ke arah pria berjubah hitam.
Pria itu meremehkan An Ling Yue, dia segera mengumpulkan aura di telapak tangannya.
Sebelum pria itu bisa menyerang An Ling Yue, tinju An Ling Yue menghantam dada pria berjubah hitam itu hingga membuatnya terbanting di tanah.
Rasa sakit menyebar di seluruh tubuh pria itu. Kemudian tinju An Ling Yue menyerang orang di bawahnya dengan pukulan bertubi tubi hingga darah memenuhi tangan dan wajah An Ling Yue.
"Saat aku berusia 5 tahun, seseorang mencoba menyakitiku dan aku tanpa sengaja membunuhnya. Karena kalian, tanganku menjadi tercemar oleh darah kotor kalian. Kalian membuatku merasa bersalah selama berhari hari."
"Setelah itu pembunuh lain datang kepadaku yang membuatku melakukan hal yang sama lagi. Namun kali itu bukan rasa bersalah lagi yang ku rasakan, namun haus darah. Aku begitu menikmati rasa membunuh."
"Apa kalian pikir aku tidak bisa membunuh hanya karena aku tidak bisa berkultivasi? Tidak, kalian semua bodoh, kalian yang membuatku menjadi seorang pembunuh!"
"Jika Tabib Yao tidak memberikan berbagai macam racun untuk berurusan dengan kalian, aku akan menjadi mesin pembunuh."
Tinju An Ling Yue terus menerus jatuh ke tubuh pria yang sudah tak bernyawa itu. Kemarahannya telah sampai pada titik di mana ia dipenuhi niat membunuh.
An Luo Qi dan Nalan Fei Xue ngeri melihat tubuh yang di hancurkan oleh An Ling Yue. Sementara Murong Xue Ji merasa lega melihat An Ling Yue yang baik baik saja. Meski begitu, dia sedikit terkejut dengan kekuatan fisik gadis cantik itu.
Saat An Luo Qi dan Nalan Fei Xue ingin melarikan diri, sosok pria berjubah hitam lain muncul dan langsung menyerang An Ling Yue.
Kali ini, sosok itu lebih kuat dari yang sebelumnya.
An Luo Qi senang karena dia berpikir ini adalah penjaga lain yang kakeknya kirim untuknya. Namun melihat kekuatannya lebih kuat dari penjaga sebelumnya, An Luo Qi menjadi ragu. Namun dia tetap diam di tempat untuk menyaksikan An Ling Yue mati.
Nalan Fei Xue yang ingin melarikan diri, ikut berhenti melihat An Luo Qi tidak jadi pergi.
Di sisi lain Murong Xue Ji bergegas ke arah An Ling Yue. Dengan sekuat tenaga menghalangi serangan lawan yang terus melukai tubuh An Ling Yue.
__ADS_1
Ini pertama kalinya An Ling Yue di lindungi oleh orang lain. Dia melihat tubuh Murong Xue Ji yang menghalanginya, hatinya seolah di cengkeram oleh tangan yang kuat, begitu sakit.
Selain Tabib Yao, tidak ada yang pernah melindunginya seperti ini.
An Ling Yue memeluk tubuh Nalan Fei Xue membiarkan tubuhnya yang menerima serangan lawan.
"Putri..." panggil Murong Xue Ji lemah.
"Diam! Kau sangat lemah, bagaimana bisa kau mengikutiku?" Kata An Ling Yue, sedikit marah namun dengan nada lembut.
"Aku sudah mengatakannya, aku akan melindungimu, bahkan dengan nyawaku."
"Bodoh!"
An Ling Yue kemudian mengabaikannya. Dia melihat orang di belakangnya. Matanya memancarkan niat membunuh.
Kemudian berbisik di telinga Murong Xue Ji, "Aku akan menahannya di sini, kau harus melarikan diri."
"Aku tidak bisa!"
"Kau ingin mengikutiku?" Tanya An Ling Yue menyipitkan matanya.
Murong Xue Ji mengangguk.
"Maka kau harus menuruti perintahku! Pergi!" An Ling Yue mendorong tubuh Murong Xue Ji dan menghadap langsung pada pria itu.
Murong Xue Ji menggigir bibirnya dan berkata perlahan, "Aku akan menunggumu kembali!" Kemudian dia melarikan diri.
An Luo Qi tidak memperhatikan kepergian Murong Xue Ji. Selama dia melihat An Ling Yue mati, dia tidak akan peduli pada orang lain.
