DREAM TWINS

DREAM TWINS
32.


__ADS_3

"Yey akhirnya kita bisa pulang bareng ya Di"Ucap Cassie antusias


"Iya Cas,mampir yuk nanti beli es krim"Ucap Diandra memberi ide


"No,big no aku gak mau ambil resiko,ntar kamu kenapa-kenapa aku di potong sama kakak kamu"Ucap Cassie menggeleng-geleng


Diandra tertawa melihatnya


"Kamu nih,mana mungkin,,tapi ga apa deh,lain kali bareng sama Aindry sekalian"Ucap Diandra cekikikan


Akhirnya setelah 5 menit menunggu supir Cassie datang menjemput


__________________


Seminggu kemudian


Cassie dan Dandra terlihat sudah lebih terbuka namun masih saja sama-sama kaku,Diandra dan Aindry selalu saja berusaha mendekatkan keduanya hingga hal tersebut membuat Stevani muak,,ia selalu saja berpapasan ataupun berjumpa di mall saat Cassie Diandra dan Aindry sedang shopping terlebih saat melihat Aindry,Cassie dan Diandra yang memakai baju couple hal itu mampu membuat Stevani tambah panas


Saat ini pun mereka bertiga harus bertemu lagi dengan Stevani,,mereka bertiga juga bingung,kenapa setiap keluar bersama harus bertemu dengan Stevani


"Hiss najis sok-sok couple"Cibir Stevani kesal,padahal dalam hatinya merasa iri dengan Cassie yang begitu akrab dengan adik dari cowok yang ia taksir


Stevani menabrak bahu Cassie


"Ups sorry,habisnya ngabisin jalan sih"Ucap Stevani yang memang tak henti-hentinya membuat masalah


Aindry yang hendak membuka mulut langsung di tarik oleh Diandra dan Cassie


"Jangan dik"Ucap Diandra dan Cassie berbarengan


Stevani yang mendengar hal itu menjadi tambah kesal


PLAK


Stevani dengan geram menampar pipi Cassie karena merasa iri dan cemburu melihat kedekatan Aindry,Diandra dan Cassie


"Lo munafik,sok polos tapi busuk,pantesan gak ada yang mau temenan sama lo,jijik kali mereka temenan sama orang munafik kaya lo"Ucap Stevani geram sambil menunjuk-nunjuk wajah Cassie


Cassie tak terima tentunya di katain begitu oleh Stevani,apalagi mengingat tamparan Stevani yang tak jelas alasannya


PLAK PLAK

__ADS_1


Tak main-main Cassie yang biasanya diam saja kali ini membalas perbuatan Stevani,bahkan ia menampar kedua pipi Stevani hingga membuat si empunya geram


"Maksud lo apa nampar gue ******!"Sentak Stevani kesal


"Jaga omongan kamu,aku sama sekali ga pernah ngusik hidup kamu di sekolah maupun di luar sekolah,jangan buat aku bertindak lebih dari ini Stevani,aku diam bukan berarti aku takut,tapi aku menunggu saat yang tepat untuk ngasi kamu pelajaran"Ucap Cassie geram,matanya berkaca-kaca,ia sangat sakit hati sebenarnya saat Stevani membawa-bawa masalah pembullyan itu


Diandra dan Aindry pun terkejut saat melihat Cassie yang sepertinya sangat kesal dan marah mendengar ucapan Stevani


"Kak udah,,kita balik aja yuk,jangan nangis kak"Ucap Aindry berbisik kepada Cassie saat melihat Cassie yang menyeka air matanya kasar


Stevani geram sekali menyaksikan itu semua


Saat Aindry,Diandra dan Cassie berbalik saat itu lah Stevani merencanakan sesuatu


Brugh


Dugh


"Kak Cas,Cassie"Teriak Diandra dan Aindry berbarengan saat melihat Cassie yang terjatuh ke depan dengan kepala yang berdarah karena terpentok besi di mall tersebut


Diandra dan Aindry berlari ke arah Cassie usai keterkejutan mereka


Sedangkan Stevani sudah pasti berlari sekuat yang ia bisa,emosi dan rasa iri telah menutup matanya hingga membuatnya bertindak kriminal seperti itu


