
An Ling Yue menatap pria di hadapannya.
Ini adalah pertama kalinya An Ling Yue melihat pria setampan ini. Ekspresinya sedingin es di kutub utara, dingin namun sangat mempesona.
Meskipun An Ziyan dan An Qian merupakan pria paling tampan dan paling menawan di Kekaisaran Huang Dong, mereka masih tidak ada apa apanya di bandingkan dengan pria di hadapannya ini.
"Baiklah, karena kau sudah bangun, ceritakan tentang identitasmu!"
"Aku ..." Pria itu ragu ragu sejenak. An Ling Yue terpana mendengar suara pria itu yang sangat manis di telinganya. "Aku tidak ingat."
Kening An Ling Yue penuh garis garis hitam. 'Ada apa dengan dunia ini, mengapa semua orang melupakan identitas mereka?' Bahkan An Ling Yue pun tidak ingat tentang kehidupan masa lalunya.
An Ling Yue menghembuskan napasnya. Dia kembali bertanya, "Lalu, apa yang kau lakukan di tempat ini? Mengapa kau tidak sadarkan di bukit itu?"
"Aku... juga.. tidak ingat! Yang aku ingat terakhir kali adalah kau dan si putih itu." Pria itu memandang An Ling Yue dengan gugup. Dia takut An Ling Yue akan marah.
An Ling Yue menyipitkan matanya. Dia berdiri dan berjalan ke arah pria berjubah hitam itu.
Dengan wajah jahat, An Ling Yue memandangi wajah tampan pria di depannya. Dia mengelus dagunya dan tersenyum jahat. "Bagus, karena kau tidak ingat dan aku tidak memperoleh informasi apapun darimu, bagaimana jika aku menjualmu di rumah bordil? Setidaknya aku bisa mendapatkan banyak uang!"
Jika Xiao Huli mendengar itu, dia pasti akan memutar bola matanya dan berkata, 'Tuan, kau sangat tidak tahu malu!'
Mendengar kata kata An Ling Yue, pria itu membeku. Dia tidak tahu apa itu rumah bordil, tapi dia tahu bahwa itu bukanlah hal yang baik.
"Namaku Xia Bei Yuan! Aku hanya ingat itu."
An Ling Yue semakin menyipitkan matanya. Dia merasa bahwa pria ini sangat misterius. Dia tidak tahu apakah harus mempercayainya atau tidak. Meski An Ling Yue tidak bisa merasakan sedikitpun aura spiritual pada orang ini, dia merasa bahwa Xia Bei Yuan ini sangat berbahaya.
"Selain itu, mengapa kau baik baik saja saat menatap mataku? Asal kau tahu, aku dapat membunuh seseorang hanya dengan menatapnya!"
Xia Bei Yuan tidak memiliki ekspresi di wajahnya. Seperti biasa, wajahnya terlalu kaku untuk berekspresi. An Ling Yue sangat penasaran terbuat dari apa wajah orang ini.
Dia dengan ringan menjawab, "Aku tidak tahu, hanya saja aku sangat menyukai di tatap olehmu!"
An Ling Yue merasakan getaran di hatinya, namun segera menepisnya.
"Aku tidak tahu apakah kau teman atau musuh, tapi jika kau berani menyakitiku sedikitpun, aku tidak keberatan melawanmu sampai akhir."
Ada sedikit perubahan dalam ekspresi dinginĀ Xia Bei Yuan. Namun dia tetap diam.
An Ling Yue kembali ke tempat duduknya, tidak memperhatikan Xia Bei Yuan lagi.
...***...
Di dalam gua, 200 orang tengah bertarung melawan 10 Warcraft tingkat tinggi. masing masing dari mereka membentuk tim yang terdiri dari 20 orang untuk melawan 1 Warcraft. Meskipun begitu sangat sulit untuk mengalahkan mereka.
"Tidak bisa seperti ini terus, jika tidak, kita akan kehabisan tenaga." Ucap salah satu wanita di antara mereka.
