Dosen Ku My Love

Dosen Ku My Love
# Eps 05 Hari pertama masuk kuliah


__ADS_3

..."Bu, embun, berangkat kuliah ya bu,!"...


"Ya sayang, hati hati ya nak, kamu harus pinter-pinter jaga diri kamu"


" ya bu!"


Embun pun ahirnya berangkat dan tak lupa ia bersalaman dengan ibunya sebelum ia meninggalkan kediamannya.


"Assalamualaikum bu,!"


seru embun dengan senyum semangatnya,


"wa'alaikumsalam nak,"


jawab ibu Asih dengan membalas senyuman anaknya dengan senyum yang bangga karena ia telah melihat anaknya yang hari ini, adalah hari pertama nya masuk kuliah.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, engkau telah mengabulkan segala keinginan anak ku ya Allah, selalu lindungilah ia ya Allah."


"pak, andaikan bapak masih ada, bapak pasti bangga sekali dengan prestasi anak kesayangan bapak pak, embun sekarang sudah dewasa dan sekarang embun sudah kuliah pak.


Gumam dalam hati ibu asih merasa sangat bersyukur bercampur dengan sedih, dan masih dalam keadaan melihat kepergian putri nya yang semakin jauh dari pandanganya dengan mengendarai motor Beat nya.


Embun sangat bahagia sekali, ahirnya dia dan ibunya bisa punya kembali motor yang dulu pernah punya saat masih ada bapaknya, dan harus di jual karena untuk pengobatan ibu dan uang sekolah nya.


"Ahirnya bisa punya motor lagi, jadi gak payah ngojek terus setiap pergi kuliah sama seperti dulu waktu aku SMA, kok gak ngojek ya naik bus,"


Embun benar benar tidak bisa, menyembunyikan rasa bahagianya itu.


"Ternyata benar kata bapak,!


orang yang rajin menabung itu akan sukses nantinya, hehehe walau pun baru sukses beli motor seken, makasih ya pak, meskipun bapak sudah tidak ada, tapi pesan pesan bapak akan selalu menjadi yang utama dalam hidup embun."


Tak terasa, setengah jam sudah ia tempuh untuk sampai ke kampusnya.


ketika ia akan memarkirkan motornya,


ia seperti mendengar suara yang tak asing di telinganya.


"Embun, bun, embun,"


embun pun mencari dari mana asal sumber suara tersebut,


Nampaklah wajah sahabatnya dari kejauhan,


dan mulai berjalan dengan cepat untuk menghampiri Embun.


"Cie cie,,


ada yang punya sepeda motor baru nie,,,


"apaan sih cel, malu ah,


di liatin orang banyak tu cel!"


dengan tampak di wajah embun yang ayu itu bak kepiting yang sedang di rebus.


"lagian gak baru kok cel, aku belinya seken, agar uang tabungan ku bisa di pakai untuk kebutuhan yang lainnya cel, aku juga kan gak mau mgerepotin ibu, yang akunya masih kuliah di semester awal ini cel,"


"Em,,


memang embun ku ini, pinter banget untuk mengatur uangnya agar benar benar tidak sia sia."


Mereka sambil berjalan meninggalkan parkiran menuju kelas mereka.

__ADS_1


Dan dari kejauhan, tampaklah awan yang baru saja keluar dari mobil kesayangan nya, langsung ingin menuju kantor, ia benar-benar sangat tampan. dan selain tampan ia memiliki postur tubuh yang tinggi, pintar, kaya, berprestasi, berkarisma, dan otomatis banyak wanita yang tergila-gila padanya. ketika awan ingin melangkahkan kakinya tak sengaja ia melihat gadis yang sangat ia kenal, sedang berjalan dengan seorang gadis yang ia merasa tidak asing lagi melihatnya, walaupun dari kejauhan dan hanya melihat dari sisi belakang nya saja.


"Itu kan Celcy, dengan siapa dia


mengapa aku seperti mengenalinya, ah tidak mungkin gadis itu!"


Ia begumam dalam hatinya dan lalu berjalan lebih cepat menuju kantornya. Awan belum menyadari bahwasannya itu adalah getaran getaran cintanya pada embun yang baru saja akan di mulai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dikediaman Herlambang, ibunda Awan yang sangat merindukan awan sedang memohon kepada suaminya untuk bertemu dengan anak kesayangan nya itu.


