Dosen Ku My Love

Dosen Ku My Love
# Eps 02 Universitas Budimersta


__ADS_3

Pagi hari di sekolah SMA Tunas Bangsa,


" Embun, Bun, tunggu !!"


teriak sahabat Embun di depan pagar, gadis seumurannya yang ia sayangi sejak SMP, berparas cantik, ramah, ceria, periang, dan bersahaja, meskipun satu sekolah tahu bahwasannya ia adalah anak orang yang paling kaya dan di segani di kota itu.


Embun pun menoleh melihat gadis yang memanggilnya, dan berhenti untuk menunggu Celcy yang baru tiba di depan gerbang sekolahnya,


" heyy Celcy, cepat kita dah telat ni !!"


"Ayo, Bun !"


sambil menggandeng tangan Embun untuk memasuki ruangan mereka.


Berbeda dengan Awan di kediamanya yang sangat megah bak istana di dongeng, yang masih sibuk dengan baju yang akan di kenakan untuk melamar menjadi dosen di universitas Budimersta,


"Gimana mam, penampilan Awan ma,?"


"waww Perfec, tampan sekali anak mama,,!"


"Tampan dongg, kan seperti papa nya yang tampan ini,"


sambil berjalan menuju meja makan menghampiri istrinya,


"ihh papa ini, malu ah,!"


jawab Melani yang berada di beja makan,


"Calcy mana ma, kok gak ikut sarapan ?"


pak Herlambang mencari sosok gadis SMA adik dari Awan Herlambang,


"gak pa, dia buru buru, takut lelat pergi ke sekolah katanya,"


Mereka pun memulai sarapannya bersama dengan hidmat,,


"Ma, pa, sepulang dari kampus nanti Awan akan langsung ke apartemen ya ma, pa !"


suara gagah Awan memecahkan keheningan,


ketika mereka sedang menikmati sarapan pagi mereka,


"Apa kamu serius dengan keputusan kamu Wan, mau tinggal di apartemen selama kamu menjadi dosen,?"


"ya pa, Awan, akan tinggal di sana pa,


papa gak usah kawatir, Awan akan baik baik saja walau pun gak berada di kehidupan Awan yang nyaman ini,"


"kalau memang itu keputusan kamu, dan kamu sudah benar-benar yakin, papa setuju setuju saja agar kamu bisa lebih mandiri nak,"


"yang penting kalau kamu memerlukan bantuan papa, papa akan selalu siap membantu mu nak,"


"ya pa, makasih ya pa,,!"


"Kalau gitu Awan berangkat terus ya ma, pa,!"


"Ia nak, hati hati di jalan ya sayang,


jaga diri kamu baik baik ya nak,"


Bu Melani berpesan pada anak laki laki satunya satunya yang kini menghampirinya dan memeluknya dengan erat.


"Ma jangan cemas Ma, Awan akan sering datang apa bila Mama rindu sama Awan,"


"Ia nak, mama percaya kamu pasti bisa sayang,,!"


Bu melani mengeratkan pelukannya pada Awan dan tampak matanya yang berkaca kaca, pak Herlambang pun yang melihat momen ibu dan anak itu pun ikut terhanyut oleh suasana,,


"Ma Awan tidak pergi jauh ma, hanya tinggal di apartemen, kok mama sesedih itu sih !"


"Ya udah, kalau gitu Awan pamit ya ma, pa,,!"

__ADS_1


"ya sayang,"


jawaban serentak dari pasangan suami istri yang sebenarnya tidak rela melihat anak anaknya jauh dari mereka,,


...****************...


"triririririririrng tiga kali bel sekolah berbunyi menandakan istirahat telah tiba,


"pergi ke kantin yuk Bun, !"


"gak lah Cel,


aku harus mehemat Cel, soalnya aku takut kalau tabungan ku kurang, yang untuk keperluan kuliah nanti,"


jawab Embun, sambil meninggalkan kelas mereka,


"Aku yang traktir deh, !"


"kamu dah sering banget traktirin aku cel, aku malu ah, selalu merepotkan kamu,!"


"Jangan gitu dong Bun, kamu kan selalu bantuin aku belajar kamaren sebelum kita ujian, ya sekiranya aku ngucapin tanda terimakasih lah,,!"


"ok ok, kalau kamunya maksa,,!"


