Dosen Ku My Love

Dosen Ku My Love
#Eps 03 wonder woman


__ADS_3

Malam pun telah tiba, di kediaman Bu Asih dan Embun, masih terdengar sayup sayup dari kejauhan suara mereka yang menghitung lembar demi lembar, dan receh demi receh, tabungan dari Embun yang telah ia kumpulkan semenjak ia masuk SMA.


"sudah berapa nak, uang yang kamu hitung, ?"


Apakah sudah cukup nak ?"


suara Bu asih membuyarkan keseriusan Embun yang sedang menghitung keseluruhan tabunganyya,


"Belum bu masih kurang dua juta lagi bu, !


dengan pandangan yang sedih memandang wajah ibunya, namun tak ia tampakkan krn ia takut ibunya akan semakin sedih.


" Gimana ya nak ibu punyanya cuma satu juta nak, masih kurang ya sayang satu juta lagi,"


dengan raut wajah yang tak kalah sedihnya dengan Embun.


"Gak papa bu, kalau cuma satu juta, nanti Embun cari kekurangannya bu, ibu gk usah kawatir ya,"


"kamu cari kekurangannya di mana nak, kita kan gk punya siapa siapa sayang di sini."


"Embun masih punya simpanan yang lain kok bu, pokoknya beres, ibu tenang aja yah,"


"Ya sayang, maaf ya nak ibu gk bisa bantuin kamu banyak nak,"


"gak papa bu, ada ibu di samping embun dan selalu mendampingi embun saja embun dah senang bu, karna cuma ibu satu satunya yang embun punya bu,"


ia pun beranjak dari duduknya menghampiri ibunya dan langsung memeluk ibundanya dengan erat, seperti tidak ingin jauh jauh dari ibunya.


"Bu Embun juga minta maaf ya bu, belum bisa membahagiakan ibu bu,!


embun masih sibuk dengan urusan dan kegiatan embun sendiri bu, maafin embun ya bu,"


sepatah dua patah suara itu ia katakan dengan susah payah karena menahan isak tangis di dalam dadanya.


"gk papa sayang, yang penting kamu bisa sukses di kemudian hari nanti sayang,"


"Ya bu, doa'in embun ya bu,


doain embun supaya di lancarkan ketika embun kuliah nanti ya bu, dan ibu pun harus selalu sehat bu, agar embun bisa membahagiakan ibu, dan ibu ada di sana saat momen momen kita nanti akan bahagia,"


"Ya nak, jangan kawatir, doa ibu akan selalu menyertai embun sayang,


selalu, dan takkan pernah luput dari setiap menit nya,"


embun hanya mengangguk, dan dengan lirih berkata dalah hati nya,

__ADS_1


"Terimakasih ya Allah, engkau benar benar telah mengirimkan bidadari surga di dunia ku,


yang berpunggungkan kuat, bartulang besi, berhati tegar, bersifat sabar, dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan mu ya Allah, bahkan ia tak pantang menyerah dengan kehidupannya, dan tak gampang mengeluh.


Yang telah lama menyandang title janda, dan beranakkan aku, bahkan ia selalu mengedepankan urusan ku dahulu di bandingkan dirinya sendiri, menjaga, dan membesarkan ku seorang diri, yang bahkan aku mengenal jati dirinya bahwa ia bukanlah sekedar ibu saja, namun ia adalah ibu sekaligus ayah untuk ku, dan ku juluki ia, "Wonder woman"


embun pun menangis sejadi jadinya, ketika ia mengingat kenangan dan momorinya bersama ibundanya, yang ketika mereka baru saja di tinggal pergi oleh ayahnya untuk selama lamanya, dan mereka pun harus bangkit dari keterpurukan itu.


"sudah nak, sudah, jangan bersedih gitu,


bahagia akan segera menghampirimu nak, karena kamu adalah malaikat berhati kuat nak,"


"Ya bu, makasih banyak ya bu, doa ibu dan motifasi ibu buat embun.


embun beruntung sekali punya ibu kaya ibu,


semoga Allah mengabulkan doa kita ya bu,


amien,!"


"ya nak, amien!"


"Oh ya bu, embun minta izin sama ibu ya, besok pagi embun mau jumpa sama Celcy ya bu,


"ya nak, boleh, tapi jangan sore sore ya sayang pulang nya,!"


