Dua Kehidupan Yang Berbeda

Dua Kehidupan Yang Berbeda
Lintah


__ADS_3

Kemudian terlihat sosok wanita cantik setengah tubuh ,dengan setengah lagi berbentuk lintah berbulu . berukuran seperti sebuah bantal guling .


Begitu terkena lilin seketika sosok itu menjadi lintah yang menakutkan berenang sangat cepat di air .bersama dengan luapan sungai besar berwarna kemerahan .namun lintah itu terus berenang hingga sampai ke daratan.


Sementara itu Kiai Syamsudin terus membaca doa -doa penolak syaitan dan jin


.sampai kemudian kembali tercium bau bunga melati melewati seluruh para pekerja tersebut .lalu terlihat lintah itu mengerut dan melambat .kemudian terlihat turun mengikuti aliran air sungai tersebut.


kini terlihat kembali normal tanpa ada kejadian apapun sama sekali.air sungai pun kini kembali berwarna putih bersih


Kiai Samsudin terlihat lemah dan pucat ,sangat lemah hampir jatuh seandainya tanpa ada yang menyokongnya .kini mulai terlihat menghela nafas lega.


"Gimana Mbah?,apa Mbah baik-baik saja?" tanya Rara dengan lembut


Kiai Samsudin melambai tangan nya dengan gemetar lalu menjawab.


" Tidak apa-apa...semuanya baik-baik saja,hanya saja ...." kemudian kiai terdiam tidak jadi melanjutkan omongan nya lagi .

__ADS_1


"hanya saja apa Mbah?" tanya Rara penasaran.


"Ayok kita duduk dulu Mbah.." ajak pak Li dengan lembut lalu membawa segala barang yang diperlukan kedalam gubuk.


Pak Kiai Samsudin pergi dengan di tuntun lalu duduk di gubuk tersebut .setelah meminum segelas air putih yang di berikan Rara .


"gini Ndu..kamu Jagan khawatir akan lintah tersebut,dia telah Mbah pindahkan dari sini..dan tempat ini di jaga oleh Putri Purbasari dia adalah anak dari nyan Roro kidul.


Putri purbasari adalah sosok jin Islam yang senantiasa tinggal di danau tersebut .ia tidak menganggu dan tidak penduduk setempat..sedangkan bunga melati adalah untuk memberi tahu keberadaan nya.


jelas kiai Samsudin .


Setelah kejadian keramat itu .kiai Samsudin pun pulang ,setelah membawa beberapa buah tangan . kemudian Rara melihat pak Li dan pak Iwan selaku tim kontruksi.


"Gimana pak sekarang.?" tanya Rara memastikan dengan tersenyum.


"Kami akan berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan nya non.semua proses nya akan selesai dalam tiga bulan insyaAllah." ujar pak Li sambil menatap Pak Iwan

__ADS_1


"benar banget ..non..tenang saja tiga bulan lagi nona tinggal tunggu kunci rumah lagi." ucap pak Iwan lembut .


"Baiklah kalau begitu ,saya akan tunggu tiga bulan lagi.ini uang nya untuk tahap ini ". ujar Rara lembut.


kemudian Rara pulang .lalu menjenguk ibunya di kontrakan .kemudian ia melanjutkan pekerjaan nya sebagai staf pegawai supermarket di dekat kontrakan ibunya.


Ditengah sibuk dalam aktifitas nya ia menyusun barang-barang di rak barang nya .namun karena ia terlalu pendek akhirnya ia mencari beberapa kursi sebagai alat penyangga untuk menarik di tempat tinggi .


Tidak di sengaja ia tergelincir .secara spontan Rara berteriak dengan keras.


Aaaaaa.....apa


Rara yang terjatuh berusah memejamkan matanya erat-erat..namun rasa sakit yang ia harapkan datang tak kunjung ia rasakan..


Sementara Stevan Wiliam yang saat itu tengah memeriksa beberapa anak perusahaan .tidak sengaja ia melihat Rara yang terjatuh.secara reflek ia menangkap gadis itu .


Saat melihat wajah lembut nan teduh milik Rara .Stevan terpana melihat bulu mata yang lentik itu.sungguh menapjupkan.

__ADS_1


__ADS_2