"pa, !


boleh dong pa, mama ke apartemen nya awan pa, mama rindu banget pa sama awan pa, boleh ya pa."


"ma, tenang dong ma, baru berapa hari awan tinggal di apartemennya ma, kalau nanti awan rindu sama mama kan awan akan mengunjungi mama ma, awan itu ingin hidup mandiri ma, biarkan saja, mana tau dengan begitu awan nanti akan menukan jodohnya yang benar-benar mencintai dia apa adanya ma."


"tapi pa, mama benar benar rundu pa, sama awan,!"


bu melani menetes kan air mata kerinduannya.


"mama sayang, dengarkan papa ya, ini demi kebaikan anak kita ma,!"


pak herlambang melangkah mendekati istrinya dan memeluknya, sambil mengusap usap punggung bu melani.


"dah ya ma, jangan bersedih lagi!"


"ya pa, kalau begitu, Mama akan berusaha untuk manahan rasa rindu ini sementara pa,"


"ya ma, gitu dong, baru jadi kesayangan papa."


"jadi malu mama pa,"


"malu sama papa dong, karena mama cengeng banget pa,"


"gak papa ma,


papa dah maklum kok, kalau mama tu sedikit cengeng, hehehe,


pak Herlambang tertawa lepas, melihat istrinya itu yang sudah mulai kesal ke padanya.


Di kampus.


"pagi semuanya,,"


sapa dosen yang baru masuk ke kelas embun dan celcy.


"pagi pak,!"


serempak mereka membalas dengan semangatnya.


"pagi ini, adalah hari perkenalan untuk kita semua, agar kita bisa saling kenal satu sama lain."


"baik paaakkk."


mereka labih semangat lagi menjawabnya.


"Ok, kalau begitu, di mulai dari saya ya,


perkenalkan nama saya Rahman S.P.D,


dan saya mengajar di bidang ekonomi,

__ADS_1


semoga saya bisa membantu kalian semua


untuk lebih maju ke depannya."


dengan senyum ramah nya dan percaya diri.


"Ayo kita lanjutkan, dari bangku sebelah kiri,!"


"ya pak,"


sahut seorang gadis yang sedikit tembun.


"Perkenalkan nama saya Mariani


panggilan saya Ani


cita cita menjadi guru."


dilanjutkan oleh bangku sebelahnya,


"Perkenalkan nama saya Kurniawan,


saya di panggil Kurnia


cita cita jadi polisi."


"Perkenalkan nama saya Celcy Herlambang,


nama panggilan saya celcy,


cita cita menjadi pengusaha."


mereka semua terpaku ketika mendengar nama celcy yang di sambung dengan nama kebesaran keluarganya itu, di karenakan nama tersebut sudah tak asing lagi di dengar oleh khalayak umum.


"Perkenalkan nama saya Budiman


nama panggilan saya Ucup,


cita cita menjadi pilot."


berbeda lagi ekspresi mereka ketika nama budiman dan di panggil ucup, tak henti hentinya mereka tertawa di karenakan jauh berbedanya nama asli dan nama panggilannya.


dan di lanjut oleh bangku bangku seterusnya yang berada di sebelah mereka, hingga tiba di bangku Embun, lalu embun berdiri dan langsung memperkenalkan diri.


"Hai teman teman,!


"Hai, !"


mereka menjawab sapaan embun dengan terkesima melihat sosok gadis yang berbeda, sopan santun, ramah dan periang.


"perkenalkan teman teman,


nama saya Embun Safitryani,"


dengan tak henti hentinya ia tersenyum ramah dengan teman sekelasnya.


"saya lebih sering di panggil Embun,


Cita cita saya menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi,


dan saya berharap teman teman mau berbagi ilmu dengan saya dan ikut berpartisipasi bersama, terimakasih."


dan seterusnya, di lanjutkan oleh bangku bangku yang mereka belum memperkenalkan diri mereka, hingga selesai, yang keseluruhannya ada tiga puluh mahasiswa di kelas embun.

__ADS_1


__ADS_2