Murong Xue Ji pun sudah sangat kelelahan. Namun terdapat tekad kuat di wajahnya.
"Kita harus bertahan. Dia mampu melalui rintangan ini seorang diri, kami yang memiliki 200 orang tidak boleh kehilangan wajah kami di depannya!"
Semua orang tahu siapa yang Murong Xue Ji maksud. Tentu saja sang pemimpin misterius mereka.
Semangat mereka bangkit seketika, dengan aura kepahlawanan mereka membasmi satu per satu Warcraft di hadapan mereka.
Tang Yuo bertarung berdampingan dengan Murong Xue Ji. Aura spiritual mereka seolah saling melengkapi. Saat Murong Xue Ji kelelahan, Tang Yuo akan maju menghadapi Warcraft itu dan begitupun sebaliknya.
Yang lain tidak mau kalah, mereka dengan semangat kekeluargaan bertarung berdampingan. Padahal baru sehari berlalu dan mereka sudah seperti sebuah keluarga.
Xiao Huli dalam kegelapan memperhatikan pertarungan sengit di depannya. Dia menganggukan kepalanya, "Apa yang Tuan katakan memang benar, untuk membentuk tim yang kuat, harus didasari oleh persaudaraan yang kuat di dalamnya. Dan Murong Xue Ji tidak mengecewakan Tuan dengan memilih sekelompok orang ini."
Xiao Huli puas dengan kinerja mereka. Dia dengan malas merebahkan tubuhnya. Saat ini dia merasa sangat nyaman di tempat, lalu memilih tidur sebentar.
Warcraft terakhir berhasil di bunuh. Murong Xue Ji duduk di tanah kelelahan. Tiba tiba, sebotol air muncul di hadapannya.
__ADS_1
"Ini selamat dari jebakan lumpur tadi." Tang Yuo yang menyerahkan botol itu, dan di terima begitu saja oleh Murong Xue Ji. "Aku sangat ingin tahu tentang pemimpin kita!"
Mendengar perkataan Tang Yuo, Murong Xue Ji tersenyum lembut, senyumnya penuh kehangatan saat dia membayangkan sosok merah yang telah menyelamatkannya.
"Dia adalah seseorang yang tidak pernah kau duga!"
"Apakah dia seorang pria? Sepertinya kau sangat mengaguminya!" Tanya Tang Yuo, dia seperti merasakan suasana hatinya agak aneh sejak bersama Murong Xue Ji.
"Sudah ku katakan, kau akan tahu setelah bertemu dengannya." Percakapan mereka berdua terdengar sampai ke kerumunan.
Seorang wanita berjubah ungu mendekati mereka berdua. "Apa aku boleh bergabung?" Suaranya sangat manis.
"Tentu saja."
"Nona Murong, aku ingin bertanya sesuatu padamu!" Kata wanita itu.
"Kalian cukup memanggilku Xue Ji!" Murong Xue Ji mengatakannya pada semua orang.
"Oh baiklah, aku di panggil Yun Fei Fei." Yun Fei Fei memperkenalkan dirinya.
"Xue Ji, aku ingin bertanya padamu." Ulang wanita itu.
"Katakan!"
"Sebenarnya, aku sangat penasaran, untuk apa kau mengumpulkan begitu banyak orang? Apa kita akan mendirikan sebuah organisasi?"
"Aku tidak bisa memberitahu kalian untuk saat ini, aku hanya bisa mengatakan bahwa kami akan menjalani hidup dan mati bersama di masa depan!" Kata Murong Xue Ji.
Yun Fei Fei cemberut, dia merasa akan mati karena penasaran.
"Karena kau tidak ingin memberitahu kami tentang itu, lebih baik kau ceritakan saja tentang dirimu."
Tang Yuo sangat bersemangat saat Yun Fei Fei mengatakan itu.
"Hei, ada apa denganmu? Jika kau bukan siapa siapa, lalu kami ini apa?" Yun Fei Fei memutar bola matanya. "Aku ingin tahu tentang keluarga besar di Kekaisaran Huang Dong. Karena aku di lahirkan dari keluarga kecil, aku tidak tahu banyak tentang kehidupan para bangsawan."
