DREAM TWINS

DREAM TWINS
End-


__ADS_3

"Diandra!!!!" teriak Dandra kesal saat melihat kehadiran Cassie di kamarnya


Dandra menarik Diandra dan mengapit wajah Diandra di sela keteknya


"Rasain makanya jangan jahil-jahil" ucap Dandra gemas


"Ihh lepas,,, ihh bauk kak,,lepasin" ucap Diandra merengek


Dandra dengan muka bantalnya memandang Cassie yang cekikikan memperhatikan mereka berdua


"Kakakk lepasin ihh,,,ada Cassie ga malu apa?" ucap Diandra merengek


Dandra melepaskan jepitannya hingga Diandra bisa bernafas lega


"Huh akhirnya,, bauu banget ihh" ucap Diandra mendengus sambil membenarkan rambutnya yang acak-acakan


"Mana ada" ucap Dandra sewot menarik tangan Diandra lagi hendak mengapit adik nakalnya itu kembali


"Ngga,, ngga ampun,, wangi kak" ucap Diandra gelagapan


"Kalo wangi kenapa ngga mau?" ucap Dandra


"Engap ihh,, coba deh Cas" ucap Diandra jahil menatap Cassie dan mendorong kecil tubuh Cassie ke arah kakaknya


Dandra dan Cassie kompak gelagapan saat Diandra menjahili mereka


Brugh!


"Aduh jadi obat nyamuk nih" ucap Diandra menyengir langsung ngacir untuk keluar dari kamar kakaknya tak lupa mengambil kunci dan ia langsung menguncinya dari luar


"Bicarain masalah kalian,, inget PJ nya habis itu" teriak Diandra dari luar kamar


Dandra dan Cassie kompak saling menjauh dari posisi mereka yang awalnya saling menindih


"Emm,,maaf maaf,, aku,,aku keluar dulu" ucap Cassie gelagapan saat Dandra justru memandangnya berbeda


Saat Cassie hendak berbalik menuju keluar Dandra menahan tangannya


Mereka berdua tidak sadar bahwa kamar itu sudah di kunci oleh Diandra dari luar


"Tunggu Cas" ucap Dandra menahan tangan Cassie dan sedikit menariknya


Hingga Cassie terduduk di atas pangkuannya


"Ehhm,, maaf" ucap Cassie hendak bangun namun lagi dan lagi Dandra menahannya


"Ga enak kalo duduknya kaya gini,, nanti bisa salah paham" ucap Cassie gelisah,, ia terus berusaha bangun dari posisinya


"Gue mau jujur" ucap Dandra memindahkan Cassie agar duduk di sebelahnya, karena jujur saja ia juga cowok normal dan pastinya terpancing oleh tingkah Cassie yang tidak bisa diam saat berada di atasnya


"Kenapa?" ucap Cassie bernafas lega saat sudah duduk di sebelah Dandra


Walaupun tidak dapat dipungkiri Cassie merasa sangat gugup harus berhadapan dengan Dandra apalagi dalam satu kamar seperti ini, dan di kamar Dandra pula

__ADS_1


Rasanya seperti mimpi


"Gua mau lo jadi pacar gue" ucap Dandra menatap Cassie dalam


"Hah?" ucap Cassie dengan wajah cengo nya


Ia masih mencerna ucapan Dandra,, karena jujur ia takut salah dengar dan kegeeran


"Gue mau kita pacaran" ucap Dandra lagi saat menyadari tatapan dan wajah Cassie yang bingung


Cassie masih belum membuka suara, ia diam dan hanya memandang muka bantal Dandra yang terlihat lebih menggemaskan ternyata


"Hey" ucap Dandra langsung memegang pinggang ramping Cassie dan hendak mendudukan di pangkuannya


Cassie tersentak kaget dari lamunannya


"Ehh,, jangan kaya gini" ucap Cassie memberontak


Namun bagai mengangkat sebuah bantal,, Dandra membawa Cassie ke atas pangkuannya dengan sangat mudah


"Lo ga dengerin ucapan gue dari tadi?" ucap Dandra menatap Cassie yang justru menundukkan kepalanya tak berani menatap Dandra dan hanya memainkan jari-jarinya


"Kalo bicara sama gue, yang ditatap itu gue bukan jari lo" ucap Dandra panjang lebar merasa gemas dengan kelakuan Cassie yang sedang menutupi kegugupannya


"Aku ngga tau" ucap Cassie menggeleng


"Kenapa hm?" tanya Dandra menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah Cassie


Oh ya ampun,, Cassie di buat semakin berdebar dengan situasi ini


Tapi kali ini? Cassie di buat mabuk dan seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini


"Aku takut,,kita itu ga cocok,, udah yah" ucap Cassie hendak turun dari pangkuan Dandra namun Dandra dengan cepat menahan pinggangnya


"Liat aku" ucap Dandra memerintah


Cassie memberanikan diri menatap mata Dandra


Glug!