"emm nak, ibu kok penasaran ya sama teman kamu tu yang namanya celcy, yang selalu kamu ceritakan ke pada ibu, ajak dia main ke rumah kita nak, mana tau kita nanti nya bisa jadi saudara,"


"Ya bu lain kali nanti embun ajak celcy main ke rumah ya bu,"


"Oh ya kalau kamu besok jumpa sama dia, sampaikan ku juga salam ibu untuknya ya sayang,"


"Ya bu besok embun sampaikan,


yasudah, oh ya bu sepertinya dah larut banget ini bu, ibu istirahat saja duluan, ini uangnya biar embun aja yang beresin,!"


"ya nak, ibu istirahat duluan ya sayang,


"ya bu,!"


dengan melempar senyum manisnya ke pada ibundanya.


"kamu juga nanti langsung istirahat ya sayang, jaga kesehatan kamu nak,"


sabil berlalu meninggalkan embun dan masuk ke kamrnya,

__ADS_1


"ya ibu ku tersayang "


dengan senyum yang mengembang diwajahnya.


...**************...


"tut, tut, tut, tut, tut........


suara nomor sandi apartemen di tekan oleh Awan yang baru saja sampai di apartemennya sepulang dari universitas Budimersta, karena terhadang macet yang panjang di jalan jadi ia sampai ke apartemennya sudah hampir larut malam.


"Hah foto gadis itu lagi, sakit hati ini akan mengingat nya,"


gumam dalam hati awan sambil memandangi bingkai foto yang berisikan foto gadis muda, tinggi semampai, putih, cantik, bak model artis terkenal.


"mengapa bik inah tidak membuang foto ini, kan sudah ku katakan bersihkan apartemen ini sebersih bersih nya,"


ia berkata kesal sambil memindahkan foto ke dalam laci yang berada di meja kerjanya.


tak terasa ia sudah terduduk di sofa yang berada di dalam ruangan kerjanya, dengan keadaan matanya yang sudah berkaca-kaca,,


"mengapa kau tega sekali Gebril, kau tinggalkan aku, setelah kau selingkuh dengan sahabat ku sendiri, dan kini kau jauh sekali dari jangkauan ku, sengaja ku bertahan di Landon memendam rasa rinduku pada keluarga ku, dan mendirikan perusahaan ku sendiri di sana untuk bisa bertemu dengan mu, namun apalah daya, kau benar benar sudah melupakanku, bahkan kau tak mau bertemu dengan ku untuk yang kedua kalinya,


dan asal kau tau Gebril dari semejak itu, aku benar-benar menutup hati ku, untuk siapa pun, dan aku tak tau siapa yang akan mengetuknya kembali, aku benar-benar merindukan mu Gebril"


Awan mengingat masa masa bahagia dan sakit itu di waktu yang bersamaan, sehingga ia lelah dengan fikirannya sendiri dan membuat sang pemilik wajah tampan tersebut memejamkan matanya dan memulai mimpi yang baru dalam tidurnya.


Gebril dia adalah cinta pertama awan dan sekaligus juga matan kekasih Awan, yang sangat awan cintai, semenjak mereka masih duduk di kelas dua SMA, tetapi setelah malam perpisahan itu, yang di mana ia melihat dengan mata kepalanya gebril masuk ke dalam kamar hotel milik Dion, dan yang benar benar membuatnya yakin bahwa Gebril juga menjalin kasih dengan Dion adalah ketika awan membuka pintu kamar dion yang tak terkunci setelah masuknya gebril.


"Ah sayang,,


jangan gitu dong, aku kan jadi malu!"


terdengar suara mesranya Gebril dengan membelai rambut dion yang berada dalam pangkuanya.


"Gak papa sayang kita kan sudah saling cinta,


kamu benar benar mencintai aku kan Gebril ?


"Ia sayang kamu tenang saja, aku tak akan berpaling dari kamu sayang,!"


jawab Gebril dengan manja.


Awan pun bergegas masuk untuk benar benar memastikan bahwasannya yang berada di kamar itu bukanlah wanita yang di cintainya.


"Gebril,!"

__ADS_1


suara lemah, namun sangar terdengar, dengan keadaan badan diam terpaku, perasaan yang campur aduk, merasa terhianati, dan rasa kecewa yang mendalam, bahkan membuat sang pemilik mata coklat itu berkaca kaca memandang sepasang kekasih yang sedang bermanja manja di atas nakas hotel mewah itu dengan kekasihnya.


__ADS_2