"Keluarga Murong dapat di katakan sebagai keluarga bangsawan. Namun karena kami yang terendah, jadi tentu saja mereka yang statusnya lebih tinggi sering menggertak kami yang lebih rendah." Murong Xue Ji menceritakan tentang pengalaman ibunya ketika hampir di perkosa.
"Saat itu ibu akan ke pasar, dia merasa bosan di rumah jadi memutuskan untuk berbelanja. Para pelayan di keluarga kamipun menemaninya karena saat itu ibu sedang mengandungku. Namun, setelah kembali dari pasar, sekelompok pria datang menangkap ibu dan para pelayan. Mereka terlihat seperti keluarga dengan status tinggi dari pakaian mereka. Ibu tidak bisa mengenali para bajingan itu."
"Mereka membawa ibuku ke hutan. Ibu sempat melawan dan membunuh beberapa dari mereka. Mereka sangat marah hingga semua pelayan terbunuh. Ibu satu satunya yang bertahan. Niat awal mereka adalah membunuh ibu, namun napsu binatang buas mereka terbangun dan hendak memperkosa ibu. Ibu sempat ingin bunuh diri, namun seseorang datang menyelamatkannya."
Yang lain dengan tenang menyimak cerita tragis ibu Murong Xue Ji.
Tang Yuo pun turut prihatin, dia bertanya, "Siapa yang menyelamatkan ibumu?"
"Permaisuri Feng Ling!"
"Wow, Permaisuri Feng Ling adalah legenda di Kekaisaran Huang Dong, dia adalah wanita terkuat dalam sejarah. Aku sangat ingin bertemu dengannya. Sayangnya ..." Yun Fei Fei tidak melanjutkan.
Murong Xue Ji melihat ekspresi sedih Yun Fei Fei, kemudian dia melanjutkan. "Suatu saat, akan ada seseorang yang dapat melampaui Permaisuri Feng Ling!"
Mendengar itu, semua orang terkejut. Permaisuri Feng Ling adalah yang terkuat dalam sejarah Huang Dong, dan Murong Xue Ji mengatakan akan ada yang dapat melampauinya di masa depan? Siapa yang bisa membuat Murong Xue Ji mengatakan itu? Apakah dia seorang peramal? Namun mereka segera menggelengkan kepala, tidak ada yang bisa meramal masa depan. Lalu dari mana datangnya kepercayaan diri Murong Xue Ji?
"Xue Ji, apa kau yakin akan ada yang lebih kuat dari Permaisuri Feng Ling? Bahkan Kaisar An Li Huang tidak dapat menerobos ke tingkat tinggi Half Immortal, siapa yang dapat menjadi jenius itu? Apa kau pikir Putri An Ling Yue? Hei, aku ingat gadis itu, dia memang tidak bisa berkultivasi, tapi aku sangat mengagumi keberaniannya melawan orang orang yang menggertaknya. Sayangnya dia sia sia, atau aku akan berpikir orang yang kau maksud adalah Putri An Ling Yue!" Yun Fei Fei menyesalinya, sangat di sayangkan bahwa Putri Permaisuri Feng Ling tidak dapat berkultivasi.
Murong Xue Ji tersenyum mendengar kata kata Yun Fei Fei. Ternyata tidak semua orang membenci An Ling Yue, dan dia sangat lega. Namu dia tidak menjawab pertanyaan yang mengganggu hati semua orang.
"Baiklah, waktu untuk mengobrol sudah selesai. Kita akan melanjutkan perjalanan." Murong Xue Ji bangkit dan mengajak semua orang melanjutkan ujian mereka.
Mereka berjalan terus tanpa menyadari sosok putih berbulu yang sedang mendengkur di dekat tempat mereka beristirahat tadi.
Setelah semua orang pergi, barulah Xiao Huli sadar bahwa dirinya telah tertinggal jauh.
...***...
