
Sore itu, setelah embun dari kafe langsung pulang menuju rumahnya, ia sudah tidak sabar untuk memberi kabar baik ke pada ibunda tercinta nya.
"assalamualaikum bu, embun pulang, !"
seru embun dari depan pintu yang tidak tertutup dengan rapat,
"wa'alaikumsalam nak, !"
sahut bu asih sambil berjalan menghampiri embun dengan senyum khasnya.
"bu, !"
sambil menyalami tangan ibunya, dan mengajak ibunya untuk duduk bersama nya,
"ia sayang, capek banget ya nak, gimana lamaran kerja kamu nak,"
"gak kok bu, besok besok juga kan terbiasa bu, oh ya bu, ada kabar yang sangat gembira,
Alhamdulillah embun di terima bu, dan besok sore embun dah boleh masuk kerja,"
dengan sangat bahagia dan antusias embun bercerita pada ibunya,
"ia nak, Alhamdulillah sayang, ahirnya kamu di terima kerja juga, ibu sangat senang dan, bangga mendengarnya nak, semoga besok kamu lancar kerjanya ya nak,"
"amin bu, makasih ya bu doanya,!"
"ya sayang,"
mereka pun berpelukan dan tersenyum bersama.
"Alhamdulillah pak, anak bapak yang selalu kita banggakan dari dulu sudah mulai berkerja dan mencari pengalaman pak, semoga berita baik ini akan menjadi hal yang baik juga buat putri kita ya pak,"
bu asih bertutur dalam hatinya di sela sela ia memeluk embun.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
selesai makan malam di keluarga herlambang.
"dek, gimana teman kamu, jadi gak kemaren ke kafe kakak ?"
"jadi kak, Alhamdulillah di terima dengan baik juga sama kak ryan, sekali lagi makasih ya kak,"
"ia sama sama, yaudah kalau gitu besok kakak cek ke sana !"
dengan senyum iritnya.
"apa teman celcy itu wanita yang selalu membuat ku penasaran itu ya, eumm besok aku benar-benar harus ke kafe untuk memastikannya, lagian dah lama banget aku gak ke sana ngecek,"
__ADS_1
gumam awan dalam hati nya, yang bergelut dengan rasa penasaran nya.
keesokan harinya, setelah pulang dari kuliah embun langsung menuju tempat kerjanya, ia tak mau kalau hari pertama kerjanya itu terlambat.
"oh ya cel aku duluan ya, nanti takutnya aku telat cel !"
"ia bun, tapi maaf ya aku gak bisa ikut di hari kerja kamu yang pertama, soalnya aku mau nemenin mama belanja bun, gak papa ya, !"
"ia gak papa celcy ku sayang, kan masih banyak waktu lain, besok besok kan bisa,"
"eumm yaudah, dada cel,!"
embun pun berlalu meninggalkan celcy yang masih menunggu jemputan dari sopirnya dengan menggunakan sepeda motor Scoopy berwarna pink biru miliknya.
tak butuh waktu yang lama untuk embun sampai di kafe dengan tepat waktu, krn ia sudah semakin lihai dalam mengendarai sepeda motor nya.
"Alhamdulillah, ahirnya sampai juga tepat waktu ke kafe,"
embun berkata dalam hatinya.
"selamat sore fit, !"
sapa ryan yang saat itu ia sedang berada di outdoor kafe.
"sore juga kak ryan, maaf kk aku tinggal ganti baju dulu ya,!"
"embun embun, dari dulu hingga sekarang, kamu tidak pernah berubah ya cantiknya, malah semakin dewasa, kamu semakin cantik pula bun,"
gumam ryan yang diam diam memang sepertinya sudah mengagumi embun sejak dahulu, sambil menatap kepergian embun, sehingga tampa ia sadari bahwa sahabatnya sudah berada di belakangnya.
"yan, !!"
"ya !"
ryan menjawabnya dengan sedikit terkejut.
"dari kapan lo wan ada di sini, buat kaget gue aja, !"
"lo sih melamun aja kerjaanny,
gue baru aja sampai kok yan,!"
"hehe !!",
ryan tertawa tipis dengan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.
"duduk dulu yuk wan,!"
__ADS_1
ahirnya mereka pun duduk di salah satu bangku yang berada tak jauh dari meja kasir.
"oh ya tumben banget lo ke sini wan, biasanya juga kalau gue suruh lo berkunjung ke sini, lo ada aja alasannya, ya kemungkinan besarnya sih lo sibuk !"
"ia gue td lewat, jd sekalian mampir, dan emmm teman dari celcy kemarin jadi gak lo review yan ?"
"jadi kok wan, kebetulan sekali gue juga kenal dengan tu cewe, lo mau tau yang mana orang nya, ?"
belum sempat awan menjawab, ryan sudah memanggil embun.
"fit, fitri!!!"
seru ryan dari tempat duduknya sambil melambai lambaikan tangan nya.
"ya, !"
sahut embun yang melihat ke arah ryan, dan langsung bergegas menghampiri ryan dan awan.
"ada apa kak, kakak memanggil ku ?"
tanya embun dengan penasaran.
"ia, kenalkan fit dia adalah pemilik kafe tempat kita berkerja saat ini, namanya adalah pak Awan Herlambang,!"
"selamat sore pak, saya embun safitriani pegawai baru di kafe bapak, terimakasih atas kabaikan bapak yang telah rela sudinya mempekerjakan saya yang belum punya pengalaman sama sekali pak,"
dengan senyum termanisnya, embun menghadap awan sambil menyembunyikan rasa kegugupannya.
"ya gak masalah untuk saya, yang terpenting kamu kerjanya profesional.di kafe saya, dan berusaha untuk terus belajar,!"
awan menjawab kata kata embun dengan santainya, dan tak lupa di iringi senyuman iritnya itu.
"oh ya, pak awan dan kak ryan mau saya buatkan minuman apa ya ?"
"saya juz milk strawberry aja fit, plus sama kentang goreng nya ya, !"
"ya, saya juga samakan saja,!"
"baik pak,!"
kemudian embun pun berlalu meninggalkan mereka berdua menuju dapur untuk menyiapkan apa yang telah merka pesan padanya.
"oh ternyata teman celcy itu ini, cantik juga ya, tapi kok tidak asing ya, tapi kapan aku berjumpa, ah sudah lah, gak penting juga,"
gumam dalam hati awan yang mulai mengagumi embun juga.
sore pun berlalu berganti dengan malam, sampai pada ahirnya awan pun pulang, begitu cepat waktu berlalu dan
__ADS_1
tak terasa juga embun hari ini berkerja dengan baik dan rapi, sehingga telah tiba juga waktu pulang bagi mereka semua, dan waktu pun sudah menunjukkan pukul 22.00 malam, sehingga ia pun mulai berkemas untuk pulang.