
"Hum,, hai Cas udah dateng dari tadi?" ucap Diandra menyapa
"Iya udah lumayan dari tadi, nih untung ada si Andi, jadinya ada temen ngobrol" ucap Cassie tersenyum,namun saat matanya bersitatap dengan mata elang yang sedang menatapnya tajam saat ini, nyalinya menciut, ia bingung ada apa dengan Dandra? pikirnya
"Ya udah yuk ke kelas bareng, takut ntar ada harimau ganas di sini" ucap Diandra terkikik
"Hah harimau?" ucap Cassie bingung
"Udah ayukk" ucap Diandra menggenggam tangan Cassie
"Eh tunggu, gue ikut ya" ucap Andi sambil menggenggam tangan sebelah Cassie yang menganggur
BRAK!
Suara itu berasal dari tempat sampah yang entah sengaja atau tidak saat ini sudah pecah karena ditendang oleh Dandra
"Kakak" ucap Diandra kaget
"Ga usah gandengan" ucap Dandra kesal sambil tangannya langsung menarik Diandra menuju kelas
"Iss cemburu ya cemburu aja, tapi ga gini juga, aku yang dijadiin sasaran empuk" ucap Diandra kesal sambil jalan tergopoh-gopoh mengikuti Dandra
"Diem!" ucap Dandra kesal karena kepalanya pusing
"Lepas! aku bisa jalan sendiri, kalo kakak cburu jangan lampiasin ke aku!" ucap Diandra kesal menyentak tangannya yang digenggam oleh Dandra, kemudian ia berlari menuju kelas
Dandra mengacak rambutnya kasar
Ia masih menolak dan tidak percaya bahwa dirinya sudah memiliki perasaan lebih itu kepada Cassie
"Ga usah deket-deket, aku gak mau bicara sama kamu" ucap Diandra ketus saat Dandra berusaha memegang tangannya
"Siapa kamu kamu?" ucap Dandra tak kalah ketus, ia kesal saat adiknya tidak lagi memanggilnya kakak
"Kakak" ucap Diandra nyolot
"Kam-" ucap Dandra terpotong karena kehadiran seseorang
"Hai Di, ngantin ngga? bareng yuk?" ucap Cassie tersenyum
"Ngantin kok, ya udah yuk" ucap Diandra langsung menyahut tangan Cassie dan berjalan bergandengan tangan menuju kantin meninggalkan kakaknya yang terbengong kesal
"Apaan sih, kenapa ngambek sampai lama gini" ucap Dandra kesal, ia menghadang adiknya yang sedang berjalan menuju mobil
"Biarin! emang salah siapa? ucap Diandra
"Ya udah kakak minta maaf, udah ya jangan ngambek lagi" ucap Dandra hendak memeluk Diandra
"Ngga di maafin" ucap Diandra menahan dada bidang Dandra kemudian ia berjalan mendahului kakaknya
Akh!
"Ih turunin kak" ucap Diandra merengek, kakinya disentak-sentak karena merasa kesal dengan kakaknya yang menggendongnya seperti karung beras
__ADS_1
"Diem, makanya jangan marah-marah!" ucap Dandra santai sambil berjalan menuju mobil dengan Diandra ayang berada di bahunya
"Mommy" teriak Diandra sambil berlari ke dalam rumah tergopoh-gopoh
Mau ngadu pasti!
