
Diandra dan Aindry sebenarnya sudah selesai makan di kantin,mereka hendak masuk melihat kondisi Cassie namun urung karena melihat kakaknya yang menatap sendu ke arah Cassie yang masih asik tidur di dunia lain,
Diandra dan Aindry saling pandang lalu tersenyum senang melihat kakaknya yang ternyata perduli kepada Cassie terlebih saat mengingat Dandra yang mendonorkan darah kepada Cassie
___________
Sampai saat ini Cassie masih belum juga sadar,Diandra Dandra dan Aindry setia menemani Cassie,Diandra sempat pergi ke rumah Cassie di antar oleh Dandra,niatnya ingin memberitahu keadaan Cassie kepada keluarganya,namun saat sampai di sana orang tua Cassie ternyata sedang ada perjalanan bisnis ke luar negeri,jadi lah mereka menitip salam kepada satpam di Komplek perumahan Cassie
"Kak Ian kenapa kak Cas ga bangun-bangun terus,udah 2 hari kak"Ucap Aindry khawatir,ia memeluk Diandra erat menyembunyikan tangisnya,Aindry memang begitu sangat sulit menyembunyikan perasaannya berbeda halnya dengan Diandra yang memang lebih memilih untuk memendam,
"Sabar dik,kak Ian juga khawatir sama Cassie,tapi kak Ian yakin Cassie kuat,sebentar lagi pasti bangun kok"Ucap Diandra sambil mengelus kepala adiknya
Sedangkan Dandra ia hanya memperhatikan interaksi kedua adiknya itu,dan tanpa Diandra dan Aindry sadari bahwa Dandra sudah memberi pelajaran kepada Stevani
Flashback On
Dandra memutuskan untuk menemui Stevani sehari setelah kejadian,tadinya ia tak ingin ikut campur,tapi saat melihat keadaan Cassie yang lumayan serius bahkan sudah sehari belum sadar akhirnya Dandra memutuskan untuk bertemu secara langsung dengan Stevani,entahlah apa penyebabnya namun Dandra merasa geram dan tak terima dengan tindakan Stevani yang kelewat batas
"Kenapa Dan?kamu tumben ngajak aku ketemuan,apa kamu udah ada rasa ya sama aku"Ucap Stevani genit dan ke geeran,ia berpikir Dandra mengajaknya ketemu karena Dandra ingin kencan romantis dengannya,sungguh pemikiran yang sangat jauh
"Ga usah basa-basi,apa alasan lo nyelakain Cassie?"Tanya Dandra tegas
Stevani melotot
"Jadi ini alasan Dandra ngajak gue ketemu,sial kenapa gue ga kepikiran kesana,pasti dua cecunguk itu yang ngasi tau Dandra,emang dasar ya Cassie sialan selalu aja ngancurin rencana gue"Batin Stevani geram
"Maksud kamu apa sih Dandra?aku ga ngerti aku gak tau apa pun kok"Ucap Stevani mengelak
Astaga sudah melihat wajah Dandra yang geram masih saja mengelak,siap-siap aja lo Stev di hancuran sama Dandra"Author xixi
__ADS_1
BRAK
Dandra menggebrak meja geram mendengar jawaban Stevani yang menganggap remeh ucapannya
Stevani tersentak saat Dandra menggebrak meja dan menatap dirinya tajam,hal itu sukses membuat semua yang ada di Restoran tersebut menatap ke arah mereka,saat ini mereka sudah seperti tontonan gratis bagi semua pelanggan di Restoran tersebut
"Dandra kamu apa-apaan sih gebrak-gebrak meja"Ucap Stevani masih dengan keterkejutannya
"Lo ga usah basa-basi,gue kasi lo pelajaran yang gak akan lo lupain setelah ini"Ucap Dandra mengancam serta menunjuk tepat di wajah Stevani,
Setelah mengancam Stevani Dandra keluar begitu saja dari Restoran itu tak mempedulikan Stevani yang merengut kesal
Dan benar saja,keesokannya Stevani langsung di DO dari sekolah dan di blacklist sehingga ia tidak bisa masuk ke sekolah manapun,siapa lagi dalang dari semua itu kalau bukan Dandra?
