Dua Kehidupan Yang Berbeda

Dua Kehidupan Yang Berbeda
Insiden Naraya


__ADS_3

Malam itu waktu menunju pukul sepuluh malam .Naraya dengan pakaian seksi nya menyelinap keluar dari rumah .kemudian berhasil pergi bersama teman sekolahnya ke sebuah club malam di hotel bintang lima.sebuat saja club one night stand .


Nara ,Arifin dan Zena .adalah sekumpulan anak remaja yang tengah masa puber yang menanjak akan haus nya pergaulan dunia luar.


Dengan dandanan Ala Tante ketiganya berhasil masuk ke arah club dengan identitas palsu yang di bawa Arifin .


Gemerlapnya dunia malam ,meluluh lantakkan ******** para remaja.asap rokok bertebaran pria tampan ada di mana-mana.bauh alkohol menyengat seluruh ruangan.


Lantai dansa penuh liukan tubuh bersemangat ,meloncat menggoyang tubuh penuh gairah.peluh menetes memanas ruangan membangkitkan birahi lelaki bejat di dalamnya.


Wanita nakal menggoda para lelaki dengan sentuhan sentuhan. Kenikmatan.cahaya remang-remang kegelapan menimbulkan secara leluasa menindak lanjutkan kejahatan.


Di salah satu ruang khusus .tiga pria berusia dua puluhan tengah menegak whisky dengan lembut,salah satu pria itu dengan bola mata sebiru samudra menatap lekat kedua wanita penghibur yang ingin mendekat.


"Saya..apakah kamu kedinginan?" Tanya teman lelaki itu kepada wanita dalam balutan bikinin


"Ia sayang..." Sahut wanita itu lalu duduk di atas pangkuan Mark .


"Mark..Leon .saya pamit pergi dulu" lalu Stevan Wiliam pergi dengan santai tanpa mabuk sedikit pun.


Sementara Nara yang telah mabuk keluar dengan linglung ,Arifi dan Zena telah pergi ke sebuah kamar hotel untuk cek in .


Nara menghentikan salah satu taksi lalu naik setengah mengoceh dan mengamuk hingga membuka pakaian seksi nya .untungnya sopir taksi itu orang baik ,ia tidak tergila nafsu birahi menatap bocah remaja yang telah bugil di belakangnya.


Hanya saja fokus nya terbagi dua .di tengah malam menjelang subuh itu ,keduanya membelah kota Jakarta dari arah berlawanan sebuah mobil pengangkutan minyak dalam kecepatan tinggi menghantam samping mobil menyebabkan mobil itu meledak di tempat.


Kejadian itu menggemparkan sejagat media ,dan para penyelidik berusaha mengetahui identitas pengemudi dan penumpang.


Tepat pada waktu subuh suara telpon berdering di seluruh ruang keluarga di perumahan elit milik keluarga Nathan .


Malika yang baru saja menyelesaikan kewajibannya mengambilnya ,lalu wajahnya pucat pasi .dan berlari memangil majikannya.


"Nyonya muda...nyonya muda..."


"Ada apa?" Tanya Elena membuka pintu kamar yang masih dalam balutan mukenah.


"Nyoya ada telpon dari pihak kepolisian." Ucap Malika dengan gugup menyerahkan telpon.


Elena berusaha menenangkan dirinya yang gelisah lalu menjawabnya.


"Assalammualaikum ,ada apa ya pak?" Tanya Elena lembut.


" Begini Bu ,kami dari pihak kepolisian menduga anak ibu menjadi korban kecelakaan lalulintas pada pukul 3 subuh,menurut identitas dan rekaman cctv jalan "

__ADS_1


"Apa???tidak-tidak ! Mungkin! Anak saya pasti masih di kamar pak!" Ucap Elena dengan keras membantah.


"Kami harap begitu Bu.." ucap pihak kepolisian prihatin.


Sedangkan Nathan yang baru pulang dari mesjid usai shalat subuh berjamaah masuk kedalam rumah.


"Assalammualaikum bunda.." Nathan memberi salam seraya berjalan mendekati istrinya yang terlihat pucat .kemudian bertanya


"Kenapa Bun?"


" Naraya ...pa...!Naraya ..mareka bilang kecelakaan mobil pa!! " Ucap Elena tidak percaya.


"Apa.?.!!mana mungkin..!? Nara...Nara!!dimana kamu!" Nathan sulit percaya saat mendengar istrinya berkata .lalu bergegas ke lantai dua dan membuka pintu kamar.


Nathan melihat gundukan di atas tempat tidur,ia mendekatinya lalu menarik selimut.melihat dua bantal guling yang di dandan rambut palsu dan di tutupi selimut.


Nathan Ter terengah-engah kesakitan memegang dadanya yang terasa sesak.menahan amarah.


"Dasar bajingan kecil..beraninya menipu ibunya.!" Batin Nathan mengumpat penuh amarah.