"Mommy kakak jahat! dia jahatin Ian" ucap Diandra mengadu kepada Adind sambil memeluk Adind erat
"Hiks biasanya kakak ga pernah marah sama aku, terus tadi gara-gara cemburu malah dilampiasin ke aku mom" ucap Diandra sesenggukan
Dandra memang tidak pernah mudah memarahi Diandra,makanya Diandra merasa sakit hati saat Dandra justru melampiaskan kepadanya rasa cemburunya itu
"Ya udah yah,ntar biar mommy bicara sama kakak kamu, sekarang ganti bajunya dulu abis itu makan ya" ucap Adind kepada putri manjanya tersebut
Diandra mengangguk
"Eh kak Ian habis nangis?" ucap Aindry yang tak sengaja berpapasan saat ia hendak ke bawah untuk makan
Diandra menggeleng
"Jangan bohong kak" ucap Aindry
"Iya beneran kok, kakak ke kamar dulu ya" ucap Diandra langsung berjalan ke kamarnya agar tidak ditanyain lebih banyak lagi oleh Aindry
-----------
"Bener yang di bilang adik kamu hm?" tanya Adind kepada putranya
"Cemburu sama siapa sih hm? kenapa sampai lampiasin ke adik kamu? kamu kan tau adik kamu yang satu itu sensitif, apalagi selama ini kamu ga pernah marahin apalagi bentak dia dengan alasan sepele sayang" ucap Adind lembut
"Iya mom, Dandra juga udah berusaha minta maaf, tapi Diandra gak mau mom" ucap Dandra frustasi
"Ya udah coba sekarang temuin adik kamu,bicara sama dia sekarang, tadi kayanya emosi dia lagi labil" ucap Adind mengelus kepala putranya
Dandra mengangguk
Ceklek
Dandra masuk ke dalam kamar Diandra
Ia mendapati adiknya itu sedang tidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala
Dandra berjalan ke arah ranjang dan duduk di sebelah Diandra
"Maafin kakak" ucap Dandra mengelus kepala adiknya
Jujur saja ia menyesal, tapi mau bagaimana? ia juga tadi reflek melakukannya
Namun Dandra juga tak bisa terus membiarkan adiknya marah dan mendiaminya seperti ini, ia tidak kuat dan rasanya sakit
"Jangan hindarin kakak lagi, kakak ga sengaja sayang" ucap Dandra mengelus pipi Diandra kemudian satu kecupan mendarat di kening Diandra
Tes
Satu airmata Dandra menetes di pipi Diandra yang membuat tidur Diandra terganggu
__ADS_1
"Eungh" Diandra melenguh
"Kakak" ucap Diandra serak-serak khas bangun tidur, ia masih menyesuaikan pandangannya
Dandra menarik Diandra ke pelukannya
"Maafin kakak, jangan cuekin apalagi hindari kakak sayang" ucap Dandra merengek
Diandra terkekeh
"Ini beneran kak Dandra?" ucap Diandra mendusel-dusel di dada bidang Dandra
"Jangan jahil" ucap Dandra memperingati saat mendengar kikikan jahil khas Diandra
"Di maafin kan?" tanya Dandra
"Iya di maafin,tapi ada syaratnya" ucap Diandra
"Hm apa?" ucap Dandra malas karena sudah bisa menebak syaratnya pasti aneh-aneh
"Kakak tadi cemburu kan Cassie dideketin sama Andi Andi itu,yang murid baru itu" ucap Diandra kepo
Dandra tak menjawab
"Iss jawab, mau dimaafin ngga?" ucap Diandra merengek
"Iya iya cemburu, kenapa? mau ngejek?" ucap Dandra datar
"AAAA CIE CEMBURU!!!! HAHAHA AKHIRNYA" ucap Diandra memekik sambil menertawakan kakaknya yang bermuka datar itu
"Aduh nunggu PJ aja nih" ucap Diandra tertawa
"Haru kasi tau Aindry" ucap Diandra meloncat dari ranjangnya hendak menghampiri Aindry di kamarnya
Akhhh
"Aduh kak geli, ampun haha" ucap Diandra memekik kegelian saat Dandra dengan jahil menggelitiki perutnya
"Makanya jangan jahil, pake mau ngajak partner lagi" ucap Dandra mengusap dahi Diandra yang berkeringat
Ceklek
"Kenapa ribut banget sih?" ucap Aindry menyembulkan kepalanya di pintu
"Aind sini,,ada berita seru" ucap Diandra langsung meloncat dari pangkuan Dandra yang lengah
"Kak Dandra cemburu pas liat Cassie dideketin sama anak baru, tadi dia ngaku sendiri" ucap Diandra antusias
"Beneran kak? CIE CIE BENTAR LAGI ADA YANG TAKEN" ucap Aindry ikut-ikutan menjahili kakaknya
"Awas ya" ucap Dandra menghampiri mereka
Namun Diandra dan Aindry sudah berlari keluar menuruni tangga menuju dapur mencari mommy mereka
"Awas jatuh!" teriak Dandra dari atas saat melihat kedua adiknya yang begitu antusias hanya karena mendengar dirinya cemburu
Dandra geleng-geleng kepala, merasa konyol dengan tindakan kedua adiknya itu
__ADS_1