"Entah sejak kapan perasaan ini ada, dan entah sejak kapan juga gue mulai terbiasa sama kehadiran lo, terlebih saat gue ngeliat kedua adik gue yang bener-bener ngedukung gue supaya bisa sama lo, dan mereka yang bener-bener berusaha buat ngedeketin kita berdua, gue bener-bener udah ga bisa nutupin lagi, kalau gue cinta sama lo, gue tertarik, gue ga tau apa yang membuat gue bisa suka dan cinta sama lo,, yang pasti karena orang itu lo" ucap Dandra panjang lebar menatap mata Cassie dalam dengan tatapan cinta


Kalimat terpanjang yang keluar dari mulut Dandra saat berbicara dengan Cassie


Cassie masih diam dengan bibirnya yang sedikit terbuka, ia masih tidak percaya dengan pengakuan cinta dari Dandra


"I love you!" ucap Dandra langsung memeluk Cassie yang masih membisu


Setelah 5 menit berpelukan


Cassie memberanikan diri mengatakan bahwa


"Aku juga cinta kamu Dandra,, tapi aku,,aku cukup tau diri kita itu berbeda kita-" ucap Cassie terpotong

__ADS_1


Shuttt


Dandra mengurai pelukannya dan menatap Cassie


"Jangan bicara tentang kita beda, semua manusia di dunia berbeda Cas ga ada yang sama begitu juga kita, apapun kekurangan kamu aku yang akan menutupi begitupun kekuranganku kamu yang akan menutupi, saling melengkapi yang harusnya kita lakuin" ucap Dandra romantis,, entah dari mana munculnya sikap Dandra yang romantis


Cassie tersenyum kemudian memeluk Dandra dan membisikkan kalimat yang membuat Dandra tersenyum senang


"I love you to" ucap Cassie berbisik


---------


Saat ini Ray sekeluarga sedang makan malam dengan tambahan Cassie itupun karena tadi Adind yang memaksa agar Cassie ikut makan malam


"Ehmm ehmm,, ada yang udah jadian nih kak" ucap Aindry mulai lagi dengan sikap jahilnya


"Iya nih dik, ga sabar aku tuh mau dapet PJ" ucap Diandra


"Boy" ucap Ray kepada putranya


Sedangkan Cassie saat ini sudah menunduk malu, pipinya memerah saat kedua adik dari kekasihnya itu menggoda dirinya dan juga Dandra


Sedangkan Dandra stay cool saja, dalam hatinya masih berbunga-bunga


"Iya dad, sekarang Cassie pacar aku" ucap Dandra santai


"Astaga kakak" ucap Aindry memekik


"Aduhh rencana kita berhasil Aind" ucap Diandra senang


Makan malam saat itu berlangsung dengan heboh


--------


"Cassie yang sabar ya menghadapi sikap Dandra yang agak datar dan terkesan cuek, dia emang suka gitu, tapi mommy yakin kayanya kalo sama Cassie dia ga gitu" ucap Adind menggoda kekasih dari putranya tersebut


"Akhirnya boy, ternyata kamu milih yang sudah akrab sama kedua adikmu ya " ucap Ray tersenyum sumringah, ia senang kekasih dari putranya itu sudah dekat dengan kedua putrinya


"Sekarang mommy jadi punya 3 anak perempuan deh" ucap Adind tersenyum


"Jodoh mah ga akan kemana ya Aind? ga sia-sia usaha kita selama ini" ucap Diandra bangga sambil merangkul pundak Aindry begitu juga Aindry yang merangkul pundak Diandra


Sedangkan Cassie dirangkul oleh Adind


"Pokoknya kalian harus langgeng ya,, kita berdua udah pilihin calon istruli yang baik buat kakak hahah" ucap Aindry tertawa terbahak-bahak


"Iya kak, udah sesuai sama kriteria kakak, harus deket sama kita berdua kan?" ucap Diandra senang


"Kak Cas sana,, duduk samping kak An" ucap Aindry jahil


"Yuk mom dad, kita tinggalin mereka berdua, baru jadian soalnya" ucap Aindry cekikikan


Dandra geleng-geleng kepala melihat kedua adiknya yang sangat senang saat melihat dirinya dan Cassie yang sudah resmi

__ADS_1


End-


Untuk cerita Diandra nanti bakal ada di novel baru👻✨


__ADS_2