Tepat saat Nathan ingin keluar dari kamar putrinya,dering telepon menghentikan langkahnya.


Drtt...drt ....drtt..


"Assalammualaikum , ada apa Riko..?" Tanya Nathan pada sekretarisnya.


"Apa..apa yang terjadi Riko?!tunggu saya di kantor.!"


Begitu Nathan turun dari lantai dua beberapa pihak kepolisian dan pihak bank datang kerumah dengan sangat cepat.


Ting..tong ...Ting .tong . .


Suara bel berbunyi di depan pintu pagar,Ela membuka pintu saat melihat beberapa pihak kepolisian datang dan pihak bank .Ela tidak berani menahannya .


Elena yang telah berganti pakaian hitam siap akan berkabung melihat polisi di antar Ela keruang tamu dan menyambutnya dengan senyuman yang di paksa.


"Selamat pagi ibu elena .apakah tuan Nathan ada di rumah?."


"Pagi pak..suami saya ada pak..ada apa ya?" Tanya Elena bingung .


"Bunda...Bun.." suara Nathan tertahan saat ingin memanggil kembali saat melihat polisi dan petugas bank .


"Begini pak Nathan .kami dari pihak kepolisian menerima informasi laporan bahwa Anda terlibat dalam perdagangan saham ilegal dan penipuan atas hak kepemilikan tanah atas projek Camelia ,jadi mohon kerja samanya." Jelas polisi tersebut dengan sopan.

__ADS_1


"Apa?!..." Elena menjerit dengan keras .


"Dan kami dari pihak bank akan menyita rumah serta isi dan mobil anda untuk pembayaran hutang perusahaan yang Telah di pinjamkan .jadi kami harap dalam waktu satu Minggu anda haru pindah dari sini!."


Rara yang hendak berangkat sekolah terhenti di atas anak tangga .dengan air mata di wajahnya .saat melihat ayah nya memegang dada kesakitan lalu jatuh tersungkur di lantai.


"Pa....pa..pa..!!papa .." panggil Rara berlari kearah ayahnya.


"Mas...kamu kenapa..!..??sayang .Bagun .?" Teriak elena saat melihat Nathan berganti bernafas dengan mata melotot .


"Mbak Ela telpon ambulan..."perintah Rara .


Seluruh keluarga berangkat ke rumah sakit..dalam perjalanan Nathan meninggal dalam pangkuan istri tercinta .


Elena yang mendengar perkataan dokter ,jatuh kedalam pelukan anaknya menjadi bodoh dan linglung memegang baju suaminya.


"Nona..kami turut berduka cita atas meninggal ayah nona.jadi kami harap kalian akan segara pindah .sedangkan untuk kasus ayah anda kami akan menyelidiki sampai tuntas."ucap polisi tersebut .


Rara sangat terpukul ,namun ia berusaha tegar.ia pulang kerumah besar yang akan menjadi kenangan terindah dan menyakitkan untuknya.


"Yang sabar nona" ucap Ela memeluk Rara dengan lembut.


"Mbak....apa yang harus Rara lakukan.?kak Nara juga pergi ,ayah pergi mbak..!" Tanya Rara lirih .


"Dimana Rara harus tinggal mbak?" Tanya Rara dengan pilu .


"Tenang nona,semua itu pasti ada hikmahnya" ucap Malika dengan lembut mengelus rambut hitam Rara .


Mareka bertiga membereskan seluruh foto keluarga ,lalu pakaian dan beberapa barang lainnya yang dapat mareka bawa pergi.


Setelah melihat begitu banyak nya barang Rara mulai memutarkan otaknya.


Saat gaji para art belum di lunasi bulan ini.akhirnya ia memutuskan untuk menjual baju dan tas milik Naraya dan dirinya serta ayahnya yang belum di pakai.serta beberapa perhiasan .untuk mendapat uang.


Rara mengunakan penjualan grosir untuk menawarkan barang bekas di pasar .dengan harga sedikit lebih murah dari harga asli


"Ibu-ibu...bapak yang ingin anak perempuan kalian cantik atau istri kalian cantik ayo lihat baju murah bermerek ,di jamin anda tidak akan rugi." Rara berteriak dengan keras sambil menampilkan baju yang di gantung dengan sangat cantik .


Beberapa ibu-ibu berkerumunan dan melihat baju itu sangat bagus lalu menawarkan harga.


"Berapa harga ini satu potong dik?" Tanya ibu itu.


"Bu ini potongan mini dress dari desainer Milan dengan harga asli tiga juta rupiah..namun saya menjual kepada ibu lima ratus ,Bu ambilah anak IBu pasti akan bangga dalam setiap pertemuan kelas atas!" Ucap Rara dengan suara nya yang lembut menyakinkan para pembeli

__ADS_1


"Ini sangat mahal,beri saya dua ratus lima puluh ,saya ambil tiga" ucap ibu itu menawar.


"Maaf Bu saya tidak bisa menjual dengan harga segitu..!"


__ADS_2