"hehe yes, ayok bun, lest go !"


Embun pun ikut tertawa melihat tingkah laku sahabat satu satunya itu.


Ahirnya mereka pun tiba di kantin,"


"kamu mau pesen apa bun, ?


biar sekalian aku yang pesan,"


"Aku pesan mie goreng bakso sama teh dingin aja cel,"


"ok,!!"


"mbok, pesen mie goreng baksonya satu,


teh dinginnya dua, sama bakso kosongnya ya mbok satu,!"


"ini saja neng,?"


" ia mbok,"


sambil tersenyum manis ke pada mbok yang berada di sebrang mejanya,


"Di tunggu sebentar ya neng,!


nanti mbok antar ke sana neng,"


"ia mbok, saya tunggu di sana ya mbok sama teman saya,"


sambil berjalan meninggalkan mbok yang masih tersenyum melihatnya, dan menghampiri Embun di mejanya,


"udah selesai Cel mesennya, ?"


"udah Embun ku sayang, gak pake lama,


oh ya bun, aku mau nanya nih, kamu jadinya mau kuliah di universitas mana ya ?"


"Emmm, mau tau aja ap mau tau banget,,"


"ihhh Embun mulai bercanda deh,


ayo dooong katakan, dah penasaran nii ?"


"mungkin dengan nilai ku saat ini aku akan masuk universitas Budimersta cel,,"


"waaaww,

__ADS_1


kamu hebat bun, itu kan universitas terbaik di kota ini,,


"ya cel, itu pun kalau uang tabungan ku cukup untuk memenuhi keperluan ku nanti,


kalau tidak yaa apa boleh buat, mungkin aku akan masuk universitas yang lain cel,


karna walaupun aku dapat biaya siswa, keperluan yang lain lain itu kan bribadi cel,"


dengan raut wajah yang sedih.


Celcy pun menanggapinya dengan serius, dan ada sedikit rasa iba dalam hatinya untuk sahabat terbaiknya itu.


"Cel, cel, celcyyy !!!"


sambil melambai lambaikan tangannya, di depan wajah celcy,


"eh ya bun, !"


dengan raut wajah terkejut celcy mengiakan,


"kok melamun cih,,!


mikirin apa, nanti cepet tua loh kalau sering sering melamun,"


"hehe, gak bun, aku cuma terfikir aja, aku punya tabungan, mungkin bisa bantuin kamu, yaa walau pun hanya sedikit bun,,"


"gak usah cel, aku bener bener gak mau ngerepotin kamu tarus cel, aku gak mau nanti aku di katain lagi tukang morotin kamu, karna kan semua orang tau kamu tu siapa cel, !


lagian aku pun takut nanti ibu ku akan marah, dan menanyakan dari mana uang yang ku pakai cel,


kan kamu tau, waktu itu ibu ku pernah marah gara gara aku pakai uang kamu untuk bantuin modal ibu buat kue cel, kamu ingat kan."


"ya bun,


emm kalau gak, aku pinjamkan dulu gitu deh uang nya, biar sama sama enak,


karna kan bun, kan sayang juga biaya siswa mu itu, di universitas terbaik lagi,"


"em boleh juga, tapi nanti aku pinjamnya kalau aku dah menghitung semua tabungan ku ya cel, jadi aku pakai uang kamu gak terlalu banyak,,"


"ok, siappp boooosss,!!"


dengan senyum manisnya kepada Embun, dan embun pun membalas senyum manisnya itu lebih manis dari pada celcy,


sungguh dua sahabat yang benar benar sudah terikat dalam kepercayaan yang kuat,


"neng !"


suara mbok patmi, mengejutkan dua gadis yang sedang asik bercanda ria di mejanya,


"eh mbok,"


"ya neng, ini pesanan eneng tadi neng,


lama ya neng, nunggu nya,"


sambil meletakkan satu piring, satu mangkok, dan dua gelas, pesanan celcy,


"gak kok mbok,"


ucap serentak embun dan celcy,


"terimakasih banyak ya mbok, dah ngerepotin mbok,"


lanjut embun, dan mengambil piring yang berisikan mie goreng bakso kesukaannya,


"gak neng, gk ngerepotin sama sekali neng,


kalau gitu mbok tinggal ya neng, masih banyak pesanan,"


"ya mbok,"

__ADS_1


jawab celcy.


__ADS_2