Stevani merengut kesal saat kedua orang tuanya memarahinya habis-habisan karena alasan dirinya di DO yaitu karena sering membully siswa-siswa di sekolah,Dandra sudah menyelidiki dan mencari bukti seluruh kejahatan dan kelicikan Stevani maka dengan mudah ia bisa membuat Stevani di tendang dari sekolahnya,walaupun Dandra berpengaruh di sekolah tersebut namun ia tak mau menggunakan kuasanya tersebut,ia tetap adil dengan mencari bukti-bukti kejahatan Stevani bukannya malah langsung meminta agar Stevani di DO tanpa alasan yang jelas
Dandra yang memang terkenal cuek bukan berarti ia tak akan bertindak jika orang terdekatnya di senggol,justru yang diam-diam begini yang akan lebih mematikan
Dan benar saja ucapan Diandra,selang 30 menit saat Diandra mengatakan bahwa Cassie pasti akan sadar,Cassie benar membuka matanya
"Kak Cas"Pekik Aindry senang dan langsung menghampiri Cassie yang masih belum sadar sepenuhnya
"Aduh"Ringis Cassie saat merasa sakit dan ngilu sekaligus di kepalanya
"Kak Cas kenapa?/kenapa Cas?"Tanya Diandra dan Aindry berbarengan
Sedangkan Dandra,ia sedang pergi ke kantin untuk membeli makan adik-adiknya,karena Diandra dan Aindry benar-benar tak ingin jauh dari Cassie sepertinya,bahkan mereka berdua sangat tak mau di ajak pulang,mereka lebih memilih untuk menginap di rumah sakit saja,dengan alasan menemani Cassie katanya
"Ngga apa,ini kepalaku sakit,tapi udah ngga kok"Ucap Cassie meringis namun berusaha menutupi dari adik kakak itu tentang sakit di kepalanya,ia tak mau Aindry dan Diandra terlalu khawatir kepadanya
__ADS_1
Cassie celingak-celinguk seperti mencari seseorang,Diandra yang menyadari itu bertanya kepadanya
"Cassie nyari siapa?kok celingak-celinguk aku liat"Ucap Diandra
Cassie gelagapan,ia bingung harus menjawab apa,ia sebenarnya celingak celinguk mencrai keberadaan Dandra,ia sangat berharap Dandra juga ikut menemani di rumah sakit,namun sepertinya itu hanya harapan saja,karena Cassie sama sekali tak dapat menemukan batang hidung Dandra di ruangannya
"Pasti cari kak An ya,ciee kak Cas"Siapa lagi yang akan menggoda Cassie jika bukan Aindry,ia memang suka sekali menggoda kakaknya dan Cassie
Cassie merona mendengar ucapan Aindry yang memang benar adanya bahwa ia mencari keberadaan Dandra
"Kakak lagi keluar Cas,lagi cari makan di kantin"Ucap Diandra memberi tahu Cassie
Cassie manggut-manggut saja karena tak tau harus memberi respon bagaimana
"Hm"Dehem Aindry sambil tersenyum jahil
"Jangan gitu ih Aind,ngambek nih aku"Ucap Cassie merajuk,ia memang tak akan taham dengan godaan dari adik crush nya itu hihi
Aindry dan Diandra terkekeh melihat Cassie yang merona hanya dengan membicarakan Dandra saja
"Kak An selalu di sini kok,dia juga selalu ikut nemenin kak Cas,jangan khawatir Aind yakin kak An pasti ada rasa sama kak Cas"Celetuk Aindry membuat Cassie bungkam,seperti ada kupu-kupu berterbangan di perutnya saat mendengar ucapan Aindry
Diandra tersenyum mendengar ucapan Aindry
"Iya Cas,walaupun kakak terkesan cuek,tapi dia peduli sama kamu,mungkin dia gengsi kali kalo pas kamu sadar begini,makanya waktu kamu ga sadar,terus pas kita ke kantin kakak pegang-pegang tangan kamu tau"Ucap Diandra antusias
Deg
Cassie rasanya ingin melompat-lompat girang saat mendengar ucapan Diandra,rona merah di pipinya sudah tak dapat ia sembunyikan lagi,
__ADS_1
Rasanya kenapa se senang ini sih"Batin Cassie dengan dada yang membuncah karena senang