__ADS_1
Malam yang tak berbintang. Bahkan bulanpun tak menampakkan wujudnya. Hanya saja ada hal yang lebih terang dari rembulan dan lebih mempesona dari langit berbintang.
Xia Bei Yuan tengah berdiri di samping tempat tidur An Ling Yue.
An Ling Yue mengangkat sebelah alisnya. "Apa yang kau lakukan dengan masuk ke kamar seorang wanita?"
"Aku ingin tidur denganmu!" Kata pria berwajah dingin itu dengan polos.
Garis garis hitam muncul di atas kepala An Ling Yue. "Apa ibumu tidak mengajarimu batasan antara pria dan wanita?"
"Aku tidak memiliki ibu!"
An Ling Yue membeku. Dia kehilangan kata kata.
"Baiklah, Xia Bei Yuan! Aku akan memberitahumu bahwa pria dan wanita yang belum menikah tidak boleh tidur di kamar yang sama."
"Kalau begitu, mari kita menikah!" Jawab Xia Bei Yuan dengan ekspresi serius di wajah dinginnya.
Wajah An Ling Yue menjadi hitam, dia benar benar merasa tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi pria dingin ini. Namun melihat ekspresi serius di wajah Xia Bei Yuan, An Ling Yue merasa sedikit lucu.
"Aku tahu kau sangat sadar tentang hal ini. Kau benar benar berperut hitam."
"Terimakasih!"
Kali ini An Ling Yue benar benar kehilangan kata katanya.
Setelah itu dia berkata sambil menggertakkan giginya, "Dasar Rubah!"
Kemudian dia menarik selimut dan mengabaikan Xia Bei Yuan.
Dia awalnya berpikir bahwa rubah ini akan keluar dari kamarnya, namun dia terkejut saat Xia Bei Yuan berbaring di sampingnya.
"Apa yang kau lakukan?" Dengan nada marah, An Ling Yue bangun dari pembaringan. Dia melihat wajah tampan Xia Bei Yuan yang telah memejamkan matanya.
An Ling Yue ingin mendorongnya namun tidak memiliki kekuatan itu. 'Pria ini sangat berat!'
An Ling Yue mencoba sekali lagi mendorong Xia Bei Yuan, namun kali ini tangan yang kuat langsung menariknya. Tak hanya itu, kini An Ling Yue telah berada di bawah tekanan pria itu.
"Sialan Xia Fox, apa yang kau lakukan?"
"Xia Fox?" Xia Bei Yuan tertegun, dia menatap mata merah An Ling Yue. Berusaha mencari sesuatu di wajah wanita itu.
An Ling Yue pun sontak terdiam. Dia hanya mengatakannya dengan spontan. Tapi setelah mengatakan itu, hatinya terasa sakit.
Melihat ekspresi bingung dan tak tahu apa apa di wajah cantik An Ling Yue, Xia Bei Yuan menghela napas. Dia memegang pipi An Ling Yue.
"Apa yang kau lakukan? Pergi dariku!"
An Ling Yue memberontak namun tekanan dari pria ini membuatnya tak berdaya.
Tiba tiba sebuah suara muncul dalam benaknya.
"Tuan, sesuatu telah terjadi!"
"Huli?" Tidak ada jawaban.
Melihat ekspresi cemas An Ling Yue, Xia Bei Yuan mengerti sesuatu. Dia turun dari atas An Ling Yue dan membantunya bangun.
An Ling Yue terkejut, ketika dia memberontak tadi, Xia Bei Yuan mengabaikannya. Namun di saat kritis, tanpa memberitahunya Xia Bei Yuan seolah mengerti sesuatu.
Dia memandang pria di sampingnya, matanya memancarkan cahaya rumit. Namun mengingat pesan Xiao Huli, dia menepis pikirannya untuk saat ini.
An Ling Yue bangkit mengambil kain penutup matanya dan berjalan keluar kamar hingga menghilang dalam kegelapan.
Xia Bei Yuan tidak tinggal diam, dia mengikuti jejak An Ling Yue dan ikut tenggelam dalam kegelapan malam.
__ADS_1