Semua orang menghampiri dan berdiri untuk melihat apa yang terjadi,tanpa niat menolong,,lalu satpam yang melihat kegaduhan menghampiri dan langsung menggendong Cassie yang pingsan dan bersimbah darah diikuti Diandra dan Aindry yang terisak di belakangnya


Mereka berpapasan dengan Dandra yang masuk


Deg


Dandra merasa jantungnya di hantam oleh benda tajam saat melihat keadaan Cassie yang sengat parah


Lalu segera menuntun satpam ke arah mobilnya


"Kakak"Ucap Aindry terisak memeluk Diandra erat


"Udah hiks,kita berdoa aja"Ucap Diandra terisak namun tetap memeluk adiknya yang juga menangis di pelukannya


Skip


Di perjalanan

__ADS_1


Dandra menyetir dengan sangat tegang,ia gelisah dan sesekali matanya melirik ke arah belakang di mana Cassie yang pingsan dengan kepala yang di pangku oleh Diandra


Ia juga khawatir karena melihat kedua adiknya yang menangis sesenggukan di sebelahnya dan juga di belakang


"Kalian jangan nangis,Cassie kuat dia bakal baik-baik aja"Ucap Dandra meyakinkan kedua adiknya


"Tapi kak-"Ucap Aindry menatap Dandra dengan mata berkaca-kaca


"Udah jangan nangis"Ucap Dandra memotong ucapan adiknya


Skip


Saat ini Cassie sedang berbaring di atas brankar rumah sakit dengan wajah pucat,kepala yang di perban dan jangan lupakan infus di tangannya


Dokter mengatakan adanya benturan keras di kepala Cassie dan Cassie banyak kehilangan darah,untung saja golongan darah Cassie sama dengan Diandra,Dandra dan Aindry jadi gampang,tadinya Diandra yang hendak mendonorkan darahnya untuk Cassie karena Aindry yang masih di bawah umur jadi tak memungkinkan untuk donor darah,namun Dandra yang mendengar hal tersebut langsung menyela dan mengatakan bahwa dirinya lah yang akan mendonorkan darah kepada Cassie,,


Diandra dan Aindry sedang makan di kantin rumah sakit itupun atas paksaan dan gertakan dari kakaknya,Dandra


Dandra sengaja melakukan itu,kenapa bukan dia saja yang membelikan?karena ia ingin masuk dan menjenguk Cassie di dalam ruang rawat,namun jika ada kedua adiknya ia merasa gengsi apalagi kedua adiknya itu jahil-jahil


Ceklek


Dandra masuk ke ruangan Cassie


Dandra duduk di kursi sebelah brankar Cassie


"Hai Cas"Ucap Dandra kikuk sekaligus kaku,padahal hanya berbicara kepada Cassie yang sedang dalam keadaan tak sadar,bagaimana kalau sadar?


"Em,,gimana keadaan kamu sekarang?"Ucap Dandra memegang tangan Cassie entah dorongan dari mana dirinya bisa melakukan hal tersebut namun saat menyadarinya ia cepat-cepat melepas tangan yang memegang tangan Cassie


Ia canggung sendiri


"Terima kasih karena selalu membuat kedua adikku senang,mereka sedih melihat keadaan kamu begini,bangun Cas"Itu adalah kalimat terpanjang yang di ucapkan Dandra di depan Cassie walaupun Cassie nya sendiri tak mendengar,biasanya jika Cassie dalam keadaan sadar Dandra pasti akan berkata lo gue dan dengan kalimat yang singkat


Tak dapat di pungkiri bahwa sebenarnya Dandra juga merasa em,,sedih mungkin melihat keadaan Cassie,namun gengsi nya mengalahkan itu semua


Skip


Diandra dan Aindry sebenarnya sudah selesai makan di kantin,mereka hendak masuk melihat kondisi Cassie namun urung karena melihat kakaknya yang menatap sendu ke arah Cassie yang masih asik tidur di dunia lain,


Diandra dan Aindry saling pandang lalu tersenyum senang melihat kakaknya yang ternyata perduli kepada Cassie terlebih saat mengingat Dandra yang mendonorkan darah kepada Cassie

__ADS_1


__ADS_2