Berbeda dengan Nalan Fei Xue, dia sangat enggan melihat Murong Xue Ji melarikan diri. Namun dia tetap di tempat dan menunggu di samping An Luo Qi. Matanya tertuju pada gadis yang sudah bersimbah darah di depannya.
Meski An Ling Yue penuh dengan darah, dia masih kokoh berdiri di tempatnya, tidak membiarkan dirinya jatuh berlutut.
Pria berjubah hitam itu menyipitkan matanya. Dia tidak menyangka putri Kaisar yang satu ini sangat tangguh.
Dia tidak bisa berkultivasi, namun memiliki fisik sekuat ini. Jika dia dapat berkultivasi, dia akan menjadi keberadaan yang mengerikan.
Dengan keras kepala, An Ling Yue mempertahankan kesadarannya. Dia melihat kebelakang, itu adalah jurang yang sangat dalam.
Selangkah demi selangkah An Ling Yue mundur ke tepi tebing. Dia memutuskan untuk terjun dari pada mati di tangan musuh. Setidaknya jika dia lolos hari ini, dia akan membalas mereka di masa depan.
Dia memiliki keyakinan mutlak bahwa dia akan selamat.
Tanpa berpikir panjang, An Ling Yue melompat ke jurang. Pria itu berhenti menyerang, dia berjalan ke tepi tebing. Melihat ke jurang yang curam dan tidak melihat sosok An Ling Yue, dia langsung pergi begitu saja tanpa melihat kedua gadis yang sedari tadi menonton pertunjukan.
Setelah sosok hitam itu pergi, An Luo Qi berlari ke tepi tebing. "Akhirnya sampah ini mati, mulai saat ini tidak ada yang akan mencemari pandanganku lagi." Dengan senyum mengejek, An Luo Qi akan segera pergi.
"Sepupu, Murong Xue Ji ..." Nalan Fei Xue ingin mengatakan sesuatu tapi di hentikan oleh An Luo Qi.
"Akan ada kesempatan di masa depan. Selain itu, dia tidak akan segera keluar dari hutan ini. Ayo pergi, aku ingin segera menemui kakak ketiga!" An Luo Qi dalam suasana hati yang baik, jadi dia tidak memarahi Nalan Fei Xue seperti biasa.
Meski merasa kesal, Nalan Fei Xue tetap mengikuti An Luo Qi di belakangnya.
Di balik pohon, sepasang mata terus menatap ke arah jurang. Saat kedua gadis itu pergi, Murong Xue Ji keluar dari persembunyiannya.
Di tepi tebing, Murong Xue Ji berdiri melawan angin. Dia berbisik, "Aku percaya kau tidak akan mati begitu saja. Putri, aku menunggumu kembali!"
...***...
Di sebuah lembah, sesosok bergaun hitam penuh dengan darah terbaring tak sadarkan diri. Tubuhnya hampir hancur setelah jatuh dari ketinggian.
Dalam ketidaksadarannya, cahaya merah terpancar dari kedua anting anting bulan sabit yang tergenang dalam darahnya.
Kedua cahaya itu begabung dan memasuki tubuh An Ling Yue. Tubuh yang semula hampir hancur itu perlahan lahan pulih dan terlihat dengan mata telanjang.
Setelah itu, An Ling Yue menghilang dari tempatnya.
...***...
__ADS_1
Di kedalaman hutan Feilong.
An Luo Qi dan Nalan Fei Xue berpapasan dengan An Ruochen.
"Kakak ketiga." An Luo Qi dengan gembira berlari ke arah An Ruochen.
"Ada apa? Sepertinya kau sangat bahagia?"
"Aku punya kabar baik untukmu. Sampah itu, An Ling Yue sudah mati!"
"Apa?" Suara terkejut datang dari belakang An Luo Qi. "Apa yang kau katakan itu benar?" Tanya An Ziyan, Pangeran kedua.
Setelah itu beberapa sosok muncul secara bersamaan.
Semua orang berkumpul di satu tempat.
"Luo Qi, apa yang kau katakan itu benar? An Ling Yue sudah mati?" Tanya An Ziyan lagi.
Semua mata mengarah ke An Luo Qi.
An Luo Qi dengan bangga menjawab. "Ya, aku dan Nalan Fei Xue saksinya. Seorang pria berjubah hitam menyerang An Ling Yue dan Murong Xue Ji. Kemudian An Ling Yue sampah itu melompat ke jurang dengan putus asa." An Luo Qi hanya menceritakan tentang kematian An Ling Yue, tapi tidak tentang dia yang membunuh secara brutal. Karena An Luo Qi akan merasa ngeri jika mengingat kejadian itu. Jadi dia hanya menceritakan setengahnya. Adapun Nalan Fei Xue, dia hanya peduli pada Murong Xue Ji.
