
"Tut tut tut, tut tut tut,"
dari atas nakas benda itu berbunyi dan bergetar.
"siapa sih, malam malam begini nelpon, untung saja ibu sudah tidur, kalau gak kan jadi bahan pertanyaan,"
sambil mengambil telepon genggam nya yang berada di sisinya.
"hah, celcy, !,
ada apa dengan nya, tumben amat nepon malam malam begini,"
------------------**
"assalamualaikum cel , cel ad apa,!"
"wa'alaikumsalam bun, maaf ya ganggu kamu tidur, gini bun, besok kamu bawa ya, berkas berkas lamaran kerja kamu ke kampus,!"
" ya cel, aku di terima ya, ?"
dengan raut wajah yang gembira, ingin segera mendengar jawabannya dari sahabat tercintanya.
" eumm rahasia dong, yaudah kalau gitu aku bobok duluan ya embun cantik,!"
" ia deh, yaudah kalau gitu, assalamualaikum cel,"
" wa'alaikumsalam bun,"
**--------------------
ia menjawab dengan menguap karena sudah sangat mengantuk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
keesokan harinya di kampus.
"bun, embun,!"
"ya cel, !"
sambil menghampiri celcy yang baru saja tiba tidak jauh dari pintu gerbang universitas mereka.
"gimana cel, aku dah penasaran banget ni, maksudnya apa aku di suruh bawa bawa berkas segala, ayo dong cel jangan buat aku makin penasaran,"
"iya embun sayang, sabar dong, jangan buru buru gitu, baru juga sampai,"
__ADS_1
"nanti kita bahas kalau dah jam istirahat aja ya bun, bel nya dah bunyi tu,"
"ia deh, mau gimana lagi, terpaksa aku tahan deh penasarannya,"
"oh ya, kamu bawa bekal apa hari ini bun,?"
sambil berjalan mereka menuju ke ruangan merka.
"eum bawa sup ayam cel, sepertinya enak tu, banyak gak,?
tapi kok tumben ibu bawakan sup ayam,!"
"eum, aku yang buat sup ayam nya cel,"
"waw, you're serious embun,"
"yes celcy,"
kelas pun berlangsung, dan berlalu dengan cepat, sehingga tak terasa waktu istirahat pun telah tiba, dan bel pun akhirnya berbunyi.
"tet tet tet, tet tet tet,!!!!"
"ayo bun, aku dah lapar ini, !"
sambil berjalan menuju tempat faforit mereka taman yang rindang dengan tempat duduk yang nyaman.
Gambar bangku taman.
Dan embun pun membuka tutup tempat bekalnya, terciumlah aroma aroma sup yang legendaris miliknya.
"huwaaa, aroma suweger supnya enak banget bun, ini seriusan kamu yang bikin, ?
gak boong kamu kan bun ?"
dengan ekspresi mulut menganga dan mata melotot.
"ya gak lah cel, di cobain dong, jangan di lietin aja sup nya !"
sambil menyodorkan sendok ke hadapan celcy.
"aku rasa ya bun sup nya, !
"ya, di comen ya apa yang kurang cel,"
__ADS_1
"sssrruuupppp,,,"
suara seruputan dari kuah yang sedang di nikmati oleh celcy.
"bun, sup apa yang sebenernya kamu buat ini bun,!"
dengan suara yang menggelegar, sehingga membuat embun tersentak kerena kaget.
"sup ayam cel,
ada apa cel, kok kamu teriak teriak gitu sih, buat aku kaget aja,"
"sup kamu ini bener bener kurang bun, !"
"kurang apa cel, gak enak ya,
atau asin ya,?
"kamu mau tau bun kurang nya itu kurang apa,"
"kurang apa dong cel, bilang dong,!"
"bener bener kurang banyak bun, kurang banyak yang kamu bawa, ini sup bener bener enak banget bun, kamu belajar sama chef mana sih bun, kok bisa begini banget nagihnya, untuk aku semua aja ya bun sup nya, hehehe,
aku ganti deh, kamu aku tratir di kantin, mau ya bu,"
dengan muka yang memelas.
"ya ya, pelan pelan aja cel makannya, nanti kamu bisa tersedak cel,"
"hehehe ya bun"
celcy dan embun pun melanjutkan makannya dengan pelan pelan, begitu juga embun sangat menikmati mie ayam bakso nya yang di pesan oleh celcy, dengan sambil bercerita cerita.
"itu siapa cih yang duduk bersama celcy, akrab banget, dan anggun sekali di pandang mata"
gumam awan dalam hati, ketika melintas dan melihat mereka duduk di taman dengan posisi wajah embun yang menyamping terbelai oleh uraian urain rambut lurus panjang nya. dan awan pun terus berlalu.
*****Visual***** Awan.
Visual Embun.
__ADS_1