Dua Insan Yang Berbeda

Dua Insan Yang Berbeda
Istri Itu Ikut Suami


__ADS_3

Elzi dan Arnold saat ini sudah berada di kamar hotel yang sengaja dipesan Arnold, mengingat mereka akan sangat lelah setelah mengikuti rangkaian proses pemberkatan hingga selesainya acara resepsi pernikahan mereka.


Tapi, Arnold terkejut kala melihat kamar sebelumnya biasa saja, sekarang malam sudah disulap menjadi kamar pengantin yang sangat indah dan romantis. Lilin-lilin yang menyala serta kelopak bunga mawar yang sengaja ditaburkan dilantai dan diatas ranjang yang dibentuk dengan bentuk hati itu benar-benar sangat terlihat romantis.


"Apa ini semua idenya kakak?"


"Bukan, tapi aku rasa,, ini ide kedua kakakmu.."


"Kak Elzra dan kak Elviz?"


"Ya, karena tadi siang mereka meminjam kunci kamar ini untuk ditempati oleh ponakanmu yang ingin istirahat siang sebelum acara resepsi tadi.." ujarnya yang memang mengingat jika siang tadi kedua kakak iparnya meminjam kunci dengan alasan untuk mengistirahatkan ponakan Elzi yang kini sudah menjadi ponakannya juga. Tapi dia tidak menduga, bahwa kamarnya akan disulap dengan nuansa romantis seperti ini.


"Ahh, aku sudah tidak sanggup lagi jika harus membersihkannya.."


Arnol memandang istrinya dengan wajah yang sudah sangat terlihat lelah. "Kamu bisa mandi lebih dulu, sebelum tidur. Aku akan membersihkannya.."


"Tapi aku sudah tidak sanggup lagi untuk sekedar mandi, kak.." rengeknya yang malah menghempaskan tubuhnya keatas ranjang membuat kelopak bunga mawar berbentuk hati itu hancur dan bertaburan jatuh ke lantai.


"Mandi atau aku akan langsung menerkammu saat ini juga.." ujarnya sukses membuat Elzi terbangun dari posisi berbaringnya dan buru-buru melangkah ke kamar mandi. Ia terkekeh geli melihat tingkah istri cantiknya itu. Baru mendengar ancaman itu saja sudah membuatnya takut, apalagi jika melakukannya secara langsung..


"Kak, boleh aku minta tolong..?" triak Elzi dibalik pintu kamar mandi.


"Ya, ada apa? Ada sesuatu yang kamu inginkan?"


"Aku tidak bisa melepas gaunku.." ujarnya menunjuk resleting gaun yang tidak bisa digapai oleh tangan kecilnya.


"Sini, biar aku bantu.." serunya menawarkan bantuan. Saat resleting itu sudah bisa dibuka, terpampanglah dengan jelas punggung putih mulus milik Elzi, membuat Arnold susah payah menelan salivanya. "Sudah.." ujarnya dengan segera memalingkan wajahnya yang memerah agar tak dapat dilihat oleh Elzi.

__ADS_1


"Terimakasih, kak.."


Sekitar 40 menit, akhirnya Elzi menyelesaikan acara mandinya. Tapi ia lupa membawa pakaian ganti kedalam kamar mandi. Alhasil, ia keluar dengan menggunakan handuk pendek yang hanya mampu menutupi bagian tubuh berharganya.


"π‘Œπ‘Žπ‘Žπ‘šπ‘π‘’π‘›,, π‘π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘–π‘Žπ‘› π‘Žπ‘π‘Ž 𝑖𝑛𝑖? π‘€π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘Žπ‘‘π‘Ž β„Žπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘–π‘Žπ‘› 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘Žπ‘—π‘Ž? π΅π‘Žπ‘”π‘Žπ‘–π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž π‘—π‘–π‘˜π‘Ž π‘Žπ‘˜π‘’ π‘šπ‘Žπ‘ π‘’π‘˜ π‘Žπ‘›π‘”π‘–π‘› π‘ π‘Žπ‘Žπ‘‘ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘”π‘’π‘›π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž?" gumamnya membolak-balikan tiga pasang pakaian berbahan dasar minim dalam walk in closet.


"Kenapa belum pakai baju?" suara berat itu mengangetkan Elzi. Untung saja, handuk yang melilit di tubuhnya tidak terlepas. "π‘Œπ‘Ž π‘‡π‘’β„Žπ‘Žπ‘›,, π‘€π‘Žπ‘›π‘–π‘‘π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ-π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘—π‘–π‘˜π‘’.." gumamnya frustasi dalam hati, melihat dengan jelas lekukan tubuh Elzi dibalik handuk itu. "Kenapa kamu belum pakai baju, Zi?" tanyanya lagi saat tak kunjung mendengar jawaban dari istri kecilnya itu.


"Bajunya nggak ada kak.." ia ikut melihat pakaian yang tersedia dalam lemari itu.


"𝐼𝑛𝑖 π‘π‘Žπ‘ π‘‘π‘– π‘˜π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Žπ‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘‘π‘’π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘˜ π‘–π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘˜π‘’." gumamnya memandang tiga pasang lingerie seksi itu.


"Ya sudah, pakai piyama aku ajah yah.." ujarnya memberi saran, seraya mendekati koper miliknya yang terletak di sudut kamar.


"Pakai ini, dan keringkan rambutmu sebelum tidur agar tidak masuk angin.." ujarnya yang di anggukkan kepala oleh Elzi.


Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Elzi segera menaiki ranjang tempat tidur. Dengan tubuh yang sudah sangat lelah, ingin sekali ia langsung memejamkan matanya menuju alam mimpi. Tapi ia urungkan saat matanya terfokus menatap pria yang sudah menjadi suaminya, tengah sibuk memeriksa pekerjaannya.



(π΄π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘ π‘ π‘Žπ‘—π‘Ž, π΅π‘Žπ‘π‘Žπ‘›π‘” π΄π‘Ÿπ‘›π‘œπ‘™π‘‘ π‘™π‘Žπ‘”π‘– π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘˜π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘Ÿ π‘¦π‘Žβ„Ž π‘”π‘’π‘›π‘”π‘ πŸ€­)


Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Itu artinya, sudah sejak tadi dia meninggalkan istrinya dan memilih mengecek pekerjaan yang dikirimkan Velly, sekretarisnya melalui email. Dilihatnya istrinya yang sudah tertidur pulas dengan memeluk bantal dan mulut yang sedikit terbuka. Didekatinya istri kecilnya itu untuk membenarkan posisi tidur, dia tak ingin Elzi merasa kesakitan saat bangun esok pagi karena posisi tidur yang tidak nyaman.


"𝑍𝑖,, π‘šπ‘Žπ‘Žπ‘“π‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘˜π‘’. π‘†π‘’β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘ π‘›π‘¦π‘Ž π‘‘π‘–π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘™π‘Žπ‘”π‘– π‘Ÿπ‘Žβ„Žπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ž. π‘‡π‘Žπ‘π‘– π‘Žπ‘˜π‘’ π‘‘π‘Žπ‘˜π‘’π‘‘ π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘šπ‘’. π΄π‘˜π‘’ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘, π‘ π‘’π‘Žπ‘‘π‘’ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘›π‘Žπ‘›π‘‘π‘–, π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘π‘–π‘ π‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘”π‘Žπ‘– π‘π‘Žπ‘”π‘–π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘˜π‘’π‘™π‘’π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Ž π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž.." gumamnya sembari memandang dan merapikan sedikit anak rambut yang berantakan diwajah Elzi. Karena merasa lelah ia pun juga ikut merebahkan tubuhnya disamping istrinya. Lupakanlah mengenai malam pertama. Hal itu bisa dilakukan esok, jika Elzi sudah merasa lebih baik dan tentunya jika ia mau memberikan hak Arnold tanpa paksaan, pikirnya.


🌺

__ADS_1


🌺


🌺


🌺


Pagi ini, Elzi merasa tubuhnya lebih baik dari yang kemarin. Terlebih lagi saat ukuran bantal gulingnya terasa lebih besar dan puas untuk dipeluk. Tapi tunggu, ia merasa ada sesuatu yang berbeda dari bantal gulingnya. Sejak kapan bantal gulingnya akan membalas pelukannya serta menghembuskan nafas dikeningnya?


"Aaaaaahh......" triaknya kencang saat mendapati seorang pria didalam kamarnya dengan posisi tidur memeluknya.


"π΄π‘ π‘‘π‘Žπ‘”π‘Ž, π‘Žπ‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘”π‘– π‘ π‘’π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘”?" gumamnya memijat pelipis. Bukan tanpa sebab, semalam dia susah tidur akibat perbuatan Elzi yang tidak tenang dan ingin menguasai ranjang dalam tidurnya. Ditambah lagi dia melihat penampakan dua gunung kembar yang sepertinya sengaja menyembul dari balik piyama kebesaran Elzi, memancing seberapa kuat dia menahan hasrat.


"Kakak kenapa bisa ada di kamarku?!"


"Kamarmu? Apa kamu lupa, jika kita ini sedang berada dihotel? Kita sekamar juga karena kita sudah menjadi suami dan istri.." ujarnya membuat Elzi melongo, mengingat apakah benar bahwa ia sudah menikah.


"π΄π‘ π‘‘π‘Žπ‘”π‘Ž, π‘Žπ‘˜π‘’ π‘™π‘’π‘π‘Ž π‘—π‘–π‘˜π‘Ž π‘Žπ‘˜π‘’ π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘šπ‘’π‘›π‘–π‘˜π‘Žβ„Ž π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž π‘˜π‘’π‘šπ‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘›.." gumamnya menepuk jidat.


"Apa sekarang kamu sudah ingat?" tanya Arnold yang diangguki kepala oleh Elzi. "Sudahlah, sekarang lebih baik kamu bersiap-siap. Kita akan kembali kerumah menyiapkan segala keperluan kamu sebelum kembali ke Jakarta sore ini."


"Ke Jakarta?"


"Ya, apa kamu tidak mau ikut suamimu ke Jakarta?"


"Tapi aku tidak mau berpisah dengan Mama dan Papa.. Apakah tidak bisa jika aku tetap berada disini?" lirihnya sedih jika harus meninggalkan kedua orang tuanya.


"Zi,, dimana-mana setelah menikah seorang istri itu akan ikut suami. Jika kamu memilih untuk tinggal disini, lantas untuk apa kita menikah?"

__ADS_1


"Tapi, kak,,,"


"Aku tidak mau mendengar alasan apapun lagi, Zi.. Cepatlah bersiap-siap. Aku juga tidak mungkin berpisah dari istriku. Sore ini juga kita akan kembali ke Jakarta.." ucapnya tegas.


__ADS_2