"Kau bilang Murong Xue Ji? Apa dia juga mati?" Pangeran An Qian memegang bahu An Luo Qi.
"Kakak keempat, ada apa denganmu? Mengapa kau begitu terobsesi pada keturunan keluarga paling rendah?" An Luo Qi tidak mengerti mengapa An Qian sangat menyukai Murong Xue Ji.
Pangeran An Qian hanya menggelengkan kepalanya. "Aku tidak menyukainya." Nalan Fei Xue yang mendengar Pangeran An Qian tidak menyukai Murong Xue Ji, merasa sangat senang.
"Lalu?" Tanya An Luo Qi penasaran. Yang lain ikut penasaran.
"Aku menginginkan tubuh Yinnya." Jawab An Qian mengangkat bahu.
"Apa? Tubuh Yin? Bagaimana kau bisa tahu Murong Xue Ji memiliki tubuh Yin?" Tanya An Li Ruyan yang sejak tadi diam.
"Aku tidak sengaja mendengarnya saat Murong Qiu dan Murong Xue Ji sedang mengobrol. Saat itu Murong Qiu meminta Murong Xue Ji untuk merahasiakan ini. Tapi siapa sangka aku bisa mengetahuinya secara kebetulan." Kata An Qian dengan bangga.
"Dan selama ini kau hanya mengejarnya dengan sia sia? Mengapa kau tidak langsung menggunakannya saja?" Ejek An Ziyan.
An Qian membeku, kemudian menjawab, "Aku hanya mempertahankan kehormatanku. Aku tidak akan memaksa seorang wanita."
"Lalu kau akan menikahinya?" An Ruochen mengangkat sebelah alisnya.
"Tentu saja tidak, aku hanya akan menjadikannya selir." An Qian semakin bangga dengan jawabannya.
"Apa bedanya dengan kau memperkosanya." An Ruochen semakin mengejek.
"Tentu saja berbeda, aku ingin Murong Xue Ji secara suka rela menjadi selirku."
"Apa kau yakin dia akan mau menjadi selirmu?" Tanya An Li Ruyan.
"Tentu saja dia akan mau." An Qian sangat percaya pada dirinya sendiri.
Nalan Fei Xue yang mendengarkan di samping menjadi kesal kembali, dia menggertakkan giginya dan bergumam dalam hati. 'Baiklah, jika Murong Xue Ji menjadi selir Pangeran An Qian, aku akan menjadi istrinya.'
"Apa itu tubuh Yin? Mengapa aku tidak pernah mendengarnya?" Tanya Wei Liu Chong, sepupu An Zhifu sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Bodoh, tentu saja kau tidak pernah mendengarnya. Karena hanya tercatat dalam sebuah buku yang ada di perpustakan istana, bahwa tubuh Yin merupakan hal yang paling langka untuk dimiliki seorang wanita. Jika seorang pria meniduri wanita bertubuh Yin, maka dia akan menerobos ke tingkat berikutnya. Siapapun akan sangat menginginkan tubuh Yin ini untuk di jadikan media kultivasi."
Sekarang semua orang mengerti mengapa Pangeran An Qian sangat terobsesi oleh Murong Xue Ji meskipun telah di acuhkan berkali kali. Ternyata karena tubuh Murong Xue Ji adalah impian semua pria.
Nalan Fei Xue yang awalnya kesal, memiliki gagasan di benaknya. Tidak ada yang memperhatikan senyum licik di wajah Nalan Fei Xue.
"Baiklah, cukup tentang Murong Xue Ji dan si sampah An Ling Yue. Karena kita telah bekumpul di tempat ini, lebih baik kita mencari Warcraft bersama sama, dengan begitu akan lebih mudah mengalahkan mereka." An Zhifu yang sejak tadi tidak bersuara, mengingatkan mereka.
"Jika kita pergi bersama, lalu siapa yang akan menjadi pemenangnya jika kita mengalahkan mereka?" Tanya An Luo Qi.
"Tentu saja kita akan bertarung setelahnya." Kata An Zhifu licik.
Tidak ada yang baik di antara seluruh keluarga kerajaan. Mereka memiliki sisi jahat masing masing. An Zhifu memang paling pendiam, meskipun dia bukan yang terkuat, namun dia satu satunya putri An Li Huang yang sangat licik.
__ADS_1
Memikirkan saran An Zhifu yang masuk akal, mereka akhirnya memutuskan untuk berburu bersama.