Dosen Ku My Love

Dosen Ku My Love
#eps10 teman lama


__ADS_3

"oh ya bun, hampir lupa,


kita kan mau langsung ke kafe milik kak awan, tapi aku bareng kamu aja deh, kan aku dah bilang tadi sama mama kalau mau mampir ke kafe kakak bereng kamu,!"


"yaudah yuk, tapi aku kan naik motor cel, panas, kalau gak kamu pesan takxi online aja deh cel, biar nyaman,"


"gak papa hay bun, sekali kali, lagian seru loh naik motor tu, hehe,"


"yaudah yuk !!"


"yuk, pelan pelan aja ya bun,"


ujar celcy karena ia tak terlalu biasa menaiki motor.


tiga puluh menit kemudian, mereka pun telah sampai di kafe Senja kafe yang bernuansa indah, mewah, klasik, dan asri di bagian outdoor nya, ya kafe siapa lagi kalau bukan kafe milik awan herlambang, yang berpengalaman juga dalam bidang asiktekturnya juga.




"waawww keren banget cel, kafe kakak kamu, bersahabat banget sama jiwa ku cel,!"


"eumm, ini yang desain kakak aku lo bun keren gak,"


"ya ialah cel kakak kamu kan pernah sekolah di luar, pantes dong,"


"hehehe, !!"


celcy tertawa kecil, sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.


dan ahirnya mereka pun telah sampai di ruangan manejer kafe itu.


"tok tok tok tok…"


suara ketukan tangan celcy mengetuk pintu ruangan menejer kafe tersebut yang tak lain adalah sahabat dari awan juga.


"permisi,!


kak, kak ryan,!!"


celcy memanggil ryan, yang ia juga sudah kenal dekat dengan ryan, karena ia dulu sering nongkrong di kefe kakanya itu.


"ia, saya, bentar ya,!"


"cklek,!"


suara pintu itu pun akhirnya terbuka.


"eh celcy, ada apa cel, tumben, dah lama banget loh kamu gak maen ke sini,"


ujar ryan nyeletus tak berhenti.


"ini mau cerita di depan pintu atau gimana kak,?"


"eh ya, kakak lupa mempersilahkan kalian, oh ya ini siapa cel,?"


ryan melihat ke sisi kanan celcy, dan embun pun sedikit mengangkat wajahnya,


"eumm, saya embun safitriani,"

__ADS_1


sambil menyodorkan tangannya mengajak ryan bersalaman.


"ya, kenalkan saya ryan bramansyah,"


"fitri !"


"kak bram!"


"loh, kok dah kenal, serius dah kenal nih,!"


 sambut Celcy dengan bingung melihatnya.


"kamu anak kelas dua IPA yang sering bawa kue bude dan di titipkan di kantin itu kan, kamu beneran fitri, em maksudnya embun safitriani,!"


"ya kak, aku fitri kak, gak nyangka banget bisa ketemu sama kakak di sini, yang tukang ngeborong kue kue ku, aku seneng banget kak,"


sambil senyum bahagia karena ia bertemu dengan kakak kelasnya yang sering ngeborong kuenya, karena terkadang kue itu juga pesenan dari ibunya ryan yang sangat menyukai kue dari buatan ibu asih.


"mau celcy ambil kan kursi kak, biar nyaman ceritanya, hem, !"


"hehehe,!"


mereka tertawa bersama,


"eh ya, silahkan masuk, dan silahkan duduk juga, he,!"


sambil tersenyum senyum melihat ke arah embun.


"ya, makasih kak,"


hampir bersamaan celcy dan embun mengatakannya.


"ini kak, mau ngantar berkas berkas embun,!"


"berkas apa fit, berkas aku mau kerja di sini kk, paruh waktu selesai pulang dari kuliah,!"


"eumm apa kak awan gak bilang ya sama kakak,?"


"ohhh yang di recom sama kak awan to,


ada kok cel, kak awan dah bilang sama kakak, cuma kan kakak gak tau kalau yang di recom tu rupanya fitri,"


"ya kak, celcy yang ngebantuin aku kak, karna kan payah banget kak cari kerja kalau kita memang gak punya keahlian atau pengalaman,"


balas embun dengan sedikit bercerita.


"eum trus mana dong berkas berkas nya, biar kakak periksa,?"


"ini kak,!"


sambil embun menyodorkan berkas berkas lamaran kerja nya di atas mejanya ryan, yang semua orang pasti sudah tau bahwasannya ia itu adalah menejer di kafe itu, toh di pintu ruangan nya saja sudah tertera, ruangan menejer.


lalu ryan pun langsung mengambil nya, dan memeriksanya,


"lengkap, semuanya bagus, hanya saja kamu tidak berpengalaman, fit !"


"eumm itulah masalah utamanya saya gak di terima kerja di perusahaan atau kafe kafe lainnya kak,!"


dengan wajah yang lesu.

__ADS_1


"dah gak papa, gak usah kawatir, nanti kakak bisa ngajari kamu sedikit demi sedikit,!"


"ia kak,"


dengan antusias nya,


"ia fit, tenang aja,"


"makasih ya kak,"


"ia sama sama fit,!"


"ekhen khem…,


duh panas benget ya cuacanya, kok kering begini ya tenggorokan ku,


khem khem!"


"hehehe,,


maaf semuanya, suka kelupaan,!


ran, rani,…"


"siap bosss, ada yang bisa saya bantu bos,?"


"eh ad celcy, ge mana kabarnya dek,?"


"Alhamdulillah baik kak, kabar celcy, kakak gimana kabarnya,


"yups baik juga sayang, kalau nih,!"


"eh ya, kenal kan nama saya embun, lagi ngelamar kerja,"


"eumm, rani,!"


mereka saling tersenyum dan berjabat tangan.


"oh ya ad apa ya bos, kok jadi lupa !?"


"tolong buat kan air minum dan makanan sepecial yang ada di kafe ini ran,"


"oke bos, segera di laksanakan, permisi nona nona manis,"


celcy dan embun pun tersipu malu dengan senyuman mereka yang manis itu.


"eumm kira kira embun kapan ya kak mulai masuk kerjanya,"


tutur celcy yang penasaran dan bertanya


 pada ryan.


"besok fitry dah boleh mulai masuk kerja,


jadi selamat ya, fitri di terima kerja di sini, semoga kita bisa saling berkerja sama.


"Alhamdulillah, makasih ya Allah,!"


dengan senyum yang sangat bahagia dan gembira.

__ADS_1


__ADS_2