Dosen Ku My Love

Dosen Ku My Love
#Eps 07 Belajar memasak


__ADS_3

"assalamualaikum semuanya, aku pulang,"


salam celcy yang baru saja sampai di rumah nya.


"ya sayang, wa'alaikumsalam, kok tumben kamu pulang nya telat sayang,"


"ya mah, jalananya macet banget mah,"


"ohh, pantes anak mama telat sampai rumahnya,"


"kakak pulang gak mah hari ini,!"


"tadi sih nelfon mama katanya mau pulang hari ini, ya mungkin sekarang masih di jalan,


kok tumben kamu tanya kakak kamu, biasanya gak tuh,!"


"hehehe ya mah, celcy rindu, dan juga ada perlu sedikit,"


sambil tersenyum pada ibundanya.


"perlu apa cih nak, kok tumben,?"


"eumm ada dehc, rahasia, hehehe,"


"ihhh kamu tu ya, awas kalu kamu buat mama semakin penasaran,"


bu melani pun tersenyum melihat tingkah anak bungsunya itu, yang sudah berlari menuju kamarnya di lantai dua.


"breumm breumm,,,"


Suara mobil mewah merek Lamborghini terparkir di garasi rumah mewah milik keluarga Herlambang.


"mah,!"


sambil menghampiri ibunya yang sudah barjalan dengan cepat untuk segera memeluknya.


"Awan anak mama, mama rindu sekali sayang sama kamu,!


kamu rindu juga kan sama mama,? bagai mana kabar kamu nak,?


kamu baik baik saja kan sayang,?


gimana kamu ngajarnya jadi dosen, sukses kan sayang,?"

__ADS_1


sambil terisak isak menahan tangisnya.


"mah, udah dong, jangan nangis begitu, malu ah,"


"iya sayang,!"


sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipi lembutnya namun sudah terlihat guratan guratan yang muncul di ukir oleh usianya.


"awan jawab ya satu persatu pertanyaan mama,


awan rindu juga mah sama mama, masak ya awan gak rindu sama cinta pertama awan, dengan senyum menggodanya,


awan baik baik saja mah, semua berkat dukungan dan doa doa mamah,


eumm dan yang terpenting, awan juga sukses menjalani tugas tugas dari papa, awan menjadi dosen yang baik ma,


kan awan anak mama yang hebat,!"


dengan senyum kebanggaan nya."


"yaudah awan istirahat dulu ya mah,"


"ya sayang nanti mamah bangunin kalau papa sudah pulang, biar kita bisa makan malam bersama,"


sambil melangkah meninggalkan ibu melani di ruang tamu yang masih setia menunggu kepulangan sang suami tercinta nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dapur !..


"bu, mengapa wortelnya harus di bentuk bunga seperti ini bu,?


kan nantinya mau di makan juga,!"


"sebenarnya gak harus juga sayang, cuma agar lebih menarik di pandang mata saja,"


"mengapa begitu bu,?


"eum karena daya tariknya sebuah makanan itu terletak dari bentuknya dulu nak, kalau dia sudah menarik hati, maka akan menarik penbeli sayang, barulah rasa yang harus kita olah agar sesuai dengan menariknya,!"


"oehhhh, begitu to bu,!"


"tapi kira kira rasanya enak gak ya bu sup buatan embun,?"

__ADS_1


"enak itu tergantung embun nak, memasaknya pakai hati dan perasaan atau tidak,


semakin embun menikmati proses memasak tadi, maka akan membuahkan hasil yang baik sayang,


dan ingat ya nak, usaha itu tidak akan menghianati hasil sayang,"


"ya bu, makasih ya bu, udah mau ngajari embun masak,"


"yauadah yuk, kita tata di meja makan, ibu dah gak sabar mau mencoba masakan kamu nak,"


"ya bu,!"


" sini biar embun yang ambilin untuk ibu, spesial buat ibu, sup buatan


Chef.Embun Safitriani, hehe"


dengan senyum bahagia dan bangganya.


"ini bu,!"


"ya sayang, makasih ya sayang, ibu rasa sekarang ya supnya,?"


"ok,,"


sambil mengokekan jarinya.


"hemmm,


enak banget nak sup buatan kamu nak, lebih enak dari sup buatan ibu,"


"iya bu, beneran bu, embun jadi penasaran,!"


sambil mengambil mangkuk dan langsung di isi dengan sup ayam yang di buatnya sendiri.


"hemm delicious bu, enak banget bu,


ini semua berkat bantuan dari ibu, makasih ya bu"


"ya sayang, sama sama nak."



(Penampakan sup Chef. Embun Safitriani )

__ADS_1


__ADS_2