Dosen Ku My Love

Dosen Ku My Love
# Eps 06 Mencari kerja


__ADS_3

"Baik lah, terimakasih atas perkenalan kalian semua, semoga dengan perkenalan hari ini kita semua dapat bersama sama saling mengenal, dan berbagi pendapat, kalau begitu bapak permisi."


setelah kepergian pak Rahman,


tak lama kemudian bel kampus pun berbunyi menandakan bahwa waktu dalam kelas sudah berahir.


"Bun mau kemana kita, istirahat ini,?"


"kemana yaa ?"


"kantin yuk !"


"gak lah cel, aku dah bawa bekal ni nasgor buatan ibu tadi pagi,


mendingan kita makan nasgor aja di taman samping kelas kita itu, yuk !"


"bekalnya banyak gak, ?"


"yaaahh cukuplah kalau untuk kita berdua !"


mereka pun berjalan santai meninggalkan kelas dan langsung menuju taman yang mereka maksud.


"di sini ternyata tempatnya nyaman ya cel, adem lagi !"


"ya bun, sepertinya kita akan sering sering nih nongkrong di sini hehehe"


"ya cel,"


sambil membuka tempat bekal yang barisi nasi goreng ples telur dadar buatan bu asih.


"waww harum banget bun, pasti rasanya enak banget nih"


"eum kamu cel, kalau sama nasi goreng teman pun kamu jadi lupa kalau ad di samping mu!"


"hehehe tau aja kamu bun,


maklum kan nasi goreng itu kan kesukaan ku bun,"


"iya iya, nanti ku sampaikan sama ibu, besok besok sering sering buatkan nasi goreng untuk mu celcy,"


"hehehe yang spesial ya bun !"


"iya celcy sayang !"


"hehehe"


mereka pun tertawa bersama sama.


"oh ya cel, aku lagi bingung banget ni !"


"bingung kenapa bun, apa ada yang sedang mengganggu ketenangan kita saat ini !"


"aku lagi bingung mau cari kerjaan di mana cel, karna tabunganku udah mulai menipis, cel"


sambil tertunduk lesu, mengingat ibundanya yang di usia paruh bayamya ini masih membuat kue untuk mencukupi kebuhan mereka sehari-hari.


"jangan sedih gitu dong bun, kan masih ada aku bun di samping kamu,"


sambil memeluk sahabat tersayangnya itu,

__ADS_1


untuk menenangkan hatinya.


"makasih ya cel, kamu selalu ada buat aku, meski pun aku ini adalah orang miskin yang gak punya apa apa cel,"


Embun pun meneteskan air mata kesedihannya di dalam pelukan celcy sahabatnya.


"udah udah, semua akan baik baik saja, dan akan bahagia pada waktunya,"


sambil mengelus elus punggung ebun, yang masih menahan isak tangisnya,


"makasih ya cel,"


"ya bun sama sama, aku akan selalu bersamamu senang maupun susah bun, jadi gak usah kawatir, oke,"


"em,


"tapi gimana ya cel, sampai saat ini aku belum dapat kerjaan cel, padahal tabungan ku hanya cukup untuk satu minggu lagi cel,"


sambil melepaskan pelukannya pada celcy,


"apa kamu dah coba ngelamar kerja di perusahaan apa gitu deh !"


"udah cel, tapi di tolak,"


"eumm kalau gak kamu kerja di kafe kakak ku aja bun, mau gak ?"


"tapi kafe kakak kamu lagi nyari karyawan gak cel ?"


"eumm aku gak tau pasti juga sih bun, tapi kan ada aku, tenang aja"


"ya gak bisa gitu dong cel, kan aku nantinya jadi gak enak sama karyawan kariawan yang lainnya,"


"maksih banyak ya cel, aku ini selalu saja ngerepoti kamu,"


"gak kok bun, aku malah seneng banget bisa ngebantu kamu,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"tok tok tok !"


suara bunyi pintu yang di ketuk,


"assalamualaikum bu, !


bu embun pulang bu"


"kok gak ad jawaban ya !


ibu kemana kok sepi banget "


(seru embun bertanya dalam hatinya)


"oh ya !


aku kan punya kunci rumah juga, kok pake bingung sih, mungkin ibu lagi ngater pesanan kue,"


"cklek"


suara gagang pintu rumah peninggalan pak Narto, ayah embun yang sederhana namun nyaman untuk mereka jadikan sebagai rumah surga mereka.

__ADS_1


"aaahhhh !!!


lelah sekali hari ini, apa lagi kalau aku besok sudah mulai berkerja, ya Allah semoga aku kuat menjalani hidup ini bersama ibu ku,"


"assalamualaikum"


"ada apa nak,?"


"eh ibu, kok dah pulang aja, tumben gak ngucap salam !"


"ibu ngucap salam barusan, kamu nya tuh yang gak jawab salam ibu,!


"hehe wa'alaikumsalam ibu ku sayang"


sambil menyalami tangan ibundanya.


"anak bunda sedang ngelamunin apa sih,


cerita dong sama ibu"


"gini bu niat embun kemaren mau kerja"


"iya ad apa sayang"


embun cerita sama celcy, dan kata celcy, embun mau di rekom ke kafe milik kakaknya, embun berharap keterima bu, jadi embun bingung bu, ebun kan gak berpengalaman bu kerja di kafe.


"oh itu to yang buat anak ibu ni melamun,"


"embun meangguk anggukkan kepalanya,"


"ya belajar masak dong sayang !"


"embun mesti belajar sama siapa bu,?"


"sama ibu dong,!"


"ibu bisa ngajari embun masak bu,?"


"bisa dong,!"


"beneran bu, makasih banyak ya bu, ibu mau bantuin embun masak,"


"ya sayang sama sama,"


mereka pun tersenyum dan bahagia bersama karena saling bisa bantu membantu satu sama lain.


"oh ya bu, jangan lupa doain embun juga ya bu, supaya embun di terima kerjanya, !"


"ya sayang, doa ibu tu selalu menyertai embun kapan pun dan di mana pun sayang,"


"sekali lagi makasih ya bu, ibu memang malaikat penong embun, hehehe "


"kamu ini sayang ada ada saja,


udahan yuk cerita nya, kamu bersih bersih siap itu bantuin ibu nyiapai untuk makan malam kita nanti, sama sambilan belajar, yuk,"


"ya bu yuk,"


sambil membalas senyum dari ibu asih.

__ADS_1


__ADS_2